
Sampai di surabaya hera masih bersitegang dengan orang tua yang terus menyalahkan.
"Papah sudah putuskan lebih baik kamu menikah dengan pria lain yang juga kaya"ucap sang ayah.
"Apa,hera gak mau.
Ini jaman modern pah,bukan jaman siti nur baya lagi.
Kenapa mesti di jodohkan,aku bisa memilih jodohku sendiri?"jawab hera tak terima.
"Kami sudah tidak bisa percaya denganmu lagi hera,ini keputusan mamah dan papah.
Suka atau tidak suka kamu akan tetap menikah dengan pria pilihan kami"putus sang ayah yang tak ingin di bantah.
"Kalian jahat sekali".
"Dek lebih baik kamu nurut sama papah dan mamah"timpal arkan.
"Aku gak mau seperti kakak yang di jodohkan gitu aja".
"Tapi buktinya kakak bahagia dengan istri kakak walaupun dulu kami belum saling mencintai"tutur arkan lagi.
"Itu benar hera,pilihan orang tua itu biasa yang terbaik untuk anaknya"timpal istri arkan ikut bicara.
"Kalian gak ngerti perasaan aku,egois?"ucap hera lalu segera bangkit menuju kamarnya.
"Papah mau jodohkan hera dengan siapa?"tanya arkan penasaran.
"Sama juragan basir tetangga sebelah"jawab ayahnya.
"Apa juragan basir bukannya seorang duda satu anak"celetuk arkan.
"Dia memang duda satu anak,dan anaknya mungkin hanya selisih lima tahun dengan hera.
Tapi dia pernah ke sini untuk meminta hera menjadi istrinya waktu hera masih kuliah di luar negeri"terang ayahnya.
"Apa mungkin hera mau menikah dengan pria itu pah, secara kan statusnya..
"Dia pria single dan papah lihat dia pria baik-baik dan kaya juga karena memang dia seorang juragan sapi potong di wilayah kita".
Arkan mengangguk semoga saja setelah menikah sang adek bisa berubah jadi lebih baik dan penurut.
Pria itu akhirnya pulang ke rumahnya sendiri di sidoarjo bersama anak dan istrinya.
**Keesokan harinya hera terbangun kan oleh suara berisik di ruang tamu yang memang kebetulan kamarnya bersebelahan dengan ruang tamu.
"Suara siapa sih, ini masih pagi gangguin orang tidur aja"gerutu hera menutup kepalanya dengan bantal.
Namun matanya tak bisa terpejam lagi.
Akhirnya memilih untuk pergi keluar kamar melihat ada siapa saja di ruang tamu.
Ceklek
Hera berjalan tanpa ragu ke ruang tamu tanpa menyisir rambutnya terlebih dulu.
"Nah itu hera udah bangun?"ucap sang ibu.
Mata hera membulat melihat ada seorang pria paruh baya dan seorang perempuan sedang duduk di dekat orang tuanya.
"Selamat pagi hera cantik"sapa pria itu.
"Pak basir"panggil hera dengan mulut setengah terbuka.
"Maafkan putri saya ya pak kadang memang sering bangun kesiangan"ucap sang ibu tak enak hati.
__ADS_1
"Tidak masalah bu,kadang karina juga begitu"jawab basir.
Karina adalah anak perempuan basir yang sudah bekerja di perusahaan swasta.
"Kamu lebih baik mandi dan ganti baju terus ke sini lagi.
Kasian pak basir dan nak karina menunggu kamu cukup lama.
Sebenarnya mamah pengen bangunin kamu,tapi pak basir bilang gak usah nunggu sampai kamu bangun sendiri"cerocos sang ibu.
"Aku bangun juga karena kalian bicara keras sekali"ucap hera lirih.
"Pak basir memang sangat pengertian bukan begitu hera?"timpal sang ibu.
Huek..
Rasanya hera ingin muntah mendengar ucapan sang ibu tentang bandot tua itu.
"Cepat mandi jangan lupa dandan yang cantik,ada yang ingin pak basir sampaikan ke kamu"titah sang ayah.
Hera berjalan sambil menghentakkan kakinya karena kesal.
Brak!
Hera sengaja membanting pintu kamarnya dengan keras.
"Saya mohon maaf atas kelakuan putri saya pak basir"ucap sang ayah tak enak hati.
"Tidak apa-apa kok pak,saya maklum.
Hera bangun tidur saja masih tetap cantik harusnya ia tak perlu mandi sekarang karena saya tidak sabar ingin segera melamarnya"tutur basir.
"Ayah kenapa sabar dikit deh,jangan bikin malu"sewot karina.
"Bukannya kamu sudah setuju ayah menikah lagi dengan hera nak?"tanya basir sekali lagi.
