Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Susah Amat Sih Pengen Mantu Cantik


__ADS_3

AUTHOR


~ Satu persen yang memang sebuah kemustahilan, tapi tidak ada yang tahu jika bisa jadi satu persen itulah yang merupakan kesempatan berharga menuju kebahagiaan. ~ ( Sherinanta )


" Jadi lo rela nih Moza sama orang lain ? "


Mendengar pentanyaan Bara, mata Hega menatap sayu, ekspresi wajahnya seketika pias. Hatinya seakan dicengkeram kuat hingga terasa sesak.


" Jika dia bahagia dengan itu, meskipun gue gak rela, tapi gue harus terima. " Jawab Hega pasrah.


" Haish... Lo gak asyik.... Mana Hega sahabat gue yang selalu optimis dan percaya diri. " Omel Bara.


Jika boleh jujur sampai kapanpun dirinya tak akan bisa merelakan gadis itu bersanding dengan pria lain. Tapi apa daya, dia tak bisa berbuat apapun, tak bisa memberikan kebahagiaan pada gadis itu.


Lalu apa gunanya bersikeras mempertahankan gadis itu disisinya, sedangkan dirinya sendiri tak bisa memberikan apa yang layak diterima oleh gadis itu.


Jika hanya cinta yang bisa membuat gadis itu bahagian, maka iya, Hega mencintainya, bahkan sangat mencintainya. Tapi nyatanya cinta saja tak akan cukup untuk membuat mereka berdua bisa bersama.


Sedangkan takdir berkata lain, jalan yang harus mereka lalui ternyata berbeda, meskipun mereka memiliki hati yang sama, tapi keadaan saat ini hanya menunjukkan jika mereka hanyalah seperti dua insan yang tidak sengaja bertemu di sebuah persimpangan kehidupan.


Dan waktu akan memisahkan keduanya di persimpangan itu karena mereka memiliki takdir dan tujuan yang berbeda, Jodoh yang berbeda.


โ€ข


โ€ข


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hingga sudah hampir dua bulan semenjak insiden penuh air mata yang terjadi di area privat rooftop garden Golden Mall.


Hega masih sibuk dengan pekerjaannya, pemuda itu selalu menggunakan alasan pekerjaannya untuk menghindari panggilan dari rumah besar.


Hega masih belum siap bertemu calon istri yang sudah ditetapkan untuknya, masih berusaha menguatkan dirinya untuk tegak berdiri menghadapi takdirnya.


Sedangkan disisi lain, Moza juga mulai bisa menguatkan hatinya sendiri. Menerima kenyataan jika kisah cinta pertamanya tidak akan terwujud, berat memang rasanya, tapi gadis itu berusaha tetap tegar menghadapi pahitnya patah hati.


Untunglah ada sahabat-sahabat yang senantiasa berada di dekatnya. Deana masih sesekali menginap di kosan gadis itu, begitu juga sebaliknya, Moza sudah mulai nyaman menginap di tempat Deana, rumah keluarga Prasetya.


Meskipun harus bertemu dengan sosok Dimas yang masih seringkali membuatnya merasa tidak enak karena pemuda itu masih tampak mengharap perasaanya terbalaskan.


Jika saja keluarga Mami Linda tidak memperlakukannya dengan begitu hangat, jika saja Moza tidak memiliki kedekatan dan keakraban dengan keluarga itu, dan jika saja Deana yang merupakan sahabat karibnya bukanlah keponakan Mami Linda sekaligus sepupu Dimas. Mungkin akan lebih mudah bagi Moza mengacuhkan pemuda yang pernah ditolaknya itu.


" Sayang, temenin Mami ke mall yuk. Mami mau shopping dan sekalian ke salon. " Ucap Linda pada Deana dan Moza yang tengah bersantai di ruang keluarga sambil menonton drama korea.


" Wah, boleh Mi. Dea juga sekalian mau potong rambut nih udah kepanjangan gerah. " Jawab Deana bersemangat sambil mengibas-ngibaskan rambut panjangnya.


" Dea sama Momo siap-siap dulu ya Mi. " Lanjut Dea menarik lengan sahabatnya padahal gadis itu belum mengiyakan akan ikut dan masih fokus pada layar televisi.


" Eh.... " Moza tersentak dari posisi duduk nyamannya.

__ADS_1


Setelah setengah jam bersiap mereka berdua menuju ruang depan, Mami Linda sudah menunggu.


" Sudah siap sayang ? " Tanya Mami Linda seraya berdiri dan meraih tas nya di meja, kedua gadis itu mengangguk.


" Ayo kita berangkat. " Wanita paruh baya itu menyerobot di antara Moza dan Deana, melingkarkan tangannya di lengan kedua gadis itu.


" Ayo Nak, antar Mami ke mall. " Ucapnya pada Dimas yang ternyata sudah menunggu di depan dengan mobilnya.


Deana dan Moza saling beradu pandang, tatapan Deana seolah mengatakan ' gue gak tahu apa-apa ' dan direspon Moza dengan tersenyum.


Dimas membuka pintu depan dan belakang bergantian.


" Momo di depan ya sayang, " Ucap Mami Linda sambil mendorong perlahan gadis itu masuk dan duduk di kursi penumpang yang ada di samping kemudi.


Moza menurut saja apa yang diminta wanita tersebut, Dimas kemudian menutup pintu dan tentu saja tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.


Pemuda itu mulai mengerti apa yang sedang dilakukan sang Mami. Sebenarnya dia juga tidak suka menggunakan cara seperti ini, menggunakan bantuan orang lain untuk mendekati kembali gadis yang dicintainya.


