
Gimana mau duduk semobil sama gue, liat gue aja tuh muka kecut amat bawaanya. Batin Hega.
~~ Flashback End ~~
🍒🍒🍒
AUTHOR
Untuk pertama kalinya Bara menyaksikan sosok Hega yang seperti ini, mati gaya menghadapi makhluk bernama perempuan. Sama sekali tidak menyangka jika sekalinya tertarik pada lawan jenis, pemuda yang selama ini cenderung acuh dan bahkan bisa disebut berdarah dingin pada setiap wanita ini nyatanya hanyalah sosok pemuda polos.
Pengusaha muda yang disebut-sebut sebagai si jenius dalam bisnis, yang selalu menemukan banyak cara dalam menyelesaikan berbagai urusan bisnis. Berbagai macam ide brilliant baik dalam urusan pengembangan usaha maupun trik memenangkan banyak tender untuk perusahaan muncul dari kepalanya dengan begitu mudahnya.
Namun ternyata dalam sekejap IQ sempurna yang dimilikinya seolah tak berguna jika berhadapan dengan urusan cinta.
Ternyata memang benar adanya saat orang berkata bahwa IQ seseorang mendadak bisa merosot jika sedang jatuh cinta.
Gumam Bara lirih saat mendapati sahabatnya tengah termenung sesaat.
" Apa lo mengatakan sesuatu barusan ? " Tanya pemuda yang sedang duduk bersandar di kursi kebesarannya.
Cih ternyata telinga nih anak masih peka juga.
Gerutu Bara kemudian.
" Lagian apa sih yang udah lo lakuin sampai tuh anak asem muluk mukanya tiap liat lo ? " Tanya Bara penasaran sambil nyengir jahil.
" Memang apa yang ada di otak mesummu itu ? " Dengus pemuda itu kesal.
" Ya siapa tahu aja lo udah berbuat yang iya iya sama tuh cewek. " Godanya lagi.
" Jangan samakan gue dengan kelakuan mesummu itu. " Jawab Hega sambil melempar sebuah pena ke arah pria yang sudah berdiri di hadapannya dan bersandar di meja.
" Hahaha..... Lo denger sendiri kan dari adek sepupu gue sama temennya, siapa itu namanya yang cerewetnya udah kayak komentator pertandingan bola.... Emmmm. " Oceh Bara kemudian terhenti tampak mengingat-ingat.
" Rena.... Ya si Renata. Dari cerita mereka tentang Moza, tuh anak kelakuannya mirip banget sama lo. Jangankan salting kalau ada yang pdkt, merespon aja enggak. Kalian tuh udah macam manusia batu yang gak punya hati, mau dikejar-kejar, di caperin, dimodusin. Tuh muka lempeng aja gak berekspresi. " Gumam Bara panjang lebar.
__ADS_1
" Mau gimana lagi, gue gak tertarik sama mereka. " Jawabnya tegas.
" Nah itu dia, maksud gue meskipun gak tertarik jangan bersikap seolah mereka tidak ada kali. Basa-basi dikit napa, gak rugi juga itung-itung memperluas pergaulan. " Seloroh Bara sambil menghentakkan tangannya diatas meja si boss dan mendapat hadiah tatapan melotot dari pria dihadapannya.
" Basa-basi akan membuat mereka berharap. Jika tidak tertarik yang memang lebih baik diacuhkan saja, anggap tak ada. " Ucapnya lagi dengan nada santai.
Belum sempat Bara mengomentari kalimat pemuda itu, tiba-tiba Hega beranjak dari kursinya dan menepuk bahu sahabat nya itu. Tersenyum penuh arti, kemudian melangkahkan kakinya melewati Bara yang masih terkejut dengan mulut sedikit menganga.
" Hei, mau kemana lo boss ? Jelaskan maksud senyum mengerikanmu itu !! " Teriaknya mengejar sahabatnya yang sudah membuka pintu ruangannya.
" Anita, siapkan rapat 30 menit lagi untuk membahas kerjasama dengan Berlin Corporation. Dan bawakan berkas tentang Berlin Corp beserta dua cangkir kopi ke ruangan Wakil Presdir. " Perintahnya tegas dan lugas pada sekretarisnya, sambil memberi isyarat sekilas pada pria di belakangnya.
