
Keesokan harinya, Bisma dan Kanaya akan mengajak Aksara ke rumah Eyang Tirta dan Eyang Hesti. Ini menjadi pertemuan pertama bagi Aksara setelah empat tahun lamanya hilang. Memang Kanaya dan Bisma yang begitu sibuk sehingga belum bisa mengajak Aksara untuk mengunjungi rumah kedua orang tua Bisma. Kali ini mereka akan berkunjung dan sekaligus memberitahukan kabar bahagia kepada Bunda Hesti dan Ayah Tirta.
Tidak lupa, Kanaya membawa berbagai buah tangan untuk mertuanya itu. Juga, Kanaya memberitahukan kepada Aksara bahwa kali ini, Aksara akan bertemu dengan kedua Eyangnya.
“Bunda, Eyangnya Aksara itu baik tidak?” tanya Aksara kali ini. Mereka dalam mobil dan dalam perjalanan menuju kediaman Ayah Tirta dan Bunda Hesti. Aksara bertanya karena ingatannya tentang Eyangnya sudah hilang, sehingga Aksara bertanya kepada Bunda nya.
“Baik dong Aksara … Eyang Kakung dan Eyang Putri itu sangat sayang sama Aksara. Dulu, saja saat Aksara masih kecil, Eyang Putri itu kasih julukan Mas Bayi loh ke Aksara. Jadi, kami itu dulu memanggil kamu Mas Bayi. Eyang sangat sayang sama Aksara,” cerita Kanaya kali ini.
Perlahan Aksara pun menganggukkan kepalanya, “O … baiklah Bunda. Aksara hanya bertanya karena Aksara tidak ingat,” balasnya. Benar yang diucapkan Aksara, dirinya terpisah dari orang tuanya di usia yang masih kecil sehingga tidak ingat dengan Eyangnya.
“Nanti kalau Eyang bertanya, dijawab yang baik ya Nak,” ucap Bisma kali ini. Setidaknya Bisma tetap mengajarkan kepada Aksara untuk bisa bersikap sopan.
“Iya Ayah … Aksara harus kenalan lagi sama Eyang,” balasnya. Harus ada upaya kenalan dan pendekatan lagi bagi Aksara dengan Eyangnya.
“Iya, tidak apa-apa Aksara. Pelan-pelan saja. Eyang Kakung dan Eyang Putri pasti bakalan senang banget bisa bertemu lagi sama Mas Bayinya yang sekarang sudah besar,” sahut Kanaya kali ini.
Hingga tidak membutuhkan waktu lama, mobil yang dikemudikan oleh Bisma telah sampai di sebuah rumah yang begitu asri, dipenuhi tanaman hijau di sana. Bisma lantas mengajak Kanaya dan Aksara untuk turun dan memasuki rumah orang tuanya.
“Permisi, selamat siang Ayah dan Bunda,” sapa Kanaya dan Bisma bersamaan.
Tidak jauh dari pintu masuk, terlihat Bunda Hesti dan Ayah Tirta yang sedang melihat saluran televisi. Bunda Hesti dan Ayah Tirta pun berdiri dan menyambut kedatangan anak-anak mereka.
“Wah, akhirnya kalian datang juga kemari untuk mengunjungi Ayah dan Bunda,” ucap Bunda Hesti sembari memeluk Bisma dan Kanaya bergantian.
__ADS_1
Lantas Kanaya memegangi bahu Aksara, “Nak, beri salam yuk kepada Eyang,” ucapnya dengan begitu lembut.
Aksara pun maju dan mengulurkan tangannya, hendak bersalaman dengan Eyang Tirta dan Eyang Hesti, akan tetapi justru kedua Eyangnya segera memeluk Aksara dengan begitu eratnya. Bahkan ada isakan tangis dari Eyang Hesti. Begitu haru bisa bertemu dan memeluk cucunya kembali. Cucu yang mereka sayangi dan gendong-gendong saat masih kecil, kini sudah tumbuh besar.
“Aksaranya Eyang,” ucap Bunda Hesti kali ini.
“Kamu mirip seperti Bisma, Aksara,” ucap Ayah Tirta kali ini.
Kanaya dan Bisma membiarkan suasana penuh haru itu untuk berlangsung sesaat. Bahkan Ayah Tirta tampak memangku Aksara kini. Aksara sudah tidak kecil lagi, tetapi justru Ayah Tirta senang memangku cucunya itu.
