
AUTHOR
DUAR..... DUAR..... DUAR...... BLAAAARR......
Suara kembang api mulai menggelegar pertanda tahun telah berganti, percikan warna-warni nan indah menghias langit.
Sesuai instruksi Hega pada salah satu pekerjanya, untuk menyalakan kembang api tepat pada saat malam pergantian tahun.
" Kak, aku juga mencintaimu. " Ucap Moza dan tanpa ragu langsung melingkarkan tangannya di leher Hega, memeluk kekasih yang dicintainya.
Hega tentu saja dengan senang hati membalas pelukan gadisnya dengan merengkuh tubuh Moza dalam pelukannya.
Moza menyandarkan dagunya di bahu Hega, begitu juga sebaliknya.
" Harusnya waktu itu aku tidak ragu menjawab perasaanmu kak. Jika saat itu aku langsung mengatakan jika aku juga mencintaimu, mungkin jalan cinta kita tidak akan serumit ini. Maafkan aku, saat itu aku benar-benar takut untuk membuka hatiku dan mengakui perasaanku. Maaf, maafkan aku kak, hiks...hiks... " Ucap Moza lirih di telinga Hega, air matanya tak lagi bisa dibendungnya. Air mata haru dan bahagia.
" Tidak apa, yang penting sekarang kamu ada di sisihku dan mencintaiku, hem. " Jawab Hega seraya melingkarkan lengannya dipinggang dan punggung Moza dan semakin mengeratkan dekapannya. Kemudian membelai-belai mesra kepala gadisnya.
Sekali lagi Moza terhanyut dalam rasa tenang dan nyaman dalam pelukan pria yang baru saja menyatakan cinta padanya untuk kedua kalinya itu. Seolah melupakan jika ada banyak mata yang masih menatap kearah dirinya.
Sejenak dirasakannya Hega melonggarkan pelukannya dan mengecup pucuk kepalanya dengan lembut. Membuatnya tersadar jika tidak hanya mereka berdua saja yang ada disana, Moza mulai bergerak-gerak mencoba melepaskan diri dari pelukan Hega.
" Ekhem..... " Entah siapa yang berdehem dan mengacaukan adegan romantis tersebut.
" Eeum.... Lepaskan kak ! " Bisik Moza sembari berusaha mendorong tubuh Hega agar melepaskan pelukannya.
" Tidak mau. " Tolak Hega membuat Moza sedikit terpekik.
" Kaak.... "
" Auwh.... Bukankah tadi kamu yang berinisiatif untuk memelukku lebih dulu, hm ?! " Elak Hega datar sambil meringis mengusap perutnya yang sekali lagi menjadi sasaran empuk jari lentik kekasihnya.
Moza menatap teman-temanya saat dirinya sudah berhasil melepaskan dirinya dari Hega.
BLUSH....
Rona merah kembali menyembur di pipi putih Moza saat dilihatnya beberapa wajah tampak tersenyum gemas padanya. Ada juga yang terlihat seolah ingin menangis karena terharu, dan tentu saja ada satu wajah kecewa disana.
π»π»π»
Semua berhambur ikut menikmati pesta kembang api yang telah disiapkan Hega dengan bantuan Julian tentunya. Bahkan beberapa dari mereka tampak antusias ingin mencoba menyalakan kembang api dengan tangan mereka sendiri.
" Lo terlihat bahagia Ga ?! " Ucap Bara saat melihat tatapan Hega tidak beralih sedikitpun dari gadisnya yang tengah asyik bermain-main kembang api bersama sahabat-sahabatnya.
" Hm. "
__ADS_1
" Belajar dari mana lo nembak cewek dengan kalimat-kalimat semanis itu Ga ?! Pantas saja adik ipar bisa klepek-klepek sama beruang kutub dingin macam lo ini. " Tanya Derka dengan nada kesal.
" Saat hati yang bicara, kita tidak harus belajar apapun tentang cara untuk memenangkan ataupun membahagiakan hati seseorang. Karena hati itu sendirilah yang akan menunjukkan jalannya. " Jawab Hega datar dengan pandangan masih tetap menuju gadis cantiknya.
" Ck... Lihat tuh Bar, temen lo udah sok puitis. Padahal juga baru sekali ini jatuh cinta. Gayanya udah macam pengalaman saja. " Decak Derka semakin kesal.
" Hehe.... " Bara hanya cengengesan menanggapi kekesalan sahabatnya itu.
" Pengalaman tidak hanya dihitung dari kuantitas Der, tapi kualitas. " Balas Hega singkat sambil menepuk pundak Derka dan kemudian beranjak berdiri dari kursinya.
" Bahasa lo Ga udah macam motivator saja dan mau kemana lo ?! Kita belum selesai bicara. " Omel Derka bersungut-sungut yang justru terlihat konyol di mata Hega sehingga Hega tidak bisa menghentikan mulut pedasnya untuk terus membuat jengkel pria yang masih memelototinya itu.
Hega menoleh sekilas sebelum pergi dan tidak lupa tersenyum smirk.
" Gue punya pacar cantik Der, ngapain gue harus menghabiskan malam tahun baru bersama jomblo absurd macam lo ?! Hahaha.... " Tutur Hega diselingi tawa renyah bernada mencela yang terasa menusuk di hati Derka.