Tapi Dimas adalah anak yang selalu menuruti kemauan Maminya. Tidak bisa menolak apalagi membantah wanita yang sudah melahirkannya itu.


Berbeda dengan Bara yang meskipun juga menyayangi ibunya, Bara lebih tegas dan mandiri, akan mengatakan tidak pada sang Mami jika keinginan ibunya itu tak sesuai dengan dirinya.


Di kursi belakang, Deana tengah mencerna apa yang sedang dilakukan tante nya itu.


Arrghhh Mami Linda ngapain sih ? Jangan bilang mau comblangin Momo sama Kak Dimas ?!!! Mami please hentikan..... ~ Deana ~


Perjalanan satu jam dilalui dengan keheningan, hingga akhirnya mereka sampai di Mall yang dimaksud Mami Linda.


" Yuk Dea temenin Mami ya sayang, katanya kamu juga mau potong rambut kamu. " Linda menyambar lengan Deana, gadis itu melongo, mencerna kembali apa yang sedang dilakukan tantenya.


Aaaaa.... Mami hentikan, jangan bawa-bawa Dea dalam rencana kekanakan Mami.


Batin Deana, menatap memelas kearah Moza, dan sahabatnya itu paham apa yang tengah terjadi.


Moza tersenyum dan mengangguk perlahan membalas ekspresi Deana yang seolah merengek padanya jika dia benar-benar tak tahu apa yang dilakukan sang tante.


Pergilah Dea, aku gak apa-apa.


Itulah yang ditangkap Dea dari senyum yang ditunjukkan Moza padanya. Dan akhirnya menyerah pada desakan Mami Linda untuk membiarkan Moza dan Dimas berdua saja.


" Dimas, kamu jalan-jalan dulu sama Momo, nanti Mami susul setelah dari salon. " Lanjut Mami Linda tanpa menberikan jeda dan peluang untuk ketiga anak muda itu berkomentar apalagi protes, dan kemudian menarik Deana meninggalkan Moza dan Dimas.


" Aaahhhh Mami ngapain sih ? Jangan lakukan itu ! " Protes Deana setelah menjauh dari sahabatnya.


" Memang apa yang Mami lakukan ? " Acuhnya.


" Itu tadi, masa Mami mau pura-pura gak ngerti sih ? " Omel Deana lagi.


" Isshhhh.... Ayolah sayang, memangnya kamu gak mau sahabat kamu beneran jadi saudara kamu, Mami cuma mau anak Mami bahagia, Mami juga sayang sekali loh sama Momo. Mami mau dia jadi mantu Mami. " Jawab Mami Linda seenaknya.

__ADS_1


" Aduhhh Mami, tapi kan Momo gak cinta sama Kak Dimas. Jangan main jodohin mereka seenaknya dong, nanti kalau Momo ngerasa gak nyaman gimana ? " Deana masih kesal dengan tingkah tantenya.


" Ya udah iya, ini yang terakhir deh, kalau kali ini juga gak berhasil Mami akan menyerah. " Jawab Mami Linda akhirnya pasrah.


" Mami janji yah ? " Ucap Deana meyakinkan.


" Iya iya.... Susah amat sih pengen mantu cantik. Udah ayok masuk. " Gerutu wanita cantik itu memonyongkan bibirnya, sembari menarik Deana lagi memasuki salon langganannya.


Disisi lain Moza dan Dimas, suasana yang mendadak canggung.


" Maaf kalo lo jadi gak nyaman ya Mo. Gue gak tahu Mami akan melakukan ini. " Ucap Dimas berusaha mencairkan keheningan diantara mereka.


" Hmm. Iya gak apa-apa. " Jawab Moza tenang.


" Gimana kalau kita tunggu disana aja. " Tawar Dimas menunjuk sebuah taman air mancur di tengah gedung Mall.


Taman di dalam Mall, terlihat air mancur berukuran cukup besar di tengah, dengan beberapa pohon besar di beberapa sudut dan kursi-kursi besi minimalis berwana coklat tempat bersantai bagi pengunjung.


Moza mengangguk dan mengikuti Dimas menuju salah satu kursi. Mendaratkan tubuhnya disana, menghadap air mancur.


" Gue belikan minum dulu ya. " Tawar Dimas dijawab anggukan oleh Moza.


Tatapan Moza menyisir setiap sudut taman, terlihat beberapa keluarga kecil dan pasangan kekasih yang sedang bersantai di area taman yang disediakan oleh Mall tersebut.


Beberapa pasangan muda-mudi tengah berfoto selfie, juga terlihat sebuah keluarga kecil sepasang pria dan wanita dengan dua anak berusia sekitar 2 dan 3 tahun tengah duduk diantara kedua orang dewasa itu.


Terlihat juga banyak anak yang sedang berlarian dengan ceria di area tengah. Moza merasa terhibur dengan tawa riang anak-anak itu, bibirnya tersenyum melihat tingkah lucu mereka yang sangat menggemaskan.


Hingga matanya menangkap sesosok anak perempuan yang tengah menangis sambil duduk di lantai marmer. Gadis kecil itu menarik perhatiannya.


๐ŸŒŸ


Siapa ya ????


๐ŸŒŸ


๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›๐Ÿงก๐Ÿ’œโค๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›๐Ÿงก๐Ÿ’œโค


Bantu VOTE agar karya ini naik RANK yah....


Terima kasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Jangan lupa kasih aku vitamin MENGHALU....


โœ” LIKE ๐Ÿ‘


โœ” COMMENT โœ๐Ÿ’Œ

__ADS_1


โœ” VOTE ๐Ÿ’ฑ๐Ÿ’ฒ yah ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2