“Akhir penantian yang panjang ya Naya dan Bisma,” ucap Bunda Hesti lagi kepada Kanaya dan Bisma.
“Iya Bunda … akhirnya. Semua terasa mimpi bagi Naya dan Mas Bisma. Semoga saja kami tidak akan pernah terpisahkan lagi,” jawab Kanaya.
Bunda Hesti menatap wajah Aksara yang tampan, lantas dia tersenyum dan menatap kepada putranya, “Dia sangat mirip denganmu, Bisma … hanya saja kulit Aksara bersih seperti Naya. Mata, hidung, dan bentuk wajahnya mirip sepertimu,” ucap Bunda Hesti.
“Ada wajah Kanaya juga di sana juga Bunda … bibirnya mirip Kanaya, rambutnya juga. Dia anak kami berdua, jadi ada perpaduan kami berdua dalam diri Aksara. Aksara adalah anak yang baik dan hebat. Rajin bersekolah dan selalu belajar,” balas Bisma kali ini.
Kanaya lantas memberikan berbagai buah tangan untuk mertuanya itu. Sebenarnya Bunda Hesti sudah menolak supaya Kanaya tidak perlu datang dan membawa buah tangan. Orang tua yang dikunjungi anak saja rasanya sudah bahagia, jadi tidak perlu dibawakan buah tangan.
“Tidak perlu repot-repot, Nay … kebiasaan kamu sejak menjadi Istrinya Bisma tidak berubah,” kata Bunda Hesti kali ini.
“Tidak repot kok Bunda … Naya justru senang bisa memberikan sedikit oleh-oleh buat orang tua sendiri. Makasih banyak Bunda sudah menyayangi Naya seperti anak sendiri,” balas Kanaya.
__ADS_1
“Tentu … Bunda dan Ayah sangat menyayangi kamu,” balas Bunda Hesti.
Saat Kanaya mengobrol dengan Bunda Hesti, rupanya Aksara tengah diajak Ayah Tirta untuk melihat koleksi buku-buku desain arsitektur yang dimiliki Ayah Tirta. Berbagai model bangunan, desain rumah, hingga interior desain ditunjukkan Ayah Tirta kepada cucunya itu. Aksara sendiri juga senang sekali dengan semua hal yang baru baginya. Hingga Aksara lebih banyak menghabiskan waktu dengan Eyang Kakungnya.
Saat Aksara dan Ayah Tirta sudah kembali berkumpul dengan mereka barulah Kanaya dan Bisma memberitahukan kabar bahagia kepada Ayah Tirta dan Bunda Hesti.
"Ayah, Bunda, kami ke mari bukan hanya mau main, tetapi juga untuk membagikan kabar bahagia. Kanaya saat ini tengah positif hamil, jadi kita akan mendapatkan anggota keluarga baru," ucap Bisma kali ini.
"Alhamdulillah," ucap Bunda Hesti dan Ayah Tirta bersamaan.
Tentu keduanya memanjatkan puji syukur kepada Allah karena mereka akan kembali mendapatkan seorang cucu. Kebahagiaan yang Allah selipkan di hidup mereka yang setelah sekian lama berselimut duka.
"Coba periksa ke Dokter?" tanya Bunda Hesti.
"Belum Bunda, baru testpack dua hari yang lalu. Kanaya ingin memberi kabar kepada Ayah dan Bunda dulu," ucap Kanaya kali ini.
"Aksara senang mau punya adik?" giliran Ayah Tirta yang menanyai cucunya itu.
Perlahan Aksara pun menganggukkan kepalanya, "Iya Eyang … suka," balasnya.
"Semoga nanti Aksara bisa jadi Kakak yang baik dan sayang dengan adiknya yah. Mas Aksara akan punya teman bermain di rumah," ucap Bunda Hesti kali ini.
Kanaya lantas menatap Aksara, "Iya Eyang … Aksara adalah Kakak yang baik. Ya kan Mas Aksara?" tanya Kanaya kepada putranya itu.
__ADS_1
"Iya Bunda," sahut Aksara.
Rasanya begitu lega bisa memberitahukan kepada Ayah Tirta dan Bunda Hesti bahwa Kanaya tengah berbadan dua. Semoga saja kehamilan Kanaya akan berjalan lancar. Aksara juga siap menjadi kakak. Benar-benar kebahagiaan yang melingkupi dua keluarga.