Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Pertengkaran


__ADS_3

Sementara di tempat lain regan sedang berada di dalam ruangannya.


Ia melakukan tugasnya seperti biasa karena tak ingin membuat ocha atau orang lain curiga.


Ia hanya memesan makanan pada rekan kerjanya tak mengambil jam istirahat karena pekerjaan yang menumpuk setelah beberapa hari ia libur.


"Ah sialan gak enak sekali jadi bawahan kayak gini terus benar kata ayah kalau aku jadi ceo gak akan mengerjakan berkas sebanyak ini.


Aku tinggal menyuruh bawahanku untuk mengerjakannya"gumam regan membayangkan kenikmatan yang ingin ia dapatkan.


Tok tok tok


"Gan,ini makanan yang kamu pesan?"ucap reno rekan kerjanya.


"Kamu taruh saja di situ ren,aku masih sibuk?"ucap regan.


"Eh gan kamu tau gak,berita yang lagi hangat di perbincangkan hari ini.


Perusahaan X resmi di tutup oleh pemerintah karena melakukan pengiriman tanpa ijin"terang reno.


"Terus apa hubungannya dengan kita?.


Itu kan urusan mereka"sahut regan masih fokus pada layar komputernya.


"Gak ada sih,cuma aku seneng aja perusahaan itu yang menjadi saingan bisnis di perusahaan kita.


Penyebab penurunan penjualan produk kita karena ulah perusahaan itu".


"Apa mungkin perusahaan itu milik pak bara?"gumam regan.


"Kamu benar regan, ternyata pak bara melakukan cara licik bersaing dengan cara gak sehat.


Syukurin kena tangkap polisi?".


"Kamu serius ren,gak lagi bercanda kan?"tanya regan memastikan.


"Buat apa aku bercanda di saat seperti ini.


Aku barusan lihat berita itu di tivi"jawab reno.


"Apa berita itu masih ada?"tanya regan lagi.


"Mungkin sudah tidak ada,tapi kamu cari aja beritanya di internet pasti ada".


"Iya,aku harus melihatnya di internet"ucap regan lalu mengambil ponselnya matanya melebar melihat beberapa panggilan dari sang ayah.


"Kamu kenapa gan, kelihatan panik gitu?"tanya reno heran dengan sikap regan.


"Bukan urusan kamu,terima kasih kembaliannya kamu ambil saja dan kamu boleh keluar dari sini".


"Ya elah bilang aja kamu laper pakai ngusir segala"cibir reno lalu berjalan meninggalkan ruangan regan.


"Untuk apa ayah menghubungiku pasti ada berita penting".


Regan segera mengambil ponselnya dan menghubungi ayahnya kembali.


"Halo ayah, maaf regan..


"Kenapa kamu baru menghubungi sekarang,kemana saja kamu regan.


Ayah sudah menghubungimu berkali-kali tapi tidak ada jawaban"cerocos hendro memotong ucapan regan.


"Maaf ponsel regan tadi mode silent yah".


"Halah alasan saja kamu, rencana kita gagal regan.

__ADS_1


Ayah pusing harus gimana?".


"Apa karena pak bara di tangkap oleh polisi?.


"Kalau kamu tahu kenapa diam saja hah?"bentak hendro.


"Terus regan harus apa mereka saja yang bodoh kenapa pakai cara licik seperti itu".


"Jangan salahkan mereka regan, mereka lebih tau soal bisnis daripada kamu".


"Saat ini papah hanya mengandalkan mu regan,kamu orang dalam lebih mudah untuk menghancurkan perusahaan ocha".


"Dengan cara apa lagi yah,mengambil uang perusahaan sama yang seperti ayah lakukan dulu.


Maaf yah,aku gak bisa nanti aku bisa masuk penjara gara-gara hal bodoh itu"tolak regan mentah-mentah.


"Kamu pikirkan masa depan kamu,anak kamu sudah dua dan keduanya masih sekolah membutuhkan biaya besar regan.


Pikirkan kebahagiaan keluargamu"ucap hendro mencoba membujuk regan.


"Regan tau,tapi keluarga regan akan lebih sedih kalau aku berada di dalam penjara seperti nasib arman mantan suami ocha.


Aku gak mau itu terjadi"ucap regan kembali menolak permintaan ayahnya.


"Kamu jangan meniru cara arman yang bodoh itu,dia hanya bermain sendiri.


Sedangkan kamu ada ayah yang akan mendukungmu regan".


"Tidak ayah,regan tidak mau".


