Pertahanan Terbaik

Pertahanan Terbaik
Sean.


__ADS_3

Franda berjalan dengan cepat keluar dari apartment langsung menuju ke tempat parkir dimana Sean sedang menunggu di mobil lalu masuk dan menutup pintu dengan keras. Sean yang melihat itu sangat terkejut. Awalnya Ia menduga Franda akan menangis ketika datang, dan Ia salah. Franda tidak menangis sedikitpun.


"Are you ok?" tanya Sean mulai bertanya setelah beberapa saat.


"Are you kidding me? NO! Ofcourse I'm NOT!" jawab Franda dengan ketus.


"Ok, I know. Aku akan mengantarmu pulang kalai begitu." Kata Sean, lalu menyalakan mobil.


"Aku tidak ingin pulang malam ini." kata Franda saat mobil yang mereka tumpangi sudah meninggalkan area apartment.


"Kau mau kemana?" tanya Sean penasaran.


"Antar aku ke LV." jawab Franda datar.


"Are you insane? Untuk apa kau kesitu?" Sean tidak menyangka Franda meminta untuk mengantarnya ke sebuah klub malam.

__ADS_1


"No, please! Aku tidak mau bertemu dengannya sekarang. Aku butuh waktu untuk menemuinya" Kata Franda menatap Sean dengan tatapan memohon. Sean memang bukan siapa-siapa, dan Franda juga heran kenapa harus memohon pada pria itu.


"You can go anywhere, but not that one!" Jawab Sean dengan tegas. Ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Franda.


"Sean, please! Aku tidak akan mabuk, aku hanya ingin menenangkan diri. Aku harus mengalihkan pikiranku sekarang. Aku tidak mau duduk diam dan menangisi kehidupanku. Not for now! I'll do it later.." Franda kembali memohon.


Sean tidak menjawab Franda, dia terus fokus menyetir sambil menimbang apakah Ia harus mengikuti Franda atau tidak. Franda bukan orang baru dalam kehidupan Sean, Ia sudah mengenal Franda sejak 15 tahun lalu, saat keduanya belajar dikampus yang sama. Ia selalu memperhatikan Franda meskipun Franda tidak pernah melihatnya. Sean mengagumi Franda diam-diam, Ia terlalu malu dengan keadaannya saat itu. Hidupnya yang biasa saja membuatnya tidak berani menndekati Franda. Saat itu Ia hanya bertekad untuk menyelesaikan sekolahnya dengan baik dan bekerja keras agar dirinya pantas bagi Franda.


Sean tidak pernah menyangka akan bertemu Franda lagi setelah sekian lama.


Suatu hari Dhea yang merupakan sepupu Sean meminta tolong agar membantu bosnya menyelidiki sesuatu. Sean sebenarnya bukan detektif, tapi sebagai pemilik salah satu perusahaan besar Dhea tahu kakak sepupunya itu memiliki akses untuk mengenal orang-orang seperti detektif. Dhea sangat ingin membantu Franda, Ia merasa memiliki kewajiban pada wanita yang sangat baik padanya selama ini. Ia memohon dengan sungguh-sungguh agar Sean membantu Franda.


Setelah melihat foto Franda yang ditunjukkan Dhea, Sean langsung setuju untuk menolong. Ia pun berjanji akan membantu Franda dengan sungguh-sungguh. Dhea yang mendengar itu tentu heran, kenapa tiba-tiba Sean bersedia, padahal sudah hampir seminggu dia membujuk pria itu, lalu kini luluh hanya karena sebuah foto. Dhea tidak mau memikirkan lebih jauh tentang alasan Sean menerima permintaannya, yang terpenting sekarang adalah Ia sudah memberi jalan bagi Franda untuk mengetahui lebih jauh tentang hubungan suaminya dan Jenny.


"Ok, we'll go there. Dengan syarat kau tidak minum lebih dari 2 sloki. Deal?" kata Sean setelah berpikir sedikit lama.

__ADS_1


"Deal!". jawab Franda lalu tersenyum.


.


Saat ini mereka sudah berada di lobby sebuah apartment milik Sean. Perjanjian hanya meminum dua sloki saat dimobil tidak berlaku. Franda selalu berhasil mengelabui Sean hingga akhirnya wanita itu sangat mabuk. Sementara Sean tidak mabuk sama sekali, karena Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Franda. Ia harus menjaga Franda malam ini.


Sean turun dari mobil lalu berjalan menuju menuju ke arah dimana Franda duduk. Saat membuka pintu mobil, Ia langsung disambut dengan muntahan Franda tepat di dadanya. Sean hanya menghembuskan napas kasar melihat keadaaan dirinya saat ini.


"Oops! I'm sorry! hehehe." kata Franda tanpa merasa bersalah sedikitpun. Wanita itu benar-benar kacau sekarang. Ia lalu turun tanpa menggunakan sepatu, karena Sean sudah melepas high heels yang dipakainya saat mereka keluar dari klub tadi.


Sean langsung memegang lengan Franda saat melihat wanita itu berjalan sempoyongan, tanpa tahu dimana Ia berada sekarang. Mereka berjalan menuju unit milik Sean, dan Ia langsung membaringkan Franda dikamar setelah sampai didalam. Sean berjalan keluar untuk membersihkan dirinya dari muntahan Franda setelah memastikan wanita itu tertidur.


Setelah membersihkan diri Sean masuk ke salah satu ruangan diujung yang merupakan ruang kerjanya, memeriksa beberapa pekerjaan di laptopnya yang Ia tinggalkan hari ini karena menemani Franda. Fokusnya terganggu ketika mengingat tentang Franda.


Sean tidak menyangka Franda akan memiliki kehidupan pernikahan seperti itu. Ia mengenal Franda dan Nino yang juga kuliah di universitas yang sama dengannya, Ia juga tahu kalau Nino adalah cinta pertama Franda. Sejak mengenal Franda, Ia memutuskan untuk fokus menyelesaikan studinya dengan cepat. Ia ingin segera bekerja dan mengumpulkan uang agar pantas mengenal Franda.

__ADS_1


Sampai Ia tidak menyadari bahwa Franda dan Nino akan menikah. Sean mengubur dalam-dalam impiannya untuk mengenal Franda lebih dekat setelah mengetahui berita pertunangan Nino dan Franda. Ia tidak ingin mengganggu sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain, namun sekarang berbeda. Sean merasa jalannya terbuka ketika mengetahui keadaan rumah tangga Franda. Sekarang Ia akan maju dan mengejar kembali cintanya yang tidak tersampaikan dulu. Ia akan mendapatkan Franda, Franda-nya.


Sean tidak perduli akan sesulit apa yang jalan yang akan dihadapinya nanti, Sean akan tetap mengejar Franda tidak perduli apapun yang terjadi, baginya cukup sekali Ia membuang kesempatan yang dulu ada didepan matanya. Sean tidak akan menjadi orang bodoh untuk kedua kalinya. Ia yakin dengan apa yang dimilikinya saat ini; wajahnya tampannya, kesuksesan yang diraihnya dengan kerja keras, dan juga kesungguhannya pada Franda pasti akan dilihat oleh wanita itu suatu hari nanti.


__ADS_2