
Mengetahui bahwa Kanaya tengah hamil, Bisma kian memperhatikan istrinya itu. Meminta supaya Kanaya tidak terlalu kecapekan dan mengelola emosinya dengan baik. Selain itu, Bisma juga sudah mewanti-wanti kepada Aksara supaya tidak terlalu mengajak Kanaya bermain yang menguras tenaga, karena Bundanya memerlukan banyak istirahat.
“Aksara, kalau main sama Bunda hati-hati yah … lebih baik bermain dan membaca saja ya Aksara. Kalau ingin lari-larian atau kegiatan yang lainnya, tunggu Ayah pulang bekerja yah?” nasihat Bisma kali ini kepada Aksara.
“Iya Ayah … Bunda tidak boleh terlalu capek ya Ayah?” tanya Aksara kali ini.
“Iya Nak … ada adik bayi yang harus kita jaga. Biar Bundanya sehat selalu,” balas Bisma.
Aksara menganggukkan kepalanya dan menatap wajah Ayahnya itu, “Kalau Bunda capek, bisa berbahaya ya Yah?” tanya Aksara lagi.
“Iya, apalagi kehamilan Bunda masih kecil. Masih Trimester pertama, jadi harus lebih dijaga dan berhati-hati,” jelas Bisma kepada Aksara.
“Baiklah … lagipula, kalau sama Bunda, Aksara cuma belajar, membaca buku, dan main lego kok Yah … enggak bermain kejar-kejaran,” balas Aksara kini.
Bisma merasa lega karena putranya itu begitu mudah untuk diberitahu, Aksara juga anak yang pengertian. Semua ini tentu memudahkan Bisma untuk membagi perhatiannya dengan Kanaya.
“Kalian baru ngapain? Serius banget sih Ayah dan Anak ini,” ucap Kanaya kini yang turut bergabung dengan suami dan anaknya di ruang keluarga.
“Eh Bunda … ini Bunda, Aksara baru cerita sama Ayah,” jawab Aksara.
“Cerita apa nih Aksara sama Ayah?” tanya Kanaya.
“Ceritain Bunda dan adik bayinya. Bunda tidak boleh capek-capek yah? Bun, Bunda kalau butuh apa-apa di rumah. Panggil Aksara saja. Aksara bisa kok membantu Bunda. Ambilkan minum air putih, camilan, atau apa pun, Aksara bisa kok,” balasnya kini.
Dalam hal ini Aksara merasa bahwa dirinya telah dewasa, sehingga bisa untuk membantu Bundanya. Jika hanya sekadar mengambilkan air minum atau apa pun yang mudah, Aksara siap untuk membantu Bundanya itu.
Perlahan Kanaya pun mengangguk dan memeluk putranya itu dengan penuh sayang, “Makasih ya Mas Aksara … kamu baik banget. Iya, nanti kalau Bunda butuh sesuatu, Bunda akan panggil Mas Aksara yah. Wah, Bunda seneng banget, adik babynya juga pasti seneng karena memiliki kakak yang sangat baik,” ucap Kanaya kini.
Mungkin bawaan hamil muda, Kanaya merasa lebih malas kali ini. Di ruang keluarga di akhir pekan itu, Kanaya hanya duduk dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Seakan tidak ingin jauh-jauh dari suaminya itu.
“Kamu kenapa nempel terus?” tanya Bisma kali ini.
__ADS_1
“Kangen,” sahut Kanaya dengan singkat.
“Setiap hari sudah ketemu loh, masak ya masih aja kangen sih?” tanya Bisma kali ini.
Kanaya pun mengangguk, wanita itu justru kian mencerukkan wajahnya di dada suaminya, sembari menghirupi aroma maskulin yang begitu segar dari tubuh suaminya itu.
“Dulu waktu aku hamil Aksara apa seperti ini sih Mas? Kenapa sekarang aku nempelin terus sama kamu kayak gini,” ucap Kanaya kali ini.
Bisma nyatanya justru tertawa, istrinya itu memang agak manja hamil kali ini. Sukanya menempel terus kepadanya.
“Enggak terlalu sih Sayang, mungkin karena kamu sudah lama tidak hamil. Jadi sekarang maunya nempelan melulu,” sahut Bisma sembari terkekeh geli.
Bisma pun berpikir mungkin kali ini istrinya sedang mengidam dan ingin menempel terus dengannya. Jika biasanya, para wanita hamil justru pusing menghirupi parfum suaminya, berbeda dengan Kanaya yang justru menempel kepada suaminya.
“Bunda kurang sehat yah?” tanya Aksara yang rupanya memperhatikan Bundanya hanya bersandar di bahu Ayahnya sekian waktu lamanya.
