Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Aksara Berada di Singapura


__ADS_3

Sekarang keluarga Bisma telah tiba di Changi Internasional Airport. Mereka baru saja landing dari pesawat. Bagi Bisma dan Kanaya, mereka berdua sangat senang karena bisa mengajak Aksara ke Singapura. Sekalipun hanya beberapa pekan, tetapi sudah pasti mereka begitu senang bisa melakukan bounding dengan Aksara.


"Sekarang, kita sudah tiba di Bandara Internasional Changi, Aksara. Ini adalah salah satu Bandara udara termewah di Asia bahkan dunia," jelas Bisma kepada putranya itu.


Tampak Aksara mengedarkan pandangannya, melihat ke kanan dan ke kiri. Dari pandangannya bandara itu memang terlihat begitu indah.


Dalam hatinya Aksara bertanya-tanya, apakah Arsyilla juga turun di bandara udara yang begitu indah ini. Rasanya akan begitu menyenangkan jika dia bisa bermain dan jalan-jalan dengan Arsyilla di bandara udara yang terkoneksi dengan wisata belanja, kuliner, bahkan terdapat Jewel Changi Waterfall di sana.


"Iya, indah sekali ... di Singapura ada kebun binatang tidak Yah? Dulu tuh, Aksara ke kebun binatang Ragunan diajak Ayah Radit, Ibu Khaira, dan Syilla. Saat itu Aksara senang banget," ungkap Aksara dengan tiba-tiba.


"Benarkah, Ayah Radit dan Ibu Khaira pernah mengajak kamu jalan-jalan yah?" tanya Bisma kepada putranya itu.


Dengan cepat Aksara pun menganggukkan kepalanya, "Iya Ayah, selain itu jika Ayah Radit datang ke Panti Asuhan, mereka membawakan buku dan makanan untuk Aksara. Mereka sangat sayang kepada Aksara. Bahkan kata Ibu Khaira, walaupun Ibu Khaira tidak melahirkan Aksara, tetapi Ibu sangat sayang sama Aksara katanya Aksara ini adalah Kakaknya Arsyilla," ceritanya kali ini kepada Ayahnya.


Kanaya pun turut mendengarkan cerita Aksara itu. Sama sekali dia tidak cemburu, karena justru Kanaya bersyukur adalah keluarga yang begitu baik dan memperlakukan Aksara sebagai anak sendiri. Itulah doanya dulu bersama suaminya, semoga sekalipun Aksara jauh darinya akan ada orang lain yang mengulurkan kasih sayangnya untuk sang putra di mana pun dia berada.


Hingga akhirnya mereka berjalan menuju pintu keluar dan memesan taksi yang akan mereka tumpangi menuju apartemen mereka di Singapura.


"Kita tinggal di mana Bunda?" tanya Aksara kini kepada Bundanya.


"Kita sudah menyewa sebuah apartemen yang akan kita tinggali selama sebulan ini, Nak … Aksara tidak masalah kan kalau kita tinggal di apartemen dulu?" tanya Kanaya kepada putranya itu.


Dengan cepat Aksara pun menggelengkan kepalanya, "Tidak masalah kok Bunda. Justru Aksara senang bisa tinggal dengan Ayah dan Bunda," balas Aksara.

__ADS_1


"Kami juga senang tinggal bersamamu, Nak," balas Kanaya dan Bisma hampir bersamaan.


"Di apartemen nanti Aksara boleh bobok sendiri Bunda?" tanya Aksara kali ini.


Aksara menanyakannya karena semalam dirinya tidur bersama Bisma dan Kanaya. Aksara terbiasa tidur sendiri di Panti Asuhan. Oleh karena itu, Aksara pun bertanya kepada kepada Bundanya kali ini.


"Aksara mau bobok sendiri?" tanya Bisma kali ini.


"Iya Ayah ... kan Aksara sudah besar. Sudah SD, jadi sudah berani dong bobok sendiri," jawab Aksara dengan begitu yakin.


Akhirnya Bisma pun menganggukkan kepalanya, "Baiklah... Aksara boleh bobok sendiri, tetapi kalau tidak bisa bobok langsung saja sama Ayah dan Bunda yah," pinta Ayah Bisma kali ini.


***


Tidak terasa beberapa hari sudah Aksara tinggal di Singapura. Sepanjang hari kegiatannya adalah belajar dari apartemen dengan dibimbing sendiri oleh Kanaya. Hal ini dilakukan Kanaya karena Aksara baru akan pindah sekolah saat di Jakarta nanti. Kendati demikian, Kanaya yang membimbing putranya untuk belajar mandiri.


