
Diruang keluarga tampak Franda duduk dengan gelisah, Ia tidak tenang memikirkan Nino dan Edward yang berbicara diluar, Franda takut kakaknya akan melakukan sesuatu pada suaminya karena Franda sangat mengenali kakaknya itu. Sedari tadi Ia sangat ingin keluar dan memastikan Nino baik-baik saja namun selalu ditahan oleh Mia dan Ibu, sedangkan Ayah sudah dari tadi meninggalkan ruangan dan kembali ke kamar.
"Hey, dari pada kau terus mengkhawatirkan suamimu, kenapa kau tidak menceritakannya pada kami? So, what's going on?" kata Mia yang sejak tadi menahan rasa penasarannya.
"I can't! Aku tidak bisa meninggalkannya, maaf kalau aku membuat kalian kecewa." Franda menatap Ibu dan Mia bergantian, meminta pengertian mereka.
"Oh, dear... Kau yang menjalaninya, jangan meminta maaf seperti itu!" jawab ibu sambil tersenyum.
"Ibu sangat tahu alasanmu kembali bersamanya, tentu tidak mudah bagi kalian jika memutuskan untuk berpisah, I know it!" lanjut Ibu, wanita itu mendekat dan memeluk putrinya.
"Bu, apakah aku terlalu baik padanya?" tanya Franda.
"Ya, bukan hanya baik tapi juga bodoh!" Mia langsung menyambar dan menatap sinis Franda.
Ibu tampak membulatkan mata menatap Mia, protes dengan kata-kata anak sulungnya itu.
"Kenapa tidak memberinya pelajaran sedikit sampai dia benar-benar bertaubat dan tidak mengulanginya lagi." kata Mia dengan emosi.
"No, jangan mengatakan apapun! Kau tidak mengerti bagaimana kehidupan pernikahan, jadi berhenti menghardik kakakmu!" kata Ibu tegas, membuat Mia mendengus kesal karena selalu dianggap anak kecil.
"Franda, sweety... Kau tahu Ibu selalu menyanyangimu, Ibu tidak senang melihatmu berada dalam kesulitan. Karena kau sudah mengambil keputusan untuk kembali bersama suamimu, Ibu atau siapapun tidak bisa melarangmu, kau pasti tahu yang terbaik untuk dirimu, untuk pernikahanmu. Sekarang kalian hanya perlu menjalaninya dengan baik agar tidak terjatuh di lubang yang sama..." ucap Ibu memberi nasehat.
"Tidak ada yang mudah dalam hidup, ketika suatu masalah selesai bukan berarti kedepannya akan gampang untuk dilewati, akan selalu ada batu yang menghalangi jalan kalian, perhatikan setiap langkah yang kalian ambil agar tidak tersandung kembali." lanjut Ibu menjelaskan.
"Aku tidak tahu akan seperti apa kedepannya, Bu... Aku hanya ingin mencobanya lagi meskipun sulit, aku yakin kami bisa melaluinya" jawab Franda.
"Yes, you both are amazing! Ibu yakin Nino sudah menyadari kesalahannya dan tidak akan mengulanginya. Lupakan yang terjadi sebelum ini dan mulailah semuanya dengan baik, jangan melakukannya karena kau takut tidak bisa hidup tanpanya, karena ada kami yang akan selalu menemanimu. Lakukanlah karena kau memang yakin akan bahagia setelah ini." ucapan Ibu membuat Franda membuka mulut, karena yang dikatakan Ibunya persis seperti yang terjadi pada mereka. Franda terlalu takut kehilangan suaminya.
__ADS_1
"Mom..." mata Franda terasa panas menahan tangis.
"It's ok! All is well... Sekarang semua kembali padamu, ikhlaskan dan lupakan segalanya kalau kau ingin hidup kalian bahagia karena tidak akan ada kebahagiaan jika hal itu masih menghantuimu. Percaya kembali pada suamimu, jangan menaruh curiga yang berlebihan padanya." kata Ibu kembali berpesan.
"I will, Mom! Aku memang belum bisa kembali percaya sepenuhnya pada Nino, tapi aku akan berusaha." Franda memeluk Ibunya dengan erat. Ia begitu bersyukur memiliki orangtua yang sangat menyayanginya.
