Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Pertemuan Dua Keluarga


__ADS_3

AUTHOR


Semanjak acara jalan-jalan seharian bersama Moza dan Rania, Hega kembali memantapkan keputusannya untuk memperjuangkan cintanya.


Jika dia harus mencintai dan memberikan hati dan jiwanya, maka hanya pada Moza Artana lah Hega rela menyerahkannya.


Jika ada gadis yang akan menjadi istrinya, maka gadis itu adalah Moza Artana.


Dan jika dia harus menghabiskan sisa hidupnya untuk menjaga dan membahagiakan seorang wanita, maka wanita itu juga haruslah Moza Artana.


Hega mengatur segala strategi untuk mengatasi masalah perjodohannya. Dari meminta bantuan pada sang Ayah, dengan menyingkirkan segala ego yang selama ini membatasi hubungannya dengan sang ayah.


Hingga memohon pada sang kakek untuk membicarakan ulang perihal perjodohan itu dengan keluarga calon tunangannya.


Tentu saja jawaban kakek Suryatama bisa dipastikan.


Jika kamu ingin membatalkannya, maka memohonlah sendiri pada gadis itu dan keluarganya. Sebagai seorang pria sejati dan tuan muda keluarga Saint, kamu harus menjaga nama baik keluarga. Janji yang telah diikat oleh kedua keluarga tidak bisa semudah itu dibatalkan hanya karena kamu tidak menginginkannya. Kamu harus berani mempertanggung jawabkan keputusanmu.


Dan mau tak mau Hega harus berusaha sendiri. Sebelum pertemuan dua keluarga, Hega meminta bantuan salah satu orang kepercayaannya untuk mencari tahu tentang gadis itu dan keluarganya.


Jika memang gadis itu ternyata sudah memiliki kekasih atau lelaki yang disukai maka jalan untuk membatalkan perjodohan akan lebih mudah.


Hega tinggal membujuk gadis itu agar bersedia menolak perjodohan mereka karena telah sama-sama memiliki kekasih.


Namun jika kondisi sebaliknya, gadis itu masih belum memiliki pasangan, Hega harus mencari cara lain.


Dengan cepat otaknya berputar, jika gadis itu bukan adik dari sahabat sekaligus pendonor jantungnya, mungkin akan lebih mudah lagi. Hega tinggal meminta pemuda lain untuk mendekati gadis itu dan membuatnya jatuh cinta.


Tapi masalah menjadi lebih rumit karena ada hutang nyawa yang harus dia bayar, sekaligus janji seorang pria pada sahabatnya untuk menjaga adiknya.


Hega memang tidak menolak ataupun mengiyakan permitaan Arka untuk menjaga adiknya, dan jika sikapnya itu dianggap sebagai persetujuan.


Maka Hega harus pasrah, toh Hega sudah tidak bisa protes pada sahabatnya yang telah tiada itu, tapi bukan berarti menjaga dengan menikahi gadis itu.


Menjaga bisa bermacam bentuknya, dan Hega hanya bisa menjaga adik dari sahabatnya itu sebagai seorang kakak, menggantikan Arka yang sudah tiada.


Bukan menjaganya dalam ikatan pernikahan, karena bagi Hega pernikahan hanyalah dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai. Dan tidak ada gadis lain yang ada di hati Hega selain Moza.


Hati dan tubuhnya sudah mutlak milik Moza, mau di jungkir balikkan bagaimanapun hatinya tidak bisa berpaling.


Jadi mau tak mau Hega harus memastikan siapapun yang akan mendekati adik Arka, adalah memang seorang pria yang bertanggung jawab dan bisa menjaga adik sahabatnya itu.


Itulah bentuk toleransi terakhir sekaligus tanggung jawab mutlak yang harus ditanggungnya saat ini agar bisa terbebas dari perjodohan yang dianggapnya konyol dan tak masuk akal itu.


