
Pagi dihari minggu, Ibu Marissa baru saja selesai memasak sup ikan salmon untuk Franda, wanita tua itu ingin Franda mengkonsumsi makanan sehat agar janin di dalam kandungannya juga mendapat nutrisi yang baik dan berkembang dengan sempurna. Kehadiran calon cucu pertama di keluarga itu mampu memberi semangat baru bagi mereka, Ibu Marissa yang sebelumnya masih terlihat sedih karena ditinggal mati oleh suaminya dengan cara yang tragis juga mulai tampak bahagia sejak mengetahui kehamilan Franda dua bulan lalu, kini usia kandungan putrinya sudah memasuki minggu ke lima belas.
Ibu berjalan menaiki tangga untuk memanggil Franda dan Nino yang sejak tadi belum turun, sementara yang lain sudah selesai dan kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ibu mengetuk pintu beberapa kali sambil memanggil anak dan menantunya, tak berapa lama Nino keluar dengan penampilan kacau, rambutnya berantakan, napasnya memburu, dengan keringat hampir membasahi seluruh wajahnya dan pria itu hanya menggunakan celana boxer. Ibu sudah tahu apa yang terjadi didalam kamar anaknya, wanita itu hanya tersenyum, "Turunlah kalau sudah selesai, Ibu memasak sup ikan salmon untuk Franda." kata Ibu dengan santai. "Jangan terlalu lama, pikirkan kandungan istrimu!" lanjut Ibu dengan tegas mengingatkan, membuat Nino hanya mengangguk dan tersenyum kikuk.
Nino kembali ke kamar disambut tawa mengejek yang dari Franda yang berbaring diranjang, "Wajahmu seperti anak kecil yang habis di marahi karena mencuri permen di rumah tetangga sebelah, hahahha!" katanya dengan santai saat melihat raut muka lesu suaminya.
"Kau senang?" tanya Nino sarkas.
Franda menahan tawanya lalu menggeleng, "Ayo, cepat! Sebelum dia datang lagi dan membawa pasukannya." ucap Franda sambil menarik suaminya agar melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda.
Nino langsung melakukan apa yang diperintahkan Franda, hasratnya dengan cepat kembali begitu mendengar suara nikmat dari istrinya saat Ia menyentuh gunung kembar wanita itu.
Sekitar 20 menit keduanya bergelut di ranjang untuk menuntaskan hasrat yang sempat tertunda, Nino langsung menggulingkan diri ke samping Franda begitu menyelesaikan permainan panas mereka. Ia mencium kening istrinya yang masih terpejam menikmati sisa kehangatan yang diberikan Nino. "Sayang, cepat mandi! Tadi Ibu bilang sudah memasak untukmu." kata Nino.
Franda mengangguk, beberapa saat kemudian Ia bangun dan berjalan ke kamar mandi tanpa mengenakan apapun. Nino tersenyum lucu memandang istrinya yang berjalan santai tanpa tahu malu, Franda tetap terlihat seksi meskipun perutnya sudah mulai membuncit.
.
"Sayang, boleh aku meminta sesuatu?" ucap Franda setelah menghabiskan sup ikan salmon masakan Ibu di piringnya.
__ADS_1
Nino mengangguk, "Anything for you! Memangnya apa yang kau inginkan?" tanya Nino penasaran sekaligus bahagia, jarang sekali Franda meminta padanya.
Franda menunjukkan sesuatu di ponselnya pada Nino, "Ini!" katanya singkat. "Aku tidak memintamu membayar penuh, aku punya tabungan tapi tidak cukup. Bisakah kau membantuku? Aku akan menjual mobilku untuk mengurangi budget-mu. Ya, ya, ya?" lanjut Franda memohon setelah melihat ekspresi terkejut suaminya.
Nino menatap tak percaya pada istrinya, yang di minta Franda bukan hal receh, wanita itu meminta mobil baru dengan harga luar biasa tinggi. Bagaimana tidak, Franda meminta mobil produksi Audi type Q5 yang harganya mencapai 1,6 miliar! Nino tahu istrinya jarang meminta sesuatu padanya, tapi kenapa sekali meminta harus yang semahal itu. Nino menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Sayang, kau tahu harga mobil itu? Jauh lebih mahal dari mobilku, Sayang!" kata Nino pelan.
