
Hendra memutar bola matanya malas melihat lisa di layar ponselnya.
"Ngapain kamu masih telepon-teleponan sama ocha.
Mau aku aduin adrian biar kamu di tabok?"ucap lisa mengancam.
"Sirik aja kamu lis,aku cuma kasih kabar soal arman kok".
"Oh ya bagaimana keadaan arman berapa lama arman akan mendekam di sana?"tanya lisa.
"Belum tau,sidang akan di lakukan beberapa hari lagi".
"Ya sudah kalau gak mau yang ada loe omongin gue tutup teleponnya"ujar lisa mematikan panggilan dari hendra.
"Wah ini cewek kurang ajar bener, sikapnya dari dulu gak berubah tengil dan nyebelin"ucap hendra melihat panggilan itu di matikan sepihak oleh lisa.
"Cha ini berkas yang kamu minta untuk meeting nanti.
Tadi malam gimana cha malam pertama mu dengan adrian?"tanya lisa penasaran.
"Ada deh,kalau kamu pengen tau cepetan nikah"ujar ocha.
"Boro-boro nikah cha,pacar aja aku belum punya"jawab lisa terkekeh.
"Kamu kebanyakan milih sih lis,tapi itu memang perlu jangan sampai kayak aku dulu ujung-ujungnya malah di sakiti".
"Tapi sekarang kamu sudah mulai menemukan kebahagiaanmu cha,dan arman juga sudah di penjara.
Ya semoga arman lama mendekam di penjara"terang lisa.
Ocha melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.
"Sudah waktunya makan siang,aku keluar dulu ya lis?"ucap ocha mulia bangkit dari duduknya.
"Kamu mau kemana cha,apa mau makan siang bareng suamimu?"tanya lisa.
"Bukan lis,aku janji mau ketemu karin di restoran depan kantor".
"Oh baiklah hati-hati".
Ocha segera turun lalu keluar dari kantor berjalan kaki menyebrang jalan raya menuju restoran.
Sesampainya di restoran ocha melihat sekeliling namun belum mendapati karin di sana.
Karin sepertinya belum sampai,sambil menunggu ocha memesan makanan dulu.
Di saat pesanan makanan ocha datang,karin nampak baru sampai.
"Maaf ya cha,aku datang telat tadi agak macet di jalan tau gitu tadi aku pinjem motor aja biar cepat sampai"ucap Karin sembari memesan makanan untuknya.
"Santai aja rin,aku juga belum lama kok".
"Oh ya cha,ini aku harap kamu datang ya ke acara pernikahanku besok"ucap karin meringis sambil menyodorkan undangan itu pada ocha.
"Ya ampun kamu beneran mau nikah ya, selamat kalau begitu?.
Aku gak nyangka aja kamu nikah secepat ini.
Kapan kamu berpacaran rin,setahu aku kamu terlalu fokus sama karirmu"ujar ocha berbinar.
"Aku gak pacaran sih,cuma kenal udah lama.
__ADS_1
Kita saling suka dan memutuskan untuk menikah"terang karin.
"Syukurlah aku pasti datang nanti sama suamiku"jawab ocha.
"Oh iya sekarang kamu sudah jadi istri dari pak adrian salah satu pria terkaya di kota ini.
Kamu pantas dengan pak adrian sama-sama ceo kalian sangat cocok"puji Karin.
**Usai bekerja ocha pulang di jemput oleh adrian.
Namun sebelumnya mereka mampir untuk belanja bulanan terlebih dulu karena mbak sumi belum terlalu sehat.
Perjalanan sore di jakarta lumayan macet di titik-titik tertentu.
Setelah sampai di supermarket,ocha segera turun dari mobil bergandengan tangan dengan sang suami.
Adrian mendorong troli sementara ocha mengambil bahan makanan yang di perlukan.
"Adrian apa kamu mau udang?"tanya ocha.
"Tentu saja aku mau sayang,aku tidak ada alergi apapun terhadap makanan"jawab adrian berjalan mengikuti ocha yang memilih buah-buahan.
Mereka segera menuju kasir dan membayarnya.
Ketika belanjaan sedang di hitung ocha melupakan sesuatu yaitu telur.
"Sayang ada apa?"tanya adrian melihat istrinya pergi ke arah rak lagi.
"Sebentar adrian aku ambil telur dulu"ucap ocha berjalan ke rak telur berada.
Ocha sudah menemukan telur itu lalu segera kembali ke kasir karena buru-buru tak sengaja menyenggol seorang wanita yang sedang membawa jus sehingga jus itu tumpah ke lantai.
"Hey kalau jalan pakai mata dong!.
