Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Singapore Zoo


__ADS_3

Akhir pekan pun tiba. Sebagaimana janjinya dengan Aksara, kali ini Kanaya dan Bisma bersiap-siap dan akan mengajak putranya itu menuju ke Singapore Zoo.


Singapore Zoo sendiri adalah kebun binatang yang dulu bernama Singapore Zoological Garden. Singapore Zoo sendiri sering menjadi tujuan wisata bagi keluarga untuk mengenalkan aneka satwa di sana.


"Jadi, sudah siap hari ini ke Singapore Zoo?" tanya Bisma kepada anaknya itu.


"Iya Ayah… siap dong. Di sana bisa melihat apa Ayah?" tanya Aksara lagi.


"Ada Panda, Inuka, dan Sheba. Ada tiga tiket di sana Aksara yang Kebun Binatang biasanya, Jurong Bird Park khusus aneka jenis burung, dan Night Safari yang menyediakan tour wisata di malam hari," jelas Bisma kepada putranya itu.


"Wah, keren ya Ayah … jadi Singapore Zoo lebih bagus daripada Ragunan ya Yah?" tanya Aksara dengan polosnya.


"Iya Sayang … kita jalan-jalan aja nanti. Ingat kalau capek bilang yah," pesan Bisma kepada putranya itu.


"Ayah, jangan lupa bawa payung. Hujan bisa tiba-tiba turun di Singapore. Biar bisa tetap jalan-jalan dan lihat aneka satwa walau hujan," imbuh Kanaya.


Setelah merasa bahwa ransel yang mereka bawa lengkap dengan berbagai perlengkapan. Kini mereka memilih menaiki bus kota menuju ke arah Mandai Lake, Singapura.


Dengan menaiki bus, Kanaya, Bisma, dan Aksara bisa melihat indahnya jalanan di kota Singapura yang begitu bersih dari sampah, dan anti macet. Keadaan yang jelas berbeda dengan Jakarta yang begitu macet, dan banyak sampah di mana-mana.


"Kotanya bersih ya Bunda," ucap Aksara saat melihat jalanan yang dilalui oleh Bus itu.


"Iya Aksara, soalnya tidak boleh membuang sampah sembarangan. Bahkan di sini, warganya tidak boleh mengunyah permen karet. Bagi mereka yang melanggar akan ada dendanya. Sejumlah uang yang besar," jelas Kanaya.


Faktanya memang Singapura adalah sebuah negara memiliki begitu banyak peraturan dan warga harus menaatinya. Untuk itulah, negara Singapura begitu bersih, masyarakat bisa menaiki transportasi publik karena semuanya memang diatur. Negara kecil dengan jumlah penduduknya yang tidak banyak bisa lebih diatur, dibandingkan dengan negara besar dan jumlah penduduknya yang besar.


Sekarang mereka telah tiba di Singapore Zoo. Mulailah mereka menyisiri kebun binatang itu. Melihat aneka satwa seperti Kera, Gajah, Jerapah, dan berbagai jenis satwa lainnya. Beruntung hari itu cukup teduh, sehingga berkeliling Singapore Zoo itu begitu terik.


“Ahn Meng itu apa Ayah?” tanya Aksara.


“Oh, itu adalah Orang Utan Sumatra, Aksara. Keterangannya ada di papan informasi di sini,” tunjuk Bisma pada papan informasi yang menjelaskan tentang Ahn Meng itu.

__ADS_1


“Kenapa dari pulau Sumatra bisa berada di sini Yah?” tanya Aksara lagi.


“Orang Utan Sumatra ini sudah langka, Nak … jadi ada yang ditaruh di sini supaya tidak punah. Spesiesnya memang Sumatra karena berasal dari Sumatra, tetapi ada pula spesies ini yang ditemukan di Semenanjung Melayu,” jelas Bisma kepada putranya.


Setelahnya mereka bertiga kini menaiki trem (bus wisata) yang mengantarkannya berkeliling area demi area di Singapore Zoo. Wah, rasanya begitu menyenangkan menikmati waktu liburan bersama Aksara. Kendati hanya memanfaatkan libur di akhir pekan, tetapi wajah ketiganya terlihat begitu bahagia.


“Ayah, Bunda … Aksara mau lihat Panda dong,” ajak Aksara kali ini.


Sebagai informasi, untuk melihat Panda memang tidak perlu jauh-jauh sampai di China karena di Singapore Zoo saja ada Panda di sana. Untuk itu, Kanaya dan Bisma mengajak Aksara untuk melihat Panda.


Aksara begitu senang melihat Panda. Hewan yang selama ini hanya dia lihat di buku dan di televisi, sekarang bisa dia lihat secara langsung.


