
AUTHOR
Gedung kantor pusat Golden Imperial Group, sepagi ini sudah banyak orang yang berdatangan untuk menggali rejeki di perusahaan terbesar di negeri ini.
Keriuhan tiba-tiba hening seketika saat seorang pria memasuki lobi utama. Beberapa karyawan terlihat menunduk dan mengucapkan selamat pagi kepada Presdir mereka, banyak mata karyawati menatap dan menyunggingkan senyum terbaik mereka dihadapan pimpinan tertinggi perusaan itu.
Hega melintas dengan ekspresi datar, melihat sahabatnya tengah cekikikan di meja resepsionis, tampak menggoda tiga karyawati yang bertugas di bagian front office perusahaan.
Cih...Dasar buaya, pagi-pagi sudah merajalela mencari mangsa. Batin Hega.
Ketiga wanita muda berusia dua puluhan itu mendadak terdiam membisu mendapati sang Presdir tampan yang tengah menatap tajam ke arah pria yang sedang berbincang dengan mereka.
Merasa bulu kuduknya mendadak merinding, pria di depan mereka menoleh kearah tatapan mata ketiga wanita dihadapannya yang tampak kaku.
" Apa Presdir tidak bisa datang dengan tersenyum ? Lihatlah anda menakuti ketiga wanita cantik ini. " sapa Bara dengan nada menggoda sambil melirik nakal kearah ketiga wanita yang masih diam kaku sekaligus terpana pada sosok rupawan di hadapan mereka. Dan seketika ketiganya blushing mendengar pujian dari pria yang sedari tadi mengobrol dengan mereka.
Tanpa merespon godaan sahabatnya, Hega melangkahkan kakinya sambil merangkul pundak pria yang tadinya tengah asyik melancarkan jurus merayunya. Setengah menarik badan sahabatnya itu, kemudian berhenti sejenak, membalikkan badannya kearah meja resepsionis melepaskan lengannya dari pundak pria disampingnya.
" Jika kalian ingin bertahan bekerja disini, abaikan buaya yang baru saja mengganggu kalian. Kecuali jika karir kalian disini tidak lebih penting daripada rayuan buaya yang tidak ada faedahnya ini. " Saran ketus dari Presdir membuat mulut ketiga wanita itu menganga, dan sekejap tersadar akan suara merdu atasannya itu mereka menjawab serentak dengan anggukan berulang kali.
Masih terkesima dengan sosok yang baru saja berbicara pada mereka. Suatu keberuntungan bagi mereka bisa mengobrol dengan Presdir tampan mereka, mendengarkan suara bass yang dingin namun terdengar sangat sexy di telinga mereka. Meskipun jika diperhatikan, jelas terdengar sebenarnya bukan termasuk obrolan, melainkan kalimat peringatan.
Menatap datar kearah pria yang tampak sedikit kesal padanya, kemudian melangkahkan kaki menuju lift khusus meninggalkan sosok pria yang masih sempat-sempatnya melambaikan tangan kearah meja resepsionis sebelum memasuki lift. Meskipun kesal, Bara tetap mengekor pemuda itu, melangkahkan kakinya cepat untuk berjalan sejajar dengan sahabatnya.
" Kenapa pagi-pagi lo udah usil sih bro ? "
" Pakai semangat pagimu untuk berkerja, bukan untuk hal yang tidak ada manfaatnya dan malah mengganggu kinerja orang lain. " jawab Hega datar tanpa menoleh ke arah Bara.
" Ini juga salah satu cara meningkatkan kinerja karyawan boss. " jawab Bara penuh keyakinan.
__ADS_1
Teori dari mana lagi itu ? Pikir Hega sambil mengernyitkan dahinya dan menoleh sekilas ke arah sahabatnya.
" Nih ya, gue bakal semakin semangat kerja jika bisa cuci mata dulu lihat para gadis, anggap saja ngecharge energi gue. " elak Bara.
" Dan buat para gadis, mereka pasti juga makin semangat kerjanya kalo pagi-pagi udah didatengin pria tampan dan rupawan seperti gue ini. Lihat saja tadi mereka tak berhenti tersenyum saat ada gue. " lanjutnya penuh percaya diri.
" Cih. " Hega hanya berdecak kesal sambil geleng-geleng kepala mendengar alasan basi sahabatnya itu.