Mia hanya melihat interaksi dua wanita dihadapannya itu sambil sesekali menggeleng tak percaya. Mia masih menganggap Franda bodoh karena dengan mudahnya menerima Nino bahkan hanya dalam dua hari.
"Kau tidak ingin memeluk kakakmu ini?" tanya Franda menatap Mia yang sedang cemberut.
"Aku tidak mau memiliki kakak yang bodoh sepertimu!" Mia menjawab asal.
"Tapi aku sangat ingin memeluk adikku!" Franda kembali menggoda adiknya, dan langsung memeluk dan menciumi pipi Mia.
"Panda, stop it! Kau menjijikkan!" Mia mendorong Franda agar menjauh, namun wanita itu tetap memeluk dan menciumnya sambil tertawa.
"Why? I love my sissy!" kata Franda sambil tersenyum.
"Oh, ya? Tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu dewasa sedikit saja? Sepertinya aku masih harus mengajarimu lagi, hm?" Franda kembali menggoda. Mia memang masih bersikap seperti anak-anak ketika dirumah karena Ia tidak ingin kehilangan momen bersama keluarganya. Berbeda ketika diluar, Ia akan menjadi seorang wanita yang tahu jelas akan tujuan hidupnya.
"Can you just stop it? You look horrible!" bentak Mia. Franda dan Ibu hanya tertawa melihat raut wajah kesal Mia.
"Mia, aku rindu menghabiskan waktu dan membuat kekacauan denganmu, I think we need more time to spend together, don't you?" kata Franda memancing.
"Oh, I really wanna punch you on face right now!" Mia memutar bola matanya, malas menanggapi keusilan Franda, sementara kakaknya semakin kencang tertawa saat mendengar jawabannya.
Sudah lama Franda tidak menggoda adiknya itu, sejak menikah dengan Nino mereka hampir tidak pernah memiliki waktu bersama, meskipun mereka tetap bertemu dan mengobrol namun tidak lama karena Franda akan kembali pada suaminya. Mia yang juga memiliki kehidupan sendiri tidak terlihat ingin mengganggu kakaknya, Ia lebih memilih menunggu Franda yang mencarinya terlebih dahulu.
__ADS_1
Edward dan Nino masuk saat tiga wanita diruang keluarga tengah asik bercanda. Franda langsung menghambur ke arah suaminya dan menatap sinis Edward.
"Are you ok?" tanya Franda pada Nino namun matanya tetap menatap tajam Edward.
"He is safe, I'm not gonna kill him. At least not yet!" jawab Edward. Ia tersenyum pada sepasang suami istri itu, senyum yang sulit diartikan oleh Franda.
"Aku baik-baik saja, kakakmu tidak semengerikan itu" ucap Nino tersenyum, mengelus pipi Franda.
"Kau tidak akan mengatakannya jika kau melihatnya kemarin!" kata Franda.
"Sudah, Sayang! Tidak terjadi apapun diluar, kami hanya berbicara." jelas Nino karena memang tidak terjadi hal buruk seperti yang ditakutkan istrinya.
"Ternyata otakmu masih bekerja dengan baik!" kata Franda menyindir Edward.
"Easy, sist! Suamimu masih utuh, jangan berlebihan begitu..." Edward mulai jenuh dengan Franda.
Franda dan Nino pamit pulang ketika jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Ibu meminta agar mereka menginap namu ditolak dengan halus oleh Franda dan berjanji akan menginap lain kali. Franda ingin menghabiskan waktu dengan suaminya, mereka sangat membutuhkan waktu untuk kembali memulai hubungan diantara keduanya.
.
Hi, teman-teman.... Kalau kalian menyukai karyaku boleh komen dibawah. Atau kalau ada saran tolong beritahu aku ya... Ini tulisan pertamaku, jadi maaf kalau agak berantakan.
Aku akan terus berusaha lebih baik dan membuat kalian nyaman dan menikmati saat membaca.
Oh ya, aku sengaja menggunakan beberapa kalimat bahasa inggris yang cukup mudah dimengerti, karena aku ingin kalian yang membaca karyaku juga bisa sedikit belajar. Kita bisa belajar bersama-sama, hehehe.
Tetap jaga kesehatan dan stay safe, guys!!!
__ADS_1
Much love,
Dignity.