Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Mulai Tertarik


__ADS_3

Seusai sarapan bersama bersama keluarga bastian,regan pulang ke rumahnya lebih dulu ia berniat untuk mandi dan ganti baju.


Hoek hoek


Ketika regan masuk ke dalam kamarnya ia mendengar suara itu dari dalam kamar mandi.


Ia berjalan dan membuka pintu nampak istrinya sedang muntah-muntah di depan wastafel.


"Kamu kenapa sayang?"tanya regan mendekati istrinya.


"Perutku rasanya mual mas"jawab seva masih merasakan perutnya seperti di aduk-aduk.


Regan membantu istri memijat tengkuk lehernya dengan perlahan.


"Lebih baik kamu istirahat dulu, pasti kamu kecapean mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak-anak sendirian"pinta regan.


"Iya mas, sepertinya aku cuma masuk angin aja kok"jawab seva tersenyum.


"Nanti mbok inem sudah kembali dari kampung,dia akan membantumu mengurus pekerjaan rumah".


"Bagaimana keadaan ayah mas?".


Regan menghembuskan nafasnya perlahan dan menjawab "ayah mengalami kelumpuhan dek?"ucap regan memberitahu.


"Ya tuhan kasian ayah hendro".


"Iya semua ini udah takdir sayang,aku mau mandi dan siap-siap kembali ke rumah sakit kembali"ucap regan.


"Aku ikut mas ke rumah sakit ya,aku juga ingin melihat keadaan ayah di sana"timpal seva.


"Tidak sayang,kamu di rumah saja istirahat.


Kamu sendiri lagi gak enak badan".


Seva terpaksa mengangguk karena memang perutnya terkadang masih terasa mual.


**Di rumah sakit seorang wanita yaitu penumpang sopir taksi sedang di periksa oleh seseorang suster.


"Luka si tangan mbak aulia sudah membaik, kemungkinan besok anda sudah di perbolehkan pulang"ujar suster.


"Sus,apa korban kecelakaan itu selamat?"tanya aulia ingin tau.


"Iya mbak,pak hendro selamat tapi beliau mengalami kelumpuhan di kakinya"jawab suster.


"Kasian sekali,dokter untuk biaya rumah sakit saya.


Saya ingin keluarga pak hendro yang membayar semuanya.


Mereka harus bertanggung jawab soal ini semua karena saya hanya korban di sini"terang aulia.


"Baik mbak aulia,saya akan beritahu soal hal ini kepada keluarga pak hendro.


Apa mbak aulia tidak memiliki sanak saudara?"tanya suster.


"Saya yatim piatu suster dan suami saya sedang berada di penjara"ucap aulia lirih.


"Oh begitu,maaf mbak aulia saya tidak tau.


Saya permisi mau periksa pasien lain"pamit suster itu.


Setelah kepergian suster itu aulia sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Aku akan meminta pertanggung jawaban kepada keluarga hendro,aku yakin mereka orang kaya karena terlihat mobil pak hendro bukan mobil biasa"gumam aulia tersenyum smirk.


**Setelah sampai di rumah sakit regan segera menuju ke ruangan sang ayah di rawat.


Tak lupa ia membawa makanan untuk mamahnya.


"Permisi apa anda keluarga pak hendro?"tanya suster yang akan masuk memeriksa hendro.


"Iya suster,apa ayah saya baik-baik saja"ucap regan cemas.


"Ayah anda baik pak regan,ada hal lain.


Yang ingin saya sampaikan pada anda"ucap suster memberikan kertas berisi rincian biaya administrasi rumah sakit atas nama aulia.


Setelah membaca semua dahi regan berkerut untuk apa suster memberikan ini padanya.


"Siapa aulia suster,saya tidak mengenalnya?"ucap regan.


"Aulia adalah korban terserempet mobil pak hendro sebelum pak hendro masuk ke dalam jurang"terang suster.


"Oh jadi dia penumpang taksi itu?".


"Benar pak regan".


"Di mana dia di rawat sus,saya ingin melihat keadaannya?".


Suster menunjukkan letak kamar aulia di rawat kemudian masuk ke dalam ruangan hendro untuk memeriksa keadaannya.


Regan memutuskan untuk ke kamar perawatan aulia dulu.


Ia juga harus bertanggung jawab dengan wanita itu karena ayahnya tanpa sengaja menyerempet taksi yang di tumpanginya.


