Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
CPR dan Ciuman ?!


__ADS_3

AUTHOR


Kembali ke kamar utama di lantai 3, kondisi Moza sudah berangsur membaik. Hega masih setia menemani kekasihnya, lebih tepatnya memang Hega selalu merasa bahagia bisa menghabiskan waktu berdua saja dengan Moza.


" Kenapa kakak melihatku seperti itu ? " Tanya Moza yang merasa risih dipandangi terus oleh kekasihnya yang sedang duduk di kursi yang ada di dekat ranjangnya.


Hega mendekati Moza, duduk di pinggir ranjang dan meraih kedua tangan gadisnya. Menatap sendu kekasih yang sangat dicintainya.


Moza mengusap pipi Hega dengan tangan kanannya, " Ada apa kak ? "


Hega hanya terdiam, meraih tangan Moza yang ada di pipinya dan menggenggamnya erat lalu mengecupnya singkat, " Em... Tidak ada. "


" Jangan bohong ! " Moza tahu ada yang coba disembunyikan oleh Hega.


Bukannya menjawab, Hega justru menarik lembut kepala Moza dan membenamkannya di dada bidangnya.


" Maafkan aku. " Ucapnya kemudian.


" Eh..."


" Maafkan aku Moza sayang. " Hega mengulangi ucapannya, membuat Moza semakin bingung apa sayang sedang terjadi.


Aku bukannya tidak dengar, aku hanya kaget. Kenapa malah mengulanginya si ?! Bikin aku makin bingung saja ? ~ Moza ~


Hega merasa sangat bersalah dengan insiden yang dialami kekasihnya masih memeluk Moza dan mengelus lembut kepala gadis itu.


Moza yang tak mengerti dengan sikap aneh Hega memilih diam. Menunggu saat yang tepat untuk bertanya.


Setelah cukup lama akhirnya Hega melepaskan pelukannya, kembali meraih kedua tangan Moza kemudian mengecup mesra punggung tangan gadis itu.


" Kak... " Moza begitu bingung dengan kelakuan aneh kekasihnya.


" Maafkan aku yang telah gagal menjagamu. " Lagi-lagi kalimat maaf terlontar dari bibir Hega tanpa Moza tahu apa kesalahan yang telah dilakukan oleh pemuda itu sehingga membuatnya harus mengucapkan kata maaf berkali-kali.


" Eh... Kenapa si dengan kakak ? Dari tadi minta maaf terus. " Moza mendengus kesal karena dibuat bingung dengan tingkah aneh Hega.


" Tidak apa, mulai saat ini aku berjanji akan benar-benar menjagamu dengan sangat baik. Tidak akan kubiarkan hal buruk terjadi lagi padamu. " Ujar Hega, kalimatnya terdengar mengandung penyesalan.


" Jangan berlebihan kak. Aku kan hanya tidak sengaja terjatuh ke dalam kolam. Hehehe...."


Meskipun memang rasanya ada yang mendorongku si, ah... Mungkin gadis itu juga tidak sengaja menabrakku.


Gumam Moza dalam hati.


Tapi masa iya dia tidak melihatku disana ?! Sudahlah.. yang penting aku selamat.


Masih bergumam dalam hati mengingat kejadian yang menimpanya siang tadi.


" Maaf... " Lagi-lagi hanya kata maaf yang keluar dari bibir Hega dan kemudian menunduk lesu.


" Ish... Kenapa kakak terus-terusan minta maaf si ? Memangnya kakak yang mendorongku ke kolam apa ? " Moza bersungut kesal mendengar kata maaf yang terus keluar dari bibir pemuda tampan di hadapannya itu.


" Eummm... Anggap saja secara tidak langsung begitu..."

__ADS_1


Aisssh.... Jawaban apa itu tadi ? Apa maksudnya coba ?! Apa kakak sedang mengetes IQ ku ? Kenapa selalu bicara tidak jelas si ?!


Jawaban aneh Hega membuat Moza tak bisa berhenti menggerutu dalam hati.


" Sudahlah jangan kamu pikirkan lagi. Tapi kamu memaafkan aku kan ?! " Hega mengelus pipi Moza dengan lembut dan menatap manik mata kecoklatan kekasihnya yang terlihat bingung dengan apa yang diucapkannya.


Tatapan matanya seolah mengatakan bahwa dia tak akan berhenti mengucapkan maaf sebelum Moza berkata akan memaafkannya.


Aaahhhh.... Memangnya aku bisa memaafkan seseorang kalau aku tidak tahu apa kesalahannya ?!


" Memangnya aku harus memaafkan kesalahan kakak yang mana ? Oh aku tahu... kakak merasa bersalah karena menciumku tanpa ijin kan ? Eh...." Seketika Moza membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Aduh mulutku ini kenapa jadi seember Renata si ?


" Haaa ? " Mendengar ucapan Moza membuat Hega yang malah terlihat bingung, kedua alis Hega tampak menyatu, dahinya mengerut, tatapan matanya meminta penjelasan


" Tidak tidak, tidak usah kakak pikirkan. aku hanya asal bicara. " Sambung Moza secepat kilat sambil mengibaskan kedua telapak tangannya di depan wajah Hega, sebelum Hega bertanya lebih lanjut yang pastinya akan membuat Moza malu setengah mati.


" Tidak bisa begitu. Kamu sudah menuduhku yang tidak-tidak. " Gerutu Hega tak terima kekasihnya menggantung ucapannya begitu saja.


" Tidak, bukan begitu kak. Hanya kata Deana...."