Hari pertemuan dua keluarga sudah diputuskan, namun Hega sama sekali belum mendapatkan informasi apapun tentang gadis itu. Seolah segala akses yang mengarah pada gadis itu sengaja ditutupi, dijaga dengan ketat.


Hingga Hega sendiri bertanya-tanya sepenting apa jabatan keluarga gadis itu hingga bisa menutup akses informasi tentang mereka.


Seminggu sebelum hari pertemuan, Hega harus pergi ke Jepang karena ada masalah dengan manajemen hotel disana. Sebenarnya Hega ingin menggunakan alasan bisnis ini untuk menunda pertemuan tersebut.


Tapi kakek Suryatama menekankan secara tegas jika cucunya itu harus hadir tepat waktu atau dirinya dilarang keras mengunjungi makam almarhumah ibunya karena dianggap sebagai putra yang tak berbakti dan mengabaikan keinginan sang ibu.

__ADS_1


Kakek Suryatama berjanji bersedia membatalkan pertunangan jika ternyata kemungkinan yang disebutkan Hega benar-benar terjadi, yaitu jika gadis itu sudah memiliki kekasih ataupun lelaki yang dicintai. Dan lelaki itu haruslah layak dan pantas bersanding dengan gadis tersebut.


Dan mau tak mau sekali lagi Hega pasrah, selepas turun dari pesawat, Pak Bakti sudah bersiap di bandara atas perintah Tuan Besar keluarga Saint itu untuk menjemput cucunya.


Memastikan pemuda itu datang ke acara pertemuan keluarga yang dilakukan di salah satu hotel Imperial milik mereka.


" Julian, pastikan apa yang saya perintahkan segera dilaksanakan. Saya ada keperluan sebentar, setelah itu saya akan menemui kamu di kantor. Siapkan semua berkas dan cek detailnya dengan Bara. " Perintah Hega pada Julian setibanya mereka di bandara.


" Siap Presdir. " Jawab Julian.


Pak Bakti sudah berdiri di di samping Mercedes-Maybach S560 berwarna hitam dan segera membuka pintu belakang untuk majikannya.


" Sampai ketemu di kantor. " Hega menepuk pundak Julian dan kemudian memasuki mobil yang sudah disiapkan Pak Bakti.


" Dimana pertemuannya Pak ? " Tanya Hega sembari melonggarkan dasinya dan bersandar santai di kursi belakang.


" Imperial Hotel di Jalan XX ruang VVIP no 705 lantai 7 Tuan Muda. " Jawab pria yang tengah fokus mengemudi itu, menyebutkan salah satu cabang hotel Imperial yang paling megah.


" Baiklah, antar saya langsung kesana. " Perintah Hega datar.


" Apa Tuan Muda tidak mau ganti pakaian dulu ? " Ucap Pak Bakti ragu-ragu.


" Kenapa ? Apa penampilan saya terlihat kurang pantas ? " Mengamati setelan yang dipakainya dan mengendusnya, masih rapi dan wangi.


Lagipula untuk apa berdandan dan berpenampilan sempurna untuk orang lain. Baginya hanya di hadapan Moza saja dia harus menunjukkan skor sempurna.


" Bukan begitu maksud saya, tapi kata Tuan Besar ini pertemuan penting, jadi saya harus memastikan Tuan Muda berpenampilan rapi. " Jawab Pak Bakti sedikit bernada cemas.


Aduh tuan muda ini kenapa toh kok sensitif sekali hari ini ? Biasanya tidak pernah seperti ini.


Pak Bakti yang bingung harus menjawab apa pertanyaan tuan mudanya hanya bisa garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal itu.


" Su-sudah tuan muda. " Jawab pria itu akhirnya, dan memang kenyataannya pemuda yang dilayaninya sejak kecil itu selalu terlihat tampan dan sempurna.


" Oke. Jadi tunggu apa lagi, langsung ke tempat pertemuan. " Perintah Hega santai.


