
Jika semakin bayi, kemampuan berbicara/verbal seorang bayi atau anak-anak akan meningkat seiring dengan bertambahnya usianya. Di sisi lain, Kanaya dan Bisma merasa bahwa kemampuan berbicara Aksara masih jalan di tempat. Sekali pun Kanaya dan Bisma yakin bahwa setiap anak itu unik dan tahap perkembangan setiap anak tidak bisa disamakan dengan yang lainnya, tetapi kali ini Kanaya dan Bisma benar-benar menaruh kecurigaan besar kepada Aksara.
“Mas, Aksara sudah dua tahun loh sekarang. Sementara, kemampuan berbicaranya belum lancar. Kosakatanya juga belum banyak, bagaimana ini Mas?” tanya Kanaya saat ini kepada suaminya.
Bisma mendengarkan ucapan istrinya itu dengan penuh perhatian. Pria itu juga turut memperhatikan tumbuh kembang Aksara yang nyatanya ada red flag (bendera merah) yang tengah dikibarkan. Bisma tampak menghela nafasnya, "Mau ke klinik tumbuh kembang, Sayang?" tawarnya kali ini kepada Kanaya.
Tentu saja Kanaya pun langsung menyetujui tawaran suaminya itu. Kanaya juga menginginkan Aksara tumbuh secara optimal. Untuk itu, Kanaya langsung menyetujui ajakan suaminya untuk membawa Aksara ke klinik tumbuh kembang.
"Maulah, Mas … buat Aksara akan aku lakukan semua yang terbaik," ucap Kanaya dengan menatap wajah suaminya.
"Sama Sayang, aku juga akan melakukan yang terbaik untuk Aksa," sahut Bisma.
...🌸🌸🌸...
Hari ini …
Kanaya dan Bisma benar-benar membawa Aksara ke salah satu klinik tumbuh kembang di Ibukota. Tujuannya tentu untuk mengecek perkembangan Aksara secara menyeluruh, dan juga berkonsultasi perihal keterlambatan Aksara dalam berbicara.
Tampak seorang terapis menyambut kedatangan Kanaya, Bisma, dan Aksara siang itu.
"Halo, selamat siang ... saya Miss Vina, terapis di klinik tumbuh kembang. Ada yang bisa kami bantu?" sapa seorang terapis yang bernama Miss Vina itu.
__ADS_1
"Iya, Miss ... begini, kami ingin konsultasi terkait tumbuh kembang putra kami," sahut Kanaya.
Miss Vina tampak melihat Aksara dan tersenyum kepada Aksara. "Halo, namanya siapa?" tanya Miss Vina kepada Aksara.
"Aksala," sebutnya.
Lantaran Aksara belum bisa berbicara dengan jelas, sehingga konsonan huruf R justru diucapkan L.
"Namanya Aksara, Miss," ucap Kanaya yang mempertegas nama putranya itu.
"O ... namanya Aksara yah. Nama yang bagus," jawab Miss Vina. "Jadi bagaimana Bu?" lanjut Miss Vina yang kembali bertanya kepada Kanaya.
Kanaya tampak menghela nafasnya sejenak, sebelum mulai berbicara. "Begini Miss, putra kami, Aksara ini sudah berusia 2 tahun. Akan tetapi, kemampuan bicaranya masih belum jelas. Kosakata yang dia serap juga belum terlalu banyak. Dugaan awal saya dan suami adalah Aksara mengalami keterlambatan dalam bicara," jelas Kanaya.
Setelah memberikan pengecek kepada Aksara, Miss Vina pun sampai pada kesimpulannya.
"Bagaimana Bapak Bisma dan Bu Kanaya, sebagaimana hasil tes yang kami lakukan barusan. Aksara mengalami Speech Delay," jelasnya.
Tentu saja Kanaya dan Bisma terkejut bukan main. Akan tetapi, tebakan keduanya benar bahwa Aksara memiliki keterlambatan berbicara.