Ocha menunduk membersihkan kemeja kerjanya yang terkena sedikit jus yang tumpah tadi.
"Aku gak mau tahu,anda harus ganti semuanya.
Ganti dengan 300ribu"ucap aulia belum menyadari kalau orang di depannya adalah ocha.
Ocha bangkit dan membuka dompetnya mengambil uang pecahan 100ribuan sebanyak tiga lembar.
"Maaf saya buru-buru,ini uangnya 300ribu".
Ketika mendongak mata ocha membulat sudah cukup lama ia tak bertemu adik angkatnya itu.
"Aulia".
"mbak ocha"ucap aulia gugup bahwa yang menabraknya adalah ocha.
"Ini uangnya untuk mengganti rugi jus yang aku tumpahkan.
Ambil ini,aku harus membayar belanjaanku"ucap ocha.
Melihat aulia,ocha kembali teringat pengkhianatan yang di lakukan oleh mantan suami dan adik angkatnya itu.
Aulia mengambil uang itu lalu memasukkan dalam saku celananya.
Ocha berjalan menuju kasir meninggalkan aulia namun aulia menahan dan mencengkram tangan ocha cukup kuat.
"Tunggu dulu mbak!"panggil aulia menatap tajam ke arah ocha.
__ADS_1
"Ada apa lagi aulia,aku buru-buru.
Kita sudah tidak ada urusan lagi.
Tolong lepaskan tanganku"protes ocha pada aulia yang masih mencengkram tangannya.
"Aku ingin bertanya,apa mbak tau di mana keberadaan mas arman?.
Karena mas arman kan kerja di perusahaanmu?"tanya aulia.
Ocha tersenyum smirk dan berkata "bukankah kamu istrinya sekarang?.
Kenapa menanyakannya padaku,aku sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi sama pria itu".
"Aku serius mbak sudah beberapa hari ini mas arman menghilang tanpa kabar apapun"terang aulia.
"Kamu tunggu saja sampai arman menghubungimu"ujar ocha segera berlalu menuju kasir.
Adrian sudah menyelesaikan pembayarannya dan kini ia segera membayar telur yang baru di ambil oleh istrinya.
"Sayang baju kamu kenapa kok jadi kotor begitu?"tanya adrian mengusap baju ocha yang terlihat kotor.
"Oh ini kena jus mas,aku tadi gak sengaja menabrak seseorang"ucap ocha.
"Tapi kamu gak apa-apa kan sayang,tapi lihat ini tanganmu memerah.
Nanti sampai rumah kamu harus ceritain semua sama aku"ujar adrian merasa sangat khawatir.
**Tiga hari kemudian hari pernikahan karin pun tiba kebetulan hari ini adalah hari minggu.
Acara di rumah karin akan di lakukan jam sepuluh pagi.
Jarak rumah karin dengan rumahnya lumayan jauh sekitar 30 menit perjalanan.
Pukul sembilan adrian dan arman berangkat dari rumah tak lupa ocha membawa hadiah untuk sahabatnya itu.
Sesampainya di tempat acara mereka berdua di sambut oleh keluarga karin yang memang sudah mengenal ocha sejak lama.
Setelah acara pernikahan kini saatnya para tamu undangan untuk makan.
Kruk kruk
Terdengar suara perut dari adrian.
"Adrian kamu lapar,mau makan apa biar aku ambilkan?"tanya ocha sambil tersenyum.
"Apa aja cha,maaf ya nih perut gak bisa di ajak kompromi"ucap adrian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ocha berjalan mengambil siomay tak sengaja menyenggol ibu-ibu memakai gamis brokat serta kerudung pasmina berwarna merah maron yang memakai kalung di luar pasmina serta gelang besar mirip pengantin India.
Ibu-ibu tersebut sedang makan dengan lahap berdiri di depan ayam goreng padahal masih banyak kursi dan meja yang kosong.
"Oh jadi kamu,ada apa kemari?"tanya bu reni ketus.
"Wah pasti ke sini mau numpang makan ya!.
Memang di sini makanan enak-enak apalagi kalau gratis"ucap bu reni tertawa sambil memamerkan gelang dan cincin yang ia pakai.
"Oh bu reni di undang juga ya ke pernikahan karin"jawab ocha berusaha bersikap sopan.
"Asal kamu tahu ya cha,saya ini budhenya rendi suami dari karin.
__ADS_1
Karin adalah petinggi perusahaan sebanding dengan ponakan saya yang sudah mapan bekerja di perusahaannya saat ini.
Memangnya kamu hanya pegawai rendahan bahkan berani numpang makan di acara pernikahan orang lain"cibir bu reni.