
AUTHOR
Para gadis sedang menikmati acara berenang pagi menjelang siang.
Deana, Amira, Renata dan Viola tak mau melewatkan fasilitas mewah yang ada di villa itu.
Viola benar-benar menempel pada semua sahabat kekasihnya itu.
Keempat gadis itupun juga tak keberatan dan mulai terbiasa dengan keberadaan gadis remaja yang lincah dan ceria itu.
Begitupun dengan Aliza yang sudah akrab dengan Deana pun juga tak mau kalah, ikut bergabung dengan para gadis belia itu.
Usia Aliza yang terpaut 6 tahun lebih tua dari Deana tak lantas membuat hubungan keduanya canggung.
Apalagi Aliza juga seringkali datang ke kediaman Prasetya untuk menemui Bara atau sekedar mengunjungi calon mertuanya.
Yang pastinya intensitas pertemuan dengan Deana juga semakin menambah keakraban mereka.
Moza hanya duduk di kursi dekat kolam renang, membaca komik dan mendengarkan musik dari ponselnya.
Jika bosan, gadis itu akan mendekat dan berjongkok di pinggiran kolam ikut bermain air.
Sesekali menjadi pesuruh saat sahabat-sahabatnya kehausan meminta bantuan untuk mengambilkan minuman yang ada di atas meja.
Masih ingat kan cerita jika gadis yang satu ini tidak bisa berenang. Dan entah kenapa tidak ada keinginan untuk belajar berenang.
Sedangkan para pria berada di dalam villa, Bara, Dimas dan Julian sedang mabar game online.
Hega yang tidak tertarik hanya mengamati saja keseruan ketiga pria yang heboh sendiri dengan ponsel mereka masing-masing.
Sesekali mengamati keluar kaca pembatas antara ruang tamu dan kolam renang.
" Julian, kenapa dari keempat temanmu itu hanya satu yang tidak bisa berenang ?! "
Tanya Hega iseng, seingatnya tahun lalu juga seperti itu. Saat teman-temannya asyik berenang, gadis itu malah asyik sendiri di pinggir kolam.
Tapi Hega lupa menanyakan tentang hal itu pada kekasihnya karena beberapa minggu ini kelewat bahagia karena akhirnya bisa bersatu dengan gadis yang dicintainya setelah drama perjodohan yang sempat membuat hatinya penuh luka.
" Gak tahu bang, kalau gak salah katanya trauma saat kecil pernah tenggelam. Abang kenapa gak tanya sendiri si ?! " Jawab Julian tanpa menoleh sedikitpun karena masih asyik dengan permainannya.
Trauma ? Tenggelam ?
Mendengar jawaban Julian, dahi Hega tampak mengerut. Mungkin jika ada kesempatan, dia akan menanyakannya langsung pada gadisnya.
🌻🌻🌻
Setelah puas berenang, satu per satu keluar dari kolam dan memilih menyudahi acara berenangnya. Toh liburan masih tersisa dua hari lagi, jadi besok masih bisa puas-puas lagi berenang.
Malam ini adalah malam pergantian tahun, dan sesuai rencana mereka akan tinggal disana selama empat hari.
" Mo, kita mandi dulu ya. " Ucap Deana, Moza mengangguk dan memberikan bathrobes pada sahabatnya.
" Setelah ini lo harus cerita semua. " Bisik Deana sebelum meninggalkan sahabatnya.
Tinggal Moza saja yang tertinggal di area kolam renang.
Beberapa pengurus villa sudah menyiapkan beberapa makanan ringan dan minuman di meja bundar yang ada di tepi kolam.
Agendanya setelah ini adalah curhat sahabat, yang menurut dugaan Moza akan lebih mirip seperti investigasi.
Dan targetnya tentu saja dirinya, gadis itu berjalan mondar-mandir di pinggir kolam renang. Memikirkan kalimat yang tepat untuk memulai ceritanya oada ketiga sahabatnya.
Bagaimana jika mereka marah saat tahu aku tidak memberi kabar pada mereka tentang kecelakaan itu ?
Gumamnya dalam hati, memainkan telunjuknya di dagu.
__ADS_1
Ahh...Apa aku tidak perlu menceritakan bagian itu ya ?! Ah... Iya sepertinya itu ide bagus...
Tersenyum bangga pada idenya.
Arrghh.... Jika begitu darimana aku harus cerita ? Tidak mungkin kan aku bilang tiba-tiba aku jadi tunangan kak Hega.
Moza menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali.
Ahhh.... Sudahlah aku cerita saja semuanya, mau mereka marah atau apapun aku akan terima.
Putusnya kemudian.
Headset masih terpasang di kedua telinganya dengan lantunan musik dari ponselnya masih berputar, membuatnya tak menyadari ada seseorang tengah mendekat ke arahnya.
Saat hendak berbalik badan, tubuhnya seperti menyenggol, ah bukan, lebih terasa terdorong oleh sesuatu atau mungkin seseorang.
Moza yang seketika kehilangan keseimbangan, tubuhnya langsung terlempar ke arah kolam renang.
BYUUURRR.....
Moza terjatuh di kolam renang dengan kedalaman 2 meter itu, berusaha bergerak sekuat tenaga untuk keluar dari dalam air, tangannya terlihat bergerak-gerak ke atas secara acak.
Sekilas bayangan masa lalunya melintas, gadis itu mencoba berteriak minta tolong tapi nihil.
Namun jangankan untuk berteriak, untuk bernafas saja ia mulai kesulitan.
