
Aulia membuang tespek itu ke tempat sampah.
"Aku harus bicarakan hal ini pada om herman dulu.
Aku yakin ini anaknya karena selama aku menikah dengan mas arman aku tidak hamil"ucap aulia lalu mengambil tespek itu kembali menyimpannya di laci.
Aulia hari ini sengaja mengambil libur satu hari karena memang perutnya terasa tak enak dan mual.
Tepat pukul empat sore aulia tak melihat tanda-tanda kedatangan om herman ke apartemen.
Apa pria tua itu pulang ke rumah istrinya tapi kenapa dia tak mengabarinya sama sekali itu yang ada di pikiran aulia.
Bahkan aulia berusaha menghubungi om herman tapi ponsel pria itu tak menyambung.
"Lebih baik aku menyusul ke kantornya saja"ucap aulia bergegas menuju kamar mandi dan bersiap diri.
Aulia menatap dirinya di depan meja rias ia masih terlihat cantik jadi wajar kalau banyak pria yang menyukainya.
"Kenapa lama sekali?"gerutu aulia menunggu kedatangan taksi online yang ia pesan.
Aulia sengaja tak membawa mobilnya agar bisa pulang bersama herman.
Sepuluh menit kemudian taksi online yang di pesan aulia sampai.
"Mas kenapa lama sekali?"tanya aulia kesal.
"Maaf ya mbak tadi jalanan macet,karena waktu para pekerja pulang"jawab sang supir.
Tanpa menunggu lama aulia bergegas masuk ke dalam mobil menunjukkan lokasi tujuannya nanti.
Kini aulia sudah sampai di kantor besar milik herman.
Terlebih dulu ia membayar biaya taksi dan mengamati gedung yang berada di depannya saat ini.
Ini kali pertama ia datang ke kantor herman,berharap herman ada di dalam dan menemuinya.
"Perusahaan om herman sangat besar pantas saja dia mempunyai banyak uang.
Aku jadi teringat dengan perusahaan mas arman dulu.
Dan bodohnya mas arman malah menjualnya dan hanya berkerja sebagai manager bukan pemilik perusahaan"cerocos aulia.
Di dalam kantor ternyata masih ada beberapa karyawan.
"Mohon maaf ibu cari siapa ya?"tanya salah satu karyawan di sana.
"Saya bukan ibu-ibu,saya belum menikah enak saja panggil saya ibu"cibir aulia tak terima.
"Apa pak herman ada di dalam?"tanya aulia.
"Maaf kalau anda tidak berkepentingan silahkan keluar dari sini?"ucap karyawan herman.
"Saya ingin bertemu dengan beliau,kamu bilang saja aulia ingin bertemu?"ujarnya lagi.
"Mohon maaf kalau anda tidak ada janji,anda tidak boleh masuk sembarangan".
Setelah cukup lama berdebat dengan karyawan herman.
Aulia melihat herman sedang berjalan keluar bersama seorang wanita.
"Mas herman?"panggil aulia menghampiri pria itu.
"Aulia?"ucap herman terkejut melihat aulia ada di kantornya.
__ADS_1
Wanita yang berada di samping herman pun menoleh ke arah aulia.
Matanya memperhatikan wanita itu dengan tatapan tajam.
"Siapa wanita itu herman?"tanya siska adalah kakak dari istri herman.
"Ehmm dia pegawai bank,mau menawarkan pinjaman"ucap herman gugup.
"Baiklah,awas saja kalau kamu ketahuan selingkuh lagi dengan perempuan lain.
Aku akan laporkan ke pada diana dan aku yakin kamu akan di tendang dari rumah dan menjadi gembel?"ucap siska tersenyum smirk lalu berjalan keluar terlebih dahulu.
"Mas herman tunggu?"panggil aulia.
"Kenapa kamu ke sini,kalau sampai istriku tau.
Aku bakalan di tendang dari perusahaan.
Kamu bisa menungguku di apartemen?"ujar herman kesal.
"Aku ingin memberitahumu sesuatu mas?"ucap aulia.
"Terserah aku sekarang masih sibuk,nanti aku akan menghubungimu lagi.
Oh ya jangan pernah kamu datang ke kantorku lagi aulia paham?"terang herman dengan penuh penekanan.
Herman segera berjalan menjauhi aulia,ia tak ingin ada orang lain melihat dan curiga tentang hubungannya dengan aulia.
