Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Takdir Yang Pahit


__ADS_3

Orang tua ocha saling berpandangan lalu tersenyum melihat interaksi anak dan menantunya itu.


Ocha memang berhak mendapatkan semua ini,selama dengan arman dulu ocha sangat jarang mendapatkan perhatian.


Apalagi semenjak arman mulai menjalin cinta terlarang dengan adik angkatnya itu.


Adrian kekeh ingin menyuapi istrinya baru sesuap ocha berhenti mengunyah.


"Sayang,apa masih merasa mual?"tanya adrian cemas.


"Tidak mas, sepertinya anak kita suka di manja oleh ayahnya"ucap ocha tersenyum.


"Aku gak keberatan jika setiap makan harus menyuapi kamu sayang"ucap adrian seraya mengusap nasi yang menempel pada bibir istrinya.


"Tidak perlu mas,lagian mas harus bekerja mana bisa manjain aku terus".


"Waktu sarapan aku bisa suapi kamu,makan siang aku akan pulang dan malam aku akan pulang lebih awal begitu"ucap adrian senang.


Pria itu sama sekali tidak keberatan melakukan apapun untuk istrinya.


Ia tau kondisi istri apalagi ocha sedang hamil muda pasti sering mengalami mual dan muntah.


"Ehmm ayah dan bunda sudah selesai makan,kita duluan ya.


Kalian lanjutkan saja makan siangnya"ujar ayah bastian menarik tangan istrinya untuk beranjak dari tempat duduknya.


"Bunda mau ke dapur ya buat puding susu kesukaan ocha"ucap bunda nur.


"Terima kasih bunda"jawab ocha.


"Mas,aku udah kenyang.


Mas gantian yang makan ya".


Ocha menutup mulutnya karena bersendawa.


"Iya pasti mas makan,aku ambilkan vitamin kamu dulu sayang"ucap adrian mengambil obat pada tas ocha.


Dengan telaten adrian menyiapkan vitamin dan obat untuk ocha minum.


"Mas kenapa obatnya besar sekali aku gak bisa menelan nanti".


Ocha melihat terakhir yang masih belum ia minum.


"Aku punya cara,agar kamu bisa menelan obatnya"ucap adrian sambil menaikkan sebelah alisnya.


Ocha akan beranjak mengambil pisang untuk membantunya minum obat.


"Kamu mau kemana sayang?"tanya adrian lalu menarik tubuh ocha untuk duduk di atas pangkuannya.


"Aku mau ambil pisang di dapur mas".


Adrian memasukkan obat itu ke dalam mulutnya lalu mendekatkan wajahnya pada ocha.


Perlahan bibir adrian mengecup bibir ocha lalu bibir ranum itu terbuka segera adrian memindahkan obat yang ada di dalam mulutnya ke mulut ocha.


Ocha mau tak mau perlahan menelannya dengan lebih mudah.


Adrian melepaskan ciumannya lalu tersenyum melihat ekspresi istrinya itu.


"Bagaimana sayang,ampuh kan dengan caraku seperti ini?"ucap adrian terkekeh.

__ADS_1


Ocha mengangguk dengan pipi sudah bersemu merah.


"Mas, sepertinya ayah dan bunda tidak tau ya kalau aku hamil kembar?"tanya ocha.


"Iya sayang,aku sengaja gak memberitahu mereka soal itu.


Biar jadi kejutan waktu baby twin lahir nanti"jawab adrian tersenyum.


"Tadi di jalan aku menerima telpon dari mamah.


Dan mamah menyuruh kita ke rumah besok malam, katanya sore hari akan di adakan syukuran atas kehamilan kamu sayang"ucap adrian.


"Benarkah mas,tapi tadi bunda dan ayah kok gak ngomong sama aku ya".


"Ini semua sudah rencana mereka kok sayang dan mereka memang memutuskan melakukan syukuran di rumah orang tuaku"terang adrian.


**Sudah beberapa menit yang lalu operasi pengangkatan rahim aulia sudah selesai.


Kini aulia sudah di tempatkan ke kamar perawatan kelas dua.


Regan menunggu aulia sendiri karena yuni harus segera pulang.


Pria itu membuka tirai penyekat pada kamar aulia.


Ruangan itu terdiri dari dua kamar tidur namun kebetulan satu ranjang itu kosong karena belum terisi oleh pasien lain.


Regan berdiri di dekat ranjang aulia,ia melihat keadaan aulia merasa tak tega.


Aulia menerjapkan kelopak mata dan perlahan terbuka lebar.


