
Bisma tersenyum melihat wajah Kanaya yang sayu dengan rambut panjangnya yang berantakan. Pria itu mengambil tissue dan menyeka kening Kanaya yang berkeringat.
"Capek Sayang?" tanyanya lagi kepada Kanaya.
Wanita itu justru tertawa, "Di atas tegangannya tinggi, Mas … aku enggak kuat," jawabnya dengan menyandarkan kepalanya di dada suaminya yang juga basah lantaran peluh yang juga membasahi tubuh suaminya itu.
Mendengar jawaban Kanaya, Bisma pun tertawa, "Kamu ini bisa aja sih," ucapnya sembari mengacak lembut puncak kepala Kanaya.
"Serius … aku enggak bohong," ucap Kanaya lagi yang menegaskan bahwa dirinya tidak berbohong.
Sesungguhnya Kanaya dan Bisma memang tengah melakukan afterplay atau kegiatan yang dilakukan pasangan usai bercinta. Tujuannya adalah untuk mengekspresikan rasa cinta dan kepuasan, merilekskan tubuh, bahkan bisa menghilangkan stress.
Untuk itu, para pasangan memang dianjurkan untuk menikmati momen manis dengan pasangannya masing-masing. Jangan langsung tidur atau bermain gadget. Sebab, banyak kegiatan afterplay yang bisa dilakukan bersama.
Kanaya pun justru memeluk Bisma, "Tuh, aku bicara jujur aja dikiranya bohong loh," ucap Kanaya lagi.
"Tapi, enak enggak?" tanya Bisma kini kepada Kanaya.
Wanita itu tersenyum, malu untuk menjawab pertanyaan dari suaminya.
"Jawab aku, enak enggak?" tanya Bisma lagi.
Akhirnya Kanaya pun mengangguk dan mencerukkan wajahnya di dada bidang suaminya itu. "Pakai ditanya loh, aku malu," jawab Kanaya kini.
"Ini namanya afterplay, Sayang … mengekspresikan cinta dan kepuasan itu enggak apa-apa. Jujur pada suami sendiri, gak apa-apa kok," jawab Bisma kini dengan memeluk Kanaya begitu erat.
__ADS_1
"Badan kamu sampai panas kayak gini, Sayang…" ucap Bisma lagi yang merasakan tubuh Kanaya yang hangat seolah justru panas dalam pelukannya.
"Yang bikin aku panas, sapa coba," sahut Kanaya.
Bisma tertawa, "Abis… yang tidak menolak sapa coba? Nah, kayak gini capekku sudah hilang." Bisma justru mengakui bahwa kali ini rasa capeknya justru sudah hilang.
Bukan kecapean, tetapi yang ada justru badan Bisma kian terasa bugar.
"Mas, aku haus … pengen minum yang seger-seger," ucap Kanaya kali ini.
"Ya sudah, aku pakai baju dulu, abis ini aku buatin. Kamu mau minum apa?" tanya Bisma kepada Kanaya.
"Terserah, penting es aja sih, Mas … Haus banget," keluhnya yang merasa begitu haus kali ini.
Pria itu perlahan memakai kembali bajunya terlebih dahulu, mencuci tangannya, barulah Bisma turun ke dapur. Agaknya membuat Stroberi Smoothie dengan Yogurt rasanya enak dan bisa menghilangkan rasa haus istrinya itu.
"Ini Sayang," ucapnya sembari memberikan Smoothie Stroberi Yogurt itu kepada Kanaya.
"Wah, keliatannya enak banget sih, Mas. Aku minum yah?" Kanaya berbicara dan kemudian menyedot Smoothie itu dengan menggunakan pipet.
Wajah Kanaya pun tersenyum, perpaduan Stroberi yang manis dan asam berpadu dengan susu dan yogurt justru menjadi enak dan ada rasa manisnya juga. Fixed. Mulai saat itu, Kanaya akan minta kepada suaminya untuk sering-sering membuatkan Smoothie Stroberi Yogurt untuknya.
