
MOZA
Sudah lewat satu semester lagi, hariku disibukkan dengan beberapa tugas dan persiapan ujian. Kegiatan nongkrong bareng dengan formasi lengkap juga mulai berkurang. Kecuali acara khusus empat dara jelita, tidak banyak yang berubah, kuliah, ke kantin dan jalan-jalan ke mall. Terutama aku dan Deana yang masih seperti permen karet, nempel terus.
Beberapa kali dia memintaku datang ke rumah tantenya, orang tua Dimas, dengan alasan bikin tugas bersama, tapi aku masih menolak. Bukan mau menghindar, tapi kurasa Dimas masih perlu waktu menata hatinya.
Aku pikir lebih baik aku tetap diam di tempat, menunggunya mengatasi perasaannya padaku, bukan malah berkeliaran disekitarnya yang mungkin akan membuatnya jadi tidak nyaman.
Aku sendiri sudah bisa bersikap seperti semula, beberapa kali tidak sengaja berpapasan di perpustakaan, aku sudah bisa bersikap seperti sebelum aku mengetahui perasaannya untukku. Tapi justru sepertinya dia sendiri yang masih ingin menjaga jarak denganku.
" Mo, ketempatku yuk. Tante Linda kangen sama lo. " Bisik Deana padaku.
" Kamu gak liat barusan, sepupu kamu itu sepertinya masih gak nyaman kalau ketemu aku. " Jawabku sambil setengah melirikkan mata ke arah pintu perpus dimana sepupunya itu baru saja keluar.
" Kalo lo sendiri gimana ? Masih gak nyaman juga ketemu kak Dimas ? " Tanyanya lagi.
" Nope. . . Aku memulainya dengan pertemanan, maka aku akan mengakhirinya dengan pertemanan juga. Kecuali dia sendiri yang sudah tidak mau berteman denganku. " Lanjutku menegaskan.
" Yah, kalo dulu mah lo pasti udah i don't care. Tapi sekarang kayaknya hati lo udah lembekan yah ? Udah cuek aja, pusing gue ditanyain mulu sama tante Linda kapan kalian main lagi kerumah. Udah kangen nonton drama korea bareng sambil nangis-nangis katanya, hahaha. " Gerutunya yang seketika dihujani beberapa teguran dari mahasiswa lain yang tengah membaca.
" Hush..., inget nih lagi dimana. " Aku melirik Deana yang seolah merasa tak bersalah dengan keributan yang dibuatnya.
" Gue bakal diem kalo lo janji mau ikut gue, nanti kita cari waktu yang tepat deh pas kak Dimas gak ada di rumah. Gimana ? " Ujarnya dengan nada berusaha meyakinkanku.
" Okey, tapi ajak juga Amira dan Renata, tanpa mereka aku juga gak akan datang. " Jawabku kemudian setelah beberapa saat memikirkan kedekatan kami dengan tante Linda yang begitu baik dan memperlakukan kami seperti putrinya sendiri setiap kali kami datang berkunjung.
" Yes mam. " Katanya kemudian dengan penuh semangat sambil memposisikan telapak tangannya di dahinya seolah memberi hormat kepada pemimpin upacara.
Dan lagi-lagi kami mendapat tatapan tatapan kesal dari beberapa orang di perpus.
" Yuk pindah tempat, malu aku dari tadi ditatap sinis gara-gara kamu ribut. " Ajakku sambil merapikan buku yang sedari tadi kubaca kemudian meletakkannya kembali ke tempat semula dan berjalan keluar perpustakaan.
" Hey, mau kemana lo berdua ? " Tanya seorang gadis yang ternyata Renata yang setengah berlari ke arah kami.
Dia bersama Amira seperti biasanya dan tampak Julian di belakang mereka tengah asyik dengan ponsel nya.
" Pulang." Jawabku singkat.
" Lah, kok pulang sih Mo. Katanya mau ikut gue. " Protes Deana.
" Kemana ? Ikut dong. " Renata menyela.
" Ke rumah gue, eits rumah kak Dimas sih, katanya tante Linda kangen sama lo semua, mau nonton drama korea terbaru bareng-bareng. " Kata Deana mengedipkan matanya kearah Renata dan Amira sambil menggandeng lenganku, khawatir jika aku kabur.
