Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Perkembangan Kasus Darren


__ADS_3

Di Kantor Kepolisian ...


Penyidik tengah melakukan investigasi terhadap Darren. Operasi tangkap tangan yang menyeretnya benar-benar membuat pria itu pertama kali dalam hidup harus merasakan dinginnya lantai dan tembok dalam jeruji besi. Bahkan wajah pria itu terlihat begitu lesu saat masih harus menjawab serangkaian pernyataan dari tim penyidik.


"Bagaimana Pak Darren, apa Anda benar-benar terlibat dengan kasus suap dengan salah satu Kepala Daerah ini? Wakil Direktur Anda sendiri yang sebelumnya mengucapkan bahwa Anda adalah orang dibalik semua ini?" tanya Handika, seorang penyidik dari kepolisian.


Pria itu melakukan investigasi tentunya untuk mendalami kasus suap tersebut dan juga mendapatkan bukti yang bisa membuktikan bahwa kasus suap antara Wakil Direktur Pemasaran yang menyeret Darren itu benar adanya. Selain itu, investigasi dilakukan untuk memperoleh jawaban dari saksi, saksi pun sewaktu-waktu bisa dinaikan statusnya menjadi tersangka.


Jika dunia sedang jungkir balik, maka itulah yang dialami Darren sekarang ini. Pria yang semula bersikap dengan begitu arogan dan juga suka menghamburkan uangnya hanya untuk memberikan apa yang Sandra mau, asalkan hasratnya bisa tersalurkan. Kini, pria tersebut harus merasakan dinginnya tembok penjara. Sebuah tempat yang bahkan tidak pernah terlintas dalam benaknya. Masih saat penyidikkan berlangsung, Darren mengangkat wajahnya guna menatap wajah sang penyidik tersebut, “tidak Pak, semua kasus suap itu tidak ada hubungannya dengan saya.” jawab Darren dengan nampak sungguh-sungguh.


Sang penyedik kemudian mengeluarkan berbagai bukti fisik, yang dia dapatkan, “sayangnya Anda tidak bisa mengelak Pak Darren, semua bukti ini mengarah kepada Anda. Bukti transaksi ini, bukankah ini adalah nomor ATM Anda?”


Semua bukti fisik yang disodorkan oleh sang penyidik, membuat Darren seketika gelagapan. Ingin berkilah pun tidak bisa karena semua bukti sudah berada di depan mata. Bagaimana pun bukti fisik yang dimiliki pihak kepolisian kian menyudutkan posisinya saat ini. Yang bisa Darren lakukan adalah mengikuti persidangan kasusnya dan berharap bahwa dia tidak akan menerima vonis terlalu lama.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


Sementara itu, di kediaman Jaya Wardhana. Papa Jaya benar-benar berada di titik terendahnya bukan sebagai seorang CEO,tetapi sebagai seorang Papa. Pria paruh baya itu merasa gagal dalam membesarkan Darren. Dia yang selama ini tidak pernah berlaku serong, anaknya justru terlibat dalam kasus suap. Dia yang setia hanya dengan istrinya, Sasmita, sementara anaknya justru berlaku tidak setia, bahkan memiliki wanita penghangat ranjang. Dalam lubuk hatinya yang terdalam, Papa Jaya merasa begitu sedih dengan situasi yang saat ini dia alami.


Untunglah di saat dia merasa berada di titik terendahnya, ada Mama Sasmita yang selalu mendukungnya, “Pa … jangan terlalu dipikirkan. Mama tahu dengan pasti kalau Papa akhir-akhir ini begitu mengkhawatirkan Darren. Akan tetapi, biar semua ini menjadi pembelajaran buat anak kita, Pa. Kalau Papa mau membantu, cukup sediakan pengacara untuk Darren. Biarkan pengacara yang akan membelanya.” ucap Mama Sasmita yang berusaha menenangkan Papa Jaya.


Tampak Papa Jaya menghela napasnya yang terasa begitu sesak, di sisi lain Darren adalah putranya, sementara di satu sisi hukum memang harus ditegakkan. Mendengarkan ucapan Mama Sasmita, Papa Jaya pun mengangguk, “Baik Ma … Papa akan meminta pengacara untuk membantu Darren. Bantuan Papa hanya sampai di situ, selebihnya biar hukum yang berbicara. Sekaligus di dalam sana Darren bisa belajar dan menyadari kesalahannya.” ucap Papa Jaya sembari menatap wajah Mama Sasmita.