“Itu Panda yang terkenal di sini namanya Kai Kai dan Jia Jia. Panda ini dalam sebulan bisa melahap 200 kilogram batang bambu. Habitatnya juga dibuat begitu mirip habitatnya yang asli, seperti berada di alam bebas, supaya Pandanya bisa beradaptasi dengan baik,” jelas Bisma kepada putranya itu.


“Lucu sekali Ayah … warna hitam-putih, sukanya makan bambu, dia juga suka memanjat pohon. Aksara hanya bisa lihat ini di buku dan televisi, sekarang bisa melihat Panda secara langsung. Terima kasih Ayah dan Bunda sudah mengajak Aksara jalan-jalan dan melihat Panda,” ucapnya dengan begitu riang.


“Itu juga ada Inuka, Aksara,” ucap Kanaya menunjuk bagian hewan di map yang dia pegang.


“Beruang kutub, Sayang … ada juga beruang kutub di sini,” jawab Kanaya.


“Wah, mau lihat Inuka dong Bunda … koleksi hewannya di sini lengkap sekali. Aksara suka,” ucapnya.


Ketiganya lantas berjalan dan melihat beruang kutub yang bernama Inuka itu. Lagi-lagi Aksara terlihat takjub melihat binatang-binatang yang bahkan belum pernah dia lihat sebelumnya.


“Keren sekali Bunda … Aksara suka,” teriak Aksara lagi.


Kanaya dan Bisma pun bahagia. Memberikan kebahagiaan untuk anak kecil rupanya begitu sederhana. Sekadar mengajaknya melihat aneka satwa saja Aksara sudah begitu bahagia.


Di Singapore Zoo juga, Bisma mengabadikan momen mereka jalan-jalan dalam jepretan kamera. Terkadang Bisma juga meminta tolong pengunjung yang lain untuk untuk memotretkan mereka bertiga.


Akhirnya sudah seharian penuh mereka jalan-jalan di Singapore Zoo, sekarang mereka singgah ke restoran cepat saji untuk mengisi perut kosong yang sudah begitu lapar. Aksara pun ingin minum karena begitu haus usai berjalan-jalan.

__ADS_1


“Bunda suapin ya Aksara,” ucap Kanaya yang menyuapi nasi dengan Fries Chicken untuk putranya.


“Iya Bunda … padahal Aksara bisa makan sendiri,” balasnya.


“Tidak apa-apa … Bunda suka menyuapi kamu,” jawab Kanaya.


Bisma pun tersenyum melihat interaksi istrinya bersama dengan Aksara itu. Pemandangan seperti ini yang begitu menghangatkan hatinya.


Aksara lantas mengambil sebuah Friend Fries dan mencocolkannya ke saus sambal dan menyuapkannya kepada Kanaya.


“Bunda juga makan yah … Aksara suapin,” ucapnya.


Kanaya pun membuka mulutnya dan menerima suapan berupa kentang goreng dari tangan putranya.


“Makasih, Nak … jadi gimana senang jalan-jalan hari ini?” tanya Kanaya.


“Iya Bunda … senang sekali. Kapan-kapan ajak ke Garden By The Bay ya Bunda,” pinta Aksara kali ini.


Kanaya dan Bisma pun tertawa, tidak mengira putranya juga tahu tempat-tempat untuk jalan-jalan di Singapura.


“Kamu tahu dari mana Garden By The Bay, Aksara?” tanya Bisma.


“Itu tuh di map yang dipegang Bunda … mau lihat super tree,” jawab Aksara sembari menunjuk map peta wisata di Singapura yang sedari tadi dipegang oleh Bundanya.


Sontak saja Kanaya dan Bisma tertawa. Tidak mengira bahwa Aksara rupanya memperhatikan peta wisata Singapura yang sedari tadi dibawa Kanaya.


“Baiklah … mumpung kita masih di Singapura, Ayah dan Bunda akan mengajakmu untuk jalan-jalan. Nanti kalau sudah kembali ke Jakarta, kita kembali rutinitas kita berdua dan Aksara kembali ke sekolah yah?” ucap Bisma.


Aksara pun menganggukkan kepalanya, “Iya Yah … Aksara mau,” jawabnya.


Bagi Bisma selama di Singapura ini mereka akan benar-benar memanfaatkan waktu untuk bounding dengan Aksara. Membangun dan menciptakan momen yang indah bersama dengan Aksara. Menebus empat tahun waktu yang terbuang, dan menciptakan kebahagiaan bersama. Nanti jika mereka sudah tiba di Jakarta, mereka akan kembali mengerjakan aktivitas dan rutinitas mereka dan Aksara tentu akan kembali ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2