Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Ungkapan Bahagia


__ADS_3

Jika air mata terkadang hadir sebagai tanda sebuah kesedihan, kini Kanaya dan Bisma sama-sama menangis karena keduanya benar-benar bahagia. Tidak ada ungkapan yang bisa mereka ungkapkan selain bersyukur dan juga menangis.


“Alhamdulillah … akhirnya doa kita didengarkan Allah.” ucap Bisma dengan suara yang terasa bergetar.


Bahkan kedua bola mata pria itu memerah lantaran turut menitikkan air matanya saat melihat hasil test pack dari istrinya itu. Benar-benar sebuah anugerah dari Allah yang membuat hatinya begitu membuncah dan melimpah dengan kebahagiaan. Di bulan yang ketiga keduanya menjalani peran sebagai suami dan istri, sekarang ternyata Allah sudah mempercayakan calon bayi untuk mereka berdua.


“Di dalam tadi, aku rasanya sangat takut.” cerita Kanaya yang masih memeluk suaminya itu.


“Takut kenapa?” tanya Bisma, sebagai seorang suami, dia ingin tahu apa yang membuat istrinya itu merasa takut.


Perlahan Kanaya menghela napasnya, “Takut kalau hasilnya negatif dan kamu akan kecewa.” sahutnya dengan beberapa kali tampak memejamkan matanya.


Sama halnya dengan Kanaya, kali ini pun Bisma tampak menghela napasnya dan tertawa, “Ya ampun Sayang … aku enggak segitunya juga kali. Kan ya, kalau negatif, jika lebih banyakin ikhtiar bersama, berusaha dan berdoa, sampai suatu hari bisa mendapatkan hasil yang positif. Iya kan?” jawabnya sembari mengusap-usap rambut panjang istrinya itu.


Kanaya pun mengangguk, “Iya … kita bisa terus berusaha lagi.” jawabnya singkat.


“Usai ini, kamu mulai merasakan hal baru dalam dirimu Sayang, kamu enggak keberatan kan?” tanya pria itu sembari mengurai pelukannya demi bisa menatap wajah istrinya itu.


Wanita itu pun mengerjap dan bertanya kepada suaminya, “Keberatan gimana Mas?” tanyanya yang belum bisa mengetahui apa makna yang ingin diucapkan suaminya itu.


“Hamil itu ada masa-masa beratnya, terkadang karena hamil seorang wanita akan mual dan muntah di pagi hari, namanya Morning Sickness. Mereka mengalami perubahan hormon dalam tubuhnya, jadi emosinya bisa naik turun, kadang bisa happy, kadang bisa sedih sendiri. Hamil juga membuat seorang wanita mengalami kenaikan berat badan, pinggang terasa pegal, dan berbagai gejala kehamilan lainnya. Makanya kan sekarang banyak orang-orang kaya lebih memilih menggunakan jasa Surrogate Mom atau Ibu Pengganti. Kamu sendiri bagaimana?” tanyanya kepada istrinya itu setelah menjelaskan berbagai gejala kehamilan yang mungkin saja akan Kanaya alami di bulan-bulan selanjutnya.

__ADS_1


Kanaya justru tersenyum, “Sekalipun mungkin bagi beberapa wanita menganggap bahwa hamil itu berat, tetapi aku ingin merasakannya Mas … aku ingin mempunyai pengalaman bagaimana perutku akan membuncit, merasakan pergerakan dan tendangan baby dari dalam perutku ini, merasakan melahirkan juga. Sudah pasti, akan lengkap rasanya semua kebahagiaan ini.” responsnya kepada sang suami.


“Memang pengalaman mengandung, melahirkan, meng-ASI-hi, hingga merawat bayi itu menakjubkan banget Sayang … semua pengalaman indah itu terkadang tidak akan terulang. Bahkan wanita yang memiliki anak lebih dari satu pun, memiliki pengalaman mengandung hingga melahirkan yang unik-unik.” ceritanya kepada istrinya tersebut.


“Benarkah?” tanya Kanaya kepada suaminya itu.


“Iya … ada kok pasien di Rumah Sakit, saat aku visiting ke Ibu-Ibu yang habis melahirkan pada cerita, melahirkan kali ini lebih cepat, rasanya diinduksi masyaallah banget, terus juga pengalaman menimang bayi itu juga luar biasa. Jadi, setidaknya aku tahu juga masalah kehamilan.” ucap pria itu yang menceritakan saat-saat dia melakukan visiting kepada Ibu-Ibu yang habis melahirkan.


