
Selama dua hari regan memulai aktivitasnya kembali.
Ia sudah mau keluar kamar dan bekerja di kantor.
Seperti pagi ini ia di temani yuni untuk menemui seorang klien dari jepang.
"Halo mr heriko, selamat pagi"sapa regan ramah.
"Selamat pagi pak regan"jawab heriko tak kalah ramah.
Mereka pun saling berjabat tangan.
Namun pria asal jepang itu ternyata tidak datang sendiri ia juga di temani oleh seorang wanita muda.
"Oh iya pak regan perkenalkan ini putri saya namanya kimi"ujar heriko.
Regan dan yuni mengangguk mereka saling berjabat tangan secara bergantian.
"Cantik sekali wanita ini?"puji yuni mengamati kimi yang duduk di depannya.
Mereka saling membahas pekerjaan namun mata kimi tak lepas dari regan ia nampak mencuri pandang pada regan.
Namun regan tak tau karena ia sibuk berbicara dengan heriko.
Setelah pertemuan selesai kini mereka berdua kembali ke kantor.
Regan hari ini akan berkunjung ke bandung ia sangat merindukan risma dan yura.
Sebelumnya ia sudah menelpon sang ibu karena pulang telat.
**Di tempat lain seva sedang berbincang dengan reza.
Mereka memang sering bertemu karena reza memiliki maksud untuk mengejar kembali cinta seva.
Sampai saat ini pria itu ternyata masih belum bisa move on dari seva.
Saking besarnya cinta dan rasa sayangnya pada seva ia rela menunggu seva siap untuk menerimanya menjadi suaminya.
"Za,tumben kamu berpakaian rapi seperti ini?"tanya seva memperhatikan penampilan reza yang mengenakan hem panjang dan celana bahan hitam padahal ini sudah waktunya ia pulang bekerja.
"Aku ingin menyampaikan sesuatu va,apa ayah dan ibumu ada di dalam?"tanya reza.
"Untuk apa kamu mencari orang tuaku za?"tanya seva dengan dahi berkerut.
Tak berselang lama risma dan yura datang ke ruang tamu.
"Om reza"panggil kedua gadis kecil itu.
"Eh risma dan yura sini?.
Om bawakan kalian mainan baru?"ucap reza menyerahkan paper bag yang ia bawa kepada risma dan yura.
"Om terima kasih,om baik sekali".
"Risma yura kamu bahkan belum salim tangan sama om reza"tutur seva.
"Oh iya mah lupa"ucap yura menyengir.
Sementara risma kini duduk di atas pangkuan reza.
"Reza kamu terlalu memanjakan mereka"ucap seva ia tersenyum melihat kedekatan kedua putrinya pada pria itu.
"Tidak seva aku cuma ingin memberikan mainan saja kok.
Aku sangat menyayangi mereka berdua"jawab reza tersenyum ke arah seva.
"Ehemm..
Suara daheman sang ayah mengalihkan keduanya.
__ADS_1
"Selamat malam om"sapa reza.
"Malam nak reza,baru sampai ya?"jawab ayah seva ramah.
"Iya om, saya baru sampai".
Pandangan ayah seva tertuju pada keduanya cucunya yang terlihat sangat akrab dengan reza.
Bahkan ia melihat cucunya sangat senang berada di dekat pria itu.
"Seperti reza sangat menyayangi risma dan yura.
Dia terlihat seperti pria yang tulus"batin sang ayah.
"Silahkan di minum nak reza"ucap sang ibu memberikan minuman yang ia bawa dari dapur.
"Terima kasih tante.
Kedatangan saya ke sini untuk melamar seva menjadi istri saya.
Saya tau ini terlalu cepat tapi saya benar serius kalau om dan tante merestui besok saya akan bawa kedua orang tua saya ke sini"tutur reza.
Kedua orang tua seva saling menatap.
"Apa kamu serius nak reza,kamu tau saat ini seva sedang hamil anak dari mantan suaminya?"tanya sang ayah.
"Saya akan menerima seva apa adanya om,saya berjanji akan menerima risma,yura dan anak dalam kandungan seva seperti anak saya sendiri"jawab reza mantap.
"Tapi bagaimana dengan orang tua kamu?"timpal sang ibu.
"Orang tua saya sama sekali tidak keberatan tante, mereka justru senang memiliki cucu sekaligus tiga.
