Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Hotpot Mewah


__ADS_3

Kamar kosnya mendadak menjadi ruangan pesta ulang tahun. Dengan beberapa hiasan dan balon warna-warni menggantung di langit-langit kamarnya.


Kertas warna-warni berkelip yang keluar dari confetti berserakan di lantai.


Melihat Moza masih diam terperangah memandangi kamarnya, Renata membantu melepas tas gadis itu dan meletakkannya di atas ranjang. Kedua pergelangan tangan Moza mendadak di cekal oleh Amira dan Deana dari sisi kanan dan kiri.


Menarik perlahan gadis itu ke luar kamar, menuju gazebo yang ada di depan kamar gadis itu.


" Apa lagi yang kalian lakukan ? " Tanyanya lemas, mungkin karena kelelahan sekaligus kelaparan.


" Ikut saja. " Perintah Deana.


Sampai di gazebo, Dimas menyalakan lampu penerangan gazebo yang sedari tadi padam.


Terlihat sebuah kue ulang tahun dengan hiasan boneka beruang diatas nya.


Mereka duduk bersila mengelilingi meja di dalam gazebo, menyalakan lilin diatas kue tart coklat.


" Tutup mata dan berdoalah. " Ucap Deana.


Moza menuruti ucapan Deana, menutup matanya perlahan. Mengucapkan doa dalam hatinya.


Masa silam adalah kenangan, masa kini adalah kenyataan, dan masa depan adalah harapan.


Ya Allah, ijinkan aku tersenyum bahagia menata harapan masa depan tanpa melupakan kenangan masa silam yang berharga.


Jadikan sahabat-sahabatku ini senantiasa menjadi masa kini dan masa depan bagiku.


Dibuka perlahan kedua matanya, meniup lilin ulang tahun di atas cake coklat, yang lantas diiringi suara nyanyian selamat ulang tahun dan tepuk tangan dari sahabat-sahabatnya.


" Yuk makan, gue udah lapar menunggu lo dua jam. " Omel Deana.


Bukan kamu saja yang lapar, aku juga.


Guman Moza lirih dengan tersenyum miris.


Ditatapnya makanan yang tersaji di atas meja, bukan makanan biasa, melainkan makanan mewah yang sering dilihatnya di drama-drama yang ditontonnya.


Makanan yang biasanya hanya disajikan di restoran atau hotel bintang lima. Menu hotpot mewah ala restoran Jepang atau Cina, ah entahlah dia lupa.


Pantesan tadi aku mencium aroma makanan di dekat gazebo. Aku kira aku sedang berhalusinasi karena terlalu lapar.


Batin Moza saat melihat asap mengepul di atas panci dan mengeluarkan aroma yang gurih.


Terdapat sebuah panci besar di tengah meja berisi kuah kaldu yang menggugah selera, dengan pemanas dibawahnya, dikelilingi piring-piring berisi daging ayam dan sapi yang sudah dipotong kecil-kecil.


Beragam ikan dan seafood seperti udang, kerang, dan cumi-cumi. Lengkap dengan beberapa sayuran sawi, kol, brokoli, wortel, jamur, tomat, jagung, asparagus.


Tak ketinggalan beberapa bahan tambahan lain sepertiΒ mie, bihun, tahu ( tofu ), telur, bakso, dan sosis.


Mereka mulai memasukkan satu per satu bahan makanan yang ada di atas meja. Menunggu matang sambil mengobrol ringan.


Apa ini juga ulahnya ? Pantas saja dia tega membiarkanku kelaparan.


Batin gadis itu.


β€’

__ADS_1


β€’


~~ Flashback ~~


30 Menit sebelum Hega dan Moza sampai di kosan.


Hega melakukan panggilan telepon dengan headset bluetooth yang terpasang di telinganya.


" Kalian berangkat sekarang, lakukan sesuai yang saya perintahkan. "


( Apakah langsung kami siapkan di meja, Presdir ? )


" Tidak, kalian tunggu dulu disana. Siapkan jika saya sudah sampai. "


( Baik Presdir. )


Klik


Dan saat sampai di depan gerbang kosan, pemuda itu kembali memberi perintah pada karyawannya yang sudah berada di lokasi dengan membawa mobil khusus untuk mempersiapkan makan malam hari ini.


Jadi bukan tanpa alasan Hega tak langsung membangunkan gadis yang tengah terlelap dalam tidurnya.


Selain ingin lebih lama menatap wajah tenang dan menggemaskan gadis itu saat tidur, juga untuk memberi waktu kepada orang-orang suruhannya untuk mempersiapkan hidangan makan malam di gazebo kosan Moza.


Tentu saja itu juga alasannya tak mengajak gadis itu makan malam dan langsung mengantarnya pulang. Karena dia telah mempersiapkan rencana lain untuk Moza agar merayakan ulang tahunnya bersama sahabat-sahabatnya.


