Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Takdir Berkata Lain


__ADS_3

Arman terus memperhatikan ocha yang membuat adrian geram.


Pria itu tak percaya mantan istrinya tengah hamil besar.


Ia baru percaya ucapan dokter beberapa bulan yang lalu kalau dirinya memiliki ****** yang kurang subur dan susah untuk membuahi sel telur.


Buktinya ocha baru beberapa bulan menikah dengan adrian sudah hamil.


Sementara dulu menikah dengannya tak kunjung hamil dan ia mengira ocha sengaja meminum pil KB.


"Mas maafkan aku"ucap aulia mencoba meraih tangan arman.


"Aku sudah mengkhianati kamu mas,aku ingin pergi dengan tenang"sambungnya lagi.


Arman mengangguk lalu menggenggam tangan istrinya.


"Bertahanlah jangan menyerah dengan penyakitmu"ucap arman mencoba menguatkan aulia.


"Tidak mas,aku sudah tidak kuat lagi.


Akhhh sakit sekali"rintih aulia memegang perutnya.


"Dokter tolong istri saya?"pinta arman cemas.


Tak lama aulia terlihat tenang dan menutup matanya.


Dokter tengah memeriksa kondisi aulia namun ternyata aulia sudah tidak bisa bertahan lagi.


"Bu aulia sudah menyerah dengan penyakitnya pak


Tolong ikhlaskan dia,agar tenang di alam sana"ucap dokter lalu pergi dari ruangan itu.


"Tidak aulia jangan pergi"teriak arman sambil mengusap wajah tenang istrinya dengan mata terpejam.


"Mas aulia sudah pergi"ucap ocha lalu adrian memeluk istrinya agar lebih tenang.


"Yah aulia telah pergi meninggalkan kita"ujar bunda nur.


"Kita ikhlaskan saja bun, dari pada ia harus terus menderita terus-menerus seperti ini.


Ayah tidak tega melihatnya"ucap ayah bastian mengusap punggung istrinya.


"Arman lebih baik kita segera mengurus pemakaman aulia"ujar bunda nur.


"Iya bunda ijinkan arman untuk ikut mengantar aulia ke peristirahatan terakhirnya"pinta arman.


"Tentu saja boleh".


**Ocha dan adrian memilih untuk pulang lebih dulu untuk mengurus pemakaman aulia.


Banyak para tetangga sekitar ikut melayat dan mendoakan aulia agar tenang di sisinya.


Tak lama mobil ambulans dari rumah sakit datang untuk mensholatkan jenazah aulia di rumah keluarga bastian.


Ada beberapa orang yang menggunjing dan ada pula yang merasa kasian atas kejadian yang di alami aulia.


"Rasakan itu balasan dari seorang pelakor meninggal dengan penyakit menjijikkan.


Hih nauzubillah.


"Ibu-ibu jangan membicarakan keburukan orang yang sudah meninggal semua manusia tidak luput dari salah dan dosa.

__ADS_1


Seharusnya kita mendoakan almarhumah semoga semua dosanya di ampuni"ujar seorang ustadzah siti.


Mereka mengangguk membenarkan ucapan ustadzah siti.


Tempat pemakaman sudah selesai di gali kini mereka bersiap mengantarkan jenazah aulia ke peristirahatan terakhirnya.


Berhubung jarak rumah dengan makam cukup jauh jadi mereka menggunakan ambulans dan kendaraan masing-masing.


Arman ikut naik di dalam ambulans di dampingi oleh bunda nur,ayah bastian dan sipir.


Sementara ocha,adrian dan orang tua adrian menggunakan mobil.


Keluarga regan juga ikut hadir dalam pemakaman aulia.


Mereka ikut berbela sungkawa serta sudah memaafkan kesalahan aulia di masa dulu.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah makam cukup luas.


Pemakaman berlangsung dengan lancar.


Sementara arman masih duduk di pusara sang istri sambil mengusap nisannya.


"Kenapa kamu meninggalkanku secepat ini aulia?"gumam arman lirih berusaha menahan air matanya.


"Ikhlaskan istrimu, doakan dia selalu"ujar bunda nur.


Semua orang telah meninggalkan pemakaman kini tinggal ocha adrian dan arman saja.


"Pak arman waktu anda sudah habis mari ikut saya kembali ke tahanan?"ucap seorang sipir.


"Baik pak"jawab arman.