“Tidak Mas Aksara … cuma Bunda pengennya nempel sama Ayah,” balas Kanaya dengan jujur.
“Bunda kok lucu sih … padahal Ayah juga gak kemana-mana loh. Masak pengennya nempel Ayah terus,” balas Aksara dengan tertawa.
Aksara hanya tertawa-tawa mendengar cerita dari Ayahnya. Apa yang diceritakan Ayahnya masih terlalu jauh, sehingga anak itu hanya bisa terbahak dalam tawa. Kini Aksara justru duduk di sisi Bundanya, tangan anak itu bergerak dan mengusapi perut Bundanya yang masih rata.
“Adik yang sehat yah … jangan bikin Bunda sakit. Kasihan Bunda jika harus sakit dan kurang sehat,” ucap Aksara dengan lembut.
Hati Kanaya benar-benar menghangat mendengar perkataan dan usapan lembut tangan kecil Aksara di perutnya.
“Makasih Aksaranya Bunda … Mas Aksara pasti jadi Kakak yang baik buat adik bayi nanti,” balas Kanaya.
Selang beberapa waktu, televisi yang sedang mereka lihat menunjukkan sebuah iklan burger, melihatnya saja rasanya Kanaya sudah ingin begitu mencicipi perpaduan roti dengan beef, dan sausnya yang terasa begitu lezat dan menggugah selera.
“Mas, tiba-tiba pengen burger itu,” ucap Kanaya kali ini.
__ADS_1
Bisma lantas menatap ke arah istrinya itu, mungkinkah kali ini istrinya telah mengidam Beef Burger yang iklannya baru saja lewat di televisi mereka.
“Kamu pengen itu?” tanya Bisma.
“Ya sudah aku belikan yah … cuma sekali ini saja ya Sayang … Ibu hamil tidak boleh sering-sering makan junkfood. Tidak baik untuk janin,” sahut Bisma kali ini.
“Iya … sekali aja,” balas Kanaya.
“Aksara mau juga enggak Beef Burger kayak gitu?” tawar Bisma kepada putranya.
“Mau Ayah … sama Friend Fries boleh Ayah?” tanya Aksara kini kepada Ayahnya.
Dengan cepat Bisma pun menganggukkan kepalanya, “Iya boleh … Ayah pesankan yah buat kamu dan Bunda,” balas Bisma.
Pria itu berselancar dengan handphonenya, memanfaatkan aplikasi pesan antar makanan yang berada di gadgetnya. Memilih pesanan seperti yang diinginkan istrinya dan juga Aksara. Kurang lebih setengah jam berlalu, seorang Abang Ojek sudah tiba di depan gerbang rumah mereka dan meneriakkan.
“Paket!”
Mendengar teriakan itu, Bisma dan Aksara pun segera berjalan ke luar rumah dan menerima paket yang diantar oleh Abang Ojek tersebut. Tidak lupa, Bisma memberikan tips tambahan sebagai bentuk terima kasih kepada Abang Ojek tersebut. Setelahnya, Bisma dan Aksara kembali masuk ke rumah dan menyerahkan makanan yang diinginkan Kanaya itu.
“Ini Sayang … sudah datang nih pesanan kamu,” ucap Bisma.
Sebuah Beef Burger dengan Keju diberikan Bisma kepada istrinya itu. Setelahnya, Bisma memberikan Beef Burger dan Friend Fries untuk Aksara. Sementara Bisma sendiri memang tidak membelinya karena Bisma tidak terlalu menyukai junk food.
Rupanya baru sesaat Kanaya menerima Beef Burger itu, membuka pembungkusnya, Kanaya hanya mencium aromanya saja, setelah itu menyerahkannya kepada suaminya.
“Mas aja yang makan yah,” ucap Kanaya kali ini.
“Sudah kok Mas … cium aromanya saja sudah kenyang,” balas Kanaya kini.
Aksara pun tampak terkejut juga yang melihat Bundanya hanya sekadar mencium aroma Beef Burger itu dan menyerahkannya begitu saja kepada Bisma.
__ADS_1
“Ya sudah, aku makan yah,” balas Bisma.
Akhirnya Kanaya pun duduk dan mengamati suami dan putranya yang tengah asyik menyantap Beef Burger dari salah satu restoran cepat saji itu. Hanya sebatas melihat suami dan anaknya yang menyantap Burger itu saja Kanaya sudah merasa begitu kenyang. Ibu Hamil memang tidak bisa diprediksi, beberapa saat tadi mengidam menginginkan sesuatu, setelah dibelikan justru berkata kenyang.