
Saat seseorang diliputi dengan dendam, maka yang terlintas dipikirannya saat ini adalah untuk menyusun strategi demi mencelakai orang yang kita benci tersebut. Sekalipun sebenarnya, tidak ada hubungan langsung dengan orang yang kita benci. Akan tetapi, berbeda dengan Sandra, dia tahu dengan benar bahwa alasan Darren meninggalkannya adalah karena Kanaya. Sehingga wanita licik itu, menyusun sebuah rencana untuk menghancurkan Kanaya.
Terlintaslah sebuah rencana dalam pikirannya yaitu untuk menyebar masa lalu Kanaya. Terlebih wanita itu masih memiliki foto-foto Kanaya saat masih bertubuh tambun, semua foto lama itu akan dia jadikan senjata untuk menghancurkan Kanaya.
Sandra tersenyum licik, melihat beberapa slide foto yang masih tersimpan di galeri handphonenya itu. Tersimpan juga foto pernikahan Kanaya sebelumnya dengan Darren, mulailah Sandra menemukan ide cemerlang untuk menggoyangkan rumah tangga Kanaya dan Bisma.
Dengan jari-jarinya, Sandra mengunggah foto-foto masa lalu Kanaya di situs homepage Jaya Corp, tidak sampai di situ, Sandra juga membuat fake account untuk menyebarkan masa lalu Kanaya di media sosial dengan menyertakan tagging pada media sosial resmi Jaya Corp.
Fit to Fat Kanaya Salsabilla.
Ternyata, Kanaya yang sekarang menjabat sebagai Direktur Keuangan Jaya Corp sebelumnya adalah wanita tertubuh jumbo.
Kalian bisa lihat di sini ya before dan afternya.
Mungkin saja, wanita itu berhasil kurus dengan melakukan operasi plastik.
Hahhahaah ... Hello Plasstic Woman?
Mungkin saja, dia menjadi Direktur Keuangan bukan karena kemampuannya, melainkan karena dia adalah mantan menantu CEO Jaya Corp.
Tidak menunggu waktu lama karena dengan kekuatan teknologi internet dan besarnya perusahaan sekelas Jaya Corp memang membuat kabar itu tersebar dengan cepat.
...🍁🍁🍁...
Keesokan harinya, seperti biasanya Kanaya menuju ke kantornya dengan diantar oleh suaminya. Wanita itu bersikap biasanya saja, seolah hari berjalan dengan semestinya.
__ADS_1
Namun, baru saja dirinya turun dari mobil para staf memandangnya dengan mata-mata yang menyorotnya tajam. Sebagai wanita yang dulu sempat merasa begitu insecure dan selalu menjadi pergunjingan orang lain, tentu saja Kanaya sangat sadar bahwa ada yang tidak beres dengan dirinya.
Kanaya berusaha mempercepat langkah kakinya, dan dia memasuki lift untuk menuju ke ruangannya. Akan tetapi, di dalam lift, orang-orang menatapnya dengan tajam bahkan beberapa berbisik-bisik dan menggunjingkannya.
Kali ini tampaknya kecurigaan Kanaya benar, para staf di perusahaan Jaya Corp sedang menggunjingkannya. Bahkan kini dia bisa mendengar sayup-sayup omongan para karyawan di telinganya.
"Rupanya Bu Kanaya dulunya ugly banget."
"Body dari gendut terus jadi kurus gitu dari mana sih?"
"Bener ya itu wajahnya hasil Oplas?"
"Pantesan mantan menantu CEO, jadinya jadi Direktur Keuangan deh."
Dalam hatinya, Kanaya merasa begitu sesak karena kali ini dia harus kembali mengalami perundungan dan pergunjingan. Semua kenangan bagaimana dahulu dia dirundung seolah kembali berputar kembali di otaknya, dan disaat sekarang ini yang dia butuhkan adalah Bisma. Berharap suaminya kali ini bisa sedikit melegakan rasa sesak di dalam dadanya.
Dengan cepat Kanaya pun menncari nomor kontak suaminya dan menelponnya.
Suamiku
Berdering
"Mas ..." sapa Kanaya kepada suaminya dengan bibir yang bergetar.
