
Franda dan Nino turun kebawah setelah puas meluapkan rasa bahagia mereka berdua dengan menangis haru dan saling memeluk dikamar. Kedatangan keduanya langsung disambut wajah bahagia Ibu, Mama, dan Mia yang juga merasa sangat senang dengan kehamilan Franda, berita bahagia yang selama ini dinantikan semua orang. Sebenarnya tidak ada yang perlu diragukan dengan kehamilan Franda karena dokter yang memeriksa mereka memang sudah mengatakan bahwa tetap ada kemungkinan keduanya untuk memiliki keturunan, meskipun hanya sebesar sepuluh persen, tetap saja bisa terjadi karena ada peluang disana.
Ibu memeluk Franda dengan mata berkaca-kaca, "My darling, I'm so happy for you." kata Ibu dengan lembut lalu mencium pipi anak perempuannya itu.
Franda mengangguk lalu tersenyum senang. Ia beralih ke Mama Rossa, "Ma... Kami berhasil!" ucapnya dengan bangga.
Mama Rossa tersenyum dan mengangguk, air mata bahagia wanita tua itu juga menetes menandakan Ia sangat bersyukur dengan apa yang terjadi sekarang, "Ya, kalian melakukannya dengan sangat baik. Maafkan sikap Mama yang dulu selalu meragukanmu, Mama sangat bahagia kamu tidak menyerah pada Nino." Mama Rossa memeluk menantunya itu sangat erat, perasaan bersalahnya yang dulu sering menyalahkan Franda tidak bisa ditahannya.
Didepan Mama Rossa, Mia merentangkan tangannya agar kakaknya itu memeluknya juga. "Congratulations! A new trouble maker is coming... Oh, I'm so happy now!" kata Mia dengan menggoyang tubuh Franda dipelukannya.
Nino juga mendapat pelukan dan ucapan selamat dari ketiga wanita itu, mereka sangat bahagia karena pada akhirnya apa yang dinantikan selama ini datang juga, setelah banyaknya percobaan dan usaha yang mereka dilakukan oleh Franda dan Nino.
Tidak ada yang mustahil ketika Tuhan sudah menetapkan, segalanya bisa terjadi dalam hidup seseorang jika percaya pada Tuhan dan pasrah pada kehendak Yang Maha Esa. Begitu juga yang terjadi pada sepasang suami istri itu yang sedang berbahagia itu, mereka menyerahkan semuanya pada Tuhan dan yakin bahwa Tuhan pasti punya alasan yang baik selama ini. Tuhan selalu punya cara untuk membuat seseorang harus merasa bersyukur atas kebaikan-Nya setiap saat, seperti sekarang yang dialami Franda dan Nino, mimpi mereka menjadi nyata disaat keduanya tidak lagi memusingkan diri untuk sesuatu yang berada diluar jangkauan mereka. Terus berdoa dan berusaha, sisanya biarkan menjadi urusan Sang pencipta.
.
__ADS_1
Franda dan Nino pulang dari rumah sakit sejam yang lalu untuk memeriksa kandungan yang ternyata sudah berusia 7 minggu. Nino sangat bersemangat hari ini, Ia bahkan meminta Erika untuk membatalkan semua jadwalnya dikantor untuk beberapa hari ke depan dan meminta wanita itu untuk mengirim file yang membutuhkan tanda tangannya ke rumah, Ia ingin menikmati hari-hari bahagia dan menemani istrinya dirumah dan tentu saja Franda tidak diijinkan untuk mengurus butiknya.
Franda masuk ke ruang kerja Nino di rumah, di lihatnya suaminya yang sedang fokus memeriksa beberapa file. Ia berhenti dipintu dan memperhatikan wajah serius suaminya, tangannya mengusap perutnya yang masih rata. Dirinya begitu bahagia, tidak ada kata-kata yang cukup untuk mengungkapkan bagaimana isi hatinya sekarang.
Franda mendekat dan memeluk Nino dari belakang, "Kenapa suamiku sangat sibuk sekali." katanya dengan manja sembari menghirup aroma maskulin yang merebak dileher suaminya.
Nino terperanjat, Ia tidak menyadari kehadiran Franda, beberapa detik kemudian diletakkannya file yang diperiksanya lalu memutar kursi agar menghadap istrinya, "Aku harus lebih keras bekerja, kebutuhan kita akan bertambah berkali-kali lipat." ujar Nino sambil tersenyum, tangannya memeluk pinggang ramping istrinya.
