Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti
Semakin Parah


__ADS_3

Aulia tersenyum lalu mendorong wanita itu untuk menjauh.


Ia masuk ke dalam kamar itu melihat mr axel masih belum memakai atasannya.


Walaupun pria itu sudah berusia 36 tahun tapi perut kotak-kotaknya masih begitu ketara.


Mungkin karena pria itu sering melakukan latihan gym.


"Aulia kamu baru datang?"ucap mr axel.


"Untuk apa anda memanggil saya kemari mr axel kalau sudah ada wanita lain di sini?"ujar aulia menatap tajam ke arah axel dan wanita itu secara bergantian.


"Pelayanan monica lebih menyenangkan di banding dengan kamu aulia.


Aku menemukan mainan baru yang lebih nikmat dan lihai memanjakan ku.


Berhubung aku merasa senang aku memberikan kamu sedikit uang.


Terima ini"ucap axel melempar beberapa lembar uang tunai di hadapan aulia sehingga uang itu berhamburan kemana-mana.


"Punya kamu sudah longgar dan tidak menggigit aulia.


Aku tidak membutuhkanmu lagi.


Lebih baik kamu ambil uang itu,aku tau kamu membutuhkannya"ujar axel tersenyum smirk.


"Saya tidak butuh uang anda"tolak aulia akan beranjak.


"Sok jual mahal kamu aulia, padahal kamu membutuhkan uang itu..


Ambil saja tak usah malu".


Aulia terdiam memang ia sangat membutuhkan uang itu namun ia gengsi untuk mengambilnya.


"Ambil saja wanita murahan,mr axel tidak membutuhkan kamu lagi"ucap monica mengejek.


Aulia lantas berjongkok dan memunguti uang yang berserakan di lantai kamar itu.


Segera memasukkan ke dalam tas dan ketika akan berdiri kembali ia merasakan sakit pada bawah perutnya.


"Auh sakit sekali"rintih aulia merosot ke lantai.


"Kamu kenapa aulia?"tanya mr axel lantas turun dari ranjang dan segera memakai pakaiannya.


"Mr axel untuk apa anda membantunya.


Aku yakin wanita ini hanya pura-pura saja"cibir monica.


"Tapi aku lihat dia beneran sakit monik"ucap axel mulai panik.


"Tolong saya,bawa saya ke rumah sakit"ucap aulia lantas pingsan karena tak tahan menahan sakit.


"Dia pingsan monik,ayo kita bawa dia ke rumah sakit"ajak axel.


"Tidak perlu mr axel biarkan saja dia mati, wanita gak tau diri"jawab monica sinis.


Karena tak ingin terkena masalah axel membawa aulia ke rumah sakit.


Betapa terkejutnya ia mengetahui penyakit aulia selama ini.


Bahkan dirinya sudah dua kali berhubungan dengan aulia untungnya ia masih menggunakan pengaman jadi kemungkinan ia aman.


Axel lantas langsung meninggalkan aulia di rumah sakit sendirian ia tak mau mengurus wanita yang bukan siapa-siapa baginya.


Sampai saat ini aulia tak sadarkan diri justru keadaan semakin kritis.


"Apa tidak ada pihak keluarga pasien yang bisa di hubungi.

__ADS_1


Saya takut terjadi hal yang tidak di inginkan karena kondisi pasien benar-benar lemah"ucap dokter.


Suster terpaksa mengambil tas aulia dan menemukan ponselnya.


"Coba cari tau kontak di ponselnya.


Siapa tau ada kontak keluarganya?"pinta dokter pada seorang suster.


"Baik dokter".


Untung saja ponsel aulia tidak di kunci dan ada nomer dari ayah bastian di kontaknya.


"Mungkin ini nomer ayah pasien coba hubungi dulu sus?".


Panggilan pertama tak terjawab lalu panggilan kedua baru di jawab oleh ayah bastian.


"Halo ada apa lagi aulia,kamu menghubungiku"ucap bastian.


"Mohon maaf kami dari pihak rumah sakit,pasien atas nama aulia saat ini sedang kritis dan di rawat di rumah sakit.


Saya minta pihak keluarga menjenguk pasien ke sini".


"Baik terima kasih"jawab bastian lalu mematikan panggilan itu.


"Siapa yah yang telpon?"tanya bunda nur.


"Aulia kritis bun, sekarang di rumah sakit.


Apa kita akan menemuinya di sana?".


"Ya ampun aulia,dia sakit apa?.


Lebih baik kita ke sana sekarang yah?"ajak bunda nur.


"Tapi ayah masih kecewa dengan sikap aulia bun".