🍒🍒🍒
Ting
Lift berbunyi, pintu lift segera terbuka menandakan sudah sampai di lantai 15 ruang Presdir dan para staff Presdir.
Lantai yang khusus ditempati karyawan khusus yang akan berinteraksi langsung dengan pimpinan tertinggi perusahaan. Selain ruang Presdir, ada beberapa ruang lainnya seperti ruang wakil presdir, staff sekretaris khusus dan juga ruangan personal assistant (PA) Presdir yang saat ini posisi tersebut tengah kosong. Dan satu lagi adalah ruang khusus untuk rapat dan pertemuan penting.
Berbeda dengan Anita yang merupakan sekretaris pribadi Hega selaku Presdir, yang bertugas menangani segala berkas perusahaan dan laporan dari banyak anak cabang perusahaan dan menerima pengajuan pertemuan dari klien yang nantinya harus terlebih dulu dikoordinasikan dengan PA.
Sebenarnya intinya sama sih, membantu pekerjaan Presdir. Tapi seorang personal assistant harus memahami keinginan dan kebutuhan boss nya, dan yang paling penting selalu ada jika sang boss membutuhkannya.
Dan tentu saja antara sekretaris dan personal assistant ini harus selalu saling berkoordinasi dan bersinergi. Yang tentu saja untuk saat ini tugas dari kedua posisi tersebut dirangkap oleh Anita untuk sementara waktu.
Untungnya jajaran staff sekretaris berisi beberapa orang, dengan Anita sebagai Kepala Sekretaris. Dan selama ini hanya Anita saja yang berinteraksi secara langsung dengan Presdir, dan untuk yang lain bertugas membantu Anita sesuai pembagian tugas yang sudah dia atur sebelumnya.
Duh pusing deh tuh Mbak Anita dobel kerjanya, ditambah lagi punya Presdir yang standart kerjanya sulit dipuaskan karena sifat perfeksionisnya. Untung gajinya gede....Sabar ya mbak Anita.....😊
Sebenarnya banyak calon yang diajukan Bara mengisi posisi tersebut, tapi bukan Hega Airsyana namanya jika begitu mudah dipuaskan standarnya. Mencari sekretaris yang sesuai standart pemuda itu saja butuh waktu yang lama, apalagi posisi seorang personal assistant.
Tentu saja harus lebih hati-hati dalam memilihnya, karena siapapun yang mengisi posisi tersebut haruslah seseorang yang bermental baja dalam mendampingi sosok dingin dan penggila kerja itu, dan tentu saja juga seseorang yang bisa dipercaya.
__ADS_1
Untuk Bara selaku Wakil Presdir, pastinya memiliki sekretaris sendiri diluar jajaran staff sekretaris Presdir.
Untuk kriteria sekretaris bang Bara tak perlu ribet. Ya cukup memenuhi dua faktor penting saja, cantik dan menyegarkan mata. Tak perlu pintar, cukup punya kemampuan menjalankan tugas saja.
Dasar pria penggila keindahan wanita.....
Sebagai sahabat, pemuda itu dari awal sudah berkomitmen untuk mendampingi sahabatnya dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan. Meskipun sebenarnya Bara memiliki perusahaan keluarga sendiri, yang saat ini masih dipimpin oleh sang Papa.
Selain alasan untuk membantu sahabatnya, juga untuk belajar lebih dalam perihal pengelolaan perusahaan dari sahabatnya itu yang dianggapnya sosok yang genius dalam hal berbisnis.
Tapi bukan Bara Prasetya namanya jika tidak ada maksud tersembunyi dari keputusannya itu. Sesungguhnya menunda kepemimpinannya di perusahaan sang Papa bukan hanya karena alasan bahwa sang Papa masih mampu menjalankan perusahaan itu.
Namun juga karena Bara sendiri merasa belum siap mengemban tanggung jawab sebesar itu, masih besar keinginannya untuk bisa bebas menikmati hidupnya. Terutama waktunya untuk menikmati pesona para wanita yang dikencaninya.
Pria itu tahu jika dia menerima tanggung jawab dari sang Papa, maka kebebasan hidupnya juga akan semakin terbatas bahkan mungkin tidak ada.
•
•
•
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
__ADS_1
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