
HEGA
Tengah fokus mengecek email di ipad ku, sambil sesekali mengamati permainan game Dimas dan Julian. Saat kulihat ke arah luar villa, sepertinya Bara malah tengah asyik tertawa-tawa dengan adik sepupu dan teman-temannya.
Dasar playboy kampret, pasti lagi modusin temen-temen sepupunya.
Tak lama kudengar suara tawa Bara yang cukup membahana, kemudian tampak seorang gadis membuka pintu dan masuk kedalam villa dengan ekspresi kesal, sesaat memperhatikan ke arah sofa. Tanpa sadar kutatap mata bulat yang akhir-akhir ini terasa mempesona.
*What !! Apa yang baru saja terlintas di kepalaku* !!??
Segera kualihkan kembali pandanganku ke layar benda pipih ditanganku. Saat kulihat sekilas gadis itu sudah berlalu menuju kamarnya dengan ekspresi wajah kesal.
Ada apa dengannya, kenapa dia terlihat begitu kesal, sedangkan kulihat ketiga sahabatnya sedang tertawa-tawa bersama Bara di kolam renang.
Pasti ada hubungannya sama bocah sinting yang lagi cengengesan ini.
๐๐๐
AUTHOR
Beberapa saat setelah Moza memasuki kamarnya, tampak Bara berjalan memasuki villa, mendekat ke ruang tengah dan duduk disamping sahabatnya. Masih dengan ekspresi cekikikan menahan tawanya.
Dimas dan Julian yang sedari tadi tak bergeming dari layar televisi sampai ikut menghentikan permainan mereka dan menoleh kearah pria itu.
" Kenapa Bang, dateng-dateng cengengesan gitu ? " tanya Dimas pada sang kakak.
" Mau tau aja lo dek, dah sana lanjutin main aja. " jawab Bara acuh.
" Lo buat ulah apa lagi ? " kali ini giliran Hega bertanya dengan nada dingin tanpa memandang sahabatnya itu.
" Hm. " pria itu masih dengan ekspresi menahan tawa dan hanya mengangkat kedua bahunya.
Merasa tak mendapat jawaban dari pertanyaannya, pemuda yang sedari tadi fokus pada ipad nya kemudian beranjak meninggalkan sahabatnya yang masih senyum-senyum sendiri di sofa.
" Mau kemana lo Ga ? " tanya pria itu kemudian setelah Hega tengah beranjak meninggalkannya, namun tak dihiraukan oleh sahabatnya.
Bara mengikuti langkah sahabatnya menaiki anak tangga, tampak Hega sedang berdiri di balkon lantai dua. Menghadap ke arah pemandangan pegunungan yang tampak hijau dan mulai berkabut.
Sesekali menghela nafas panjang, mencoba mengembalikan akal sehatnya, menghilangkan segala perasaan yang dianggapnya tak berguna yang tengah berkecamuk di hatinya.
Sebenarnya Hega tak membenci perasaan ini, ada secercah kehangatan setiap kali memperhatikan sosok mungil itu. Rasa seperti ingin melindungi sesuatu yang berharga, merasa ikut kesal jika sang gadis menunjukkan ekspresi kesal terhadap sesuatu.
Rasanya ingin diremukkannya siapa saja atau apa saja yang membuat gadis itu berekspresi kesal atau muram seperti itu.
Kenapa denganku ? Bukankan kami tidak memiliki hubungan apapun yang membuatku begitu memperdulikannya. Sejak kapan aku jadi possesive seperti ini, dan lebih memalukan lagi possesive pada sesuatu yang bukan milikku.
Pikiran-pikiran seperti ini terus berputar dibenak Hega, mencari-cari jawaban atas kekacauan hatinya sendiri.
Bara yang mengenal baik sahabatnya itu tahu persis jika saat ini pria itu dalam kondisi yang tidak ingin diganggu. Dia memilih duduk diam di kursi yang ada di ruang tengah yang berada diantara kamar nya dan kamar Hega, memperhatikan tingkah laku sang sahabat dari kejauhan.
" Masalah tak akan bisa selesai jika lo memendamnya sendiri. " kata Bara sesaat setelah Hega tampak memasuki ruangan dari arah balkon.
Dengan enggan menjatuhkam tubuhnya diatas sofa, menatap langit-langit villa dan sekali lagi menghela nafas dalam.
" Kalo lo suka sama dia, maka dekati dan kejarlah. Jangan kebanyakan mikir, tuh otak cukup dipakai buat urusan pekerjaan saja, urusan yang satu ini lo harus pakai hati. " kata Bara kemudian kali ini dengan nada serius.
" Gue gak tahu perasaan apa ini, tapi gue rasa belum sampai tahap itu. " ucapnya.
Ggrrrrr... sampai kapan lo mau mengelak dari perasaan lo sob.... Sabar... sabar Bar.... lo harus pelan-pelan bikin nih pangeran es sadar. Semakin lo ngotot semakin keras juga nih bocah menyangkal. batin Bara mencoba menenangkan dirinya yang mulai kehabisan akal menghadapi sahabanya.
" Yah terserah lo, tuh hati punya lo, pokoknya jangan sampai menyesal kalau tuh cewek diembat orang. Dan kalau itu terjadi, gue yang pertama kali akan tertawa atas kebodohan lo. " lanjut Bara kemudian sambil beranjak meninggalkan pemuda itu.
__ADS_1
๐๐๐
Disisi lain di dalam kamar, Moza tengah duduk di sofa panjang sambil memperhatikan teman-temannya yang masih tengah asyik berenang.
Meletakkan komiknya di atas nakas, kemudian memasang earphone di kedua telinganya, menikmati alunan musik favoritnya. Berharap kekesalan sekaligus kegelisahannya bisa segera sirna.