" Baik. "


Hah... Kakek sampai memerintah Pak Bakti memastikan penampilanku. Memang kakek lupa apa siapa cucunya ini ? Lagipula jika aku datang dengan penampilan berantakan sebenarnya ada bagusnya juga kan. Siapa tahu gadis itu dan keluarganya jadi ilfill ....


Hega bergumam-gumam kecil dengan nada sinis dan tak lupa senyum iblisnya yang membuat merinding.


" Maaf, apa tuan muda bicara pada saya ? " Mengintip tuan mudanya dari kaca spion karena mendadak bulu kuduknya terasa bergidik ngeri.


" Ahhh. Tidak Pak, fokus saja menyetir. "


Setelah perjalanan sekitar 45 menit, mobil yang dinaiki Hega sudah tiba di depan lobi hotel. Beberapa jajaran staf hotel tampak berbaris rapi di lobi menyambut kedatangan Presdir Muda mereka setelah mendapat kabar jika atasan mereka itu akan datang ke hotel bintang lima itu.


Hega turun dari mobil dan terlebih dahulu merapikan dasi dan jasnya, sekilas melirik jam tangannya.


" Selamat pagi Presdir, silahkan lewat sini. " Sapa manager Hotel sambil sedikit membungkukkan badannya.

__ADS_1


" Hmm. Tidak usah mengantar. Lanjutkan pekerjaan kalian, saya disini untuk pertemuan pribadi. " Hega berlalu sambil mengibaskan satu tangannya mengisyaratkan agar semua staff yang menyambutnya segera bubar.


" Baik Presdir, semoga hari anda menyenangkan. " Ucap manager hotel.


Haish... Menyenangkan apanya, yang ada aku akan masuk ruang penyiksaan. Yah bisa saja jadi benar-benar menyenangkan sih jika gadis itu ataupun keluarganya tidak muncul hari ini.


Pak Bakti masih mengekor di belakang pemuda itu, benar-benar mematuhi perintah Tuan Besarnya untuk memastikan majikan mudanya itu memasuki ruangan pertemuan.


Apa yang dipikirkan kakek si sampai membuat Pak Bakti mengekor terus padaku. Apa kakek takut aku akan kabur ?


Cih.... Memangnya aku sepengecut itu apa ?! Ya biarpun sebenarnya ada sedikit keinginan untuk melakukannya sih. Akan lebih baik jika aku tadi bertemu Moza dulu.


Aaaarrgh..... aku merindukanmu Mo, Ayo Hega selesaikan pertemuan ini dengan cepat dan temui kekasihmu.....


Pikiran Hega berlarian tidak pada tempatnya, tubuhnya memang ada di hotel ini. Tapi pikiran dan hatinya melayang pada gadis pujaan hatinya yang sudah seminggu ini tak ditemuinya karena pekerjaannya di Jepang yang mendadak.


Bruak.....


Tabrakan tiba-tiba membuyarkan lamunan Hega yang sedari tadi sudah meyalang-layang memikirkan si gadis singa yang cantik menawan.


โ€ข


โ€ข


๐ŸŒŸ


Siapakah gerangan yang ditabrak bang Hega ?


Apakah pertemuan dua keluarga berjalan lancar ?


Apakah rencana Hega membatalkan pertunangan akan berhasil ?


Seperti apa rupa gadis yang dijodohkan dengannya ?


๐ŸŒŸ


๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


Kisah Julian dan Deana akan ada di lapak lain ya


~ TERJERAT CINTA SAHABAT POSESSIF ~


Tapi UP nya se~mood nya akuh ya....


Masih mau fokus Love Story ๐Ÿ’• Bang Hega sama Moza....๐Ÿ’•


Soalnya ada yang request perpanjangan Cerita sampe Nikah ~ Punya Anak ~ Punya Cucu... ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Akuhnya jadi galau... โ˜น


Oh iya..... Ternyata hari ini akuh bisa UP babang Heganya...

__ADS_1


๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›๐Ÿงก๐Ÿ’œโค๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›๐Ÿงก๐Ÿ’œโค


__ADS_2