“Benar Pa … setidaknya Darren juga akan memetik hikmahnya di dalam sana. Menyadari bahwa tindakan yang dia lakukan itu salah. Biarkanlah hukum yang bertindak. Mungkin orang lain akan mengecam kita sebagai orang tua yang kejam, tetapi mencintai anak bukan berarti membiarkan anak yang berdosa dan berbuat semau-maunya sendiri bukan? Dalam hukuman pun ada kasih sayang kita berdua untuk Darren.” Mama Sasmita berbicara dengan begitu tenang kepada suaminya itu.


Mungkin saja para crazy rich yang tersandung kasus hukum akan segera mencari cara supaya keluarganya tidak terjerat dalam jeruji besi. Akan tetapi, Papa Jaya justru menyerahkan semua kasus yang berlaku kepada pihak penegak hukum. Jika memang Darren terbukti bersalah, sebagai seorang Ayah, dia akan menerima dengan lapang dada, sekalipun dia tidak ingin anaknya terlalu menderita.


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


Sementara itu, Kanaya di rumahnya hanya benar-benar memanfaatkan waktu seharian di hari liburnya untuk bergelung di atas tempat tidurnya. Efek jatuh cinta dan merasakan ciuman pertama membuat gadis itu beberapa kali tersenyum sendiri. Jatuh cinta memang berjuta rasanya, dan itu yang dialami Kanaya sekarang. Baru saja gadis itu melamun dan tiba-tiba tersenyum, kini beberapa pesan masuk ke dalam handphonenya. Gadis itu tersenyum saat mendapati Bisma lah yang mengirimkan pesan untuknya.


[To: Kanaya]


[Nay, kamu senggang enggak?]


[Ayah dan Bunda mengundangmu untuk makan malam ke rumah.]


[Siap-siap ya, 1 jam lagi aku jemput.]


Setelah membaca pesan dari Bisma itu yang Kanaya lakukan adalah melompat seketika dari tempat tidurnya, gadis itu memilih berlari menuju kamar mandinya. Jika, beberapa hari lalu, dia datang ke rumah Bisma benar-benar tanpa persiapan, bahkan belum mandi. Kali ini, Kanaya akan mempersiapkan diri lebih pantas dan juga rapi. Dalam hatinya, gadis itu menenangkan dirinya sendiri, “semoga kali ini Bunda dan Ayahnya Bisma benar-benar menerimamu, Nay … semoga mereka tulus menerimamu.” gadis itu bergumam dalam hati sembari membasuh wajahnya dengan menggunakan facial foam di depan cermin yang berada di kamar mandinya.


Kali ini Kanaya akan benar-benar mempersiapkan dirinya secantik dan serapi mungkin, gadis itu sembari terus berdoa di dalam hatinya semoga kedua orang tua Bisma benar-benar menerimanya dengan tulus. Tidak dipungkiri, Kanaya masih ragu. Masih ada rasa takut karena statusnya yang adalah seorang janda. Sebuah status yang cukup memberatkan, tetapi Kanaya kembali mengingat bahwa Bisma selama ini sangat tulus dan sungguh-sungguh padanya. Oleh karena itulah, Kanaya pun juga akan turut berjuang bersama dengan Bisma. Berusaha untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua Bisma. Sebab, dalam sebuang hubungan bukan hanya satu pihak yang harus berjuang, kedua belah pihak harus saling berjuang untuk mewujudkan impian mereka. Kanaya pun mau untuk berjuang bersama Bisma.

__ADS_1


Tidak ingin melewatkan kesempatan di depan mata, Kanaya akan memastikan bahwa dia kali ini akan benar-benar menunjukkan kepada kedua orang tua Bisma bahwa tidak semua janda berperilaku negatif. Masih banyak juga janda-janda di luar yang senantiasa menjaga harkat dan martabatnya. Sama seperti Kanaya, dia sebenarnya masih gadis, hanya saja statusnya yang adalah seorang janda.


__ADS_2