Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Mengunjungi Panti Asuhan Kasih Ibu


__ADS_3

Keesokan harinya, Kanaya, Bisma, dan Aksara kembali mengunjungi Panti Asuhan Kasih Ibu. Ini adalah kunjungan pertama Aksara ke Panti Asuhan setelah dirinya keluar dari Panti Asuhan dan tinggal bersama dengan Ayah dan Bundanya. Tentu saja, Aksara merasa senang karena bisa kembali bertemu dengan Bu Lisa dan teman-temannya di Panti Asuhan. Bahkan Bisma sengaja memilih waktu menjelang sore, tujuannya adalah supaya teman-teman Aksara sudah pulang dari sekolah, dan Aksara bisa bertemu dengan semua teman-temannya di sana.


“Sudah disiapkan semua oleh-oleh buat teman-teman kamu?” tanya Bisma kali ini.


“Iya sudah Ayah. Semua cokelat sudah Aksara masukkan di dalam satu kardus. Bunda juga belikan berbagai alat sekolah untuk teman-teman ini Ayah,” ucap Aksara sembari menunjuk beberapa kardus yang berisi alat sekolah mulai dari buku tulis, buku menggambar, pensil warna, dan perlengkapan lainnya. Semuanya Kanaya persiapkan dan akan dibagikan untuk teman-teman Aksara.


“Iya Nak … habis ini kita berangkat ke sana yah,” sahut Bisma.


Tidak lupa Aksara mempersiapkan sebuah paper bag khusus yang berisikan semua oleh-oleh yang dia pilihkan untuk Arsyilla. Aksara hanya berharap bahwa hari ini dirinya akan bisa bertemu dengan Arsyilla. Sebab, menurut Aksara biasanya awal bulan seperti ini Ayah Radit, Ibu Khaira, dan Arsyilla akan datang dan mengunjunginya di Panti Asuhan. Sehingga, kali ini pun Aksara berharap bisa bertemu dengan adik kecilnya yang manis dan lucu itu di Panti Asuhan.


Bisma memasukkan semua barang-barang yang akan diberikan untuk anak-anak di Panti Asuhan, kemudian dia mengajak Kanaya dan Aksara untuk bersiap memasuki mobil. Sebab, dia akan segera mengemudikan mobilnya menuju Panti Asuhan.


Perjalan ditempuh kurang lebih 40 menit, dan sekarang mereka telah tiba di Panti Asuhan. Dengan cepat Aksara berlari memasuki Panti Asuhan tempatnya tinggal hampir empat tahun lamanya.


“Permisi, Bu Lisa,” sapa Aksara begitu memasuki Panti Asuhan.


Mendapati Bu Lisa, Aksara segera memeluk wanita yang sudah seperti sosok Ibu baginya itu.


“Halo, Aksara … akhirnya Aksara datang lagi ke mari. Bagaimana kabar Aksara sekarang? Pasti senang kan bisa tinggal bersama Ayah dan Bunda?” balas Bu Lisa sembari memeluk Aksara.


“Iya Bu … senang,” jawab Aksara sembari menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Selamat sore Bu Lisa,” sapa Bisma dan Kanaya bersamaan.


Begitu senang rasanya kali ini Kanaya dan Bisma bisa kembali ke Panti Asuhan. Tetap menjalin kasih kepada orang-orang yang sudah begitu baik dan berjasa dalam hidup Aksara. Saat Aksara terpisah jauh dari mereka, tetapi Bu Lisa dan anak-anak di Panti Asuhanlah yang menjadi keluarga bagi Aksara.


“Maaf kami baru bisa kemari, itu karena kami baru saja datang dari Singapura,” jelas Kanaya kali ini.


“Tidak apa-apa Bu Kanaya. Oh, iya … saya sampai lupa. Beberapa pekan lalu ada keluarga Pak Radit yang datang kemari dan mencari Aksara. Saya sampaikan kalau Aksara sudah berkumpul lagi dengan orang tuanya. Kali ini Arsyilla menangis mencari Kakaknya,” cerita Bu Lisa kali ini.


Aksara yang mendengar nama Arsyilla disebut segera turut mendengarkan cerita dari Bu Lisa itu.


“Syilla mencari Aksara ya Bu?” tanya Aksara kemudian.


“Iya … dia mencarimu, Nak,” balas Bu Lisa.


“Iya … dia menangis. Syilla sampai tidak mau pulang karena mencari Kakaknya,” cerita Bu Lisa lagi.


