Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Pernikahan Kedua


__ADS_3

Hendra terus layar di ponselnya sembari menunggu jawaban dari wanita itu.


"Apa yang kau bicarakan?"tanya seseorang yang sudah berdiri di dekat ocha.


"Aku seperti mengenal suara itu?"ucap hendra belum melihat orang di dekat ocha.


"Berikan ponselmu padaku cha?"pinta adrian.


"Jelas kamu mengenal suaraku?"ujar adrian menatap tajam ke arah layar ponselnya.


"Oh kamu adrian, bagaimana kamu ada di situ?"tanya hendra.


"Berhenti menggoda dan merayu calon istriku?".


"Cie yang sudah mulai cemburu?"ledek hendra.


"Urus saja wanitamu itu,jangan menggoda milik orang lain".


"Tidak,aku sudah gak ada hubungan apapun dengannya.


Karena rumput tetangga lebih indah dari punya sendiri"ujar hendra terkekeh.


"Itu baru satu wanita bagaimana dengan giza dan gea?"ujar adrian tersenyum smirk.


"Ehmm ya sudah aku ada urusan sebentar bye?"ucap hendra segera mematikan panggilan itu.


"Bener-bener tuh si hendra dia itu pandai sekali merayu wanita?"ujar adrian kesal.


"Apa hendra seorang player?"tanya ocha.


"Iya dia sangat mendalami perannya itu,kalau dia berani menggoda mu lagi aku tak akan tinggal diam.


Cha ayo kita pergi ke ruang tamu?"ajak adrian.


"Untuk apa,apa ayah dan bunda ada di sana?"tanya ocha.


"Iya,mereka di sana bersama desainer?".


Dahi ocha berkerut mendengar ucapan adrian.


"Kamu tidak perlu bingung, desainer itu akan mengukur tubuhmu untuk baju pernikahan kita"ujar adrian berjalan di belakang ocha.


Kini mereka sampai di ruang tamu ada dua orang desainer dan kedua orang tua ocha.


"Selamat malam nona ocha, silahkan di pilih model baju yang anda inginkan sebelum saya mengukur tubuh anda"ujar sang desainer.


Ocha mengangguk melihat dan memilih model baju yang sederhana.


"Ini pilihan yang cocok nona, terlihat elegan dan simpel.


Mari kita ambil ukuran sekarang?".


Adrian sengaja mendatangkan desainer ke rumah agar ocha tak perlu pergi ke butik.


Ia tahu ocha sedang sibuk dan pernikahan mereka akan di adakan sebentar lagi.


**Pagi hari ocha bangun lebih awal untuk memasak sarapan membantu sang bunda di dapur.


Karena mbak sumi sedang sakit jadinya ocha mampir membeli sayur di lapak mas yono.


"Tumben nak ocha yang belanja?"sapa bu dinda.


"Iya bu,mbak sumi lagi sakit jadi saya yang belanja"ujar ocha.


"Bu nur kemana nak ocha kok gak kelihatan?"tanyanya lagi.


"Bunda nur di dapur bu,saya beli bahan makanan yang kurang untuk di masak hari ini".


"Saya dengar nak ocha mau menikah ya?".

__ADS_1


"Iya bu,minta doanya ya?"ujar ocha.


"Lancar sampai hari H ya nak, semoga ini menjadi pernikahan terakhirmu"ucap dinda memberikan doa pada ocha.


"Pasti kamu jadi janda kegatelan baru bercerai beberapa bulan sama mantan suaminya sudah mau menikah lagi?"bibir bu reni yang baru datang.


"Jaga bicara ibu ya,saya bukan perempuan seperti itu?"ujar ocha tak terima.


"Heh baru menikah aja bangga palingan nikah sama duda"cibir bu reni.


Setelah mengejek ocha bu reni membayar belanjaannya dan pergi.


"Gak usah di tanggapi ucapan bu reni ya nak,dia itu emang suka gitu?"ucap bu dinda.


"Iya bu,saya permisi dulu"pamit ocha berjalan menuju rumahnya.


Sampai di depan rumah ocha melihat adrian baru keluar dari mobilnya.


"Kamu dari belanja cha?"tanya adrian.


"Iya,aku belanja di depan sana?".


"Kenapa gak belanja di supermarket aja,biar aku yang antar bukannya di sana lebih lengkap".


"Iya kamu benar,tapi mbak sumi lebih suka belanja di tukang sayur karena memang lapak mas yono lumayan lengkap".


"Yono siapa?".


"Mas yono tukang sayur".


"Oh aku kira yono temanku"ujar adrian terkekeh.


"Cha berangkat bareng aku ya?"ajak adrian.


"Iya lebih baik kamu sarapan dulu bareng aku dan ayah bunda.