Karena kakak saya setelah menikah tinggal di amerika bersama anak dan istrinya jadi orang tua saya sangat kesepian"terang reza.
"Semua keputusan ada pada seva, karena kamu dan seva yang akan menjalaninya".
"Seva apa kamu mau menikah denganku"tanya reza lembut.
Seva hanya diam lalu pandangannya menangkap ke arah luar mendapati keberadaan seseorang.
"Apa apaan ini?"tanya regan yang baru saja sampai di rumah seva.
"Mas regan".
"Papah".
"Regan untuk apa kamu ke sini tanpa permisi terlebih dahulu?"bentak ayah seva.
"Apa yang kamu lakukan pria brengsek?"bukannya menjawab pertanyaan kini justru regan mendekati reza dan menghajar pria itu.
Bugh bugh!
"Pria sialan untuk apa kamu ke sini,apa kamu mau merebut seva dariku"tanya reza masih terus menghajar reza.
"Hentikan mas"ucap seva.
Sang ayah berhasil memisahkan keduanya yang sedang berkelahi.
Wajah reza terlihat bengkak namun regan tidak karena reza tak membalas pukulan regan.
Ia melakukan hal itu karena ada anak-anak seva berada di sini.
Tak ingin membuat mereka ketakutan.
Yura dan risma kini ada di pelukan neneknya.
"Dasar pria lemah, tidak punya nyali kamu untuk membalas pukulan ku"umpat regan tersenyum mengejek.
"Jangan buat keributan di sini mas,aku dan reza akan segera menikah"terang seva.
__ADS_1
Bak di sambar petir di malam hari regan mata regan melotot mendengar ucapan seva.
"Apa kamu bilang,kamu sedang hamil anak aku seva.
Kamu tidak bisa menikah dengannya"tunjuk regan ke arah reza.
"Aku akan menikah dengan reza setelah anak ini lahir mas.
Aku gak mau anak ini hidup tanpa seorang ayah"jawab seva.
"Tapi aku ayahnya seva,kita bisa rujuk kembali".
"Tidak mas,aku lebih memilih hidup dengan reza daripada denganmu"ucap seva tegas.
"Ini tidak mungkin,kamu pasti bercanda kan".
Regan tertegun melihat kedua anaknya justru memeluk reza bukan dirinya.
"Risma,yura ini papah sayang.
Papah kangen sama kamu?"ucap regan berusaha memanggil kedua putrinya.
Keduanya hanya diam dan nampak takut melihat ke arah regan.
"Risma gak mau,mau sama om reza aja".
"Aku juga gak mau sama papah,papah jahat"timpal yura.
Hati regan semakin hancur mendengar ucapan kedua putrinya.
"Ini tidak mungkin hahaha..
Regan berteriak sambil tertawa dengan keras.
"Katakan ini tidak mungkin kan seva"teriak regan kembali.
"Sepertinya regan sudah mulai gila.
Lebih baik kita bawa dia ke rumah sakit"ujar sang ayah.
Regan dan tak menolak ia terus meracau sendiri sampai di depan rumah sakit.
"Apa yang kalian lakukan lepaskan aku.
Hahaha.
Seva kamu jahat sekali lebih memilih lelaki itu daripada diriku"ucap regan sambil di bawa oleh seorang suster untuk di periksa.
Ayah seva lalu menelpon orang tua regan untuk menemui putranya di sini.
Tak peduli malam hari siti dan hendro tetap menemui putra di rumah sakit.
Ia melihat keadaan putranya sangat memperihatinkan.
Regan sengaja di tempatkan di ruangan sendiri karena takut akan mengganggu pasien lain.
"Bagaimana keadaan putra saya dokter?"tanya siti.
"Seperti pak regan mengalami gangguan jiwa bu,ia terlalu banyak pikiran dan membuatnya stress berlebihan"jelas dokter.
"Lebih baik pak regan di bawa ke rumah sakit jiwa untuk menyembuhkan mentalnya"ucap sang dokter.
Siti hanya mengangguk ia akan membawa regan ke rumah sakit jiwa di jakarta agar ia bisa lebih dekat menjenguk putranya itu.
Wanita itu tak kuasa menahan air matanya melihat keadaan putranya.
Selama di perjalanan menuju jakarta hendro dan siti terus memeluk regan yang duduk di tengah-tengah mereka.
Mengusap punggung putranya yang sedari tadi hanya diam dan tertawa tanpa sebab.
__ADS_1