
AUTHOR
" Hem.... " Deheman Moza langsung membuat Hega dan Ryuza tersadar dan langsung menormalkan kembali ekspresi mereka.
Untuk kejadian di mall tentu saja Ardi dan Ayu tidak tahu menahu.
Ryuza merinding membayangkan apa yang akan dilakukan bundanya pada dirinya jika wanita yang telah melahirkannya itu sampai mengetahui kelakuan bar-bar nya waktu itu.
Akhirnya dengan terpaksa pemuda itu berusaha bersikap biasa saja, apalagi setelah mendapat pelototan dari sang kakak.
Dengan pasrah Ryuza menghela nafas, bahunya merosot dan memutuskan untuk duduk di sofa dan memilih tutup mulut.
Sedangkan Hega, jangan ditanya lagi. Untuk urusan ekspresi, pemuda itu adalah jagonya. Dengan cepat raut wajahnya normal kembali, kemudian mendekat ke arah ranjang dan terlihat membicarakan sesuatu dengan Moza dan kedua orang tuanya.
" Ayah dan bunda kenapa tidak istirahat saja di hotel ? Moza sudah tidak apa-apa, kata dokter besok sudah bisa pulang. Jadi Ayah dan Bunda istirahat saja. " Pinta Moza saat menatap wajah sang bunda yang tampak kelelahan.
" Tidak, Bunda akan tetap disini. Bunda tidak bisa tenang meninggalkanmu sayang. " Bunda Ayu menolak dengan lembut.
" Jangan cemas bun, saya yang akan menjaganya. Dan tadi kakek menitipkan salam, besok kakek akan datang menjemput Moza. "
Moza tak mengerti maksud perkataan Hega, kenapa kakek dari kekasihnya itu yang menjemput ?
Bukankah hari ini juga pertama kalinya dia bertemu dengan kakek itu.
Memangnya mau kemana sampai kakek Surya harus repot-repot menjemputnya segala ?
Sedangkan Ardi dan Ayu terlihat mengangguk, sepertinya sudah mengerti apa maksud ucapan calon menantunya itu.
Karena sebelumnya Suryatama sudah menyampaikan pada Ardi perihal dirinya yang akan membawa putri mereka itu untuk tinggal di rumah besar keluarga Saint.
Dan tentu saja beserta alasannya, Ardi semula menolak dan bersikeras akan membawa putrinya pulang ke kota asal mereka.
Namun berkat bujukan Suryatama akhirnya Ardi setuju untuk menitipkan putrinya di bawah pengawasan dari ayah sahabatnya itu.
Tapi dengan satu syarat yaitu tidak menceritakan pada istrinya alasan utama kepindahan Moza ke kediaman Saint, karena Ardi khawatir jika Ayu akan merasa cemas jika tahu kebenarannya.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya Ayu harus mengalah dan menuruti permintaan putrinya untuk istirahat di hotel.
Dan Hega yang akan menginap untuk menjaga gadis itu.
Bagaimana dengan Ryuza ? Si adik posesif.
Tentu saja pemuda remaja itu tak akan memberi kesempatan pada Hega untuk berduaan dengan kakaknya.
Ryuza bersikeras untuk tinggal di rumah sakit dan menjaga kakaknya.
Mana mungkin aku biarkan pria ini berduaan dengan kakak ?! Enak saja, jangan harap akan aku berikan kesempatan seperti itu !
Ryu masih tak bergeming dari posisi siaganya di sofa, ekor matanya masih terus mengawasi pergerakan musuhnya, siapa lagi yang dimaksud musuh jika bukan Hega.
Namun akhirnya pemuda itu terpaksa pergi juga mengikuti ayah dan bundanya ke hotel saat sang ayah menarik dengan paksa dirinya untuk beranjak dari sofa.
Bahkan sebelum pergi, Ryuza masih sempat-sempatnya menatap tajam Hega seolah memberi peringatan keras pada pria itu agar tak macam-macam pada kakaknya.
