
Di Singapura …
Gisell yang merupakan adik dari Darren, dia berusaha keras untuk menyelesaikan program studi S2 nya di Singapura. Tidak dipungkiri bahwa sebenarnya, Papa Jaya pun mempersiapkan Gisell untuk bisa bergabung dengan Jaya Corp usai dia lulus nanti. Sekarang Papa Jaya dan Mama Sasmita, tampak tengah mengunjungi Gisell di Singapura.
“Gimana kuliah kamu, Sell?” tanya Papa Jaya kepada putrinya itu.
“Baik Pa … hanya saja Gisell merasa stuck akhir-akhir ini.” jawab gadis itu dengan jujur bahwa dirinya merasa stuck dan bosan akhir-akhir ini untuk menjalani setiap proses perkuliahan di Negeri Singa itu.
“Cepat selesaikan kuliahmu, dan nanti kamu bisa bergabung di Jaya Corp.” ucap Papa Jaya yang kali ini meminta kepada Gisell untuk menyelesaikan kuliahnya.
Gisell pun mengernyitkan keningnya, “Pa, kalaupun Gisell lulus nanti, bolehkah Gisell mencoba bekerja di perusahaan lain dulu? Gisell tidak ingin dicap bisa masuk ke Jaya Corp karena Gisell ini adalah anak Papa. Gisell mendengar berita buruk Kak Naya kemarin, Pa … karena itu, jika pun Gisell bergabung dengan Jaya Corp, Gisell ingin merintis karier dari bawah.” ucapnya dengan penuh keyakinan.
Dalam pemikirannya, mungkin saja sebagai seorang anak CEO, dia memiliki tiket akses untuk masuk ke Jaya Corp dengan mudah. Akan tetapi, tidak memungkiri akan banyak orang yang menggunjingkannya dan menuduhnya bisa mendapatkan kursi di Jaya Corp dengan mudah karena dia adalah putri CEO. Sunggu, Gisell tidak ingin itu terjadi. Dia justru ingin berusaha dengan kemampuannya sendiri.
Mendengar ungkapan hati Gisell, Papa Jaya dan Mama Sasmita pun mengangguk, “Baiklah … jika itu maumu. Asalkan pergunakan kemampuanmu. Kamu sekolah hingga ke Negeri Singa untuk memperdalam ilmu Bisnis dan Manajemen, jadi Papa harap, kamu pun akan berkecimpung dalam dunia tersebut.” ucap Papa Jaya.
__ADS_1
Sementara berbeda dengan Mama Sasmita, sebagai seorang Ibu justru Mama Sasmita juga mengingatkan Gisell untuk menikmati hidupnya juga.
“Jangan terlalu keras pada Gisell, Pa … dia juga harus bahagia. Biarkan dia bersenang-senang dan menikmati hidupnya. Bekerja dan bersenang-senang sebaiknya seimbang, Sell. Nanti pun kalau kamu memutuskan untuk mengakhiri masa lajangmu, juga Mama berharap semuanya bisa berjalan seimbang berdasarkan porsinya masing-masing. Pacaran juga boleh, kamu sudah dewasa.” ucap Mama Sasmita.
Mendengar kata pacaran, justru Gisell terlihat tersipu malu, sesungguhnya ada seorang pria yang berada di satu fakultas dengannya yang tampak menyukainya, tetapi Gisell belum berani bercerita. Kali ini, haruskah dia bercerita kepada Mamanya? Menimbang-nimbang kata hatinya, akhirnya Gisell pun bercerita juga kepada Mamanya.
“Ma, boleh Gisell bercerita?” tanyanya terlebih dahulu kepada Mamanya.
Mama Sasmita pun mengangguk, “Tentu boleh Sayang … ada apa?”
“Naya memang beruntung memiliki Bisma sebagai suaminya, tidak dipungkiri Papa pun mengharap kamu juga akan bahagia seperti Naya, ada pria yang mau menerimamu dengan tulus.” ucap Papa Jaya saat ini.
Ya, Papa Jaya sudah melihat sendiri bagaimana Bisma bisa menjadi pelindung bagi Kanaya. Pria itu juga terlihat begitu menyayangi Kanaya dan bisa mengisi kekosongan dalam hidup Kanaya. Tidak dipungkiri bahwa Papa Jaya pun berharap memiliki menantu seperti Bisma.