" Baik Presdir, segera saya laksanankan. " Jawab Anita sambil beranjak dari kursinya memberi intruksi ke beberapa staff sekretaris lainnya.
🍒🍒🍒
Sementara itu Hega sudah duduk di sofa ruangan Wakil Presdir, pimpinan tertinggi kedua di Golden Imperial Group. Siapa lagi jika bukan pria yang tak lain adalah sahabatnya, Bara Prasetya.
" Ada apa ini sebenarnya ? " Tampak Bara memutar bola matanya mencari-cari pencerahan akan sikap si boss yang mendadak berubah.
Batin Bara penasaran.
" Apa yang lo rencanakam Mr. Presdir ? " Tanyanya lagi sambil menekan ujung pelipisnya.
" Tentu saja membuat proposal kontrak kerjasama, memangnya apa lagi ?!!! " Ucapnya datar dengan tersenyum tipis.
" Hei boss, jangan tersenyum seperti itu, anda membuatku ngeri. " Gerutunya sambil bergidik ngeri melihat senyum yang terukir di bibir pemuda di hadapannya.
Jika senyum yang sedang ada di wajah itu adalah senyum iblis atau senyum sinis dan tipe senyum sejenisnya yang sering tersungging di bibir pemuda itu, mungkin saja Bara tidak akan seheran dan se-ngeri ini. Nyatanya senyum yang sedang tersungging disana adalah senyum pria yang sedang jatuh cinta.
•
•
•
__ADS_1
🍒🍒🍒
HEGA
Kuputuskan untuk menghadapi pertemuan yang diajukan oleh wanita itu, Berlinda Grace. Setelah gagal mendekatiku dengan berbagai macam cara, sepertinya wanita ini sudah mulai menggunakan otaknya.
Menggunakan alasan bisnis untuk menemuiku, mengajukan kontrak kerjasama bernilai fantastis yang meskipun aku menolaknya, bukan berarti pria di hadapanku ini akan menyerah begitu saja keuntungan yang memiliki banyak angka nol itu.
Aku duduk di sofa ruangan Bara, lebih dulu membahas perihal beberapa point yang harus ada di kontrak tersebut.
Kuabaikan ocehannya dan segala pertanyaannya tentang urusan pribadiku yang sempat menjadi bahan obrolan kami di ruanganku tadi.
Nyatanya aku baru menyadari sesuatu, tentang sikap aneh gadis cantik yang selalu berkeliaran tanpa henti di kepalaku. Sikap acuh dan dinginnya yang berubah canggung saat betemu denganku, ekspresi datarnya yang berubah masam dan terkadang terselip semu merah di pipi putihnya itu setiap kali sengaja atau tanpa sengaja mata kami saling beradu.
Apa lagi artinya jika bukan karena gadis itu mulai tertarik padaku. Maaf bukan Ge er, tapi seperti kata Bara dan sepupunya Deana, jika aku dan gadis itu memiliki beberapa kelakuan menyebalkan yang sama terhadap lawan jenis.
Bukankah beberapa lama ini aku juga gelisah memikirkannya, pikiran kacau dan fokus kerja merosot karena merasa terganggu setiap kali wajah mungil itu terlintas di ingatanku.
Bahkan aku sempat ingin kabur sesaat dari pekerjaan, refreshing dan menenangkan pikiranku yang sempat kukira mulai tak waras. Yang justru berakhir pertemuan dengan sosok yang menyebabkan ketidakwarasanku itu.
Sial, kenapa baru terlintas di kepalaku ?
Bukankah lebih baik melihatnya canggung, salah tingkah dan kesal saat melihatku yang berarti dia menyadari keberadaanku. Daripada melihatnya tampak tenang dan acuh seolah apapun yang kulakukan yang terlihat dimatanya.
Satu kenyataan yang baru kusadari, sepertinya dia juga merasa terganggu dengan keberadaanku. Apa lagi artinya jika bukan seperti yang sudah kuduga, sama seperti dia yang berhasil menarik perhatianku, itu artinya aku juga berhasil menarik perhatiannya.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Terima kasih 😊😘😘😍
__ADS_1
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