Bagaimana respon seorang Hega melihat tatapan mengancam calon adik iparnya itu ? Tentu saja hanya sebuah senyuman tipis yang lebih pantas disebut seringai mengejek.
__ADS_1
Dan score kemenangan pertama dari pertarungan babak awal antara Hega dan Ryuza tentu saja menjadi milik Hega yang berhasil menyingkirkan si adik posesif.
โข
โข
๐ Epilog ๐
~ Rumah Besar Keluarga Saint ~
( Beberapa hari sebelum pertemuan antara dua keluarga )
Suryatama sedang duduk di ruang kerjanya, ditemani Pelayan kepercayaannya, Paman Ben yang sudah lebih dari 30 tahun bekerja melayani keluarga Saint.
Pikiran Suryatama terus tertuju pada ingatan tentang pertemuan dengan cucunya di kantor pemuda itu. Saat ia menjelaskan tentang perjodohan Hega, yang membuat pemuda itu terlihat syok dan kacau.
Serta kelakuan aneh yang muncul dari Hega setelahnya, mulai dari penolakan Hega terhadap perjodohan, hingga bagaimana pemuda itu menghabiskan waktunya menggila di kantor tanpa pulang ke apartemennya.
Dan juga saat Aryatama ikut-ikutan meminta Suryatama untuk memikirkan kembali perihal perjodohan itu.
Yang diyakini oleh Suryatama jika apa yang dikatakan Aryatama adalah atas permintaan putranya.
Hega yang selama 10 tahun memiliki hubungan yang kurang baik dengan sang papa bahkan rela mengesampingkan ego yang dijaganya selama ini demi meminta bantuan sang papa untuk membujuk kakeknya agar membatalkan perjodohan.
Suryatama sadar ada yang aneh dengan cucunya, dan diam-diam menyelidiki apa yang terjadi.
Tuan besar Saint itu terus mengetukkan jarinya di meja kerjanya, dan sesekali dahinya terlihat mengernyit. Tampak dengan jelas sedang mencari titik terang penyebab keanehan perilaku cucunya akhir-akhir ini.
Disisi lain, sejak enam bulan lalu, tepatnya sejak Suryatama menemui Ardi Dama untuk membicarakan kembali perihal kelanjutan antara cucunya dengan putri tunggal Ardi.
Tanpa tahu jika gadis yang dijaganya itu adalah juga gadis yang dicintai oleh cucunya.
Karena perintah Suryatama pada orang kepercayaannya yang shadow guard gadis itu hanyalah, " Jaga dan Lindungi " .
Yang artinya bahwa tugas sang pengawal hanya untuk menjaga keselamatan gadis itu dan melindunginya dari bahaya.
Tanpa melaporkan rutinitas ataupun keseharian yang menurut Suryatama adalah hal privasi untuk setiap orang.
Dan kakek tua itu tak ingin melanggar batas, melanggar hak asasi manusia, apalagi melanggar kebebasan dan privasi gadis itu meskipun dia adalah cucu menantunya sekalipun.
Itu juga yang berlaku bagi pengawal yang selama ini menjaga Hega secara diam-diam, meskipun nyatanya Hega tahu jika sang kakek menempatkan beberapa orang di sekelilingnya.
Hingga pada hari pertemuan kedua keluarga, saat Benyamin ( Paman Ben ) mendapat telepon dari Ragil yang merupakan pengawal yang ditunjuk untuk menjaga Moza.
Saat itulah Suryatama baru mengetahui ada sesuatu antara Hega dan Moza dari beberapa hasil rekaman black box yang terpasang di mobil yang digunakan oleh Ragil saat menjaga calon nona mudanya itu.
Beberapa kali pertemuan antara Hega dan Moza terekam oleh kamera tersebut.