"Ayah bunda paham,tapi keadaan aulia kritis kita lihat ke rumah sakit dulu"jawab bunda nur.


**Sesampainya di rumah sakit bastian dan nur segera menuju ruang perawatan aulia.


Sebelumnya ia sudah bertanya pada suster letak kamar aulia berada.


"Apa benar ini kamarnya yah?"tanya sang istri.


"Iya bun kayaknya kita masuk aja".


Perlahan bastian membuka pintu dan terlihat aulia tengah terbaring lemah di atas ranjang.


"Apa yang sebenarnya terjadi dokter,aulia sakit apa kenapa bisa seperti ini?"tanya bunda nur.


Dokter pun menjelaskan semuanya penyakit dan kondisi aulia saat ini.


Bunda nur membekap mulut dengan tangannya tak menyangka aulia terkena penyakit berbahaya itu.


"Apa aulia bisa sembuh dokter?"tanya bunda nur pada dokter yang ada di sana.


"Kondisi pasien saat ini sedang kritis,jadi kemungkinan untuk sembuh sangat kecil.


Saya meminta pihak keluarga ke sini kalau terjadi apa-apa ada orang terdekat pasien".


**Sambil menunggu aulia siuman bunda nur dan ayah bastian tidak di perbolehkan menunggu di dalam ruangan.


Jadi keduanya hanya dapat menunggu di luar ruangan.


"Kasian aulia ya mas?"ucap bunda nur.


"Ayah sebenarnya juga kasian melihat keadaannya saat ini.

__ADS_1


Tapi mungkin ini karma dia sendiri karena berbuat jahat kepada keluarga kita"timpal ayah bastian.


Bunda nur menghembuskan nafasnya perlahan lalu menghubungi ocha.


"Halo bunda".


"Halo cha,kamu sedang di mana nak?"tanya bunda nur.


"Ocha lagi di kantor sama mas adrian bunda".


"Nak bisa ke rumah sakit sekarang?".


"Bunda di rumah sakit,apa yang terjadi siapa yang sakit?"tanya ocha panik.


"Adik angkat kamu sedang kritis".


"Adik angkat maksud bunda aulia?"tanya ocha memastikan.


"Iya nak,keadaannya sudah sangat kritis.


Bisa kamu ke rumah sakit kalau adrian sibuk biar ayah saja yang menjemput kamu".


"Ocha ke rumah sakit sekarang bun".


"Baiklah hati-hati di jalan ya".


Bunda nur mematikan panggilan itu lalu menghembuskan nafasnya perlahan.


"Kenapa kamu harus memberitahu ocha bun,aulia itu wanita jahat dia sudah membuat ocha terluka"tukas ayah bastian.


"Bunda gak mau ocha menyimpan perasaan benci dan dendam karena kondisi aulia sudah seperti ini yah"jawab bunda nur.


**Sementara di kantor ocha tengah berada di ruangan adrian sendiri karena adrian masih ke ruangan meeting.


Ocha segera bangkit perlahan mengambil tas dan akan keluar ruangan menyusul suaminya ke ruang meeting.


"Sayang kamu mau kemana?"tanya adrian yang baru memasuki ruangannya.


"Mas kita harus segera ke rumah sakit".


"Kenapa apa perut kamu sakit?".


Tanpa menunggu jawaban dari sang istri adrian langsung membopong tubuh ocha berjalan menuju mobilnya.


"Mas kenapa di gendong sih,aku bisa jalan sendiri.


Kata dokter aku harus sering gerak mas"ujar ocha.


"Aku takut kamu kenapa-napa sayang,aku ingin kamu melahirkan secara caesar aja.


Karena terlalu beresiko sayang kalau melahirkan bayi twin secara normal"ucap adrian cemas.


"Kita langsung ke ruangan perawatan aulia saja ya mas?"pinta ocha.


"Aulia, untuk apa aulia di sini.


Memangnya dia sakit apa, kenapa kita harus menjenguk dia ke sini?"ucap adrian dengan nada dingin.


"Dokter bilang aulia kritis mas,dan kemungkinan kecil aulia bisa selamat makanya kita sebagai keluarga aulia berjaga-jaga apabila ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.


Ya semoga saja aulia baik-baik saja mas.


Walaupun penyakitnya cukup parah".


"Kemungkinan sangat kecil untuk sembuh sayang,itu hasil dari perbuatan yang ia tanam dulu.


Sering main dan bergonta-ganti pasangan sekarang kena akibatnya sendiri kan".

__ADS_1


"Mas apa kita lebih baik memberitahu hal ini pada mas arman.


Bagaimanapun mas arman itu kan masih suami aulia?".


__ADS_2