Basir tersenyum lalu mengelus puncak kepala sang putri.
Di dalam kamar hera terus menggerutu terpaksa keluar kamar lagi untuk menemui bandot tua tidak tau diri itu.
"Cantik sekali kamu hera"puji basir melihat hera baru datang.
"Sini duduk dulu"pinta sang ibu.
"Apa sih maunya bandot tua ini, kenapa pakai ajak anaknya yang nyebelin ini ke sini juga"batin hera.
"Baiklah berhubung hera sudah di sini,saya ingin menyampaikan sesuatu pada hera"ucap basir.
"Bapak mau bilang apa?"sambar hera ketus.
"Kedatangan saya ke sini untuk melamar hera sebagai istri saya dan ibu sambung karina"terang basir membuat mata hera melotot.
"Apa aku gak salah dengar,bapak ingin melamar saya.
Saya ini lebih cocok jadi anak bapak bukan sebagai istri"ucap hera tanpa ragu.
"Hera jaga ucapan kamu"bentak sang ayah.
"Memang kenyataannya begitu".
"Jujur saya sudah mencintai kamu sejak dulu hera,jadi saya ingin kamu menjadi pendamping hidup saya.
Saya janji akan membahagiakan kamu"tutur basir.
"Dasar bandot tua gak tau diri,udah hampir bau tanah juga masih mau nikah dengan daun muda"umpat hera dalam hati.
__ADS_1
"Saya setuju dengan lamaran anda pak basir"ucap sang ayah.
"Hera gak bilang setuju pah,hera masih waras dan tidak mau menikah dengan pak basir"jawab hera.
"Kami tidak perlu persetujuan dari kamu hera, setuju atau tidak setuju besok kamu akan melakukan ijab qobul dengan pak basir"terang sang ayah.
"Aku gak mau pah,aku gak suka sama pak basir,dia udah cukup tua jadi suami hera".
"Kamu hanya selisih lima belas tahun aja sama pak basir.
Papah dan mamah juga menikah selisih delapan tahun"timpal sang ibu.
"Tapi kenapa harus menikah besok pah,apa gak terlalu cepat?"tanya hera.
"Tidak hera,saya sudah siapkan ini dari jauh-jauh hari"lanjut pak basir.
"Kamu besok hanya tinggal bersiap aja,pak basir sudah mengurus semuanya"ujar sang ayah.
Mau tak mau hera hanya menurut dan menerima lamaran pak basir.
Sungguh ini mimpi buruk atau nasib sial untuk dirinya karena harus menikah dengan pria yang lebih pantas menjadi ayahnya.
**Kini aulia sedang berada di rumah karena memang ini hari minggu.
Tok tok tok
"Aulia keluar kamu?"teriak seseorang di luar pintu.
"Siapa sih ganggu pagi-pagi begini?"gerutu aulia kesal melepaskan airpods yang terpasang di telinganya.
Aulia segera membuka pintu ternyata sang pemilik kontrakan bernama asri.
"Ada apa ya buk?"tanya aulia.
"Kamu jangan pura-pura lupa aulia sudah dua bulan kamu menunggak bayar kontrakan.
Kamu pikir ini kontrakan milik nenek buyutmu apa?"maki asri.
"Oh ya ini udah tanggal sepuluh ya buk,saya lupa?"jawab aulia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Saya gak mau tahu sekarang kamu bayar kontrakannya.
Mana uangnya cepat berikan padaku aulia?"bentak asri lagi.
"Buk,beri aulia waktu untuk membayar semuanya ya.
Aulia janji minggu depan akan lunasi semuanya"pinta aulia memelas.
"Kamu jangan coba menipu saya ya aulia,kamu sudah gajian lalu uang kamu dimana.
Pasti kamu simpan di dalam kan"tanya asri langsung masuk menuju kamar aulia.
Bu asri mengobrak-abrik kamar aulia membuka lemari dan laci namun tak menemukan uang yang di cari.
"Kamu sembunyikan uang itu di mana aulia, cepat katakan?".
"Uangnya sudah saya pakai buat bayar arisan buk sama lunasi pinjol"tutur aulia lirih.
Bu asri lalu melihat dompet aulia tergeletak di atas nakas,lalu segera mengambilnya.
"Buk jangan di ambil tinggal itu uang saya untuk makan sehari-hari"jawab aulia memohon.
"Saya gak peduli,uang ini hanya cukup untuk bayar kontrakan satu bulan yang lalu jadi untuk bulan ini kamu masih nunggak.
Aku tunggu janji kamu sampai minggu depan kalau tidak lebih baik kamu keluar dari kontrakan saya"ucap asri pergi membawa semua uang di dompet aulia.
__ADS_1
"Aulia apa yang terjadi?".