Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Hidup Sederhana


__ADS_3

Acara syukuran pun di mulai dengan melakukan pengajian dan membagikan paket sembako beserta makanan untuk para anak yatim piatu dan kaum dhuafa.


Tangan ocha tak lepas dari genggaman adrian.


Pria itu seolah tak ingin jauh dari istri tercintanya.


Semua orang di sana mengenakan pakaian tertutup dan kerudung,hanya hera saja yang memang tidak suka menggunakan pakaian seperti itu.


Walaupun dia seorang muslim tapi pergaulan selama di new york cukup mempengaruhi kehidupannya saat ini.


Sesekali ia mengelus perutnya yang rata kemungkinan usia kandungannya dengan ocha tak jauh beda.


Walaupun ia mencintai revan tapi sejujurnya ia belum siap untuk hamil secepat ini.


Acara hari ini berjalan dengan lancar.


Bunda nur memberikan nasi kuning yang ia buat khusus untuk ocha.


"Nak,kamu makan ini ya tadi bunda sengaja buat untuk kamu?"ucap bunda nur.


"Terima kasih bunda"jawab ocha tersenyum dan menerima nasi itu.


"Sayang kenapa hanya di lihatin aja,ayo di makan kelihatannya enak banget tuh?"ucap adrian melirik nasi yang ada di tangan istrinya.


"Aku gak nafsu makan mas?".


Adrian terdiam sejak siang tadi ocha hanya makan dimsum dua biji saja.


Pria itu tersenyum mendapatkan cara agar istrinya mau makan.


"Ya sudah kamu tinggal nelan aja ya sayang,biar aku yang mengunyah makanan itu?"ujar adrian mengambil nasi di tangan sang istri.


"Mas jangan lakukan itu, banyak orang di sini?"ujar ocha sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan oleh suaminya.


"Aku gak peduli sayang yang penting kamu gak kekurangan asupan nutrisi".


"Ehmm suapin aku aja ya mas?"ucap ocha.


"Baiklah,ayo buka mulutnya sayang?".


Adrian mulai menyuapi istri itu,namun ada orang lain yang menatap ke arah mereka dengan pandangan tak suka.


"Cih segitu manjanya perempuan itu minta di suapi segala.


Dasar lebay?"gerutu hera dalam hati.


"Kamu kenapa her,kok mukanya di tekuk gitu?"tanya revan heran.


"Ehmm gak ada apa-apa kok van"jawab hera masih tak melepaskan pandangan pada ocha dan adrian yang duduk di depan mereka.


"Kamu mau di suapi juga,oke dengan senang hati aku akan melakukannya?"ujar revan mengikuti arah pandang dari hera.


"Ikh kamu apaan sih revan gak usah lebay deh,aku bukan perempuan manja kayak kakak iparmu itu?".


"Kak ocha bukan manja tapi karena bang adrian peka dan udah bucin sama istrinya"jawab revan terkekeh.


Para tamu undangan sudah pulang,bunda nur yang sedari tadi menangkap keberadaan perempuan bersama revan akhirnya menanyakan langsung kepada besannya itu.


"Jeng,apa perempuan itu kekasih revan?"tanya bunda nur.


"Aku gak tau jeng,revan yang kekeh banget ingin menikahi perempuan itu"ucap bu diana singkat lalu pergi menyusul suaminya.

__ADS_1


"Ada apa dengan jeng diana kok sikapnya cuek gitu?"gumam bunda nur semakin bingung.


Bunda nur akhirnya memilih untuk menyapa revan langsung.


"Halo revan apa kabar?"sapa bunda nur.


"Oh tante nur,revan baik?".


"Jangan panggil tante dong, panggil bunda aja sama kayak adrian?".


Revan mengangguk sambil tersenyum.


Lalu pandangan bunda nur beralih pada hera yang memakai baju model sabrina.


"Siapa dia revan,kok bunda baru tau?".


"Oh kenalin bunda,ini hera calon istri revan?".


"Apa jadi kamu mau menikah,kapan?.


Kok jeng diana gak kasih tau bunda tadi"cerocos bunda nur.


"Ini perempuan tua siapa sih cerewet dan kepo banget "gumam hera lirih namun terdengar oleh revan.


"Hera, kamu jangan bicara kayak gitu,bunda nut ini ibu dari kak ocha"terang revan berbisik pada hera.


"Oh pantesan kelakuannya gak jauh beda".


"Rencananya minggu depan kita akan melakukan ijab qobul saja bunda"jawab revan.


"Oh begitu,bunda doakan semua niat baik kamu berjalan lancar ya.