"Aulia kamu tenang di sini ya,aku pergi dulu aku akan selalu mendoakan kamu bahagia di sana"gumam arman sebelum bangkit yang sedari tadi ia duduk berjongkok.


Ocha mengangguk dan berjalan beriringan dengan suaminya.


"Ocha tunggu"panggil arman.


"Mau apa lagi dia?"ujar adrian ketus.


Ocha dan adrian menoleh ke arah arman yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.


"Ocha selamat kamu akan menjadi seorang ibu,aku lihat perut kamu sudah besar pasti kamu sebentar lagi akan melahirkan"celetuk arman.


"Iya terima kasih mas arman"jawab ocha singkat.


"Maafkan semua kesalahanku ya selama ini,aku benar-benar menyesal dan kehilangan semuanya.


Hidupku hanya ku habiskan di penjara".


"Kamu tidak usah khawatir tinggal dua tahun lagi masa tahanan kamu"timpal adrian.


"Iya kamu benar, bukankah waktu dua tahun itu cukup singkat ya.


Tolong kamu jaga ocha dengan baik adrian"pinta arman.


"Gak usah sok peduli,tanpa kamu minta sudah pasti aku akan menjaga ocha dan anak-anakku nanti dengan sangat baik"jawab adrian tersenyum smirk.


"Ocha sudah milih pria yang tepat"ucap arman lalu berjalan meninggalkan mereka.


"Sepertinya arman sedikit bermasalah,kadang ia berkata sebuah lelucon"ujar adrian terkekeh.

__ADS_1


"Tidak usah di pikirkan mas, lebih baik kita pulang.


Kakiku sudah mulai terasa pegal"ucap ocha yang membuat adrian langsung mengendong tubuh istrinya menuju mobil.


"Mas adrian aku bisa jalan sendiri,aku berat loh".


Adrian tak bergeming ia terus berjalan bahkan mendahului langkah arman yang semula berjalan di depannya.


"Ada apa dengan ocha,apa terjadi sesuatu?"batin arman menghentikan langkahnya sejenak memperhatikan langkah adrian.


"Kenapa berhenti,ayo kita jalan kmau harus segera kembali ke tahanan?"ujar sipir ketus.


**Malam harinya di adakan tahlilan untuk mendoakan almarhumah aulia.


Banyak para tetangga dan keluarga yang datang di rumah ayah bastian.


Ocha membantu bunda nur dan bunda diana untuk menata hidangan di dapur.


Acara pengajian selesai para tamu sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing.


"Ocha sayang, bunda udah belikan kamu perlengkapan bayi besok kita antar ke rumah ya?"ujar bunda diana.


"Wah saya juga udah beli perlengkapan bayi jeng,tapi belum banyak sih?"timpal bunda nur.


"Kedua ibumu sangat bersemangat menyambut kelahiran cucunya.


Adrian bilang kalian bahkan belum berbelanja membeli perlengkapan bayi?"celetuk ayah baskoro.


"Kami memang belum membelinya pah, karena ini baru usia delapan bulan.


Masih ada satu bulan lagi"jawab adrian.


"Kamu tidak perlu khawatir soal itu biar bunda-bundamu ini yang urus ya.


Kami gak mau kalau sampai ocha kecapekan?"sambung bunda diana.


"Kita pulang ya sayang,aku udah lama gak nengok bayi kita"bisik adrian pada ocha.


"Kenapa kalian tidak tidur di sini aja"tanya bunda nur.


"Ehmm tidak bunda soalnya adrian sama ocha mau melakukan sesuatu?"jawab adrian tersenyum kikuk.


"Sesuatu apa jangan macam-macam kamu adrian?".


"Gak mah,adrian tau batasan kok.


Lagian berhubungan di saat trimester ketiga sangat di anjurkan oleh dokter".


"Dasar laki-laki sama saja tidak bisa menahan nafsunya sebentar saja.


Mirip sekali sama ayahnya"cibir bunda diana.


"Bunda jangan bicara seperti itu malu di dengar besan"bisik ayah baskoro.


"Kami maklum kok jeng,lagian ayahnya ocha juga gak pernah absen untuk hal itu"timpal bunda nur terkekeh.


Tok tok tok


"Permisi selamat malam?"panggil seseorang di luar rumah.


Terlihat ada dua orang tinggi besar sedang berdiri di depan rumah bastian.

__ADS_1


"Kalian siapa ya?".


__ADS_2