“Benar, setelah melihat Bisma, dia benar-benar menantu idaman. Seorang Dokter dengan pendidikan yang tinggi, dedikasi untuk melayani masyarakat, dia juga terlihat sangat menyayangi Naya. Mama percaya, Bisma juga akan menjadi Ayah yang baik bagi janin yang saat ini dikandung Naya.” imbuh Mama Sasmita.
__ADS_1
“Kak Naya hamil ya Ma?” tanya Gisell yang memang belum mengetahui bahwa Kanaya tengah berbadan dua sekarang ini.
Mama Sasmita pun mengangguk, “Iya … mungkin sudah berjalan 18 minggu. Kamu akan menjadi seorang Aunty nanti, Sell.” ucap Mama Sasmita dengan tertawa. “Sementara Mama akan menjadi Oma.”
Gisell pun tertawa, dia bahagia dengan kabar yang dia terima terkait Kanaya dan kabar kehamilannya. Bahkan, Gisell pun ingin segera dipanggil Aunty oleh ponakannya nanti.
Kemudian, Papa Jaya pun berdehem, “Coba kenali lebih dahulu pria bernama Gibran itu, Sell. Pastikan dia benar-benar sosok yang baik. Berkaca dari kisah Kanaya, Papa hanya tidak ingin kamu jatuh dalam hubungan yang justru menyakiti dan menyesakkanmu. Papa ingin putri Papa satu-satunya ini juga bahagia. Tidak perlu ada air mata dalam pernikahanmu, tidak perlu ada sosok suami yang merundung dan menyakiti istrinya sendiri seperti Kakakmu.” itu harapan Papa.
“Benar … jika kamu sudah yakin, sudah pasti Mama dan Papa akan merestui kalian berdua. Mama dan Papa ini tidak mengharuskan kamu memiliki pasangan dari keluarga yang selevel dengan kita. Yang Mama dan Papa harapkan itu, kedua anak kami bisa hidup bahagia dengan pasangan mereka masing-masing. Bisa menua bersama. Sayangnya, Kak Darren tidak beruntung. Dia memilih melepaskan permata di genggamannya, dan sekarang barulah Kakakmu itu menyesal dan ingin kembali kepada Kanaya. Namun, semua sudah terlambat karena Kanaya sudah membina rumah tangga dengan Bisma.” cerita Mama Sasmita.
Tidak dipungkiri ada kegetiran dalam hatinya untuk Darren. Ya, putranya tidak hanya harus mendekam di balik jeruji besi sekian tahun lamanya, tetapi Darren juga tidak berhasil dalam rumah tangganya. Di saat anaknya itu menyadari perasaannya, semuanya sudah terlambat karena Kanaya sudah menemukan pendamping yang sangat menyayanginya.
“Baik Pa … Ma, Gisell akan mengenal Gibran lebih dulu. Memang dari informasi yang Gisell terima, Gibran bukan dari kalangan berada. Namun, dia adalah sosok pria yang baik. Yang membuat Gisell menyukainya karena dia tidak memandang rendah pada Gisell. Menerima Gisell dengan baik. Di saat orang lain merasa menghindari wanita bertubuh gemuk, tetapi dia justru terus menolong Gisell.” cerita Gisell kali ini kepada Papa dan Mamanya.
“Coba kamu curhat sama Naya, Sell … di akhir pekan bisa telepon atau videocall. Tanya bagaimana dia bisa membuka hatinya dan menerima Bisma. Masa lalu Kanaya juga sama sepertimu kan, dia memiliki tubuh yang nyaris sama denganmu, kalian juga pernah menjadi korban perundungan. Mama yakin, banyak curhat bisa menjadi pertimbangan bagimu. Di akhir pekan, kamu bisa menghubungi Naya. Suaminya juga baik kok.” nasihat dari Mama Sasmita kepada Gisell.
__ADS_1
“Ya Ma … nanti Gisell akan coba curhat dengan Kak Naya. Harapannya Gisell bisa menemukan pria yang baik dan menerima Gisell apa adanya.” ucap gadis itu sembari menunduk.