" Ikut, ikut. " Jawab Amira dan Renata nyaris bersamaan
" Lah De, bukannya masih rencana kan tadi, gak sekarang juga kali. " Gerutuku sambil menaikkan alisku kesal karena merasa terjebak oleh sabahat nakalku ini.
" Gak apa-apa lah ya, mumpung ada Renata dan Amira juga, lagian masih siang ini. Plissssss. " Lanjutnya memohon sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan wajahnya.
" Ayolah Mo, plissss. Kita juga udah kangen sama masakan tante Linda. " Ucap Renata dan Amira ikut memohon dengan telapak tangan menirukan Deana.
" Okey, for you guys. " Jawabku pasrah.
" Lo ikut gak Jul ? " Tanya Renata sambil menepuk lengan Julian yang sedari tadi masih asyik bermain game online di ponselnya, yang tentu saja setengah terlonjak kaget karena suara cempreng Renata.
" Eits, sialan lo. Hampir aj jatoh nih, apaan sih ? " Jawabnya kemudian dengan kesal.
" Ikut gak ke rumah Dimas ? " Renata mengulang pertanyaannya.
" Ngapain? Dimas kan jam segini di kafe. Mending ke kafe aja, wifian disana sambil ngemil. " Gerutu Julian kemudian.
" Ya udah kalo lo gak ikut, kita berempat aja yang pergi. " Kata Deana sambil menarik lenganku dan mengedipkan mata pada Renata dan Amira agar mengikutinya.
🍒🍒🍒
__ADS_1
AUTHOR
Di salah satu sudut ruangan, Dimas terlihat sibuk dengan beberapa map berisi laporan penjualan kafe miliknya. Sambil sesekali mengalihkan pandangannya pada laptop dan menekan tombol keyboard secara acak.
Beberapa saat kemudian Julian datang dan langsung berhambur masuk ke ruang kerja sahabatnya itu, meskipun berbeda usia dua tahun, tak membuat jarak pada hubungan pertemanan dua pemuda ini. Apalagi dengan sifat Julian yang meski terkesan pecicilan, namun dia adalah sosok yang asyik saat bergaul.
" Lo sendirian ? " Tanya Dimas sambil merapikan beberapa tumpukan kertas diatas mejanya.
" Iya, cewek-cewek lagi di rumah lo." Jawab Julian.
" ". Dimas mengerutkan dahinya, tampak berfikir sebelum bertanya.
" Tadi gue diajak, tapi ogah lah, gak ada lo. Ya kali gue ganteng sendiri, berasa raja jalan sama ratu dan ketiga selir nya. Hahaha. " Jawabnya setengah ngaco.
Dimas kembali berfikir mencerna kalimat sahabatnya itu dan lantas keluar pertanyaan dari bibirnya, " Berempat ? Moza juga ? "
" Yes. " Jawabnya singkat sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya, berniat melanjutkan permainan di ponsel miliknya itu.
" Balik yuk. " Kata Dimas tiba-tiba sambil merapikan mejanya dan mematikan laptopnya.
" What ? Aku baru aj sampai Dim, belum juga ngopi. " Gerutunya kesal.
" Ngopi di rumah gue, yuk ikut gak lo ?. Atau mau disini aja ?" Tanya Dimas lagi.
" Oke deh, gue ikut, ngapain bengong sendirian disini, tapi mobil gue tinggal disini yah, gue ikut mobil lo. "
" Hn. " Jawab Dimas singkat.
•
•
•
🍒🍒🍒
MOZA
Dilanjutkan sesi bikin kue yang sebelumnya tengah dilakukan oleh tante Linda dan tentu saja aku dan Amira yang paling exited dengan kegiatan tersebut ikut sibuk di dapur.
Deana dan Renata memilih untuk nonton tv di ruang tengah, dimana kami beberapa kali menghabiskan waktu untuk nonton drama korea atau hanya sekedar mengobrol.
Amira kebagian memanggang adonan yang sudah dicetak sebelumnya oleh tante Linda sedangkan beliau menata beberapa hasil panggangan kue kering ke dalam toples dan meletakkannya di ruang tengah dimana Deana dan Renata asyik dengan acara tv.
Tengah sibuk mengaduk adonan kue kering, terdengar suara yang mengagetkanku.
" Udah lama ? " Tanya putra kedua tante Linda itu.
" Lumayan, " jawabku tenang.