Dan dengan kemampuan Benyamin yang merupakan orang yang paling dipercayainya. Suryatama mulai mengerti secara jelas yang sedang terjadi.
Suryatama akhirnya tahu jika gadis yang membuat membuat Hega menentang keras perjodohan itu adalah gadis yang sama dengan gadis yang dia jaga selama ini, gadis yang tidak lain adalah gadis yang dijodohkan dengan cucunya.
Hahahaha..... Cucuku benar-benar sedang jatuh cinta Ben, kau lihat kelakuannya akhir-akhir ini yang membuatku pusing ternyata karena gadis ini.
Bagaimana reaksinya nanti saat tahu gadis yang dia tolak mati-matian ternyata adalah gadis yang sama dengan gadis yang membuatnya jatuh cinta......
__ADS_1
Suryatama terbahak mengetahui kenyataan yang baru saja muncul di hadapannya. Pria tua itu terus tertawa sambil sesekali geleng-geleng kepala mengingat apa yang dilakukan cucunya akhir-akhir ini.
Dan Benyamin hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan tuan besar yang selama ini dilayaninya.
Akhirnya kekhawatiran sang tuan besar perihal masa depan pernikahan cucu lelaki satu-satunya itu akan segera sirna.
Dan Benyamin pun pasti merasa lega mendapati jika sang majikan terlihat sangat bahagia. Karena harapan terbesar Suryatama adalah melihat cucunya itu menikah dan berbahagia.
Tapi masih ada kecemasan yang tertinggal di benak Suryatama, yaitu perihal kecelakaan yang menimpa cucu menantunya.
" Tetap tugaskan Ragil menjaganya diam-diam, jangan sampai gadis itu mengetahui keberadaan Ragil dan membuatnya merasa tidak nyaman. " Perintah Suryatama pada Benyamin.
" Baik Tuan Besar. "
Memang benar jika selama ini tidak bisa dipungkiri jika menjadi anggota keluarga Saint memiliki beberapa resiko tertentu. Seperti ancaman dari kompetitor bisnis mereka.
Tapi yang menjadi pertanyaan ? Siapa yang berencana mencelakai Moza ? Bukankah gadis itu bahkan belum resmi menjadi istri cucunya.
Bahkan berita pertunanganpun belum tersebar dan hanya dua keluarga saja yang tahu.
Lalu siapa di balik kecelakaan yang menimpa gadis itu ?
Jika saja Suryatama tidak mengantisipasi dari jauh-jauh hari dengan menempatkan Ragil di dekat gadis itu. Maka Suryatama tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada calon istri cucunya itu.
Jadi siapakah sebenarnya dibalik kecelakaan itu ? Siapa pria dan wanita yang ada di dalam foto yang terekam oleh kamera yang ada di mobil Ragil ?
๐๐งก๐๐๐โค๐๐งก๐๐๐โค
๐๐งก๐๐โคโค๐๐งก๐๐๐โค
Tega lu thor kayak sinetron tipi....
Hshahaha, dikit aja lo
Siapa thooor biang keladinya ???
Siapa hayooo ????
Mapkan akuh juga masih mikir mau siapa ini yang jadi penjahatnya hahahahah....
Halah gaya lu mo bikin cerita detektip, kagak cocok lu thor, romance ya romance aja kagak usah ganti haluan... Bikin gemes, gue palu juga nih....
Ye siapa juga mau ganti jadi cerita detektip ? Kan cuma aku minta nebak. Baperan situ mah .... hehhe
๐๐๐๐๐๐๐
Yang udah kangen interaksi Hega dan Moza...???
Comment ya..... Next part mulai deh si Hega bakal kumat lagi..... ๐๐
๐๐ Semoga nanti malam bisa UP lagi Kalau banyak yang kangen HeMo ๐
Jan Lupa Like nya juga, asal situ bukan setan atau lagi cantengan.
Apalagi setan yang cantengan..... ๐๐๐๐๐๐
__ADS_1