"Mas herman,ah brengsek apa kalian lihat-lihat?"ucap aulia murka melihat karyawan di sana melihat dan berbisik.
Dengan perasaan kesal aulia pergi meninggalkan kantor herman keinginan untuk pulang bersama herman sudah sirna.
Ia memilih pulang ke apartemennya saja.
"Baby kalau kamu ke sini kenapa tadi tidak pulang bersama saja.
Jadi aku tidak perlu naik taksi?"ucap aulia sambil memeluk pinggang herman.
"Aku tadi harus mengantar siska pulang dulu baru aku ke sini"jawab herman.
"Siapa wanita yang bersama kamu tadi baby,apa dia istrimu?"tanya aulia penasaran.
"Bukan,dia kakak dari istriku.
Istri ku sibuk berada di rumah mengurus anak ku yang kedua masih berusia 3 tahun?"terang herman.
"Dan sebentar lagi kamu akan memiliki bayi mas?"ujar aulia.
"Maksud kamu?".
"Iya aku positif hamil mas,ini anak kamu?".
"Tidak aulia,lebih baik kamu gugurkan bayi itu.
Aku sudah bilang hubungan kita hanya seperti ini.
Aku tidak bisa menikahimu.
Aku sudah memiliki istri dan anak"cerocos herman.
"Kita bisa nikah secara agama mas?"ucap aulia.
"Tidak aulia,lagi pula kamu masih memiliki suami jadi dia gak akan tau kalau kamu semisal hamil anakku"jelas herman.
__ADS_1
Aulia hanya terdiam apa yang di katakan herman benar adanya.
Apalagi dia tahu,arman sangat menginginkan anak darinya.
"Tapi aku mau tanggung jawab kamu sama anak ini mas.
Kamu harus memberikan aku uang tiap bulannya?"ucap aulia tanpa ragu.
"Tidak aulia, istriku sudah mulai curiga tentang pengeluaran ku belakangan ini.
Bahkan dia menyuruh orang untuk mencari tahu hal ini"jelas herman.
"Brengsek kamu mas,mau ninggalin gitu aja di saat aku sedang hamil anakmu?".
"Kamu saja yang murahan aulia, harusnya kamu menjaga diri agar tidak kebobolan begini.
Kan aku sudah peringatkan padamu habis berhubungan minum obat penunda kehamilan"bentak herman.
"Baik,aku akan pergi ke rumah mas arman saja.
Jangan salahkan aku kalau nanti aku bilang ke istrimu yang sebenarnya mas herman sayang?"ucap aulia berjalan meninggalkan apartemen.
**Kini aulia sudah berada di depan rumah kontrakan barunya yang lebih besar.
Aulia tersenyum rumah itu lebih bagus dari yang mereka tempati sebelumnya.
Tok tok tok
"Siapa sih malam-malam begini bertamu"gerutu arman karena orang aulia mengganggu tidurnya.
Arman mengucek kedua matanya tiba-tiba emosi mulai naik melihat aulia berada di depan pintu dengan wajah sembab.
"Kenapa kamu ke sini,bukankah kamu lebih memilih tinggal bersama selingkuhanmu pria tua itu"ujar arman merasa geram.
"Mas arman maafkan aku,aku menyesal telah mengatakan itu padamu?"ucap aulia dengan wajah memelas.
"Cuih"arman meludah tepat di depan aulia ia sudah muak dengan sandiwara wanita itu.
"Tolong maafkan aku mas,aku janji gak akan bermain api di belakangmu lagi.
Aku benar-benar khilaf dan menyesal mas"ucap aulia sambi memohon dan berjongkok di bawah kaki arman.
Arman tk sengaja menendang kepala aulia hingga aulia pun pingsan.
"Aulia bangun, maafkan aku.
Aku benar-benar gak sengaja buat kamu kayak gini"ucap arman panik lalu membopong aulia ke kamar.
Arman segera menghubungi dokter untuk memeriksa aulia di rumah.
Tak berselang lama seorang dokter bernama adel datang dan memeriksa aulia yang belum tersadar dari pingsannya.
Sambil berjalan mondar-mandir menunggu dokter adel memeriksa aulia.
Wajah arman terlihat sangat cemas.
"Bagaimana keadaan aulia dokter?"tanya arman khawatir.
"Sepertinya nona aulia dari siang belum makan jadi asam lambungnya naik dan lemas.
Sedangkan janin dalam perutnya harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup".
"Apa dokter janin,jadi aulia itu?".
__ADS_1