Namun pikirannya tetap terganggu dengan beberapa hal yang terus berputar dalam kepalanya, ingatan tentang kejadian saat jogging kemarin, kejadian di depan dapur, dan segala kejadian yang berkaitan dengan pria yang ternyata adalah orang yang memindahkan dirinya dari sofa ke kamar.
Untuk pertama kalinya bagi gadis itu merasakan kecanggungan ketika berhadapan dengan seorang pria.
Bahkan tanpa disadarinya, ia selalu saja menghindar jika bertemu atau berpapasan dengan pemuda itu, dengan susah payah menghindari tatapan mata yang seringkali tanpa sengaja bertemu satu sama lain.
Gadis yang selama ini selalu saja acuh meskipun banyak pasang mata lelaki yang menatapnya, atau sekedar mencuri pandang darinya. Dia hanya akan berlalu tanpa memperdulikannya.
Tapi kali ini berbeda, sepasang mata hitam legam dengan sorot mata tajam yang entah sengaja atau tidak sengaja selalu mengarah padanya, membuat dirinya seolah merasa ada ketidak nyamanan di sudut hatinya.
Entah kegelisahan macam apa yang membuat sudut hatinya mulai berdebar jika tanpa sengaja menangkap tatapan mata itu. Seperti mangsa yang ingin kabur dari tatapan mata seekor singa.
Pandangannya memang mengarah pada kolam renang, namun pikiran gadis itu sedang tak berada disana. Terbukti dia bahkan tak menyadari kehadiran seseorang yang mendekatinya.
" Mo, lo masih kesel sama kita ? " tanya Deana tiba-tiba, yang tengah menggunakan kimono mandi untuk menutupi baju renangnya.
" ". Gadis itu hanya mengernyitkan dahinya tampak terkejut, bergantian menatap sahabatnya dan kemudian menoleh ke arah kolam renang dibalik jendela.
Menyadari jika dirinya baru saja terbangun dari lamunan panjang karena ternyata playlist musik yang diputarnya sudah berhenti bersuara tanda semua lagu sudah mengalun mengiringi lamunannya.
" Gue mandi dulu, kita ngobrol lagi nanti, lo jangan kemana-mana. " kata Deana sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya memastikan agar sang sahabat tak meninggalkan kamar mereka.
" Hn. " jawab Moza singkat diiringi anggukan pelan dan kembali memasang earphone di salah satu telinganya dan memutar sebuah drama korea di salah satu aplikasi smartphone sambil menunggu sahabatnya.
โโโ
โโโโ
โคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโค
Pembaca : Lu kemana aja thor, updatenya lama bener.... Jangan-jangan gue ditinggal mudik nih....
Me : Nooooooo...... I'm still here you know.....
Pembaca : Idih pake bahasa inggris pula... Mana gue ngerti.....
Me : lah biasanya juga di tulisanku ada inggris2 nya dikit, meski mungkin kadang ada salahnya hehe ๐๐๐๐
Pembaca : Nah kalo ntuh mah gue liat pake gugle translet bacanya....
Me : Lah ini juga bisa pake gugle translet kan... ๐ค๐ค๐ค๐ค
Pembaca : ogah...
Me : lah napa ?
Pembaca : kalo di cerita lu kan biar bisa paham ceritanya dung gue bela-belain pake gugle translet...
kalo cuma iklan mah ogah ah, palingan lu alesan doang..... lagipula gue masih kesel sama lu...
Me : kesel napa coba ?????
Pembaca : lu kagak update2.... gue hampir mau kabur....
Me : ish... masih hampir juga... belum kabur beneran....
__ADS_1
Pembaca : oh maunya lu gue kabur beneran.... ???? okeh fine... i will leave you.....
Me : Noh noh noh ngikutan pake inggris2.... katanya kagak ngerti....
Pembaca : ( malu-malu.... ) gue pake gugle traslet...
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Me : idih pake malu-malu segala.....
Pembaca : biarin..... gue kabur nih....
Me : ihhhhh..... jangan dong.... ( wajah melas )
Pembaca : kagak ngaruh muka melas lu thor....
Me : Iya deh maap yah.... Diriku sudah nyiapin update 3 episode sebelum lebaran.... eh review nya lama bingitzzzz..
Pembaca : admin NT nya lagi lebaran tauk.... makanya libur ngapain review tulisan lu.....
Me : nah tuh tahu.... jadi jangan kesel lagi ma dirikuh ya....
Pembaca : oke terpaksa......๐๐๐
Me : ih lebaran nih.... masak gak mau maapin diriku...
Pembaca : okeh deh gue kagak kesel lagi kagak kabur....tapi kasih angpao yah.....
Me : โนโนโนโน diriku tak bisa kasih angpao..... maapkan lagi yah....
Pembaca : pelit luh.....
Me : lu juga pelit kasih like comment and poinnya... ๐ค๐ค๐ค๐ค
Pembaca : idih masih diinget ajah.... katanya udah lebaran maap-maapan.....
Me : iya deh maafin lagi.... Diriku agak bisa kasih angpao.... kasih update new episode aja yah....**๐ช๐๐๐๐๐
Pembaca** : Okeh.... ntar akuh kasih like an comment juga....
Me : poin nya gak sekalian.... ????๐๐๐๐
Pembaca : kagak.... nunggu lu rajin update aja, baru gue kasih poin...
Me : ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ ( pasrah deh, pembaca adalah raja )
โคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโค
โก๏ธโก๏ธ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....โค
PLEASE DON'T BE SILENT READER......๐
***AUTHOR mengucapkan
Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1441 H
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan batin
~ Dukung terus author ya..... ~
__ADS_1
#tetapHappyMeskiTakMUDIK***.....