Franda tertawa kecil mendengarnya, "Aku bisa membantumu kalau kau mau." ucap Franda menawarkan.
Nino menggeleng, "Mulai sekarang kau hanya perlu menjaganya dan memastikan dia baik-baik saja didalam sana." kata Nino memerintah, tangannya mengelus perut rata Franda.
Nino menarik Franda agar duduk di pangkuannya tanpa mengalihkan pandangan dari wajah manis istrinya, "Sayang, terimakasih sudah bersabar dan menunggu selama ini, aku tidak tahu bagaimana cara membayar semua itu, kau tetap bertahan selama ini dan tetap menerimaku dengan semua kekuranganku, aku sangat beruntung memilikimu. Terimakasih."
Franda tersenyum dan menangkupkan tangannya diwajah Nino, dipandanginya wajah suaminya dengan lekat untuk beberapa saat lalu menganggukan kepalanya, "Aku tahu hari ini pasti datang, I'm pretty sure that we can. Tidak ada alasan untukku pergi dan menjauh darimu saat kau butuh seseorang yang bisa menjadi tempat untukmu bersandar. I'll always be there, standing still and keep believe in God's plans. I love you, unconditionally." Franda mendaratkan ciuman hangat dibibir suaminya.
__ADS_1
Nino menerima dan membalas perasaan tulus Franda melalui bibirnya, bersyukur dengan indahnya cerita yang sudah digariskan untuk mereka. Kehidupan yang lebih indah akan segera datang dan mewarnai hari-hari mereka kedepannya. Memiliki keturunan tentu saja menjadi impian semua orang, well, meskipun tetap saja ada beberapa orang yang tidak bahagia karena mereka bisa mendapatkannya dengan mudah sehingga tidak tahu bagaimana mensyukuri itu, dan tidak jarang ada juga diantara mereka yang tega membunuh bahkan sebelum bayi mereka lahir kedunia. Melawan apa yang Tuhan tetapkan dalam hidup mereka, dan percayalah orang-orang seperti itu pasti akan merasakan akibatnya belakangan.
"Sayang, tanganmu!" kata Nino setelah ciuman mereka terlepas, Ia menghentikan tangan istrinya yang mulai jahil masuk ke dalam baju dan meraba dadanya.
Franda tidak perduli, "Aku menginginkannya." ucapnya dengan napas terengah-engah, tangannya masih berusaha memancing Nino.
Nino memegang tangan Franda dengat erat untuk menghentikan aksi istrinya, "Kau tidak ingat yang dikatakan dokter tadi? Akan berbahaya jika melakukannya terlalu sering saat usia kandunganmu dibawah tiga bulan." jelas Nino.
Sebenarnya Ia juga sulit menolak Franda, namun sebisa mungkin dikendalikannya agar tidak membahayakan kandungan istrinya yang masih sangat muda, apalagi mereka sudah lama menunggu untuk mendapatkan momen ini, tentu saja Nino harus menjaga Franda.
Franda tertunduk lemas, berusaha menahan hasratnya karena yang dikatakan Nino memang benar, mereka harus menjaga kehamilannya.
"Ayo, kau harus istirahat sekarang." kata Nino langsung menggendong istrinya didepan, Franda hanya menurut dan membenamkan wajahnya dileher Nino.
Tepat saat keluar dari ruang kerja, mereka berpapasan dengan Mia yang akan turun kebawah, "Kenapa?" tanya Mia pada Nino tanpa suara, Ia hanya menggerakkan bibirnya dan menunjuk Franda.
__ADS_1
"Merajuk." jawab Nino dengan cara yang sama sambil tersenyum.
Mia hanya menggelengkan kepalanya melihat kakaknya yang digendong suaminya seperti anak kecil, lalu langsung turun kebawah setelahnya. Ia mulai mengerti yang dikatakan Ibu tadi, kehamilan Franda akan membuatnya berbeda, dari emosi, sikap, dan juga akan banyak permintaan aneh bin ajaib yang akan menghiasi masa ngidamnya. Ibu juga mengatakan semua orang harus siap repot jika suatu saat Franda meminta sesuatu yang aneh tanpa mengenal waktu dan tempat.