Ia melihat ruangan putih dan infus di tangannya.


"Aduh kenapa perutku nyeri sekali"rintih aulia memegang perutnya bekas operasi tadi.


"Aulia kamu sudah bangun?"tanya regan lebih mendekat di samping aulia.


"Pak regan,aku dimana?"tanya aulia lagi.


"Kamu di rumah sakit kemarin kamu pingsan"jawab regan singkat.


Aulia kembali mengingat kejadian kemarin sebelum ia pingsan.


"Pak kenapa perutku rasanya nyeri"tanya aulia kebingungan.


"Jangan terus menyentuh bawah perutmu aulia.


Nanti luka bekas operasi itu tidak cepat pulih".


"Maksud pak regan aku habis operasi?"tanya aulia dengan mata membulat sempurna.


Lalu ia membuka selimut dan menyingkap baju yang ia kenakan.


Terdapat perban dengan luka yang masih basah.


"Aku sakit apa pak, kenapa bisa sampai operasi segala?"tanya aulia mulai panik.


"Kamu tenang dulu aulia,ini semua demi kebaikan kamu juga"ucap regan lirih.


"Saya sakit apa pak?"tanya aulia penuh penekanan.


"Rahim kamu sudah di angkat aulia"jawab regan menunduk.

__ADS_1


"Bapak jangan bercanda ya,aku tanya serius?".


Aulia semakin gelisah berharap apa yang regan katakan itu tidak benar.


"Maafkan aku aulia,ada gumpalan di dalam rahim kamu sewaktu dulu kamu mengalami keguguran.


Apa kamu tidak memeriksa lagi keadaan kamu sehabis keguguran itu"tanya regan.


Aulia hanya terdiam memang sewaktu ia keguguran itu,ia sama sekali tak memeriksakan diri dokter.


Ia hanya merasa senang karena bayi sialan dari hubungan dengan feri sudah tiada.


Tak menyangka akan berakibat seperti ini.


"Ini tidak mungkin pak,jadi sekarang aku mandul aku gak punya rahim"ucap aulia histeris.


"Kamu tenang aulia,ini semua demi kebaikan kamu.


Kamu harus terima dengan ikhlas"ucap regan berusaha menenangkan aulia.


"Bapak tidak tau gimana menderitanya aku depannya,aku sudah tidak memiliki rahim jadi sampai kapanpun aku tidak akan bisa punya anak"ucap aulia tak kuasa menitikkan air matanya.


"Ini semua sudah takdir tuhan,kamu harus menerimanya".


"Tidak pak,ini tidak adil.


Kenapa aku harus jadi wanita cacat sekarang"ucap aulia sesenggukan.


Regan merasa tak tega melihat keadaan aulia sekarang yang sangat terpuruk mengetahui keadaannya sekarang.


Pria itu merogoh ponsel di dalam sakunya lalu mengirim pesan pada yuni untuk menenangkan aulia.


Siapa tau yuni sama-sama seorang wanita lebih bisa menenangkan pikiran aulia.


Aulia terus menunduk,kini dirinya sama seperti ocha kakak angkatnya yang mandul dan tidak bisa memiliki anak sampai kapanpun.


Ia belum mengetahui bahwa kini ocha sudah hamil anak dari adrian.


**Di dalam sel tahanan arman sedang bergantian memijat salah satu narapidana di sana.


"Pak arman maulana,ada yang ingin bertemu dengan anda.


Mari ikut saya keluar sebentar?"ucap sipir penjaga rutan.


"Tumben ada yang jenguk loe man,siapa apa istri loe?"tanya salah satu narapidana itu.


"Entahlah aku tidak tau?"jawab arman.


"Siapa pak,yang ingin menemui saya apa seorang perempuan atau laki-laki?"tanya arman penasaran.


"Saya tidak tahu, orangnya sedang menunggu di depan.


Lebih baik kamu melihatnya sendiri?"ucap sipir mengambil borgol lalu memasangkan pada tangan arman tak lupa mengunci sel tahanan itu kembali.


Arman berjalan beriringan menuju ke sebuah ruangan tak jauh dari sel tahanan tadi.


Sipir itu membuka pintu dan nampak seseorang tengah duduk di sebuah kursi.


"Silahkan masuk anda hanya memiliki waktu dua puluh menit saja"ucap sipir menunggu tak jauh dari arman.


Arman penasaran lalu mendekati orang itu matanya membulat melihat kedatangan seseorang yang sudah lama tak ia temuinya.

__ADS_1


__ADS_2