Moza berusaha menahan nafas dalam air semampunya, tapi air yang memasuki mulutnya justru membuatnya semakin kesulitan bernafas.
Rasa sesak seketika menghimpit dadanya, asupan oksigen yang semakin berkurang pun pada akhirnya menjadikan gadis itu kehilangan kesadaran.
Dalam keadaan pernapasan yang terhenti, tubuhnya mulai tenggelam ke dasar kolam.
Sekilas muncul wajah almarhum sang kakak yang menatap padanya dengan ekspresi hampa.
Kak Hyu... Kenapa kakak terlihat sedih ? Apa kakak datang untuk menjemputku ?
Moza pasrah, tubuhnya sudah tidak bisa lagi digerakkan.
Saat hendak menutup mata sepenuhnya, bayangan pria lain menghampirinya.
Tampak jelas raut wajah cemas dan sedih di wajah tampan itu.
Pemuda itu mengulurkan tangannya seolah berusaha menggapai tubuh Moza.
Tapi jangankan untuk bergerak mendekati pemuda itu, untuk sekedar mengangkat tangannya dan meraih tangan itupun Moza tak sanggup.
Kak Hega, aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Maafkan aku.
Bulir air mata menetes dari kelopak matanya, dan akhirnya gadis itu tidak sadarkan diri sepenuhnya.
🌻🌻🌻
Pagi itu Alina yang sedang berjalan menuruni tangga hendak menuju ke dapur, di kejauhan dilihatnya interaksi antara dua sejoli yang tampak sangat mesra.
Tentu saja yang dilihatnya adalah Hega dan Moza yang sebenarnya bukannya sedang mesra-mesraan melainkan berdebat gak penting soal jogging pagi.
Tapi perlakuan manis Hega pada gadis itu membuat Alina semakin yakin jika ada hubungan antara gadis itu dengan pria yang dicintainya.
Melihat kedua orang itu tengah berjalan meninggalkan villa dengan bergandengan tangan, membuat hati Alina sangat sakit.
Amarah benar-benar menguasai dirinya, Alina meremas-remas tangannya sendiri menahan emosi.
" Lo gak akan mendapatkan dia jika hanya berdiam diri begitu. Sedangkan ada gadis lain sepertinya sudah melangkah jauh di depanmu. "
Alina menoleh ke arah suara di balik punggungnya, seorang gadis mendekatinya dengan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
" Apa maksudmu Sel ? " Alina tak mengerti ucapan sahabatnya itu.
" Berjuanglah merebutnya. Jangan hanya diam dan melihat saja, jangan terluka dan kecewa sendirian. Lo juga gak kalah cantik dari dia. " Ucapan Selena membuat Alina mulai berfikir.
" Kamu kenal gadis itu ? "
" Hmm...."
" Dan gue sangat membencinya. Sepertinya akan menyenangkan melihatnya merana karena pria yang disukainya memilih wanita lain. Seperti yang gue rasakan saat ini. " Selena bergumam kecil.
" Apa maksudmu ? " Samar-samar Alina tetap bisa mendengar gumaman Selena.
Terlihat jelas tatapan kebencian di mata Selena saat membicarakan Moza.
" Gak usah lo pikirin, fokus aja pada tujuan lo. Gue akan bantu lo agar bisa menarik perhatiannya, karena gue lihat lo beneran lagi jatuh cinta Al. " Ucapan Selena yang bersimpati pada Alina justru terdengar seperti sebuah provokasi.
" Apa yang harus aku lakukan ? "
Selena membisikkan sesuatu pada Alina, dan gadis itu tampak terkejut dan seketika menggeleng cepat menolak ide gila sahabatnya.
Alina memang tergila-gila pada Hega, bahkan terobsesi ingin memiliki pemuda itu.
Tapi tak pernah sedikitpun terlintas dalam benaknya melakukan hal yang membahayakan demi mencapai tujuannya.
Alina hanya gadis biasa yang jatuh cinta, sifat kekanakannya yang membuatnya selama ini tanpa malu mengejar-ngejar Hega.
Namun saat tahu pria itu menyukai gadis lain, Alina bukan gadis jahat yang akan menggunakan segala cara untuk merebut seorang pria.
Apalagi jika pria itu bahkan tak pernah meliriknya ataupun menaruh perhatian padanya, sekeras apapun usaha yang dilakukannya selama ini demi untuk bisa dekat dengan pria itu.
Tapi bukan Selena jika tidak bisa membujuk dan mempengaruhi gadis itu.
Selena manggunakan salah satu kelemahan seorang wanita, hati yang akan lemah dan mudah dipengaruhi saat sedang diserang kecemburuan.
Dan akhirnya dengan bantuan Selena, Alina setuju untuk memberi pelajaran pada gadis itu.
Gadis yang sudah mencuri perhatian dari pria yang disukainya.
Gadis yang merebut hati dan cinta dari pria yang ingin dimilikinya.
🌻🌻🌻
Anggap aja villa nya model gini ya. 😁
Katanya ada taman nya thoor ?
Ada di sisi kanan sayang, gak keliatan si 😄😄
Masa segitu 2 meter thor dalemnya ?
Nah kan tadi akuh bilang 'anggap saja begitu' Mau nyari yang 100% mirip gak nemu. Akuh ketinggian HALU nya....
...Jangan lupa ...
...💚...
...Like ...
...💛...
...Comment...
...❤...
__ADS_1
...Vote ...