Mendengar semua cerita yang diceritakan oleh suaminya itu justru Kanaya semakin yakin bahwa dia akan begitu berbahagia karena sudah Allah izinkan untuk merasakan dan mengalami masa-masa mengandung ini. Dia pun ingin merasakan bagaimana janin dengan roh yang sudah Allah tiupkan kepada janin itu bertumbuh dan terus berkembang setiap bulannya, dan memiliki pengalaman melahirkan.


“Dari ceritamu keliatannya justru membuatku semakin ingin merasakan pertumbuhan janin ini setiap bulannya, Mas … Asal kamu akan selalu mendampingi aku, rasanya aku bisa menjalani semuanya itu Mas.” ucap Kanaya dengan menatap wajah suaminya itu.


Bisma pun mengangguk, “Benar … aku akan selalu mendampingi kamu kok untuk menjalani masa prenatal (kehamilan) selama 9 bulan ini, dan sampai kamu melahirkan, sampai mengasuh anak kita, sampai kita tua, aku juga akan terus mendampingi kamu.” ucap pria itu sembari mendekatkan wajahnya dan menyentuhkan hidungnya dengan hidung istrinya.


“Agak sore, kita main ke rumah Ayah dan Bunda yuk … kita sampaikan kabar bahagia ini kepada mereka. Kamu mau enggak?” tawarnya kepada Kanaya untuk mengajak istrinya itu mengunjungi Ayah dan Bundanya.


Dengan cepat Kanaya pun mengangguk, “Iya mau kok … nanti sore kita kesana dan bawakan makanan kesukaan Ayah Tirta dan Bunda Hesti. Kamu yang menyampaikan kabar bahagia ini ya Mas.”


***


Sore harinya …

__ADS_1


Turun dari mobilnya, Kanaya dan Bisma saling menggenggam satu sama lain. Wajah mereka penuh tawa bahagia sebelum mulai memasuki rumah mertuanya itu.


“Selamat sore Ayah dan Bunda … kami datang.” sapa Bisma sembari memasuki rumah kedua orang tuanya itu.


“Pengantin baru akhirnya mengunjungi Ayah dan Bundanya juga.” ucap Bunda Hesti sembari memeluk Kanaya dan Bisma satu per satu.


Sementara Kanaya dan Bisma sendiri hanya sama-sama tersenyum.


Begitu mereka berempat sudah duduk di ruang keluarga, mulailah Bisma ingin membagikan kabar bahagia itu kepada Ayah dan Bundanya.


“Ayah dan Bunda … kami datang juga dengan kabar bahagia.” ucap pria itu membuka ucapannya hendak membagikan kabar yang akan disampaikan.


Keadaan begitu hening, hingga perlahan Bisma kembali membuka suaranya.


“Kanaya akhirnya hamil … Ayah dan Bunda tidak lama lagi akan menjadi Kakek dan Nenek.” ucapnya perlahan dengan mata yang menatap kedua orang tuanya itu.


“Alhamdulillah …” ucap Bunda Hesti dan Ayah Tirta bersamaan.


“Dijaga baik-baik kandungannya ya Naya … kapan positifnya?” tanya Bunda Hesti kepada Kanaya. Lantaran profesi Bunda Hesti yang sebagai bidan, maka sudah pasti Bunda Hesti sangat bahagia begitu tahu bahwa menantunya tengah hamil.


“Baru tadi pagi cek dan alhamdulillah positif Bunda … rasanya senang banget bisa merasakan semuanya ini.” jawab Kanaya dengan tersenyum.

__ADS_1


Bunda Hesti pun tampak mengangguk, “Buruan periksa ke Dokter Kandungan ya supaya tahu usia kehamilan kamu sekarang, lebih cepat lebih baik karena selain untuk mengetahui usia janin, Dokter bisa memberikan vitamin dan omega 3 bahkan obat penguat janin juga di masa awal kehamilan.” ucap Bunda Hesti yang meminta Kanaya untuk bisa sesegera mungkin memeriksakan kehamilannya itu kepada Dokter Spesialis Kandung atau Obgyn.


“Baik Bunda … nanti biar Mas Dokter, eh Mas Bisma yang akan mengantar Naya untuk periksa perdana.” ucapnya sembari menepuk tangan suaminya itu.


__ADS_2