"Gimana kurang apa?" tanya Bisma kini kepada Kanaya.
"Udah, udah enak kok. Mau coba?" tanya Kanaya kepada Bisma.
__ADS_1
Bisma pun mengangguk, "Iya, mau…" jawabnya sembari mengulurkan tangan hendak menerima gelas dari Kanaya.
Akan tetapi, bukan gelas yang dia sodorkan kepada Bisma. Wanita itu justru mendaratkan bibirnya di atas bibir suaminya. Mengecupnya perlahan, kemudian Kanaya menarik kembali wajahnya.
"Udah, enak kan?" tanya Kanaya sembari tersenyum. Wajahnya bersemu merah, tetapi agaknya Kanaya masih ingin bercanda dengan suaminya itu.
Bisma pun membolakan matanya saat Kanaya mengecup bibirnya, tidak menyangka bahwa Kanaya akan berani mengecup bibirnya. Akhirnya pria itu tertawa, "Berani ya kamu, nanti aku serang lagi enggak boleh protes. Enggak boleh ngeluh kelelahan loh," ucap Bisma yang seolah memberikan peringatan kepada Kanaya.
Sontak Kanaya pun segera mengulurkan gelasnya kepada Bisma, "Ini … aku takut dengan ancamanmu. Kalau menurutku sih Smoothie nya enak. Bakalan minta sering-sering dibuatin kayak gini dong, Mas. Enak…"
Bisma menerima gelas dari Kanaya dan mulai mencicipi Smoothie buatannya itu, "Ehm, iya … enak. Terlalu asam enggak Sayang?" tanya Bisma kali ini kepada Kanaya.
"Enggak … enak kok. Menurutku sih udah enak," jawab Kanaya dengan yakin bahwa rasa Smoothie buatan suaminya itu memang sudah enak.
Sementara Bisma kini mengunyah Keripik Singkong. Agaknya juga hari belum terlalu malam, sehingga menikmati camilan sembari quality time dengan Kanaya terasa sangat mengasyikkan.
"Mau enggak keripik singkong nya, Sayang?" tawar Bisma kepada Kanaya.
Dengan cepat Kanaya menggelengkan kepalanya, "Enggak … udah cukup Smoothie ini aja," jawab Kanaya pada akhirnya.
Bisma kali ini menyodorkan satu buah keripik singkong di depan bibir Kanaya, "Ini makan saja. Kalau cuma makan satu, enggak gemuk kok," ucap Bisma pada akhirnya.
Kanaya tertawa, "Bukannya aku takut gemuk, cuma takut batuk aja," jawabnya. Kemudian, Kanaya pun menjeda ucapannya, "Kalau aku gemuk lagi, kamu masih mau enggak sama aku, Mas?" tanyanya kepada Bisma.
Sontak Bisma menaruh Keripik Singkong di tangannya, pria itu beringsut dan menatap wajah Kanaya, “Retoris deh, pertanyaan kamu itu tidak ada jawabannya. Mau bagaimana pun kamu, tidak berpengaruh untukmu. Aku tetap sayang dan cinta sama kamu,” ucap Bisma kali dengan begitu serius.
__ADS_1
Kanaya tersenyum, “Makasih Mas Dokternya aku … jadi makin sayang deh sama kamu. Akan tetapi, keliatannya sudah satu tahun juga abis melahirkan Aksara, berat badanku belum sepenuhnya pulih deh, Mas.”
“Enggak apa-apa. Segini juga sudah bagus kok, yang penting itu kamu sehat. Sehat itu jauh lebih penting Sayang, aku tidak pernah mempermasalahkan berat badanmu. Toh, ya … sejak SMA aku juga udah suka sama kamu. Hanya saja waktu itu aku terlalu tidak percaya diri, sehingga aku tidak berani untuk mengatakan kalau aku suka sama kamu,” jawab Bisma dengan serius.