"Baiklah kalau kamu kekeh dengan keinginan kamu.


Jangan harap kamu dapat harta ayah sepeserpun"ancam hendro.


"Regan akan tetap dapat warisan nanti setelah ayah meninggal karena aku hanya putra ayah satu-satunya"jawab regan.


Tak ingin mendengarkan umpatan dari ayahnya lagi regan segera mematikan ponselnya.


**Hendro yang sedang kacau memutuskan untuk pergi mencari hiburan.


Ia melajukan mobilnya menuju sebuah club.


Sesampainya di dalam club ia segera memesan sebotol wiski.


Lalu ia menenggaknya hingga membuatnya mabuk.


Seorang wanita penghibur mendekati hendro uang tengah oleng parah.


"Halo om,mau saya temani minum?"ucap wanita berpakaian minim duduk di samping hendro.


"Siapa kamu?"tanya hendro.


"Saya yulia om,om mau minum lagi?"tawar wanita itu.


"Tidak perlu kepalaku sudah terasa berat"keluh hendro.


"Apa om mau bersenang-senang malam ini,yulia temani om di atas"bisik yulia dengan nada sensual dengan tangan yang berada di atas paha hendro.


Yulia sengaja mendekati hendro karena ia yakin pria itu orang kaya sehingga bisa membayarnya mahal untuk malam ini.


"Singkirkan tanganmu dari atas pahaku wanita ******".


Hendro menepis tangan yulia dengan kasar.


"Om kenapa kasar sekali"ucap yulia cemberut.

__ADS_1


"Jangan menggangguku"ucap hendro lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Biar aku bantu om".


Yulia berusaha membantu hendro yang berjalan sempoyongan menuju mobilnya.


"Om mau menyetir sendiri dalam keadaan mabuk,itu sangat berbahaya.


Biar aku suruh orang lain yang membawa mobil om"ucap yulia.


"Kamu pikir aku bodoh,kamu sengaja mengajak orang lain dengan bersekongkol dan membawa mobilku pergi kan"tuduh hendro pada wanita yang baru di kenalnya itu.


"Tidak om,saya tidak ada niat seperti itu.


Saya hanya ingin membantu om".


"Tidak perlu,apa peduli mu".


Hendro tak menggubris ucapan yulia segera masuk ke dalam mobilnya.


Di dalam mobil ponselnya berdering.


Hendro mengambil ponsel yang berada di dalam sakunya.


"Halo pah,kamu di mana sudah jam segini belum pulang juga?".


"Kamu siapa?"tanya hendro tak melihat panggilan dari istrinya.


"Mas ini aku istri kamu,apa kamu sedang mabuk?"tanya sang istri mulai curiga dengan sikap suaminya.


"Tidak mah,papah baik-baik saja.


Tadi papah ada urusan di luar ini baru selesai"jawab hendro mencoba bersikap biasa.


"Ya sudah cepat pulang pah,mamah tunggu di rumah"ucap istrinya lalu mematikan panggilan itu.


"Kenapa dia bawel sekali, lebih baik aku menginap di apartemen dari pada di rumah pasti kena semprot lagi"ucap hendro lalu menjalankan mobilnya menuju apartemen yang tak jauh dari sana.


Hendro sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang agar ia dapat mengontrol dirinya saat sedang mengemudi dalam keadaan mabuk seperti ini.


Waktu di lampu merah hendro merasakan matanya terasa sangat berat.


"Ah kepalaku sakit"ucap hendro meringis sambil memegang kepalanya yang terasa sakit karena terlalu banyak minum.


Sembari menunggu lampu hijau ia memejamkan matanya sejenak.


Sampai suara klakson di belakang mobilnya menyadarkannya.


Tin tin tin


"Jalan woy, sudah lampu hijau.


Dengar gak sih di tuli apa pura-pura gak dengar"cibir orang yang berada tepat di belakang mobil hendro.


"Ah sialan aku hampir ketiduran di jalan.


Berisik banget sih"gerutu hendro mendengar klakson mobil di belakangnya.


Hendro memberikan jalan untuk mobil di belakangnya agar berjalan lebih dulu.


"Makanya kalau di jalan jangan tidur woy, memangnya ini jalan nenek moyang mu apa?"cibir pengendara itu sebelum mobilnya berjalan menyalip mobil hendro.


Hendro yang kesal tak menggubris ucapan orang itu.


Pria itu menjadi tak fokus pada jalanan, yang semula ia akan berjalan lurus justru ia berbelok ke arah kiri.

__ADS_1


Brak!


__ADS_2