Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Detik-detik Menegangkan


__ADS_3

Pandangan semua orang di sana tertuju pada dua orang tersebut.


"Apa benar ini rumah keluarga saudara aulia?"tanya satu orang pria bertubuh gempal.


"Iya anda siapa ya.


Ada keperluan apa mencari aulia?"tanya ayah bastian.


"Saya dari pihak bank untuk menagih hutang yang belum di bayarkan selama dua bulan yang lalu?"ujar pria itu.


"Berapa semua hutang aulia?"tanya ayah bastian lagi.


"Tiga puluh juta rupiah berserta bunganya jadi lima puluh juta"ujar pria berkepala plontos.


"Apa kenapa banyak sekali?"ujar bunda nur.


"Baru pergi aja udah ninggalin hutang"cibir diana.


"Saya akan membayarkan semua hutang aulia.


Berikan nomer rekening kamu akan saya transfer sekarang"pinta ayah bastian.


"Hati kamu memang mulia sekali bastian, padahal dulu aulia berkhianat dengan keluarga kamu"tutur ayah baskoro.


"Saya tidak mau memberatkan aulia di akhirat nanti"jawab ayah bastian kembali.


"Sekarang sudah saya transfer lunas kan hutang aulia"tanya ayah bastian.


"Iya uangnya sudah masuk,terima kasih kita sudah tidak ada urusan lagi.


Kami permisi"pamit kedua pria itu berjalan meninggalkan rumah ayah bastian.


**Tak terasa sebulan sudah berlalu adrian sedang bersiap untuk pergi mengantar istri cek kandungan.


"Mas perutku sakit sekali?"teriak ocha dari dalam kamar mandi.


Adrian yang mendengar teriakkan sang istri segera bergegas ke kamar mandi.


"Buka pintunya sayang,ini pintunya terkunci?"ujar adrian panik.


"Argh mas sakit,aku gak kuat berdiri?".


"Tunggu di situ sayang, kamu menjauh dari pintu dulu.


Biar aku dobrak pintunya?".


Adrian segera mengambil ancang-ancang dan bersiap mendobrak pintu kayu kamar mandi itu.


Brak brak brak!


Ocha terpaksa memundurkan tubuhnya secara perlahan sambil menahan sakit pada perutnya.


Beberapa saat pintu berhasil terbuka adrian melihat istrinya tengah terduduk di lantai kamar mandi.


"Sayang bertahanlah,kita ke rumah sakit sekarang ya?".


"Iya mas,apa aku mau lahiran ya tapi perkiraan dokter tiga minggu lagi"tanya ocha merasa tidak sakit lagi pada perutnya.


"Perutku udah gak sakit lagi mas,aku jalan kaki aja ya?".


"Benarkah,biar aku gendong aja ya?".

__ADS_1


"Beneran sudah gak sakit mas".


"Ya udah kamu ganti baju dulu ya,habis itu kita langsung ke dokter.


Kamu duduk di sini aja sayang aku ambilkan bajumu di lemari"ucap adrian berdiri mengambil pakaian untuk sang istri.


Adrian memberikan baju hamil karena perut istrinya yang semakin besar jadi terbatas mengenakan dress ataupun tunik.


"Jalan hati-hati ya sayang kalau kamu capek atau merasa sakit lagi biar aku gendong"pinta adrian berjalan menuntun sang istri menuju mobilnya.


Karena masih pagi jalanan ibukota terlihat sangat macet.


"Ini jam berangkat kerja sayang jadi kita terjebak macet?".


Ocha mengangguk kemudian ia merasakan sakit lagi pada perutnya.


"Ya ampun mas sakit lagi"rintih ocha memegang perutnya.


Ocha tak tahu sakit ini di sebabkan oleh apa.


Karena baru kali ini hamil dan merasakan sangat luar biasa.


Tetapi ia kemarin sempat mencari tau dari internet bahwa salah satu tanda akan melahirkan adalah perut terasa sakit.


"Sabar sayang,anak papah tahan dulu ya nak?"ucap adrian sambil mengusap perut buncit istrinya.


"Iya mas tapi jalanan macet sekali".


"Semoga gak lama sayang, kalau tidak biar aku gendong kamu kita naik kendaraan lain biar lebih cepat sampai rumah sakit"ujar adrian tak kalah panik.


Untungnya tak lama kemudian mobil mereka keluar dari kemacetan.


Adrian segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


Bentuk tubuh ocha memang tak seperti dulu.


