Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Memberitahu Aksara Kabar Kehamilan Kanaya


__ADS_3

Mempersiapkan kehamilan bukan hanya diperlukan oleh Bisma dan Kanaya, tetapi juga untuk Aksara. Mengetahui bahwa Kanaya positif hamil, pasangan orang tua itu berniat utnuk memberitahukan kepada Aksara. Kali ini, kedua orang tua itu memilih untuk mengajak Aksara untuk berdiskusi dan bercerita bersama.


Sore hari saat Bisma dan Kanaya selesai dari bekerja, mereka mengajak Aksara untuk bersantai di taman serambi rumah. Memberitahu kabar bahagia dalam suasana santai tentu akan bisa diterima oleh Aksara. Lagipula, Aksara sudah berusia 7 tahun. Setidaknya bisa lebih mudah untuk diberitahu sesuatu.


“Aksara, Bunda dan Ayah ingin cerita sama kamu,” ucap Bisma kali ini kepada anaknya.


Aksara pun menganggukkan kepalanya dan turut duduk bersantai di atas rumput yang berada di taman serambi rumahnya. Suasana sore itu begitu santai. Angin bertiup dengan sepoi-sepoi dan keluarga kecil itu tampak bersantai bersama.


“Ya, ada apa Ayah?” tanya Aksara kali ini. Aksara terlihat penasaran dengan apa yang hendak diceritakan Ayahnya kepadanya.


“Begini Nak … Ayah lihat kamu kan begitu sayang dengan Arsyilla. Misalnya kalau Bunda memiliki adik bayi bagaimana?” tanya Bisma kali ini.


Sang Ayah itu berusaha mengajak Aksara berdiskusi, tidak serta merta memberitahu Aksara jika Bundanya tengah berbadan dua sekarang ini.


Terlihat jelas Aksara yang tengah berpikir sekarang ini. Anak itu terlihat beberapa kali diam dan mencoba mencerna ucapan Bisma.


“Sebenarnya Aksara sukanya adiknya Syilla saja sih Ayah … kan dia baik, cantik, dan lucu,” jawab Aksara dengan tiba-tiba.


“Misalkan Bunda memiliki adik baby gimana?” tanya Bisma lagi kali ini. Setidaknya Bisma ingin tahu perasaan dan jawaban Aksara. Meminta putranya itu untuk berbicara dan mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu.


“Apa Bunda sedang mengandung?” Aksara yang justru giliran bertanya kepada Bisma. Saat ditanyai seperti itu, Aksara pun merasa bahwa Bundanya saat ini tengah hamil.

__ADS_1


Perlahan Bisma pun mengangguk dan menyentuh perut Kanaya yang masih rata. “Bunda sedang hamil, Aksara … di dalam perut Bunda ini ada kehidupan baru, dia akan menjadi adik kamu,” jelas Bisma dengan pelan-pelan kali ini kepada Aksara.


“Mas Aksara mau tidak punya baby? Punya adik?” Kali ini giliran Kanaya yang bertanya kepada Aksara.


“Ya, kalau Bunda sudah hamil berarti kan itu akan menjadi adiknya Aksara,” balas Aksara kali ini.


Bisma tampak menatap putranya itu. Setidaknya dia harus perasaan Aksara sekarang ini. Sebab, si adik akan menjadi anggota keluarga baru untuk mereka bertiga. Sekaligus, Bisma harus mempersiapkan Aksara menjadi seorang Kakak.


“Jadi, bagaimana?” tanya Kanaya kini. Kanaya pun ingin memahami perasaan Aksara. Sebagai seorang Ibu, Kanaya akan merasa lega jika Aksara pun bisa menerima kehamilannya dan memiliki seorang adik nantinya.


Perlahan Aksara pun menatap raut wajah kedua orang tuanya itu. Akhirnya, Aksara pun memberikan anggukan samar.


“Iya Bunda … tidak apa-apa. Hanya saja Aksara akan tetap sayang kepada Syilla,” balas Aksara kemudian.


“Iya Aksara … sekalipun kamu sudah punya adik, kamu tetap boleh sayang sama Syilla kok. Kenapa sih kok Mas Aksara ini begitu sayang kepada Syilla?” tanya Kanaya kali ini.


Sebuah pendekatan untuk mengetahui isi hati anak adalah dengan mengajaknya mengobrol dan mendengarkan cerita si anak.


