Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Tak Bisa Berhenti Menggodamu


__ADS_3

AUTHOR


( Bagaimana denganku kak ? ) ~ Ryuza ~


Moza tersenyum melihat raut muka memelas adiknya, ingin sekali menggoda pemuda tampan yang kini sudah duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas atau SMA itu. Padahal usianya baru 16 tahun.


Kalian pasti ada yang heran usia 16 tahun sudah SMA, kelas tiga lagi, Author aja kelas 3 SMA usia 18 tahun 🤔🤔. Next akan dibahas di episode khusus Ryuza ya.


" Memangnya kamu kenapa dek ? "


Jawab Moza tersenyum datar.


( Kakak menyebalkan, aku akan membencimu jika kakak tidak mengatakan .... ) ~ Ryuza ~


Gerutuan Ryuza langsung dipotong oleh suara kakak perempuannya.


" Iya iya, kakak juga menyayangimu, adikku yang sangat manja dan bandel. "


Moza mengucapkan kata manja dan bandel dengan sedikit penekanan, membuat sang adik menyebikkan bibirnya kesal.


Sedangkan ayah dan bunda yang berada di samping kanan dan kiri pemuda itu tersenyum gemas melihat tingkah laku lucu kedua anaknya.


Melihat sang adik yang tampak kesal, gadis itu kembali melanjutkan kalimatnya.


" Terima kasih sudah menjadi adik terbaik untukku, dan terima kasih untuk semua kasih sayangmu untuk kakakmu ini. " Sambungnya.


( Aku menyayangimu kak, cepatlah pulang, aku merindukanmu. ) ~ Ryuza ~


( Sudah, sudah. Ini sudah malam, biarkan kakakmu istirahat. ) ~ Bunda ~


( Selamat tidur sayang. ) ~ Ayah ~


( Selamat tidur kak. ) ~ Ryuza ~


" Kalian juga, selamat tidur. Aku menyayangi dan juga merindukan kalian. " 😘


" Assalamualaikm. "


( Waalaikumsalam. ) ~ Ayah, Bunda dan Ryuza ~


Tut tut tut




Diletakkannya benda pipih itu di ranjang dekat si beruang raksasa. Kemudian


beranjak dari ranjang, melangkah masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya, mencuci wajahnya dan menggosok gigi.


Saat mengangkat kedua tangannya keatas melepas kaos yang melekat ditubuhnya, dirasakannya benda asing menggantung di lehernya.


Diletakkannya kaos yang sudah terlepas dari badannya ke dalam keranjang cucian di sudut kamar mandi, menggantinya dengan piyama. Disentuhnya benda yang menggantung di leher yang sebelumnya polos itu dengan jari tangannya.


Apa lagi ini ? Sejak kapan ada disini ? Eh maksudku sejak kapan aku memakai kalung ?


Gumamnya yang memang selama ini gadis itu tak pernah memakai aksesoris apapun di lehernya.


Segera dipakainya bawahan piyama dan dengan cepat keluar dari kamar mandi, menuju meja rias yang ada di samping tempat tidurnya.


Mencondongkan tubuhnya mendekati cermin, melihat kearah cermin sambil memegang kalung dilehernya. Sebuah liontin kecil berbentuk hati dengan taburan berlian yang tertata rapi menghiasi liontin itu, dengan seksama diperhatikannya dan terlihat huruf H & M ditengah-tengahnya.


Kapan ini terpasang disini ?


Gumamnya lagi memainkan liontin di tangannya sambil menatap di cermin.


Dengan cepat diambilnya kembali ponsel yang tergeletak di dekat kaki beruang besar yang ada di ranjang.


Dicarinya kontak yang sudah tersimpan lama di ponselnya, kontak yang disimpan sendiri oleh Hega di ponsel gadis itu saat mereka tengah makan siang. Tapi tak pernah sekalipun menelepon pemilik nomor tersebut.

__ADS_1


Tut tut tut ( Memanggil )


Dia menelepon lebih cepat dari dugaanku. ~ Hega ~


~ Dalam Panggilan ~


" Assalamualaikum Kak. "


( Waalaikumsalam. Kamu belum tidur ? )


" Iya, belum. "


Kalau aku sudah tidur bagaimana aku bisa meneleponmu ? Memangnya hantu yang memakai ponselku untuk meneleponmu ?!


( Apa makan malamnya belum selesai ? )


" Sudah. "


( Lalu kenapa kamu belum tidur ? Istirahatlah, hari ini pasti sangat melelahkan untukmu. )


Berkat siapa aku sampai kelelahan seperti ini ? Ini kan juga karena ada campur tangan darimu.


" Kak, aku tidak bisa menerima hadiah semahal ini ? "


Sambil memainkan liontin kalung di lehernya dan menatapnya di depan cermin.