" Siyalan lo Ga ! Awas saja nanti gue bakal bawa calon istri yang lebih cantik dan seksi hingga lo akan berhenti menyombongkan diri lo itu. " Teriak Derka sambil mengacungkan telunjuknya pada pria yang sudah berjalan menuju seorang gadis yang tengah menikmati kembang api sambil tertawa riang bersama sahabat-sahabatnya itu.
" Gue tunggu hal yang mustahil itu Der ! " Jawab Hega masih terus berjalan dan melambaikan satu tangannya ke atas tanpa menoleh sedikitpun ke arah Derka.
" Hahahahaha...." Dan Bara benar-benar tidak bisa untuk tidak mentertawakan nasib sahabatnya yang langsung tampak manyun di kursinya itu, Derka Raharsa benar-benar sial hari ini. Gagal mengerjai sahabat juteknya dan malah dikata jomblo absurd oleh sahabatnya itu.
Gue lagi sial, masa gue dikata jomblo absurd sama bocah yang jomblo sedari lahir ?! Baru punya pacar sekali saja sudah belagu lo Ga, gue yang punya lusinan saja santuy gini.
Derka terus bergumam-gumam kecil untuk menghilangkan kekesalannya pada sahabat karibnya yang memang sudah menyebalkan sedari kecil itu.
" Shit !!! Lo juga Bar, bukannya belain malah ikutan ngetawain. Dan sekarang ngatain gue lagi. Dasar siyalan lo ! " Omel Derka sambil mendelikkan matanya pada pria di sampingnya. Kemudian kembali mengumpat-umpat dengan berbagai macam bahasa.
" Bodo amat, dah ah gue juga mau tahun baruan sama pacar gue yang cantik. Lo jomblo absurd, selamat menikmati kejombloan lo. Hahahhaa.... " Giliran Bara mencibir dan beranjak meninggalkan Derka sendirian.
" Woy... Sahabat laknat lo berdua, awas saja nanti kalau gue dapat pacar yang lebih cantik dari pacar kalian. Mentang-mentang gue jomblo, gini-gini gue jomblo berkualitas tahu, huh... " Meskipun kesal Derka tetap saja mengekor di belakang Bara dengan mulutnya masih tidak berhenti mengomel-ngomel kesana kemari. Dan sesekali terus mengumpat dengan macam-macam bahasa itu.
π»π»π»
Suasana kembali meriah dengan kembali meluncurnya aneka kembang api berwarna-warni.
Saat para pria memegang kendali pada nyala kembang api yang melesat di udara, para gadis justru tengah asyik memainkan kembang api sparkle.
Percikan apinya kecil dan terdapat semacam kawat atau besi sebagai pegangan, menjadikan kembang api sparkle sebagai pilihan yang cukup aman untuk dimainkan oleh para gadis itu.
Meskipun awalnya Moza dan teman-temannya sempat ngotot ingin mencoba menyalakan kembang api yang lainnya.
Julian dan Dimas beserta beberapa pekerja villa sudah siap untuk kembali menyalakan berbagai macam kembang api besar yang sudah disiapkan Julian sebelumnya.
Mulai dari kembang api chrysanthemum, peony, palm hingga kembang api dandelion yang memang umum digunakan dalam pesta kembang api. Daya letupan yang cukup besar dan mengeluarkan nyala warna-warni yang indah sehingga dapat dinikmati dari kejauhan.
__ADS_1
Moza dan teman-temannya begitu bahagia, terlihat jelas dari senyum dan canda tawa yang tidak lepas dari ekspresi di wajah mereka.
Hega tiba-tiba datang dan menyambar pinggul Moza yang tengah bercanda gurau dengan ketiga temannya membuat Moza terpekik pelan.
" Eh... Kak. "
" Ayo ikut denganku ! " Bisiknya di telinga gadis itu.
Dan tanpa menunggu persetujuan Moza, Hega menarik pelan tubuh Moza agar mengikuti langkah kakinya.
" Bang, mau dibawa kemana temen Dea ?! " Protes Deana melihat sahabatnya yang hendak diculik oleh Hega.
" Ini perayaan tahun baru pertama saya bersama gadis yang saya cintai, jadi tolong kalian memaklumi saya ya ! " Begitu santainya Hega mengucapkan kalimat menggelikan itu pada ketiga teman dari kekasihnya, membuat Renata dan Amira terkikik geli sekaligus gemas.
" Haish..... " Sedangkan Deana hanya bisa mendengus pasrah tidak bisa berbuat apa-apa.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...IKLAN UNFAEDAH ( Gak Suka SKIP Aja )...
Thor : Asiknya yang punya pacar tahun baruan, mau bawa kemana woy ???!!!
Hega : Serah gue thor...π
Thor : Jan macem-macem woy... Anak orang tuh.
Hega : Gue tahu pacar gue anak orang, siapa bilang anak macan ?! Lagian gue gak da niat macem-macem thor. Pikiran lu udah traveling aj.
Thor : Oh baiklah, good-good !!! ππ
Hega : π
Thor : Ngapa muka lu kek gitu ?! Curiga gue.... π€
Hega : Gak macem-macem kok thor... Satu macem aja π ( Dah lari nyulik Momo entah kemana )
Thor : Njirrr kecolongan gue.... Woy... Belum halal woy....
...JAN LUPA ...
...LIKE KOMENT DAN VOTE ...
...YA SAYANG ...
...SUPAYA THOR ...
...MAKIN SEMANGAT ...
__ADS_1
...MENGHALUNYA π...