
Sementara itu di Panti Asuhan Kasih Ibu, nyatanya Aksara berada dalam pengasuhan yang baik. Bu Lisa, seorang yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat anak-anak yatim piatu bahkan kaum papa dirawatnya dengan begitu baik.
Mungkin ini adalah salah satu cara Tuhan menjawab doa Kanaya dan Bisma. Sekalipun, Aksara tidak berada di sampingnya, dalam pengasuhannya, tetapi ada sosok yang menyayangi dan merawat Aksara dengan tulus. Ya, Bu Lisa merawat Aksara dengan sangat baik. Wanita paruh baya itu mencurahkan kasih sayangnya untuk Aksara secara penuh.
"Aksara anak yang pinter yah. Nanti suatu saat Aksara pasti akan bertemu dengan Ayah dan Bunda yah," ucap Bu Lisa kepada Aksara saat ini.
Bocah kecil itu pun mengangguk, "Yayah Ma, Nda Naya," sahutnya.
Ya rupanya Aksara dalam ingatan bawah sadarnya masih teringat bahwa Ayahnya bersama Bisma dan Bundanya bersama Kanaya. Mungkin di dalam hatinya pun Aksara berharap bisa kembali bertemu dengan Ayah dan Bundanya, tetapi karena masih terlalu kecil, asalkan berada di tempat yang aman dan dekat dengan orang yang tidak berbahaya, maka cukuplah semua itu bagi Aksara.
Bu Lisa terasa iba melihat Aksara, bahkan di usianya yang lebih dari dua tahun, bocah itu masih belum bisa berbicara dengan lancar. Untuk itu, Bu Lisa memang mencurahkan kasih sayangnya untuk Aksara. Sebab, di panti asuhan itu usia Aksara terbilang sangat kecil dibandingkan anak-anak yang lainnya.
"Coba yuk cerita ke Ibu, Ayah Aksara bekerjanya apa?" tanya Bu Lisa.
Tidak disangka, rupanya Aksara menunjuk sebuah gambar di buku yang menunjukkan profesi seorang Dokter.
Melihat jari Aksara, Bu Lisa pun yakin bahwa orang tua Aksara, Ayahnya bekerja sebagai Dokter. Sehingga Bu Lisa berpikir tidak mungkin Aksara ditelantarkan begitu saja di taman. Mungkin ada orang tertentu yang berusaha mencelakai Aksara. Seorang Dokter memiliki profesi yang mulai, jadi sangat tidak mungkin mereka yang berprofesi mulia menelantarkan putranya begitu saja di sebuah taman.
__ADS_1
"Nama lengkap kamu siapa Nak?" tanya Bu Lisa lagi.
Akan tetapi, Aksara nyatanya tidak tahu. Yang dia tahu bahwa namanya adalah Aksara. Pikir Bu Lisa, jika Aksara tahu nama lengkapnya mungkin saja orang tua Aksara bisa dicarinya. Mengembalikan Aksara kepada orang tuanya. Akan tetapi, Aksara tidak tahu. Pikiran sederhana yang dimiliki Bu Lisa adalah seorang anak memiliki nama belakang orang tuanya, jadi dia bisa mencari dan menemukan orang tua Aksara nantinya. Namun yang terjadi, Aksara hanya tahu namanya satu kata saja yaitu Aksara.
"Aksara ... Aksara," jawabnya.
Pikir Bu Lisa, tidak mungkin orang tua akan memberikan nama untuk anaknya dengan satu kata. Oleh karena itulah, Bu Lisa juga bertanya siapa nama lengkap Aksara.
"Iya, Ibu tahu nama kamu Aksara," sahut Bu Lisa.
Kemudian Bu Lisa kembali membuka tas Aksara yang dia temukan di taman waktu itu. Dia membuka tas itu perlahan. Dahinya mengernyit saat menatap tulisan tangan di sana. 'Aksara Adhi.N'.
Bocah yang memiliki nama lahir Aksara Adhinata Pradana itu, berubah namanya menjadi Aksara Adhi Narotama. Ya, kata Narotama dipilih oleh Bu Lisa dengan mempertimbangkan huruf N terakhir di nama Aksara.
Sejak itulah, Bu Lisa mencatat nama Aksara menjadi Aksara Adhi Narotama. Kelak di kemudian hari, akan datang pasangan suami istri yang berhati hangat dan mengenal Aksara dengan namanya yang baru. Bukan nama lahirnya.
"Aksara Sayang, sini ikut Ibu, Nak," panggil Bu Lisa kepada Aksara yang saat ini sedang bermain bola.
__ADS_1
Si Aksara kecil pun tahu bila ada seseorang yang memanggil namanya, maka dari itu Aksara pun berdiri.
"Apa?" sahut Aksara dengan singkat.
"Sekarang nama kamu adalah Aksara Adhi Narotama yah, Ibu lihat di tas milik kamu ada nama kamu di sana, tetapi tidak lengkap," ucap Bu Lisa.
Aksara yang belum sepenuhnya tahu pun hanya mengangguk saja, "Ya Aksara," sahutnya. Usai itu Aksara lantas berlari dan melanjutkan aktivitasnya bermain di panti asuhan itu. Terkadang dia bermain dengan anak-anak yang usianya lebih besar darinya, terkadang ada pengasuh yang menemaninya bermain, dan terkadang Aksara juga bermain bersama Bu Lisa.
Dari jauh, Bu Lisa mengamati Aksara kecil. Begitu iba rasanya, tetapi Bu Lisa berkeyakinan bahwa suatu hari nanti akan datang orang tua Aksara yang mencari keberadaan putranya. Sekarang tugas Bu Lisa adalah mengasuh dan membuat Aksara bisa lancar berbicara. Jika seorang anak sudah lancar berbicara, maka dia akan bisa bercerita, menyampaikan keinginannya. Akan tetapi, jika seorang belum bisa berbicara, maka anak tersebut akan sulit menyampaikan perasaannya. Untuk itu, Bu Lisa bertekad akan dengan sabar membantu Aksara untuk bisa berbicara.
Keesokan harinya, Bu Lisa pagi-pagi sudah memandikan Aksara, menyuapi Aksara dengan semangkok bubur, memberikan buah bagi Aksara. Saat tengah disuapi rupanya Aksara kembali menanyakan Ayah dan Bundanya.
"Yayah, Nda mana?" tanya Aksara saat itu.
Bu Lisa pun tersenyum, "Nanti. Nanti suatu hari Aksara pasti akan bertemu dengan Ayah dan Bundanya Aksara yah. Ayah dan Bundanya Aksara baik tidak?" tanya Bu Lisa.
Dengan cepat bocah itu menganggukkan kepalanya, "Ya ... Yayah Nda baik," jawabnya.
__ADS_1
Hati Bu Lisa rasanya haru sekarang ini, Bu Lisa pun yakin bahwa orang tua Aksara adalah pribadi yang baik. Hanya saja Aksara mungkin tidak beruntung karena harus terpisah dari kedua orang tua. Bu Lisa hanya bisa berdoa semoga suatu hari nanti akan datang kedua orang tua kandung Aksara yang akan menjemput putra kecilnya dari panti asuhan Kasih Ibu ini.