Dengan ragu-ragu regan mengetuk pintu dan membukanya perlahan.


Dahinya mengernyit melihat ada seorang pria cukup tampan masuk ke kamar inapnya.


"Anda siapa?"tanya aulia menatap ke arah pria itu.


"Maaf nona saya regan, keluarga dari orang yang tak sengaja menyerempet taksi yang anda tumpangi?"terang regan.


"Oh iya jadi anda adalah?".


"Saya anak dari pak hendro"timpal regan memotong ucapan aulia.


"Saya aulia?"ucap aulia mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan regan.


"Bagaimana keadaan anda nona aulia?"tanya regan.


"Saya tidak ada luka serius cuma tangan kiri saya terluka dan mendapatkan beberapa jahitan".


"Syukurlah saya akan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anda,saya sudah lunasi biaya administrasi rumah sakit nona.


Saya atas nama ayah saya minta maaf ini murni kesalahan ayah saya karena beliau mabuk pada saat mengemudi kemarin"terang regan.


"Saya sudah memaafkan anda tapi,saya kehilangan pekerjaan gara-gara beberapa hari di rumah sakit".


"Saya minta maaf atas hal itu"ucap regan melihat tatapan dari aulia yang tak wajar.


"Nanti kalau ada lowongan pekerjaan saya akan membantu anda dan menghubungi anda nona aulia"ucap pria itu lagi.


"Baiklah terima kasih pak regan"jawab aulia sembari mengedipkan sebelah matanya pada pria yang ada di depannya itu.

__ADS_1


Regan tersenyum aulia terlihat cukup cantik di bandingkan dengan rena selingkuhannya.


Rena hanya wanita malam yang sering di pakai oleh pria kesepian.


Mereka akhirnya saling bertukar nomer ponsel sebelum regan ke ruangan sang ayah.


**Kini giliran regan yang menunggu sang ayah ia sudah menyuruh ibunya untuk pulang dan beristirahat di rumah.


Regan sedang berbalas pesan dengan aulia menanyakan kepada wanita itu sudah pulang atau belum.


Regan : Aulia,apa kamu sudah sampai di rumah?".


Aulia : Aku masih menunggu taksi di jalan,seadainya ada yang mengantarku pulang.


Regan : Maafkan aku aulia tidak bisa mengantarkan kamu pulang karena ayahku tidak ada yang menjaga di sini.


Aulia : Tidak kok mas regan,besok ulang tahunku bisakah anda kita bertemu di sebuah restoran.


Aku ingin mentraktir kamu makan.


Regan : Saya tidak janji,tapi akan aku usahakan.


Ketika asyik berbalas pesan dengan aulia,regan tak menyadari ayahnya bangun dan berusaha mengambil gelas yang terletak di atas nakas yang berada di sampingnya.


Prak!


Seketika pandangan regan beralih kepada suara itu.


"Apa yang terjadi ayah?"tanya regan melihat serpihan gelas di lantai.


"Kamu gak lihat ayah haus ingin minum?.


Apa yang sedang kamu lakukan regan, sampai segitunya kamu melihat ponselmu?"tanya hendro ketus.


"Maafkan regan ayah, regan hanya mengirim pesan pada korban yang ayah serempet tempo hari".


"Siapa orang itu,aku ingin menemuinya?".


"Untuk apa ayah ingin menemuinya?"tanya regan curiga.


"Aku hanya ingin minta maaf saja".


"Pria itu sudah pulang hari ini ayah"jawab regan.


"Oh jadi dia seorang pria,aku kira dia seorang wanita"ucap hendro sedikit kecewa.


Tok tok tok


"Permisi selamat sore om hendro"sapa ocha dan adrian yang baru datang.


Hendro hanya memutar bola matanya malas melihat kedatangan mereka berdua.


"Ocha,adrian mari silahkan duduk?".


"Terima kasih regan,om hendro bagaimana keadaannya?"tanya ocha sambil meletakkan keranjang buah di atas nakas.


"Seperti yang kamu lihat"jawab hendro ketus.


"Besok ayah sudah boleh pulang kok cha,mungkin siang pas waktu jam makan siang jadi aku bisa menjemputnya"terang regan.


"Ocha ikut sedih atas kejadian yang menimpa om hendro".

__ADS_1


"Kamu sama persis dengan ayahmu,padahal aku yakin kamu senang kan melihat keadaanku sekarang yang lumpuh".


__ADS_2