“Aksara sayang saja Bunda … Aksara tahu Syilla dari masih bayi sampai dia berusia 4 tahun. Arsyilla itu cantik, baik, dan lucu. Ya, Aksara sayang saja sama Arsyilla,” balas Aksara.


Jawaban yang sederhana dari seorang anak berusia 7 tahun. Mereka terkadang tidak membutuhkan alasan untuk menyayangi seseorang karena hatinya yang memilih untuk menyayangi seseorang. Anak-anak dapat begitu mudahnya menyayangi orang lain.

__ADS_1


“Baiklah … Aksara boleh selalu menyayangi Syilla. Akan tetapi, nanti Aksara juga sayangi adik bayinya yah … adiknya nanti bisa menjadi teman bagi Aksara. Bisa diajak bermain dan belajar,” jelas Kanaya kali ini.


Perlahan Aksara pun menganggukkan kepalanya, “Iya Bunda … Aksara juga akan sayang sama adik.” Aksara memberi jawaban yang melegakan Kanaya dan Bisma.


Ya, kedua orang tua itu merasa bahagia karena Aksara bisa menerima kenyataan bahwa Bundanya sekarang tengah hamil. Selain itu, Aksara juga berkata bahwa akan menyayangi adiknya. Sehingga Kanaya dan Bisma benar-benar merasa lega sekarang ini.


“Ayah dan Bunda berjanji bahwa kami akan selalu menyayangi kamu, Mas Aksara,” ucap Kanaya kali ini.


Lantas Aksara pun memberikan anggukan samar kepada kedua orang tuanya, “Iya … Aksara juga akan selalu menyayangi Ayah dan Bunda, juga nanti Aksara akan sayang kepada adik,” balasnya.


Perkara Aksara telah usai. Dengan mengobrol bersama dan mendengarkan cerita dari Aksara, akhirnya Aksara pun tidak masalah jika Ayah dan Bundanya memberikannya seorang adik. Langkah selanjutnya adalah melibatkan Aksara dalam proses kehamilan Kanaya.


“Baiklah … karena Mas Aksara sudah setuju, besok temanin Bunda ke Dokter untuk cek kondisi babynya mau tidak?” tawar Kanaya kali ini.


Aksara lantas menganggukkan kepalanya, “Iya Bunda … mau, tetapi setelah Aksara sekolah yah. Aksara harus sekolah yang rajin supaya pintar,” jawab Aksara.


Kanaya dan Bisma pun tertawa, rupanya putranya itu begitu rajin dan ingin selalu sekolah. Semoga saja, Aksara sampai dewasa nanti bisa memprioritaskan pendidikannya dengan baik.


“Oke … besok Ayah akan daftarkan ke Dokter Kandungan yah … Bunda kamu sudah punya Dokter yang baik, Nak … namanya Dokter Indri. Dia dulu yang selalu memeriksa kondisi kamu saat kamu masih di dalam perutnya Bunda. jadi, nanti kita ke Dokter Indri lagi, biar Bu Dokter yang akan memeriksa Bunda dan calon adik kamu. Dokternya baik dan juga pintar, siapa tahu nanti Aksara waktu besar mau jadi Dokter yang hebat,” cerita Bisma kali ini.


“Mengandung Aksara dulu sakit tidak Bunda?” tanya Aksara kali ini kepada Bundanya.

__ADS_1


“Tidak sakit, Mas Aksara … justru Bunda sehat sekali saat mengandung kamu. Justru Bunda itu sangat senang saat mengandung kamu karena Bunda dan Ayah dipercaya sama Allah untuk memiliki seorang putra. Bunda menjalani kehamilan Bunda dengan penuh syukur dan sukacita. Kamu benar-benar berharga bagi Bunda,” cerita Kanaya kepada Aksara.


Sebab, saat dirinya mengandung Aksara dulu, dirinya begitu sehat dan tidak mengidam apa pun. Kanaya berharap semoga saja di kehamilannya yang kedua kali ini, dirinya juga akan selalu sehat dan bisa melahirkan dengan selamat sampai hari perkiraan lahir nanti. Sekarang, kehamilan akan terasa berbeda karena dirinya sudah memiliki Aksara. Semoga saja, semuanya bisa benar-benar dengan baik dan sesuai dengan apa yang mereka harapkan bersama.


__ADS_2