" Bukannya kamu di kafe ? " Tanyaku kemudian berusaha mencairkan suasana diantara kami, aku hampir lupa kapan terakhir kali kami saling bicara satu sama lain. Dan kulihat Dimas sudah berbicara dengan santai, yang kusimpulkan kalau dia sudah selesai menata hatinya.
" Aku denger dari Julian kalian datang kerumah, jadi aku langsung pulang. " Jelasnya sambil mengambil sepotong kue yang sudah dipanggang tante Linda sebelum kami datang tadi.
" Makasih ya udah mau dateng lagi kesini, Mami ribut terus nanyain anak-anak gadisnya gak pernah pulang katanya. " Ucapnya santai disertai tawa dari kami berdua.
" So, can we start from the begining ? " Tanyanya lagi.
" I am always here, menunggu di tempat semula kita berada, menunggu seorang teman yang tersesat entah kemana, kupikir kamu yang sudah bosan berteman denganku, tadi kulihat kamu di perpus, kukira kamu masih perlu waktu karena kamu pergi begitu melihatku." Jawabku sambil menghentikan mengaduk adonan dihadapanku dan tersenyum padanya.
" Thanks. "
" Untuk ? " Tanyaku sembari mengernyitkan dahiku.
" Thanks for waiting, not to hate me. " Jawabnya lirih.
__ADS_1
" Kenapa aku harus membencimu ? " Tanyaku.
" Yah aku dengar dari Deana, selama ini kamu akan mengacuhkan dan menjauhi siapapun yang menyatakan ..." Jawabnya sedikit ragu.
" You know what i mean, love confession. " Lanjutnya sambil mengangkat bahunya.
" Oh, kenapa aku harus melakukan itu sama kamu. Kamu bukan mereka, i know who you are, and we're friends, all of us. Dan aku ingin kita berteman seperti dulu, aku hanya akan menunggu sampai kamu siap untuk itu. " Tegasku.
" Kamu benar, aku butuh waktu, dan selama ini aku hanya mencari waktu yang tepat untuk memulai kembali. And i think i am ready for it now. " Tegasnya kembali.
•
•
🍒🍒🍒
AUTHOR
Tanpa disadari, dari sudut pintu dapur beberapa pasang mata yang sedari tadi tengah mengawasi mereka berhamburan menghampiri dua sahabat yang selama ini saling menjaga jarak. Dan tentu saja terjadi adegan berpelukan dan saling menatap haru satu sama lain.
Akhirnya muncul kelegaan diantara mereka semua karena persahabatan mereka sepertinya akan kembali seperti sedia kala.
Tante Linda yang selama ini ikut memperhatikan persahabatan enam sahabat ini juga ikut merasa lega.
Melihat putranya bisa kembali berkumpul dengan teman-temannya yang selama ini selalu menemani hari-hari putra keduanya itu. Meskipun diam-diam tentu saja ia tahu bagaimana perasaan sang anak pada salah satu teman gadisnya itu.
Meskipun seringkali ia merasa heran bagaimana enam kepribadian yang berbeda ini bisa bersahabat akrab sebegitu baiknya. Tapi seperti itulah pertemanan, tidak bisa memaksakan agar satu dan yang lain memiliki kesamaan.
☘☘☘
☘☘☘☘
^^ Persahabatan sejati terjalin bukanlah semata-mata karena banyaknya persamaan, tapi adalah bagaimana ketika kita saling pengertian terhadap banyaknya perbedaan. ^^ ( Sherinanta )
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
🌟🌟🌟 IKLAN 🌟🌟🌟
Tetap dukung AUTHOR ya....
Semoga bisa fokus nulis episode berikutnya.
Semoga minggu ini bisa update sampai episode 10.
Pliss LIKE and COMMENT nya....
Jangan lupa kritik sarannya juga....
Selamat Berpuasa bagi yang menjalankannya 😊❤
➡️ Yang Kasih 👍 AUTHOR doakan PUASANYA LANCAR..
➡️ Yang Kasih Comment AUTHOR doakan nanti PUASANYA berkah... dan dapat bukaan yang nikmat 🍳🍇🍔🍲🍣
➡️ Yang Kasih poin AUTHOR doakan Semoga Digandakan dengan Rejeki yang berlimpah Isi Angpao THR nya DOUBLE .... 😊😊😊
AMIIIIN.... 😉
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
__ADS_1
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