"Nah, Speech Delay adalah gangguan komunikasi yang menyebabkan seorang anak mengalami kesulitan dalam berbicara. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gangguan mulut, masalah pendengaran, dan kurangnya stimulus. Bapak dan Ibu sendiri selama ini sudah memberikan stimulus untuk Aksara belum?" tanya Miss Vina kepada Bisma dan Kanaya.
__ADS_1
Keduanya pun menganggukkan kepala, karena mereka telah banyak berbicara dengan Aksara, mendongengkan, membacakan buku, hingga mengajak Aksara bernyanyi. Nyatanya semua itu tidak bisa membuat Aksara memiliki kosakata setidaknya 25 kata untuk anak berusia 2 tahun.
"Sudah," jawab Kanaya dan Bisma bersamaan.
Lantas Miss Vina kembali menatap Kanaya dan Bisma. "Begini Bu Kanaya dan Bapak Bisma, coba lakukan tiga hal berikut, Pertama ajak Aksara bermain Container Play. Container Play adalah permainan memasukkan dan mengeluarkan mainan dari kontainer ke wadah yang lain. Dari permainan ini anak akan mengenal objek yang permanen. Barang yang tidak kelihatan bukan berarti tidak ada. Sama halnya bahasa, yang tidak ada mereka lihat bukan berarti tidak ada. Kemudian ajak kontak mata tiga arah yaitu saat anak melihat objek kemudian ke orang tuanya, saat itulah orang tua dapat memberikan makna pada objek tersebut. Kontak mata tiga arah ini adalah jembatan untuk masuk ke bahasa. Ketiga merangkak, karena merangkak bisa menstimulasi corpus callosum di otak. Corpus Callosum itu adalah jembatan antara otak kanan dan otak kiri. Coba Bapak dan Ibu lakukan tiga hal berikut ini terlebih dahulu. Kita lihat dalam dua pekan apakah Aksara mengalami perkembangannya," penjelasan dari Miss Vina.
Kanaya dan Bisma pun mengangguk. Kali ini mereka tidak boleh abai, bagaimanapun mereka harus segera menstimulasi Aksara supaya speech delay yang dialami Aksara bisa diatasi.
...🌸🌸🌸...
Sesampainya di rumah, Kanaya tampak menghela nafas dan menatap dengan mata berkaca-kaca pada Aksara.
"Nak, tumbuhlah dengan baik yah ... maafkan Ayah dan Bunda yang nyatanya belum bisa menstimulasimu dengan baik," ucap Kanaya yang tampak meneteskan air mata menatap Aksara yang tengah tertidur di tempat tidurnya.
Bisma pun merangkul bahu istrinya itu, "Jangan menyalahkan diri sendiri Sayang ... sekarang tugas kita adalah menstimulasi dia terlebih dahulu. Kita lakukan yang bisa kita lakukan untuk Aksara," ucap Bisma.
Pria itu tampak menenangkan dan menguatkan hati istrinya. Sebagai seorang suami, Bisma tahu pasti bahwa Kanaya tengah bersedih saat ini. Untuk itu, Bisma segera berusaha menenangkan istrinya itu.
Kanaya pun mengangguk, "Aku akan urus cuti sementara dari Jaya Corps dulu, Mas ... atau kalau tidak, aku mau mengajukan kerja setengah hari dari rumah."
"Iya Sayang, apa pun keputusan kamu, aku selalu mendukungmu. Aku juga akan merubah jadwal praktik di Klinik dulu. Kita prioritaskan Aksara bersama-sama yah," balas Bisma.
__ADS_1
Memang sebagai orang tua, saat seorang anak mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, orang tuanya yang paling merasa bersalah. Ada rasa sedih yang tersisa di dalam hatinya. Untuk itu, kali ini Kanaya akan berusaha untuk memaksimalkan menstimulasi Aksara.