
AUTHOR
~ Malam Harinya ~
Ardi dan Ayu sudah kembali ke kota B beberapa jam yang lalu. Sesuai rencana, mereka akan kembali datang seminggu lagi untuk membantu menyiapkan beberapa hal.
" Kamu marah padaku ya ?! " Tanya Hega menghampiri Moza yang tengah duduk melamun duduk di tepi ranjang kamar tidurnya.
" Eh... Kapan kakak masuk ? Kenapa tidak ketuk pintu si ? Gimana kalau aku tadi sedang .... "
Aaah... Apa yang barusaja akan aku katakan si ?!
Gerutu Moza dalam hati sembari menepuk pelan bibirnya dengan telapak tangannya sendiri.
Hega tersenyum melihat tingkah imut kekasihnya, tak kuasa menahan diri untuk tidak menggodanya.
" Kalau kamu sedang apa, hem ? Kenapa tidak diteruskan kalimatnya ?! " Tanya Hega yang dengan cepat sudah berada di samping Moza.
" Itu tidak penting, tidak usah dibahas. "
" Lalu apa yang penting untuk dibahas ? " Hega mencondongkan wajahnya mendekati wajah Moza.
" Aaaa.... Jangan dekat-dekat, Kak ! " Teriak Moza sembari mendorong wajah Hega dengan tangannya.
" Makanya jangan melamun, jadi tidak dengar kan sedari tadi aku mengetuk pintu dan memanggil-manggil kamu. Aku kira kamu pingsan di dalam. "
Moza menggaruk tengkuknya merasa bersalah telah mengabaikan panggilan pemuda itu.
" Maaf aku benar-benar tidak dengar, Kak. " Sesal Moza lirih.
" Hm... Tidak apa. Tapi aku sedikit kecewa juga sebenarnya. " Ucap Hega yang justru kembali membuat Moza bingung.
" Hah ?! "
" Aku kira kamu benar-benar pingsan tadi. Ternyata hanya sedang melamun saja. "
Moza menatap Hega dengan dahi mengerut, " Apa maksudnya itu ?! "
" Aaah... Jadi kakak kecewa karena ternyata aku tidak pingsan ? Kakak senang kalau aku pingsan beneran begitu ?! " Sambung Moza tersungut kesal, memukul lengan Hega sebagai bentuk protesnya.
" Bukannya aku ingin kamu pingsan. Tapi kalau kamu memang benar-benar pingsan siapa tahu aku bisa memberimu CPR untuk kedua kalinya π. " Goda Hega lengkap dengan senyum seringai terukir di bibir seksi yang terlihat menggoda itu.
Moza seketika melotot tajam, " AAARGGGHH... Kakak mesum. " Moza memukul-mukul tubuh Hega secara acak, wajahnya merona sangat merah seperti kepiting rebus, sangat imut dan menggemaskan.
Sedangkan Hega tak henti-hentinya terkikik melihat kepolosan kekasih cantiknya itu.
G R E P ...
Hega menangkap kedua tangan Moza yang terus membombardir tubuhnya dengan pukulan-pukulan kecil. Menarik tubuh Moza merapat padanya, mengunci tubuh mungil kekasihnya dalam dekapannya.
__ADS_1
" Mo, apa kamu marah padaku ? " Ucap Hega mengulang pertanyaannya saat dirasa gadis itu sudah lebih tenang berada di pelukannya.
Dielusnya perlahan kepala dan punggung gadisnya dengan penuh sayang. Diam-diam membuat Moza menikmati perlakuan lembut kekasihnya itu dan membuatnya semakin nyaman saja menenggelamkan diri dalam dekapan Hega.
" Kakak merasa ? " Jawab Moza balik bertanya.
" Tentu saja, dari siang tadi sikapmu aneh. Kamu seperti sengaja mengabaikan aku. Memang apa salahku, hem ? " Tanyanya lagi tanpa merasa bersalah.
Moza seketika mendorong tubuh Hega, " Ck.... Kakak benar-benar keterlaluan. Kakak bahkan tidak tahu apa kesalahan yang telah kakak lakukan, huuh. " Ketus Moza seraya beranjak dari ranjang hendak meninggalkan Hega.
B R U K . . .
Tapi bukan Hega namanya jika tidak punya cara membujuk kekasih cantiknya itu. Hega menarik lengan Moza dan menjatuhkan tubuh Moza di atas ranjang. Dengan cepat mengunci kedua kaki Moza dengan kaki panjangnya, keduanya sudah berada di atas ranjang Moza dengan posisi miring berhadapan.
Hega mendekap Moza dengan tangan kirinya yang melingkar di bawah kepala Moza dan menjadi bantal, dan tangan kanannya menguasai punggung Moza dengan erat.
" Aaarrrgh.... Apa yang kakak lakukan ?! " Teriak Moza begitu terkejut dengan tindakan nekat Hega.
Untung saja lantai 3 rumah utama adalah merupakan area kekuasaan Hega, jadi tidak akan ada siapapun yang berani menginjakkan kaki mereka di lantai itu tanpa seijin Hega.
Jadwal bersih-bersih pun juga sudah diatur sebagaimana mestinya disesuaikan dengan rutinitas penghuninya agar tidak mengganggu aktivitas si penguasa area.