Ish... Masa aku harus cerita si ? Enak saja, kan kakak yang sukanya main rahasia-rahasiaan. Kok saat giliranku kak Hega terus memojokkanku untuk bicara si ? Dan kenapa juga aku selalu menurut padanya setiap kali mata itu menatapku... Aaaaahhh... Aku benar-benar sudah dihipnotis olehnya....


Tidak, pokoknya kali ini aku gak boleh kalah darinya. Huh....


Batin Moza bertekad sekuat tenaga untuk sekali saja memenangkan perang mulut dengan kekasihnya yang terkenal tidak bisa dilawan saat berdebat itu.


Aaaahhh.... Aku kalah.... Baiklah, kakak memang selalu berhasil dalam hal memperdayaiku.... Huuuuu....


Akhirnya Moza menceritakan sepenggal obrolannya dengan ketiga sahabatnya tadi.


~ Flashback ~


" Jadi si kampret Julian sudah tahu sejak lama dan dia menyembunyikannya dari kami ?! " Omel Deana sesaat setelah Moza menceritakan insiden kecelakaan yang menimpa dirinya dua minggu yang lalu.


Moza mengangguk lemah, " Hem... Tolong jangan marah padanya ya. Aku yang memintanya merahasiakannya dari kalian. Karena aku tahu kalian sedang sibuk dengan urusan kalian masing-masing. Apalagi kamu Dea, kamu kan baru bisa berlibur dengan orang tua kamu setelah sekian lama. Jadi aku tidak mau mengganggu family time kalian semua. " Jelasnya dengan nada dibuat semanis mungkin agar teman-temannya memaklumi situasinya.


" Haish.... Terus kenapa lo gak segera cerita si ?! Lo tahu gak kalau gue kesel banget sama bang Hega saat tiba-tiba dia nongol si villa. Gue cemas setengah mati takut lo gagal move on gara-gara lihat wajah gantengnya itu. Bahkan gue hampir saja mau memukuknya lagi saat tadi dia nyium lo di kolam renang. " Omel Deana dengan menggebu.  


" HAH ?! " Kalimat terkhir Deana membuat Moza terbelalak. Tak hanya Moza, Amira dan Renata pun tak kalah kagetnya.


Bukan karena Amira dan Renata tidak menyaksikan kejadian di kolam, tapi keterkejutan mereka justru karena mereka tahu dengan jelas apa yang terjadi disana.


Moza menatap Amira dan Renata seolah meminta penjelasan.


Amira dan Renata saling pandang kemudian kompak mengusap wajah mereka dengan telapak tangan mereka dan menghela nafas kasar.


" Deana, itu CPR ya CPR dan bukannya ciuman. " Ucap Amira menekankan kata CPR meralat pernyataan Deana yang ngawur.


" Apa bedanya, yang gue liat tuh bibir nya bang Hega main nyosor aja bibir Momo tanpa ijin. " Elak Deana membela diri, bibirnya bersungut-sungut kesal menatap kedua temannya yang ternyata tidak mendukungnya.


" Haish ya beda lah, CPR kan buat penyelamatan darurat, mana bisa disamain dengan ciuman. Lagian mana ada orang mau kasih nafas buatan minta ijin dulu, ya kali orangnya sadar, nah kan Momo pingsan. Nunggu dapat ijin bisa gawat urusannya Dea. " Renata ikut mengomel menanggapi kepolosan Deana.

__ADS_1


Ya memang Deana dan Moza sama-sama polos dalam urusan percintaan. Meskipun Deana sudah pernah berpacaran, tapi keluguan dan kepolosannya benar-benar tak jauh berbeda dengan Moza sahabatnya.


" Cih... Masa bodo yang jelas gue lihat tuh bibir mereka dempetan. " Omel Deana masih kekeuh dengan pernyataannya dan tak mau disalahkan membuat Amira dan Renata geleng-geleng kepala.


~ Flashback End ~


Mendengar penuturan kekasihnya tentu saja membuat Hega tak bisa menahan tawanya lagi.


" Bhuahahhahaaaa..... " Hega bahkan sampai harus memegang perutnya yang terasa kram karena tak bisa berhenti tertawa.


Seumur-umur baru kali ini pemuda itu terlihat benar-benar tertawa lepas. Hega benar-benar dibuat gemas dengan kepolosan kekasihnya.


Melihat respon Hega, kedua mata Moza seketika membulat sempurna. Ya lebih tepatnya gadis itu sedang memelototi kekasihnya yang terlihat sangat puas mentertawakan dirinya.


Hega tak bergeming meskipun mendapat tatapan tajam gadis tercintanya, masih belum puas tertawa. Malah terbahak dengan sangat lepas.


Plak...plak...


🌟🌟🌟


FYI : CPR (Cardiopulmonary resuscitation) atau Resusitasi jantung paru-paru adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas karena sebab-sebab tertentu. CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan nafas yang menyempit atau tertutup sama sekali. CPR sangat dibutuhkan bagi orang tenggelam, terkena serangan jantung, sesak nafas karena syok akibat kecelakaan, terjatuh, dan sebagainya. ( Sumber : Wikipedia )


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Semangat para author ada karena dukungan kalian...


...Mari dukung para penulis dalam negeri dengan memberi apresiasi berupa Like, Komentar dan Vote ya 😍...


...💮...


...All the authors whose works you read...


...Please appreciate their efforts...


...Please support us......


...💚...


...Like...


...❤...


...Comment...


...💜...


...Vote 😘...


...🧡...


...Follow Author ya 😘...


...🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟...

__ADS_1


__ADS_2