Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Peri Kecil...


__ADS_3

HEGA


Jika tidak ada hubungannya dengan Berlinda Grace, mungkin aku tidak akan pusing dan langsung tanpa ragu menyetujui pertemuan dengan pihak Berlin Corporation.


Nilai kontrak hampir satu triliun bukan nominal yang kecil, tapi masalahnya ini ada kaitannya dengan perempuan yang selalu saja tak henti-hentinya menggangguku.


Tidak bisa dihitung berapa kali perempuan yang satu itu berusaha mendekatiku, sok akrab di beberapa pesta para pebisnis yang aku hadiri sebagai tuntutan yang harus aku jalankan sebagai pengganti kakek. Belum lagi usahanya mendekatiku melalui orang-orang terdekatku, seperti saat perempuan itu merayu Bara untuk bisa makan siang bersama denganku secara dia tahu rutinitas ku bersama sahabatku ini.


Belum lagi kenekatannya mendekati keluargaku, papa dan istri keduanya, dan juga kakek, meskipun hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhiku. Karena untung saja untuk masalah pribadi yang satu ini kakek tidak ikut campur sama sekali.


Berbeda dengan papa yang beberapa kali mengundangku makan bersama yang selalu aku tolak jika dia mengajak istri keduanya. Akhirnya menggunakan Rania untuk membuatku setuju dengan acara makan malam itu.


Hanya jengah rasanya berurusan dengan perempuan yang seolah tak punya malu itu, menggunakan berbagai macam cara yang membuatku risih bahkan hanya dengan mendengar namanya.


🍒🍒🍒


~~ Flashback ~~


Di apartement baru saja aku hendak merebahkan badanku setelah sholat Maghrib, berniat istirahat lebih awal karena padatnya pekerjaan seminggu ini. Dan weekend ini ingin kupakai istirahat semaksimal mungkin.


Drrrrt drrrt....


Kudengar bunyi ponselku berbunyi, kucari sumber suara yang ternyata benda itu berada di sofa malas berwarna navy di sudut kamarku. Kulihat nama yang tertera disana, foto gadis cantik yang sangat aku sayangi.


" Assalamualaikum. Rania sayang. " Sapaku memulai pembicaraan.


" Waalaikumsalam. Ini Papa nak. " Suara diseberang.


" Iya ada apa Pa ? " tanyaku sedikit enggan karena aku yakin pasti ada maunya jika papa menggunakan Rania untuk menghubungiku.


" Bisa kita bertemu malam ini di restoran YY ? " tanya Papa.


" Aku capek Pa, mungkin lain waktu saja. " Jawabku lagi sambil menjatuhkan diriku di sofa dan bersandar melepas kelelahannku.


" Tidak akan lama nak, papa cuma ingin kita makan bersama. Sudah lama kita tidak berbincang. " Ucap suara di seberang dengan nada melembut.


" Rania juga merindukanmu, dia merengek ingin bertemu denganmu. " Lanjutnya lagi sebelum sempat aku menolak, merasa menggunakan ponsel Rania tidak cukup berhasil, kali ini menggunakan gadis itu sebagai senjata pamungkasnya untuk membujukku.


" Baiklah, tapi hanya papa dan Rania, papa mengerti maksudku kan. " Ucapku menekannya kata hanya. Membuatku yakin papa akan mengerti untuk tidak membawa istri keduanya.


" Baiklah. Sampai ketemu jam tujuh nanti ya. Papa tunggu. Assalamualaikum. " Ucapnya lagi.


" Waalaikumsalam. " Jawabku singkat kemudian memutus sambungan telefon.


Aku beranjak dari sofa membanting ponselku ke atas ranjang, kemudian ikut menjatuhkan tubuhku disana. Menatap langit-langit kamar, menarik nafas dalam dan kemudian menghembuskannya perlahan.


Apa lagi yang diinginkan papa kali ini. Ah... apapun itu papa pasti tahu tidak akan mudah membuatku menyetujui apapun keinginannya. Baiklah... anggap saja bertemu gadis cantik yang kurindukan....


Dengan malas ku langkahkan kakiku menuju salah satu pintu di kamarku, mendorongnya dan memasuki ruang khusus berisi baju dan perlengkapan pribadiku.


Kuambil sebuah kemeja hitam berlengan panjang dengan beberapa garis putih merah di bagian leher dan lengan serta tak lupa celana hitam.


Yang penasaran visualnya ini Author kasih intip yah...👇👇👇



🍒🍒🍒

__ADS_1


AUTHOR


Direstoran sudah menunggu seorang pria paruh baya dan seorang gadis mungil yang cantik memakai dress berwarna biru muda dan rambut diurai dihiasi bandana bunga-bunga berwana senada dengan bajunya.


Gadis itu langsung berlari menuju ke arah pemuda yang baru saja memasuki ruang VVIP Restoran dan berhambur ke pelukan pemuda itu.


" Kakak. " ucap gadis itu setengah melompat ke arah Hega disambut pelukan hangat dan dibawanya gadis cantik itu dalam gendongannya.


" Kamu merindukanku ? " Tanyanya sambil mencubit kecil hidung gadis yang memeluk manja dirinya dan kemudian gadis itu mengangguk berulang kali.


Kemudian ia melangkah mendekati meja, mencium punggung tangan pria paruh baya yang tak lain adalah papanya. Lalu duduk dengan posisi gadis mungil berada di pangkuannya.


" Rania, duduklah di kursimu. Kakakmu pasti lelah. " Kata pria itu yang dijawab gelengan kepala dari gadis di hadapannya.


" Tidak apa pa, sepertinya peri kecil ini sangat merindukanku. " sekali lagi dijawab anggukan oleh Rania.