Franda meletakkan ponselnya dengan kasar di meja, wajahnya langsung tertekuk saat mendengar jawaban suaminya. Franda kecewa karena sepertinya Nino tidak mau menuruti permintaannya. "I know! That's why I tell you to sell the old one! Sudahlah, tidak usah kalu kau tidak mau." Franda meninggalkan Nino dimeja makan yang menatap bingung padanya.
Nino benar-benar tidak habis pikir dengan permintaan tak masuk akal istrinya, sebenarnya Ia bisa saja membelikan Franda mobil itu tapi untuk apa. Dirinya merasa Franda tidak memerlukan mobil mahal kalau hanya untuk pulang pergi ke butiknya, karena selama ini Franda jarang menggunakan mobilnya sendiri. Nino termenung di meja makan, berpikir apakah Ia harus memenuhi permintaan istrinya atau menolaknya.
Nino menelepon Jack, temannya yang merupakan pemilik salah satu dealer mobil cukup besar di Jakarta. "Jack! How are you?" sapa Nino melalui sambungan telepon.
Nino sedikit berbasa-basi dengan Jack sebelum menyampaikan maksudnya menelepon temannya itu, mereka mengobrol tentang perkembangan bisnis masing-masing selama beberapa belakangan, "Jack, ada yang mau aku tanyakan padamu." ucap Nino setelah merasa cukup untuk pembukaan.
"Ya, go ahead. I'm listening." balas jack.
Nino berjalan ke sofa ruang tamu dan duduk dengan ponsel masih menempel ditelinganya, "Kau punya Audi Q5?" tanya Nino dengan ragu.
__ADS_1
Jack tampak kaget dengan pertanyaan Nino karena mobil yang di tanyakannya bukan selera pria itu meskipun Ia sanggup membelinya. "Ya, ada. Untuk apa? Bukankah kau tidak suka SUV?" kata Jack sambil mengerutkan kening.
"Untuk istriku, aku tidak tahu kenapa tiba-tiba dia meminta itu." jawab Nino.
"Wah, aku tidak menyangka istrimu punya selera yang bagus juga ternyata." Jack memuji Franda yang menurutnya pintar dalam memilih mobil.
"Hm, ya... Bisa kau kirim rincian harganya padaku? Aku akan mengabarimu kalau cocok." kata Nino, tak lama kemudian Ia memutuskan sambungan telepon setelah Jack menjawab.
.
"Sayang, kau menangis?" tanya Nino begitu mendengar suara istrinya yang terisak didalam selimut.
Franda tidak menjawab, membuat Nino semakin heran. Kenapa istrinya menangis? Apakah karena dirinya belum mengiyakan untuk membelikan mobil, atau karena apa.
"Sayang, kalau masalah mobil aku minta maaf, tapi itu terlalu mahal. Untuk apa kau memilikinya sementara kau hanya akan memakainya ke butik?" ucap Nino lagi.
Franda langsung menarik turun selimut dan berbalik menatap tajam suaminya. "Kau sendiri yang mengatakan padaku untuk menghabiskan uangmu, tapi sekarang kau keberatan saat aku meminta sesuatu! Sudahlah, kau simpan saja uangmu itu sampai membusuk!" kata Franda sinis. Dirinya begitu marah karena Nino tidak mau menuruti permintaannya.
Nino menghela napas berat, "Sayang, bukan begitu maksudku. Kau tidak memerlukan mobil semahal itu. Mobilmu yang sekarang sudah cukup bagus untuk kau gunakan sehari-hari." ucap Nino mencoba memberi pengertian pada Franda.
__ADS_1
"Tapi aku menginginkannya! Kau sendiri yang memaksaku agar meminta sesuatu, tapi sekarang kau justru perhitungan padaku! Sudahlah, aku tidak akan meminta apapun lagi padamu. Percuma saja!" bentak Franda, lalu kembali membelakangi Nino.
Nino menunduk, tenggorokannya tercekat mendengar jawaban istrinya. Ia tidak sanggup lagi bersuara ketika mendapati Franda yang terlihat sangat marah padanya. Mau tidak mau Nino memutuskan akan mengikuti kemauan istrinya, Ia teringat pesan Mama dan Ibu yang mengatakan wanita hamil akan memiliki banyak permintaan aneh, dan mungkin ini adalah salah satunya.