Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Saturdate


__ADS_3

Beberapa hari setelahnya, Kanaya dan Bisma memilih mengisi hari libur di akhir pekan mereka dengan berjalan-jalan di sebuah Mall di pusat Ibukota. Jika biasanya, pasangan tersebut lebih banyak menghabiskan waktu di apartemen sekadar untuk cleaning day, menonton film kesukaan melalui streaming, atau memasak bersama, kali ini rupanya Kanaya yang tengah hamil justru ingin berjalan-jalan ke sebuah Mall.


Sebagai suami yang baik dan pengertian pun, Bisma tidak keberatan menemani istrinya itu berjalan-jalan ke Mall. Lagipula, memang selama ini Kanaya juga termasuk wanita yang jarang menghabiskan waktunya untuk ke pusat perbelanjaan. Menurut Bisma, mungkin saja istrinya itu sedang dalam fase ngidam, sehingga tiba-tiba ingin berjalan-jalan ke Mall.


“Kamu ingin beli apa Sayang?” tanya Bisma sembari menggandeng tangan istrinya itu berjalan-jalan mengelilingi Mall di siang hari itu.


Kanaya justru menggelengkan kepalanya, “Aku belum tahu, cuma pengen jalan-jalan saja. Mungkin babynya yang pengen kali ya Mas.” ucapnya sembari mengapit lengan suaminya itu.


Bisma pun tersenyum, dan beberapa kali pria itu justru menggerak-gerakkan dagunya di puncak kepala istrinya itu, “Ya sudah, jalan-jalan saja enggak apa-apa. Kalau pengen sesuatu bilang ya. Mau beli lipstik yang Kiss Proof lagi juga boleh Sayang.” ucapnya sembari tersenyum lebar kepada istrinya itu.


Sebuah perubahan yang cukup drastis bagi seorang Bisma, bagaimana pria itu sekarang jadi menyukai lipstik yang kiss proof, mungkin semua itu terjadi karena sekarang dia seolah begitu candu dengan bibir istrinya yang seolah-olah memanggil-manggilnya untuk menciuminya setiap saat.


“Oke Mas Dokter … nanti aku bakalan bilang kalau pengen sesuatu. Lipstisk yang kamu belikan di Dubai dulu saja masih Mas, enggak habis-habis kok. Sekarang kamu suka aku make lipstik yang kiss proof ya Mas?” ucapnya sembari menganggukkan kepalanya.


“Kamu kok lucu sih Sayang, panggilnya Mas Dokter kenapa enggak Mas Bisma, atau Mas aja gitu? Ya enggak juga sih, tanpa lisptik pun bibir kamu sudah pink alami, pengennya diciumin terus.” tanyanya sekarang kepada istrinya itu.


Kanaya justru tertawa dan menggelengkan kepalanya, “Soalnya kalau yang memanggil Pak Dokter kan sudah banyak, aku manggilnya Mas Dokter saja.” jawabnya sembari tertawa.

__ADS_1


Sementara Bisma pun tampak menerima saja alasan yang disampaikan istrinya itu. Lagipula, asal istrinya nyaman dan bahagia, dia merasa tidak masalah. Dalam hatinya, memang istrinya itu justru memanggilnya dengan panggilan unik, dan dia bisa menerimanya.


Kanaya agak memperlambat langkah kakinya saat melihat sebuah outlet yang menjual beberapa pakaian bayi yang lucu-lucu, bahkan wanita itu pun tersenyum sendiri. “Mas, lihat tuh pakaian baby nya lucu-lucu ya.” ucapnya sembari menunjuk pada beberapa pakaian bayi yang terlihat begitu lucu.


“Iya … kamu mau beli?” tawarnya kepada istrinya.


“Enggak … dulu almarhum Bundaku pernah bilang, kalau hamil belum berusia 7 bulan jangan membeli apa-apa dulu, pamali katanya.” cerita Kanaya kepada suaminya itu. Faktanya memang ada cerita yang terjadi turun temurun di masyarakat bahwa tidak baik membeli berbagai perlengkapan bayi sebelum usia kehamilan menginjak 7 bulan. Maka dari itulah, Kanaya pun juga sekadar menunjuk saja jika pakaian bayi itu lucu, tetapi belum berniat untuk membelinya.