Tepat saat gadis disampingnya terbangun, semua perintah Hega sudah selesai dilaksanakan.


Sekali lagi di kirimnya pesan kepada Deana setelah Moza keluar dari mobil menuju kamarnya.


Hega : Moza sudah masuk ke gerbang.


Hega : Selamat bersenang-senang.


Sepupu Bara : Oke.πŸ‘πŸ‘πŸ˜Š


~~ Flashback End ~~


β€’


β€’


Satu per satu bahan yang telah masuk ke alam panci mulai matang, dengan menggila mereka menikmati makan malam istimewa ulang tahun sahabatnya.


Hanya Deana yang tahu siapa yang berada di balik makan malam istimewa yang tersaji di meja. Saat Amira dan Renata berbisik bertanya pada Deana, gadis itu mengarahkan jari telunjuk di bibirnya mengisyaratkan agar mereka tak lagi bertanya.


Sedangkan Dimas salah menduga jika semua ini dipersiapkan oleh pemuda di sampingnya, siapa lagi kalau bukan Julian.


Setelah sekitar satu jam lebih mereka menikmati makan malam sambil diselingi beberapa candaan dan obrolan receh.


Beberapa orang wanita tengah membersihkan peralatan hotpot di atas meja, mengganti hidangan dengan beberapa dessert dan minuman ringan.


" Apa ada lagi yang nona ingin kami untuk siapkan ? " Salah satu wanita bertanya setelah selesai menata makanan penutup di atas meja.


Moza bingung mau menjawab apa karena nyatanya dia tak tahu apa-apa tentang makan malam ini.


" Sudah cukup. Kami akan membersihkan sisanya. " Sambar Deana memutuskan, toh hanya tinggal beberapa piring kecil dessert saja, tidak sulit membereskannya.

__ADS_1


" Baiklah, kami pamit. Besok akan ada orang yang merapikan sisanya, nona tidak perlu repot. " Ucap wanita itu sopan sambil setengah membungkuk ke arah Deana dan Julian bergantian.


Hal ini justru membuat Dimas semakin salah paham, dan yakin jika yang menyiapkan semua ini adalah Julian. Padahal wanita tadi berpamitan sopan pada Julian adalah karena wanita itu adalah staff di restoran yang ada di salah satu Hotel milik Hega.


Wanita itu seringkali melihat Julian mendampingi Hega yang adalah Presdir Imperial Hotel.


Sedang asyik menikmati semangkuk kecil ice cream gelato, Deana mengulurkan sebuah paperbag berukuran sedang ke arah Moza.


" Apa lagi ini ? " Tanyanya sembari meletakkan sendoknya ke dalam mangkuk.


Mengambil tissue dan mengusap pelan ke mulut dan tangannya, lalu meraih paperbag dari Deana.


Membukanya perlahan, dikeluarkannya kotak berwarna biru muda dengan pita berwarna navy. Dibukanya tutup kotak, kemudian menatap sahabatnya bergantian setelah melihat isi kotak.


" Kalian tidak perlu repot menyiapkan hadiah, apalagi semahal ini. " Ucapnya sambil mengeluarkan Ipad berukuran 10 inch yang harganya melebihi harga sepeda motor baru.


" Itu hadiah dari kami berlima, lo bisa gunakan untuk membuat desain baju untuk H - Mo. " Ucap Amira.


" Iya, terima saja. Itu adalah bentuk kasih sayang kami buat lo. Toh lo gak akan mau terima hadiah dari gue dan Dimas kan, jadi itu ide gue buat patungan aja. Biar lo gak ada alasan menolak. " Pinta Julian, didukung anggukan dari keempat sahabatnya.


" Baiklah, akan aku pakai dengan baik, meskipun aku belum pernah mencoba menggambar di tablet. " Jawab gadis itu pasrah.


" Terima kasih. " Sambungnya.


🌟


🌟


Sudah Extra Part ya hari ini.....


Maunya nambah lagi tapi inspirasinya gak kunjung muncul


Karena ini sudah masuk part ASMARA Hega dan Moza, jadi bener-bener ingin yang se sweet mungkin....


Jeda dulu daripada dipaksakan nanti kurang nyambung.


UPDATE tetap setiap 3 hari sekali ya jam 09.00


Next Update tanggal 10, jika idenya lancar semoga bisa update sebelum itu.


Dukung akuh ya supaya semangat dan memberikan cerita yang menghibur.....


❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀


➑️➑️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❀


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya πŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ˜πŸ’•πŸ’•


ADA SATU EPISODE LAGI

__ADS_1


MOGA MALAM BISA UP....


KLIK TOMBOL NEXT @ 23.00


__ADS_2