**Hari ini aulia sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumahnya.


Aulia hanya di antar oleh yuni karena regan sedang ada pekerjaan di kantornya.


"Yuni terima kasih ya,besok aku sudah mulai bekerja kok"ujar aulia.


"Kamu yakin besok kerja, perut kamu gimana masih sakit?"tanya yuni khawatir dengan keadaan temannya itu.


"Gak kok,aku gak ingin lama-lama bolos kerja.


Gak enak sama pak regan udah bantuin aku biayain rumah sakit"ucap aulia.


"Pak regan memang baik banget, mungkin dia akan melakukan hal sama pada karyawannya yang sakit"timpal yuni.


"Aku pamit dulu ya,aku harus balik bekerja soal ada perusahaan yang menyewa banyak jasa angkut di kantor kita?"terang yuni.


"Oke yun,besok aku akan membantu pekerjaanmu di kantor"jawab aulia.


Saat yuni sudah pulang,ia merasa kelaparan lalu menuju ke arah dapur.


Ia membuka kulkas hanya ada air putih dan susu kotak tak ada sayuran ataupun makan lain.


"Aku lupa belum belanja,mau makan apa ya.


Laper banget lagi.


Lebih baik aku keluar aja cari makanan di warung mbok tum"ujar aulia berjalan ke luar rumah menuju warung makan yang tak jauh dari rumah kontrakannya.


"Eh neng aulia kok lama gak kelihatan?"tanya seorang tetangga rumahnya.

__ADS_1


"Iya buk,saya baru pulang dari rumah sakit untuk periksa"jawab aulia.


"Oh neng aulia sakit apa?.


Kok mukanya masih pucat begitu"tanyanya lagi.


"Tensi saya turun bu"ucap aulia berbohong tak mungkin ia memberitahu orang lain tentang keadaannya saat ini pasti orang lain akan mengejeknya habis-habisan.


"Oh iya neng,tadi pagi ada ibu-ibu nyariin neng aulia di kontrakan yang lama?".


"Oh ya siapa buk?"tanya aulia dengan dahi berkerut.


"Siapa ya,saya lupa namanya bu siapa yang jelas orang itu nyariin neng aulia.


Neng aulia gak usah khawatir bukan dari pinjol kok"ujar ibu itu terkekeh.


Aulia masih berfikir siapa perempuan yang mencarinya.


Apa itu bunda nur,ia rasa itu tidak mungkin?.


"Saya sudah kasih tau alamat rumah kontrakan neng aulia yang baru, mungkin perempuan itu akan datang kembali menemui neng aulia".


"Iya buk terima kasih".


Aulia memilih tak terlalu memikirkan hal itu ia segera berjalan kembali menuju warung mbok tum.


Mata aulia berbinar melihat banyak makanan yang tersaji di warung makan mbok tum.


Warung makan yang biasanya ramai kini terlihat lengang.


"Mbok tum,saya mau pesan nasi lauk telur dan sayur sop satu ya jangan lupa pakai sambel"ucap aulia.


"Eh neng aulia,tumben gak makan lauk ayam?".


"Lagi bosen mbok tum,ingin makan pakai telur aja"jawab aulia.


Setelah mendapatkan makanan itu aulia segera mencari tempat duduk tepat berada di samping seorang ibu-ibu berpakaian glamor dengan menggunakan perhiasan di tangannya.


"Situ orang miskin ya?"ucap perempuan itu melihat aulia hanya makan sayur dan telur.


"Memangnya kenapa?"ucap aulia.


"Kayak saya dong makan lauk ikan,semur daging dan ada ayam juga"ucap perempuan itu.


Aulia hanya menggelengkan kepalanya tak menghiraukan ucapan perempuan itu.


Tak lama perempuan itu beranjak dari tempat duduknya.


Mengeluarkan sebuah kartu nama lalu meletakkan di atas meja di depan aulia.


"Kalau kamu butuh pekerjaan kamu bisa menghubungi saya,saya jamin kamu tidak akan hidup susah lagi"ucap perempuan itu tersenyum sebelum pergi membayar makanannya.


Aulia terus menatap wanita itu sampai di kasir.


Matanya melotot melihat isi dompet dari perempuan itu.


"Banyak sekali uang perempuan itu,apa ia seorang pengusaha?"gumam aulia melihat isi dompet wanita itu hampir semua uangnya berwarna merah dan biru.


Ia melihat kartu nama yang tergeletak di atas meja lantas mengambilnya.


"Eva Agustina".

__ADS_1


__ADS_2