"Mau Ayah," sahut Aksara.


Akhirnya keluarga kecil itu berjalan-jalan dengan menaiki MRT (Mass Rapid Transit - sebuah kereta api listrik layaknya KRL di Jakarta) dan menuju ke Vivo City. Tujuan Bisma kali ini adalah mengajak Aksara untuk melihat Patung Merlion yang berada di Pulau Sentosa.


Mereka berjalan bersama menyisiri Sentosa Broadwalk sembari beberapa kali terlibat obrolan dan juga bercanda bersama. Hingga akhirnya mereka tiba di Merlion Park Sentosa. Sebuah ikon kota Singapura yaitu patung Singa tertubuh ikan berdiri di Pulau Sentosa.


"Ini namanya Merlion," ucap Aksara sembari bergumam.

__ADS_1


"Kamu tahu darimana Aksara?" tanya Ayah Bisma.


"Dari buku Ensiklopedia milik Arsyilla, Yah ... kami sering membaca buku bersama kalau Arsyilla mengunjungi Aksara di Panti Asuhan," balas Aksara.


Perlahan Bisma pun menganggukkan kepalanya, rasanya Bisma ingin bertemu dengan gadis kecil bernama Arsyilla itu. Mungkin saja di masa depan nanti gadis bernama Arsyilla itu bisa menjadi menantu masa depannya mengingat begitu sayangnya Aksara kepada Arsyilla dan keluarganya.


"Iya, ini namanya Merlion, Aksa... salah satu ikon Negara Singapura. Patung Merlion tidak hanya berada di Pulau Sentosa, ada beberapa Merlion. Namun, yang terkenal ada di Pulau Sentosa dan di Merlion Park dekat dengan Marina Bay Sands," jelas Bisma kepada putranya.


"Aksara mau diajak ke sana ya Ayah," pinta Aksara.


"Iya, kapan-kapan Aksara ke sana ya. Nanti Ayah belikan Es Krim khas Singapura yang harganya hanya 1 dollar Singapura di sana," balas Bisma.


"Oke Ayah, Aksara mau ... jangan lupa ajak Aksara ke kebun binatang juga ya Ayah," pinta Aksara kali ini.


Tentu saja Kanaya dan Bisma pun menganggukkan kepalanya. Mereka akan membawa Aksara mengunjungi tempat-tempat bagus di Singapura. Bukan sekadar menyelesaikan tugas Bisma, tetapi membangun banyak momen indah bersama putranya. Sungguh, selama di Singapura dipergunakan Kanaya dan Bisma untuk mengasuh Aksara dengan benar dan juga melimpahkan kasih sayangnya untuk putra semata wayangnya itu.


"Akhir pekan nanti Ayah dan Bunda akan mengajakmu ke Singapore Zoo. Akhir pekan, Ayah dan Bunda sama-sama libur, jadi kita ke kebun binatang yah, Aksara mau kan?" tanya Bisma kali ini.


"Iya Ayah mau ... nanti kalau ketemu sama Syilla, aku bisa cerita kalau aku juga sudah ke Singapura sama sepertinya. Aku ingin cerita banyak hal kepada Syilla," ucap Aksara kali ini.


Kanaya dan Bisma pun saling pandang. Mereka memahami memang keluarga Raditya dan putrinya Arsyilla menempati ruangan tersendiri di hati putranya. Mereka pun bersyukur dalam empat tahun, keluarga Raditya benar-benar menyayangi Aksara dan juga Arsyilla menjadi adik dan teman yang begitu baik bagi putranya itu.


"Oke Aksara ... nanti akhir pekan yah. Sekarang mumpung kita ada di Sentosa, Aksara mau jalan-jalan dan makan-makan?" tawar Bisma.

__ADS_1


"Jalan-jalan saja Ayah ... Aksara masih kenyang tadi Bunda kan masak banyak sekali buat Aksara. Perut Aksara masih kenyang dan penuh," sahutnya.


Kanaya pun lantas tertawa, tidak mengira putranya yang dulu mengalami keterlambatan bicara. Yang memanggil dirinya dan suaminya hanya 'Yayah' dan 'Nda' sekarang bisa berbicara dan bercerita banyak hal dengannya. Kembali memiliki Aksara benar-benar membuat Kanaya begitu bahagia. Sangat bahagia!


__ADS_2