“O … kirain apa, jadi nanti kita mulai beli-beli buat si baby setelah kandungan kamu berusia 7 bulan ya Sayang?” tanyanya kepada Kanaya.


Dengan cepat, Kanaya pun menganggukkan kepalanya, “Iya … kalau sudah berusia 7 bulan, baru beli-beli buat babynya ya Mas.”


“Beli apa?” tanya Kanaya yang kaget kenapa tiba-tiba suaminya itu harus berbisik-bisik kepadanya.


Pria itu pun seolah menunjuk dengan dagunya, “Itu … di sebelah kamu.” ucapnya masih dengan suara yang pelan.


Kanaya pun lantas menoleh mengikuti arah pergerakan dagu suaminya, sontak saja Kanaya langsung melabuhkan sebuah cubitan di pinggang suaminya itu.

__ADS_1


“Ya ampun Mas … kamu nakal banget sih. Aku kirain apa loh, udah gitu pakai bisik-bisik lagi.” ucapnya dengan wajah yang bersemu merah. Tidak menyangka bahwa suaminya itu akan menawarkan kepadanya hal yang begitu privasi.


“Bukan nakal … aku kan menawarkan, lagipula Bumil kan nanti bisa makin besar Sayang. Sapa tau kamu mau beli sekarang.” ucapnya sembari terkekeh, begitu geli rasanya melihat wajah istrinya yang bersemu merah.


“Emang iya ya Mas, bisa tambah besar?” tanyanya lagi kepada sang suami.


Bisma pun mengangguk, “Iya, karena kelenjar progesteron kan berkembang selama masa kehamilan Sayang, jaringan ASI-nya mulai terbentuk. Sesuai riset itu mengatakan, selama hamil beratnya saja bisa hampir satu kilogram Sayang.” jelasnya secara ilmiah dan valid tentunya kepada sang istrinya.


Mendengar penjelasan suaminya, Kanaya lantas membelalakkan kedua matanya, “Serius Mas? Satu kilogram? Ya ampun, aku gak bisa ngebayangin.” ucapnya sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Bisma pun kembali menggenggam tangan istrinya itu, “Gak usah dibayangin, dinikmati saja. Setiap bulan, setiap momen selama kamu mengandung, dinikmati saja. Doaku kamu dan buah hati kita selalu sehat. Kita bisa bertemu dengan si baby dengan keadaannya yang lengkap, sehat, dan sempurna.” ucapnya dengan sepenuh hati.


“Amin … itu juga doakan. Babynya sehat, tumbuh lengkap dan sempurna di dalam sini. Duh, tetapi rasanya kok ngeri juga kalau beratnya bakalan hampir 1 kilogram.” sahut Kanaya lagi. Baginya apa yang disampaikan oleh suaminya barusan adalah pengetahuan baru baginya.


Bisma pun mengangguk, “Karena selama kehamilan berat badan kamu bertambah Sayang. Berapa kilogram untuk berat badan bayinya, berat plasentanya yang hampir sebesar bayinya kan, air ketuban di dalam rahim kamu, belum pertambahan di jaringan ASI, dan sebagainya. Makanya kalau seorang Ibu hamilnya sehat, itu kenaikan berat badannya sekitaran  7 sampai 10 kilogram.” jelasnya lagi kepada istrinya itu.


“Kalau aku lebih dari itu gimana Mas?” tanya Kanaya yang dalam hatinya mendadak panik, bertambah berat badan justru akan membuatnya kembali pada bentuk tubuhnya dengan size XXL sebelumnya.

__ADS_1


Bisma pun menatap Kanaya dan tersenyum, “Enggak masalah, aku cinta kamu apa adanya. Justru aku lebih bersyukur, karena kamu mau berkorban buat buah hati kita.” ucapnya dengan tulus.


Sebuah pengakuan yang bisa menenangkan Kanaya bahwa tidak peduli dengan bagaimana penampilan dan kenaikan berat badannya nanti, suaminya akan tetap menerimanya apa adanya. Semoga saja saat dirinya kembali gemuk selama mengandung nanti, Bisma tetap mencintainya dan tidak merundungnya.


__ADS_2