" Jadi ada apa Papa memanggilku kesini. " Tanyanya dengan nada mulai mendingin mengetahui jika sang papa pasti memiliki maksud tersembunyi jika sampai menggunakan gadis kecil yang saat ini ada di pangkuannya itu untuk menariknya datang menemuinya.


Tujuan yang dirasa cukup penting hingga mengharuskan papanya untuk bertemu dengan dirinya. Karena pemuda itu selalu saja memiliki seribu alasan untuk menolak bertemu ayah kandungnya itu diluar urusan perusahaan.


" Apa seorang ayah perlu alasan khusus jika ingin bertemu dengan putranya ? " jawab pria paruh baya itu kembali bertanya.


" Jangan berputar-putar Pa, jangan buat Hega kesal dan menunjukkan sisi menyebalkan Hega di depan Rania. " Jawab pemuda itu dengan menahan nada bicaranya yang hampir naik beberapa oktaf.


" Baiklah, Papa menyerah. Papa hanya ingin mengenalkanmu pada seseorang. " Belum sempat bertanya, pintu terbuka dan muncul sesosok pria seumuran papanya dan perempuan muda yang tengah melingkarkan tangannya di lengan pria itu.


Perempuan itu tampak tersenyum menawan, berusaha memberikan kesan mendalam pada pemuda yang bahkan enggan menatapnya dan malah asyik memainkan rambut gadis dipangkuannya.


Sadar dengan apa yang direncanakan sang papa, Hega menurunkan gadis mungil yang tak tahu apa-apa itu dari pangkuannya, memindahkannya di kursi di sampingnya.


Cih.... lagi-lagi hal seperti ini terjadi, apa papa tidak lelah melakukannya.


" Tolong papa sekali ini saja, anggap ini yang terakhir. " Papa nya memohon lirih sambil tersenyum kearah kedua tamunya.


" Selamat malam Mr. Joseph. " kata Papa Hega sambil memeluk pria paruh baya di hadapannya.


" Cukup Joe saja, kita sudah sepakat untuk saling akrab. Bukankah begitu Arya ? " jawab pria blasteran itu sambil membalas pelukan Aryatama.


" Oke oke. Silahkan duduk. Oh iya kenalkan ini putraku Hega. " Kata sang papa sambil menatap ke arah putranya yang sudah memasang ekspresi dingin dan ketusnya, dengan terpaksa membalas uluran tangan pria itu.


" Oh iya, aku sudah banyak mendengar tentangnya, pengusaha muda penerus Golden Imperial Group. Pemuda yang disebut-sebut jenius di banyak majalah bisnis akhir-akhir ini. " kata pria yang bernama Joseph Grace itu.


" Dan kenalkan juga ini putri pertamaku, Berlinda Grace. "


" Ternyata anda lebih tampan daripada gosip yang beredar ya. " ucap wanita dengan dress panjang elegan dengan belahan diatas lutut itu saat mengulurkan tangan ke arah pemuda tampan dihadapannya yang lagi-lagi tampak terpaksa membalas uluran tangan itu dengan ekspresi masih datar.


" Siapa si cantik ini ? " merasa mendapat tatapan tak menyenangkan dari pria dihadapannya, wanita bernama Berlinda itu mendekati gadis kecil yang masih duduk manis di kursinya.


" Ini putriku, Rania. " Jawab Aryatama.


" Kenalkan Saya Rania Airsyana Tama, nanti kalau sudah besar Rania yang akan menjadi istri kakak Hega. " Gadis itu berdiri dan memperkenalkan dirinya penuh percaya diri sambil kemudian bergelayut di kaki panjang kakaknya dan melirik sinis wanita yang mendekatinya tadi.


Sontak tingkah gadis menggemaskan itu membuat tertawa Arya dan kedua tamunya, sedangkan Hega tampak tersenyum menyeringai.


Haha... Bahkan gadis kecil seperti Rania saja bisa merasakan jika wanita ini bukan malaikat seperti penampilannya. Good job my sweety..


Jika bukan karena Rania, sudah kutinggalkan jebakan makan malam ini.

__ADS_1


Batin Hega dengan senyum iblisnya.


Hega terpaksa duduk, dengan malas menyantap steak beberapa potong saja. Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan padanya hanya dengan kata adalan ya 'hemmm'.


~~ Flashback End ~~


☘☘


☘☘☘☘


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


🌟 IKLAN 🌟


Pembaca : Yah gue kira Rania siapa thor, ternyata eh ternyata...


Me : Lah situ kira siapa coba ?


Pembaca : Hehe gue kira mantan pacar nya bang Hega... gak rela gue


Me : Kenapa gak rela gitu ?


Pembaca : Kan Bang Hega punya gue... eits salah ding punya si gadis singa.... 🤣🤣🤣🤣


Me : Bang Hega masih perjaka tauk, belum jadi punyanya siapa-siapa. Masih mutlak punyanya Author 😁😁😁


Pembaca : Ih.... sok lu thor mentang-mentang yang bikin cerita...


Me : Iya dong 😛😛😛


Pembaca : Jadi Rania bener adeknya bang Hega ya thor...Tapi katanya bang Hega cucu tunggal kakek Suryatama ??? Gimana sih lu thor... ???


Me : Iya kali.... Auk ahhh gelap..


Pembaca : Kok gitu sih ? Gelap nyalain lampu thor....


Me : Tagihan listrik naik, diriku lagi berhemat...


Pembaca : Ih bikin penasaran luh mah.... 😡😡😡


Me : Pengen tau.... ????


Pembaca : Iya iya iya 😭😭😭


Me : Baca dong episode selanjutnya dan beri 👍👍👍👍


Pembaca : Ih pasti ujung-ujung nya minta 👍. Dasar mata 👍 an luh thor....


Me : Biarin.....😛😛😛


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....

__ADS_1


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊


__ADS_2