Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Di Akhir Bahagia


__ADS_3

Keesokan harinya, Aksara datang ke Rumah Sakit bersama dengan Bunda Hesti dan Ayah Tirta. Aksara sendiri juga ingin melihat seperti apa wajah adik bayinya. Sebab, Aksara juga menantikan sosok adik bayinya itu.


“Adiknya cowok kan Eyang? Bunda sehat enggak ya Eyang?” tanya Aksara kepada Eyang Putri dan Eyang Kakungnya. Terlihat bahwa Aksara pun merasa khawatir.


“Iya Nak … adik kamu cowok. Sama seperti kamu. Nanti kalau adiknya makin besar diajak bermain bersama yah,” ucap Bunda Hesti kepada cucunya itu.


Terlihat Aksara yang menganggukkan kepalanya, dan tersenyum, “Iya … Eyang,” balasnya.


“Kalau Bunda kamu … sudah sehat. Palingan juga nanti sore Bunda kamu sudah boleh pulang,” balas Bunda Hesti lagi.


Begitu sudah tiba di kamar perawatan inap Kanaya, Bunda Hesti dan Ayah Tirta mengetuk pintu kamar perlahan. Mereka datang untuk menjenguk Kanaya dan bayinya hari ini.


“Masuk,” terdengar suara Bisma yang mempersilakan masuk.


Rupanya orang tuanya datang bersama dengan Aksara. Terlihat raut wajah penuh kebahagiaan dari Ayah Tirta, Bunda Hesti, dan juga Aksara sekarang ini.


“Bagaimana kondisi Kanaya?” tanya Bunda Hesti kali ini.


“Kanaya baik Bunda … sudah bisa berjalan pelan-pelan,” balas Bisma.


Metode Caesar ERACS terbukti ampuh. Jika wanita yang pasca melakukan operasi Caesar akan begitu kesakitan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa berjalan. Kanaya hari ini sudah bisa berjalan pelan-pelan.


“Alhamdulillah,” sahut Bunda Hesti. Sebagai seorang Ibu tentu saja Bunda Hesti merasa lega dan tenang jika Kanaya sembuh dengan lebih cepat.


Sementara Aksara sendiri, kini duduk di tepi brankar Bundanya. Memperhatikan Bundanya dengan penuh sayang.


“Bunda masih sakit?” tanya Aksara dengan suara yang terdengar lirih.


Terlihat Kanaya yang menggelengkan kepalanya, “Tidak Mas Aksara … Bunda sehat,” balasnya.


“Adik bayinya mana Bunda?” tanya Aksara lagi.

__ADS_1


“Sebentar ya Mas Aksara … baru di inkubator. Nanti pasti adik bayinya diantar kemari,” balas Kanaya.


Ayah Tirta kemudian melihat ke menantunya itu, “Sudah diberi nama Naya?” tanya Ayah Tirta.


“Iya, sudah Ayah … Mas Bisma yang sudah memberikan nama,” jawab Kanaya.


“Siapa namanya Bisma?” tanya Ayah Tirta lagi.


“Airlangga, Ayah … nama panggilannya Rangga,” sahut Bisma.


Ayah Tirta menganggukkan kepalanya mendengar nama yang begitu indah pilihan putranya itu. Teringat dengan nama Airlangga, tentu akan mengingatkan pada sosok raja yang disebut sebagai jelmaan Dewa Wisnu dari Kahuripan. Semoga saja, cucunya nanti menjadi seorang pemimpin yang agung dan memiliki sifat-sifat yang mulia layaknya Raja Airlangga.


“Namanya bagus,” ucap Ayah Tirta.


“Benar … Airlangga. Bagus sekali,” sahut Bunda Hesti.


Sampai beberapa saat, seorang perawat datang dan mendorong box bayi yang di dalamnya berisikan bayi Airlangga yang tentu sudah disambut oleh keluarga Pradhana itu.


“Bayinya lucu,” ucap Aksara dengan tiba-tiba.


“Iya Mas Aksara … dia adik kamu. Namanya Airlangga,” ucap Kanaya.


Sampai pada akhirnya, Bunda Hesti tampak menggendong cucu keduanya itu. Wajah penuh kebahagiaan terlihat jelas di wajah Bunda Hesti. Ayah Tirta pun merasa begitu bahagia bisa menimang cucu keduanya. Setelah itu, Bunda Hesti mendekatkan bayi Airlangga ke Aksara.


“Mas Aksara nih Dik … Masnya Airlangga nih,” ucap Bunda Hesti.


Aksara tersenyum, akhirnya tangannya kini bisa menyentuh tangan mungil Airlangga. Aksara tampak mengamati adik bayinya yang masih hobi tidur itu.


***


Keesokan harinya …

__ADS_1


Hari ini Kanaya sudah diperbolehkan untuk pulang dari Rumah Sakit. Tentu saja, Kanaya tetap harus melakukan kontrol sepekan usai melahirkan nanti. Bisma dengan telaten mendorong kursi roda yang dinaiki Kanaya saat ini. Sementara Kanaya terduduk di atas kursi roda dengan menggendong Airlangga.


“Kita pulang ke rumah ya Sayang,” ucap Bisma sembari mendorong kursi roda itu.


“Iya Mas … aku juga udah pengen pulang. Kangen Aksara,” balas Kanaya.


“Rumah kita akan kian ramai, Sayang … ada Aksara dan Airlangga. Dua jagoan kita di rumah,” sahut Bisma.


Kanaya pun lantas tersenyum, “Rumah sebesar itu, hanya aku yang wanita … sementara Ayah dan anaknya laki-laki semua. Ya ampun, pasti ramai sekali nanti,” jawab Kanaya.


“Kamu ratu di rumah kita, Sayang … wanita tercantik di rumah kita,” sahut Bisma.


Hingga akhirnya, Bisma dengan perlahan membantu Kanaya berjalan dan memasuki mobil mereka. Bisma dengan perlahan mengemudikan mobilnya, membelah kemacetan kota Jakarta menuju ke rumah mereka. Rumah yang akan menjadi lingkungan tumbuh kembang bagi Aksara dan juga Airlangga nanti.


Kurang lebih setengah jam Bisma mengemudikan mobilnya dan mereka kini telah sampai di kediaman mereka. Bisma terlihat membantu Kanaya berjalan perlahan.


“Welcome Home Bunda dan adik Rangga,” ucap Bisma.


“Makasih Ayah,” jawab Kanaya.


“Ayah, Bunda, Adik,” teriak Aksara yang terlihat bersemangat menyambut kedatangan orang tuanya membawa serta Airlangga.


“Iya Mas Aksara … sekarang Mas Aksara sudah tidak lagi Mas Bayi … sekarang sudah ada bayi,” ucap Kanaya.


“Aksara sudah menjadi Kakak, Bunda,” balas Aksara.


“Iya Mas Aksara … kamu sudah besar, sudah menjadi seorang Kakak … selalu menjadi Kakak yang baik dan juga Kakak yang selalu sayang Rangga yah,” balas Kanaya.


Dengan Kanaya yang menggendong Airlangga, dan Bisma yang menggendong Aksara. Keluarga yang begitu bahagia. Mereka berempat akan selalu menjalani hari-hari bersama dan saling menyayangi satu sama lain. Ini akhir bahagia untuk keluarga Kanaya, Bisma, Aksara, dan Airlangga.


TAMAT!

__ADS_1


__ADS_2