( Huff.... Bukankan aku memintamu memikirkan perasaanku ? Anggap saja itu bentuk ketulusanku untukmu. )


" Makan malam yang kakak siapkan sudah lebih dari cukup sebagai bentuk ketulusan kakak. Tidak perlu sam..... "


( Sstttt..... Pikirkan saja jawaban atas pernyataan cintaku tadi, jangan pikirkan yang lain. )


" Tapi..... "


( Cukup, oh iya apa kamu suka Polar Bears yang aku kirim ? )


Moza langsung terbelalak dengan kalimat pria di seberang telepon, menoleh ke arah beruang raksasa yang tadi dipeluknya.


( Hei.... )


" Ah iya... Jadi itu juga kakak yang mengirimnya ? "


Seketika Hega yang bersadar santai di kepala ranjang miliknya sontak terjengkal dan duduk tegak bersila.


( Tentu saja, kamu berharap pria lain yang mengirimnya ? )


Jika ada pria yang berani mengirimimu boneka, pasti akan lebih dulu kubuang ke tempat sampah. Mana mungkin aku biarkan kamu memeluk boneka pemberian pria lain. ~ Hega ~


" Tidak, maksudku.... "


Ish.... Kenapa pria ini bicaranya sulit dilawan sih ?!


( Aku yang membelinya sendiri, kamu tahu betapa malunya saat aku membeli dan membawa boneka sebesar itu dan dilihat banyak orang. )


Walaupun sebenarnya aku tak peduli sih. Aku hanya ingin menggodamu. ~ Hega ~


" Jika memang begitu kenapa kakak melakukannya ? "


Dasar sinting, jika malu ngapain juga kamu membelinya. Lihatlah beruang itu sudah memonopoli ranjangku.


( Tentu saja karena itu kubeli untukmu, apapun akan kulakukan untuk membuatmu bahagia. )


Pasti wajahmu sedang sangat kesal sekarang, Aduh aku benar-benar ingin melihat ekspresi menggemaskanmu itu. ~ Hega ~


Blush..... Moza gelagapan mendengar kalimat memabukkan yang diucapkan dengan nada datar pria di seberang telepon.


" Kakak berlebihan. Tapi terima kasih, aku menyukainya. "


( Bisakan kamu mengatakan hal lainnya untuk mengikis rasa maluku siang tadi saat menggendong beruang itu ? )

__ADS_1


Kenapa aku tak bisa berhenti menggodanya sih ? ~ Hega ~


Apalagi maunya pria ini ? ! ~ Moza ~


" Memangnya kakak ingin aku mengatakan apa ? "


( Apa saja. Seperti ' baiklah kak aku akan tidur memeluk beruang itu sambil membayangkan kakak yang memelukku ' )


Arrrgggg..... pria ini benar-benar menyentuh ambang batas kesabaranku.


Mendengar godaan jahil Hega, Moza seketika berteriak.


" Kak.... "


( Pft.... Maaf. )


" Aku tutup, aku tak sanggup lagi melanjutkan pembicaraan ini. "


Haish.... Aku benar-benar sudah tak tahan lagi ingin memilikinya. ~ Hega ~


( Baiklah, segera istirahat. Sampai jumpa besok. Assalamualaikum. )


" Hn.... Waalaikumsalam. "


Tut tut tut......




Gadis itu meletakkan ponsel diatas meja riasnya, masih menatap liontin di tangannya dari cermin di hadapannya.


Dia benar-benar pandai bicara, sampai aku lupa menanyakan kapan dia memakaikan kalung ini di leherku.


Gerutunya.


Kemudian duduk di ranjang, bersila di hadapan polar bears berwarna putih yang sangat menggemaskan.


Didekatinya beruang yang duduk manis bersandar di kepala ranjang, perlahan dijatuhkannya kepalanya di dada beruang itu. Melingkarkan kedua tangannya di badan beruang.


Dibenamkan wajahnya di dada beruang dan menghirup aroma wangi yang tak asing baginya. Wangi yang sama yang dirasakannya saat berada dalam dekapan Hega.


Kemudian ditatapnya wajah beruang, memainkan jari-jarinya perlahan di pipi dan hidung beruang.


Pantas saja memelukmu rasanya seperti sedang memeluknya. Rupanya kalian berbagi wangi yang sama.


Gumamnya sambil tersenyum malu-malu.


Ah dasar pria licik, jika caramu seperti ini bagaimana aku bisa mengatakan tidak untuk pernyataan cintamu tadi.


Gerutunya kesal saat menyadari trik licik yang digunakan pria yang baru saja mengobrol di telepon dengannya.


Cih dasar menyebalkan. Tapi anehnya aku suka. Arrrrghhhhh.....


Gumamnya lagi sambil membenamkan kembali wajahnya di dada beruang itu dan uyel-uyel gemas dan kembali tersenyum tersipu.


🌟


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍


Terima kasih 😊😘😘😍

__ADS_1


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2