Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Belum Jera


__ADS_3

Sudah tiga hari ini keadaan aulia kian memburuk bahkan tak ada seorang pun yang menjenguknya di rumah sakit.


"Dokter kenapa sakit sekali,saya gak kuat dokter?"rintih aulia memanggil dokter yang baru datang untuk memeriksanya kembali.


"Penyakit bu aulia sudah cukup parah,kami sarankan untuk berobat ke luar negeri saja.


Alat di sini juga terbatas bu"tutur dokter.


"Dokter saya ingin keluar saja dari rumah sakit,saya tidak punya biaya lagi untuk membayar biaya rumah sakit".


"Tapi bu, keadaan anda saat ini cukup parah.


Anda masih perlu di rawat di sini".


"Dokter pikir di rumah sakit ini gratis sehingga saya hanya bisa diam sini saja.


Saya mau pulang saja.


Obat pereda nyeri yang dokter berikan sudah lumayan cukup untuk menahan rasa sakit saya sebentar".


Aulia bangkit dari tempat tidurnya lalu mengambil tas berjalan perlahan keluar dari rumah sakit itu.


"Aku harus bertemu dengan mas arman di penjara dulu,aku ingin minta maaf kepadanya"ucap aulia sembari menunggu kedatangan taksi.


Di sepanjang perjalanan aulia terus merintih kesakitan.


Ia baru ingat belum meminum obat pereda nyeri yang di berikan dokter kepadanya.


Aulia mengeluarkan botol minum dari tasnya lalu mengambil obat untuk diminum.


"Neng kita mau kemana ya?"tanya sopir taksi.


Aulia memberikan alamat tujuannya kepada sang sopir taksi.


Merasa sedikit reda bawah perutnya sudah tidak lagi sakit.


Lima belas menit kemudian aulia sampai di rutan tempat arman di tahan.


Ia berjalan sambil menenteng tas masuk ke dalam rutan tersebut.


Ada seorang petugas menanyai apa maksud kedatangan aulia ke sini.


Setelah itu aulia di bawa ke ruang tunggu untuk menemui narapidana.


Sambil menunggu aulia memilih untuk mengecek ponselnya.


Ternyata ada pesan dari mr axel pelanggan baru bar yang terakhir kali ia temui.


**Di dalam sel tahanan arman di panggil sayang seorang sipir memberitahu ada seorang wanita yang ingin menemuinya.


Arman mengangguk dan berfikir orang itu adalah ibunya.


Pria itu kini sudah terlihat sehat kembali setelah menjalani beberapa hari perawatan di rumah sakit.


Namun tetap saja tubuhnya yang awalnya kekar kini terlihat sangat kurus dan tidak terawat.


Arman melihat seorang perempuan sedang duduk membelakanginya sambil memegang ponsel di tangannya.


"Kamu siapa?"tanya arman.


Aulia meletakkan ponsel di dalam tas lalu membalikkan badannya ke arah arman.


"Aulia"lirih arman.


Aulia mematung mengamati pria yang kini sedang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Wajah dan tubuh arman sangat terlihat berbeda membuatnya sedikit ilfil.


"Iya mas,ini aku"jawab aulia singkat.


Arman berjalan mendekati aulia lalu akan memeluk wanita itu.


Aulia sedikit menjauh karena baju arman terlihat lusuh dan bau.


"Kamu pasti ilfil sama penampilan aku sekarang ya.


Aku selama di sini sangat menderita aulia.


Aku hidup sendirian"tutur arman sendu.


"Aku tau mas,aku di sini minta maaf atas semua kesalahanku sama kamu"ucap aulia lirih.


"Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu aulia.


Dan aku siap jika kamu ingin pergi meninggalkanku"timpal arman.


"Tidak mas,aku pun juga tidak punya siapa-siapa lagi sekarang.


Dan aku juga tidak punya tempat tinggal"ujar aulia.


Karena beberapa hari yang lalu rumah kontrakan yang ia beli terpaksa ia jual lagi untuk membayar biaya rumah sakit.


Yang kini ia punya hanya ada sisa dari penjualan mobil bekasnya.


Arman pun merasa iba melihat keadaan aulia sekarang.


"Aulia sayang apa kamu sedang sakit?.


Kenapa wajah kamu pucat sekali?tanya arman memperhatikan aulia dari dekat.


"Ehmm iya masa,aku beberapa hari di rawat di rumah sakit?"jawab aulia lirih.


"Tidak mas,ada penyakit lain yang saat ini menggerogoti tubuhku mas.