"Ya, ada apa Sayang?" tanya Bisma yang masih berada di jalan. Dengan segera pria itu menepikan mobilnya untuk menerima telepon dari istrinya itu.
__ADS_1
Beberapa saat Kanaya tampak diam, tetapi seakan dirinya merasa benar-benar kembali pada rasa insecurenya yang sudah berapa lama hilang. Hingga akhirnya, dia pun berkata jujur kepada suaminya itu.
"Para staf di kantor memandangku dengan tatapan aneh, dan mereka merundungku. Katanya aku oplas, dulunya ugly, dan lain-lain. Bisa jemput aku, Mas? Antar aku kembali ke apartemen saja." pinta Kanaya kali ini.
Mendengar cerita dari istrinya, Bisma pun menghela napas panjang, tidak menyangka bahwa istrinya kembali dirundung. Dengan cepat, Bisma melajukan mobilnya dan berniat untuk segera menjemput Kanaya kembali. Dia sangat tahu, pasti mental Kanaya kembali goncang dan melemah. Kendati demikian, dia berharap bahwa Kanaya bisa sedikit lebih tenang.
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit bagi Bisma untuk sampai di kantor Kanaya. Yang dia lakukan adalah turun dari mobil dan berlari menuju ruangan Kanaya. Tidak menghiraukan bagaimana serial mata memandang padanya, Bisma tetap berlari mencari Kanaya.
Begitu telah sampai di ruangan Kanaya, pria itu melihat istrinya yang menundukkan kepalanya dan menumpukannya di meja. Seolah napas pria itu memburu, dan dia langsung merengkuh Kanaya dalam pelukannya dan mendaratkan kecupan di puncak kepala istrinya itu.
"Aku ada di sini Sayang … aku ada di sini. Kamu tidak sendirian lagi." ucap Bisma yang benar-benar menguatkan Kanaya saat ini.
"Antar aku kembali pulang ke apartemen aja Mas … aku izin hari ini saja." ucap Kanaya dengan wajahnya yang terlihat lesu.
Bisma mengangguk, kemudian dia membantu istrinya itu untuk berdiri. Merangkul bahunya dan menemani setiap langkah kakinya untuk keluar dari ruangannya menuju ke mobilnya. Sepanjang perjalanan, Bisma pun beberapa kali menggenggam tangan Kanaya. Dia hanya mengendalikan stir mobilnya dengan satu tangan. Seolah-olah dia tidak akan meninggalkan Kanaya seorang diri.
Begitu telah tiba di apartemen, mulailah Bisma memeluk istrinya itu. Mendekapnya dengan begitu erat. Membawa kepala wanitanya itu untuk terbenam di dadanya, dengan satu tangan yang mengusapi puncak kepala Kanaya. Membiarkan waktu begitu hening, hingga akhirnya Bisma pun membuka suaranya.
"Apa ada sesuatu yang terjadi Sayang?" tanyanya kepada Kanaya.
Tidak perlu ditanya lagi, sudah pasti Kanaya pun menganggukkan kepalanya. "Keliatannya ada sesuatu tentangku yang beredar di perusahaan. Hingga mereka semua menggunjingkan aku. Mungkin karena masa laluku yang dulu." ucapnya sembari memeluk suaminya itu.
Mendengar cerita Kanaya, Bisma pun mengambil handphonenya dan melihat ke situs homepage Jaya Corp. Juga melihat akun media sosial resmi Kaya Corp, bahkan pria itu juga mencari di pencarian media sosial dengan tagging Jaya Corp dan Kanaya Salsabilla. Sebab, biasanya dalam media sosial sebuah unggahan dengan tagging tertentu akan terintegrasi satu sama lain. Maka dari itu, Bisma pun mencari dalam beberapa unggahan terkait Jaya Corp dan istrinya itu.
Beberapa saat mencari, akhirnya yang dia cari pun dia dapatkan. Rupanya memang ada sebuah akun yang sengaja membeberkan masa lalu Kanaya dengan tubuhnya yang masih berukuran jumbo dan juga menudingnya bahwa dia bisa sampai pada karirnya saat ini karena dia adalah mantan menantu CEO Jaya Corps, yaitu Jaya Wardhana. Tanpa Jaya Wardhana, tidak mungkin Kanaya bisa sampai di puncak karirnya sekarang ini.
__ADS_1