Otomatis tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi di lantai 3 ataupun mendengar apapun dari lantai tersebut. Kecuali beberapa area yang terekam kamera CCTV, tentu saja kamar dan kamar mandi adalah dua area yang bebas dari kamera pengintai itu.
" Memangnya apa yang aku lakukan, hem ?! " Seringai Hega tipis membuat Moza sadar betul jika dirinya akan terjebak lagi dalam permainan licik kekasihnya.
" Kak, lepaskan ! " Moza meronta-ronta.
" Pikir saja sendiri ! " Ucap Moza sinis.
" Baiklah, aku akan memikirkannya sendiri. "
" Baguslah kalau begitu. Jadi lepaskan aku, Kak ! "
" Sepertinya berpikir tentang apa salahku sambil memelukmu seperti akan membuat kerja otakku lebih maksimal. Jadi aku tidak akan melepaskanmu. " Jawab Hega santai dengan seringai tipis masih menghiasi bibirnya.
" Aaaaa.... Teori dari mana lagi itu ?! Memangnya aku ini vitamin atau suplemen yang bisa meningkatkan daya ingat dan kecerdasan orang apa ?! " Kesal Moza seraya menengadahkan kepalanya mencoba menatap wajah Hega.
Mendengar ocehan Moza membuat Hega terkikik kecil, dan bukan malah melepaskan Moza tapi justru semakin ingin menggoda gadis cantik itu.
" Momo sayang, kamu lebih dari sekedar vitamin buatku. " Hega melonggarkan pelukannya, menunduk dan mengintip wajah ayu yang sedang dalam kuasanya.
" Haish... Cukup, jangan bercanda lagi dan lepaskan aku, Kak ! Bagaimana jika ada yang lihat ? Mereka akan berpikir yang tidak-tidak tentang kita. Apalagi posisi kita emmm...... " Ocehnya lagi, namun seketika terputus dan ragu untuk melanjutkan kalimatnya sendiri.
" Posisi kita kenapa, hem ?! Lagipula tidak akan ada yang melihat, mau melakukan apa juga tidak akan ada yang tahu. Kalaupun ada yang lihat dan salah pahampun bukannya malah bagus ?! " Jawab Hega dengan tersenyum seringai yang membuat Moza merinding seketika.
" Eh... Apanya yang bagus ?! Yang ada kita akan malu, Kak. " Omel Moza.
" Aku tidak malu tuh, dan kalau ada yang memergoki kita seperti ini siapa tahu akhir bulan bukannya jadi acara pertunangan justru akan menjadi acara pernikahan. Bukankah itu ide yang bagus, hem ?! " Hega semakin melancarkan godaan manisnya.
__ADS_1
" Ngawur.... Enak saja kakak bilang bagus, yang ada memalukan tahu. " Protes Moza semakin kesal.
" Hahahha.... "
" Kakak yakin tidak mau melepaskan aku ?! " Tanya Moza dengan nada yang entah kenapa membuat Hega merasa ada sesuatu yang akan dilakukan kekasihnya itu.
" Hem. Kita akan terus seperti ini sampai aku menemukan apa salahku atau saat kamu yang mengatakan langsung apa salahku. " Tegas Hega.
" Baiklah. Jangan menyesal ya ! "
" Tidak akan, aku malah senang bisa berlama-lama berduaan denganmu seperti ini. "
Detik demi detik berlalu.
Berganti menit.
Tidak ada jawaban dan tidak ada pergerakan dari tubuh Moza. Gadis itu terlihat tenang dalam dekapan Hega, membuat Hega semakin nyaman saja dan menikmati kedekatan mereka. Hingga sesuatu yang diluar perkiraan Hega terjadi dalam waktu yang tiba-tiba tanpa persiapan.
" AAKH.... OUCH.... " Hega sontak melepaskan rengkuhannya, membiarkan gadis itu lolos dari kunciannya.
" Hueeee.....π " Ejek Moza seraya menjulurkan lidahnya ke arah Hega yang masih meringis kesakitan dan mengusap-usap lengannya yang baru saja digigit oleh kekasih cantiknya.
" Kamu ini seorang gadis atau seekor singa si ?! Bisa-bisanya kamu menggigitku. " Rintih Hega yang sudah dalam posisi duduk di tepi ranjang dengan masih mengusap lengannya.
" Siapa suruh kakak tidak mau melepaskanku secara baik-baik ππ ?! "
" Awas kamu ya kalau tertangkap olehku. Sini kamu ! " Ancam Hega seraya berdiri menghampiri gadisnya.
" Tangkap saja kalau bisa π ! " Moza sudah berlari keluar dari kamarnya. Setidaknya jika ada di luar kamar Hega tidak akan berani macam-macam padanya karena ada kamera pengawas.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...SPOILER :...
" Aku belum bisa menyerah karena aku merasa jika aku masih memiliki kesempatan. Toh kalian baru saja berpacaran dan masih ada kemungkinan kalian putus kan. "
Moza masih diam, menunggu waktu yang tepat untuk bersuara.
" Jadi selama kalian belum resmi menikah aku akan terus mengejarnya. "
SIAPAKAH DIA ? BAGAIMANA MOZA MENGATASI WANITA YANG MASIH NEKAT MENGEJAR HEGA ?!
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...JANGAN LUPA DIGOYANG JEMPOLNYA YA SAYANG...
...LIKE...
...KOMENTAR...
__ADS_1
...VOTE...