Dan mengancam nyawaku"ucap aulia tak dapat menahan air matanya.


Arman mengusap air mata aulia dengan tangan kanannya.


Ingin sekali ia memeluk aulia tapi aulia selalu menjauhinya.


"Apa maksud kamu,apa penyakit yang kamu alami separah itu.


Aku yakin semua penyakit ada obatnya.


Bukankah kamu masih memiliki tabungan untuk berobat?"tanya arman panjang lebar.


"Semua itu sudah habis mas,kamu pikir aku bayar kontrakan dan makan sehari-hari pakai apa?.


Sedangkan pekerjaanku hanya pegawai swasta".


"Kasian sekali kamu aulia,andai aku bisa membantumu saat ini".


"Kamu memang laki-laki gak berguna mas"umpat aulia dalam hati.


"Aku tidak punya rumah untuk tinggal sekarang mas.


Apa aku harus tinggal di tepi jalan kayak gelandangan"ujar aulia merasa bersedih.


"Kamu lebih baik tinggal dengan ibuku aja ya.


Kebetulan beliau saat ini ada di jakarta"ucap arman sambil mengusap bahu aulia.

__ADS_1


"Tapi mas, bukankah bu yunita itu ibu angkat kamu?".


"Iya mamah yunita memang ibu angkat aku,tapi dia baik kok.


Kamu gak perlu khawatir,besok aku akan hubungi dia agar kamu bisa tinggal di sana lebih dulu"ucap arman lalu meminjam ponsel aulia sebentar untuk menghubungi ibunya.


"Kok gak di angkat ya, perasaan nomernya benar?"gumam arman tak kunjung mendapat jawaban dari sang ibu.


"Mungkin ibumu lagi sibuk mas".


"Iya aulia kamu benar,aku akan mengirimkan pesan padanya saja agar meneleponku melalui nomer di rutan sini"putus arman.


"Pak arman waktu jenguk anda sudah habis,mari ikut saya kembali ke ruang tahanan"ajak seorang sipir menghampiri mereka berdua.


"Besok aku hubungi lagi aulia, untuk sementara kamu tinggal dengan temanmu dulu"ucap arman sebelum pergi.


"Baik mas, sampai jumpa besok".


Aulia menatap kepergian arman lalu menghembuskan nafasnya kasar.


"Aku harus tidur dimana ya malam ini,apa aku tinggal di rumah yuni dulu".


Aulia masih terus berfikir dan merasa bimbang.


Ia tak ingin tidur di jalanan sementara uangnya tidak cukup untuk menyewa kamar hotel.


Terdengar suara notifikasi pesan dari ponsel aulia.


Mr axel : aulia apa kamu sedang sibuk?.


Bisakah kita bertemu sekarang?.


Aulia tersenyum lantas langsung membalas pesan dari pria kaya itu.


Aulia : saya tidak sibuk mr axel,kita ketemuan dimana?.


Tak lama mr axel membalas pesannya.


Mr axel : temui aku di apartemen merdeka nomer 122.


Aulia segera beranjak meninggalkan tempat itu dan menuju apartemen yang di maksud oleh mr axel.


Namun sialnya aulia tak kunjung mendapatkan tumpangan.


Tak ada taksi atau tukang ojek yang lewat.


Hanya aja bajaj dan angkutan umum saja.


Daripada tidak jadi pergi aulia akhirnya terpaksa naik angkutan umum menuju apartemen.


Walaupun harus duduk berdesakan dengan banyak orang di dalam angkutan itu.


Pengap dan panas sangat aulia rasakan karena ini kali pertama ia menaiki kendaraan seperti itu.


**Di dalam kamar hotel mr axel tak sabar menunggu kedatangan aulia namun tak kunjung kelihatan.


Akhirnya ia menghubungi wanita lain terlebih dahulu untuk menemaninya di apartemennya.


Setelah beberapa menit di perjalanan yang tidak menyenangkan menurut aulia ia pun sampai di depan apartemen tujuannya.


Aulia segera masuk dan mencari kamar mr axel.


Beberapa kali aulia mengetuk pintu akhirnya pintu itu terbuka dengan seorang wanita yang hanya melilitkan tubuhnya dengan selimut.


"Anda siapa ya?"tanya perempuan itu.

__ADS_1


"Justru saya yang bertanya anda siapa,kenapa ada di dalam kamar mr axel?"tanya aulia balik sambil menatap tajam kearah wanita itu.


"Biarkan wanita itu masuk".


__ADS_2