Mendengar bahwa Arsyilla datang, mencarinya hingga menangis rasanya Aksara begitu sedih karena tidak bisa bertemu dengan gadis kecil yang begitu disayanginya itu. Terlihat jelas bahwa wajah Aksara tengah bersedih saat itu.


“Ayah Radit, Ibu Khaira, dan Arsyilla menitip salam sayang untuk Aksara, semoga bisa bertemu di lain waktu,” imbuh Bu Lisa.


Kanaya lantas menghela nafas, wanita itu memilih bagaimana raut wajah Aksara yang berbeda karena bersedih usai mendengar bahwa Arsyilla datang dan mencarinya.

__ADS_1


“Lain kali, kita ke sini lagi ya Aksara … semoga nanti kita bisa bertemu lagi dengan Syilla,” ucap Kanaya yang terlihat tengah menenangkan Aksara.


“Aksara kangen sama Syilla, Bunda,” aku Aksara kali ini.


Tidak mengira bahwa anak kecil berusia 7 tahun itu bisa mengatakan bahwa dirinya kangen dengan Arsyilla. Ada kehilangan di dalam hati karena tidak bisa lagi bertemu dengan Arsyilla. Jikalau dulu di Panti Asuhan, dia tinggal menunggu karena di awal bulan pastilah Arsyilla dan orang tuanya akan datang dan mengunjunginya. Kini, bagaimana cara supaya dia bisa kembali bertemu dengan Arsyilla. Sementara dirinya sudah tidak lagi tinggal di Panti Asuhan.


“Bulan depan kita ke sini lagi yah? Kita sesuaikan dengan jadwal kunjungan keluarga Arsyilla ke mari. Bagaimana kamu mau kan?” tanya Kanaya kali ini.


Perlahan Aksara pun menganggukkan kepalanya, “Iya Bunda … untuk oleh-olehnya kita titipkan kepada Bu Lisa ya Bunda … nanti kalau Arsyilla ke sini, supaya bisa diberikan kepada Arsyilla. Yah, padahal Aksara sudah membayangkan kalau Syilla akan senang sekali mendapatkan Putri Aurora kesukaannya,” cerita Aksara kali ini.


Bu Lisa pun tersenyum, lantas menatap keluarga Aksara.


“Anak kecil kalau sudah sayang seperti itu Bu Kanaya dan Pak Bisma. Wajar, karena dari Arsyilla masih bayi, keluarga Pak Radit sudah kemari dan mereka rutin mengunjungi Aksara setiap bulan. Mereka sangat menyayangi Aksara dan menganggap Aksara sudah seperti Kakak untuk Arsyilla. Kalau Arsyilla ke mari, sudah pasti keduanya bermain bersama. Nanti kalau sudah sore, waktunya berpisah, pasti Arsyilla menangis tiap hari berpisah dengan Aksara,” cerita Bu Lisa kali ini kepada Kanaya dan Bisma.


Memang tidak dipungkiri, anak-anak jika sudah sayang akan seperti itu. Terlebih Aksara sudah mengenal Arsyilla selama empat tahun. Keduanya bermain bersama tiap kali bertemu. Kenangan itulah yang membuat Aksara sedih dan merindukan Arsyilla.


“Iya … Bu Lisa, tidak apa-apa. Keluarga Arsyilla biasanya kemari setiap minggu ke berapa ya Bu? Supaya kami bisa menyesuaikan dengan waktu kunjungan mereka,” balas Bisma kali ini.


“Biasanya mereka berkunjungi setiap minggu pertama di awal bulan. Namun, kemarin keluarga Pak Radit tidak kemari karena Bu Khaira ada pekerjaan di Singapura. Jadi, mungkin awal bulan depan, Pak,” jawab Bu Lisa kali ini.


“Baiklah Bu Lisa … kami menitipkan oleh-oleh dan surat ini untuk Arsyilla ya Bu Lisa? Nanti kalau Arsyilla ke mari tolong berikan kepada Arsyilla,” pinta Bisma kali ini.

__ADS_1


Usai mengobrol dengan Bu Lisa, Aksara kemudian bermain bersama teman-temannya. Hampir petang barulah mereka berpamitan dan kembali ke rumah mereka. Tentu saja Aksara senang bisa bertemu dan bermain dengan teman-temannya, tetapi Aksara juga merasa sedih karena hari ini dirinya tidak bisa bertemu dengan Arsyillanya.


__ADS_2