Beruntung ocha memiliki tubuh tinggi jadi meskipun berat badan naik tak membuatnya seperti buntelan.


Adrian tetap mencintai sang istri malah makin cinta karena perjuangan istrinya selama ini tak mudah.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kamu akan lahir dan bertemu dengan bunda dan ayah"lirih ocha seraya mengusap perutnya.


Mungkin rasa sakit itu kembali datang,ocha mengalihkan dengan berbicara kepada bayi dalam perutnya.


Melihat keringat mulai bercucuran dari kening sang istri membuat adrian tak ingin berlama-lama di perjalanan.


Dengan cepat mobil adrian melintasi jalan ibu kota yang cukup padat.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit bersalin kasih bunda.


Tempat di mana mereka memeriksa kandungan ocha selama ini.


"Pelan-pelan sayang"ujar adrian menuntun istrinya menuju ruang dokter kandungan.


Dokter kandungan baru saja selesai memeriksa pasien.


"Bu ocha mari silahkan masuk?"ucap seorang dokter perempuan bernama rahma.


Adrian menghembuskan nafasnya lega ternyata dokter teman ocha sedang libur jadi dokter rahma yang menggantikannya.


"Ada keluhan apa bu ocha?"tanya dokter rahma ramah.

__ADS_1


"Sejak semalam perut saya sakit dan di ****** ***** terdapat cairan berupa lendir.


Tolong segera periksa istri saya dokter?"pinta adrian.


"Tiara, segera siapkan peralatan dan bawa bu ocha ke ruangan sebelah"pinta dokter rahma pada asistennya.


Tiara mengangguk tanpa basa basi ia segera mengerjakan perintah atasannya.


Sementara adrian duduk di ruangan itu sambil mengelus puncak kepala istrinya.


Sesekali ia mengelus perut juga tangan istrinya berharap untuk mengalihkan rasa sakit itu.


Namun sebanyak apapun yang adrian lakukan tak menghilangkan rasa sakit yang sedang di rasakan istrinya.


"Sepertinya waktu HPL tidak tepat bu,bayinya sudah tidak sabar ingin bertemu kedua orang tuanya"ucap dokter rahma.


"Bu dea mari ikut saya ke ruangan sebelah?"ucap tiara tersenyum.


Ocha segera bangkit dari tempat duduknya di bantu oleh adrian.


Sementara di luar sudah ada kedua orang tua keduanya.


"Ocha sayang bagaimana keadaanmu?"tanya bunda nur memeluk putrinya.


"Sakit sekali bunda"rintih ocha.


"Kamu yang kuat ya nak, berjuang demi anak-anak kamu"pinta sang bunda mengelus perut ocha sebelum masuk ke dalam ruangan.


Ocha hanya di dampingi oleh adrian di ruangan itu.


Setelah sampai di ruangan itu adrian membantu istrinya untuk berbaring di atas ranjang.


"Mas aku berat ya?"tanya ocha saat tubuhnya sudah di atas ranjang.


"Tidak sayang,beratmu tidak ada seberapa dari rasa khawatir yang aku rasakan saat ini".


"Gombal kamu mas?".


"Aku serius sayang,aku sangat mencintaimu dan mengkhawatirkan keadaan kamu dan bayi kita.


Tolong berjuanglah demi anak kita?"pinta adrian sambil menggenggam tangan istrinya.


"Pasti mas,tanpa kamu minta akan aku lakukan.


Akhh sakit sekali"rintih ocha ketika rasa sakit itu datang kembali.


"Bu ocha mengalami kontraksi pak jadi tidak perlu khawatir.


Biar saya periksa duluan sudah masuk pembukaan berapa?"ujar dokter rahma mengambil sarung tangan dan menyibak baju yang menutupi tubuh ocha.


"Bu ocha coba kakinya di tekuk separuh"pinta dokter rahma menyentuh kaki ocha.


Adrian masih terus mengusap kepala istri dan berdoa di dalam hatinya untuk keselamatan istri dan anaknya.


"Ehmm ya allah!"rintih ocha saat satu jemari dokter rahma masuk ke dalam area sensitifnya untuk mengecek jalan lahir.


"Bagiamana dokter?.


Apa istri saya akan melahirkan sekarang?"tanya adrian panik.


"Sudah pembukaan sembilan ternyata,air ketuban udah mulai merembes.

__ADS_1


"Maaf dokter,apa sebaiknya istri saya di operasi saja mengingat usia kandungannya masih kurang beberapa hari lagi.


Istri saya juga hamil kembar dokter ini demi keselamatannya".


__ADS_2