Aku tinggal ganti baju aja"jawab ocha.


**Tiga puluh menit kemudian mereka berdua sampai di depan kantor ocha.


Adrian membukakan pintu mobil untuk ocha.


"Terima kasih adrian?"ucap ocha.


"Sama-sama sayang"jawab adrian lirih.


"Apa kamu bilang tadi?".


"Ah bukan apa-apa,maafkan aku cha lancang memanggilmu seperti itu".


Ocha tersenyum mereka berpisah adrian melajukan mobil menuju kantornya.


Dari kejauhan ada seseorang yang asyik mengintip.


"Tumben ocha berangkat bareng adrian?"tanya arman.


"Kamu gak tau man,bu ocha dan pak adrian akan segera menikah.


Tapi tidak ada pesta pernikahan besar,hanya mengundang kerabat dan keluarga saja"terang bayu.


"Apa menikah,ini gak mungkin?"ucap arman terkejut.


"Memangnya kenapa, bukankah bu ocha juga berhak bahagia sedangkan dirimu sudah lebih dulu menikah lagi"ucap bayu.


"Lebih baik kita segera masuk ke ruangan, sebelum kita dapat masalah lain"ucapnya lagi.


Arman mengepalkan kedua tangannya,ia tak rela ocha akan menikah dengan pria lain.


**Lima hari kemudian tepat pada hari ini adalah acara pernikahan ocha dan adrian di lakukan.

__ADS_1


Walaupun tak di undang arman tetap datang ke pernikahan ocha.


"Mas kamu mau kemana kok sudah rapi?.


Ini kan hari libur"tanya aulia.


"Aku di undang ke acara grand opening perusahaan baru sayang.


Aku pergi sekarang ya jaga dirimu baik-baik dan bayi kita"ujar arman seraya mengelus perut istrinya.


Arman sengaja tak mengajak aulia khawatir rencananya akan gagal.


"Mas aku mau ikut kamu aja ya,aku gak mau sendirian di rumah bosen?"ujar aulia merengek.


"Kamu di rumah aja ya,nanti aku bawain makanan kesukaan kamu"


.


"Aku gak mau mas,lebih baik kamu transfer uang aja di rekeningku.


Lusa aku ada arisan sama teman-temanku" terang aulia.


Arman menggelengkan kepalanya yang ada di pikiran aulia hanyalah uang dan uang.


Padahal dirinya mati-matian kerja untuk berusaha mencukupi kebutuhannya.


**Ocha sudah selesai di make up lalu menatap dirinya pada cermin yang ada di depannya.


"Sebentar lagi aku akan menjadi istri adrian, semoga ini keputusan yang terbaik.


Dan adrian tak akan menyakiti aku"gumam ocha.


Walau bagaimanapun ocha mempunyai trauma oleh masa lalunya membuat hatinya selalu was-was.


Keluarga dan para kerabat sudah datang menanti kedatangan mempelai wanita.


Adrian sudah duduk di depan penghulu di dampingi oleh kedua orang tuanya.


Tak lama ocha turun bersama bunda nur dan lisa.


"Aku senang cha akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu bersama adrian.


Untung kamu gak kepincut sama tuh pengacara gila.


Tapi lihatlah doni cha dari tadi diam lihat kamu sambil melamun gitu"ujar lisa.


Walaupun ini kali kedua pernikahannya ocha tetap merasa gugup.


Ia melihat adrian begitu gagah dengan jas putih yang senada dengan kebaya yang ia kenakan hari ini.


"Baik kedua memperlai sudah hadir di sini bisa kita mulai sekarang acara ijab qobulnya?"tanya penghulu.


"Silahkan di mulai pak"ujar ayah bastian.


"Saya ni...


Belum sempat mengucap ijab suara keributan terdengar dari luar ruangan.


"Bapak tidak di perbolehkan masuk ke dalam karena bapak tidak mempunyai undangan"ujar seseorang.


"Berani kamu mencegahku untuk masuk ke dalam,aku ini mengenal kedua pengantin di dalam?"ujar arman tak terima.


Para tamu dan penghulu mengalihkan pandangannya pada keributan yang di timbulkan arman.


"Tidak bisa pak,lebih baik anda pergi sebelum saya panggil petugas keamanan untuk menyeret anda keluar".


Ayah bastian yang merasa geram pun menghampiri arman yang tengah beradu mulut dengan karyawan di kantornya.


"Arman untuk apa kamu datang ke sini?".

__ADS_1


Pergi dari sini jangan mengacaukan pernikahan putriku"usir ayah bastian.


"Selamat pagi,apa anda yang bernama bapak arman maulana?"sapa tiga orang laki-laki berpostur tinggi besar menghampiri arman dengan wajah cukup menyeramkan.


__ADS_2