Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Pertemuan Dua Adik Bucin


__ADS_3

AUTHOR


Butuh waktu yang cukup lama untuk membuat Rania berhenti menangis.


Setelah berbagai macam rayuan akhirnya Rania bisa kembali tenang. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama saat keluar pertanyaan dari bibir mungil Rania.


Rania masih terisak di dada kakaknya, kemudian menengadahkan wajahnya menatap sang kakak.


" Jika tidak menikah dengan Rania, kakak akan menikah dengan siapa ? Rania tidak suka dengan semua gadis yang dikenalkan Papa pada kakak. " Gadis itu menyebik dengan suara isakan lirih, tampak sedih menatap kakaknya dengan raut kasihan, sedangkan semua pandangan seketika beralih pada Aryatama.


" Uhuk...... " Arya yang sedang meneguk kopi sontak terbatuk dan hampir menyemburkan cairan hitam dari mulutnya.


" Jadi kakak selama ini ikut kencan buta begitu ? " Bisik Moza seraya melirik tajam Hega.


Hega mencondongkan wajahnya mendekati telinga Moza, " Itu rencana sepihak Papa, itupun aku dijebak dengan menggunakan Rania. " Bisik Hega.


Moza tersenyum miring, " Kenapa Rania tidak suka dengan mereka, hem ? " Tanya Moza sedikit kesal pada Hega, sudut hatinya terasa sedikit nyeri membayangkan Hega bertemu dengan banyak gadis yang pastinya cantik dan dari kalangan keluarga terpandang.


" Mereka genit dan hanya suka pada kakak saja, mereka tidak benar-benar menyukai Rania, mata mereka terlihat seperti mau lepas setiap kali melihat kakak. Dan ada yang pakaiannya sobek hingga ke atas sini. " Jawab Rania polos seraya menunjuk paha bagian atasnya yang menggambarkan jika gaun salah satu wanita yang pernah ditemuinya memiliki belahan sangat tinggi.


Hega mendudukkan Rania di sofa dekat dengan Ayu, kini gadis kecil itu duduk diantara Ayu dan Ardi.


" Kalau kak Moza menurut Rania bagaimana ? " Tanya Ayu sembari menunjuk putrinya dengan ekor matanya.


Rania mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap ke arah gadis yang saat ini sudah duduk di samping kakaknya.


" Maksudnya Kakak Cantik ? " Tanya Rania.


" Iya, bagaimana menurut Rania ? " Ayu kembali mengelus kepala gadis kecil itu.


" Kakak Cantik sangat baik, dan juga sering menemani Rania main di mall dan taman hiburan. Rania suka kakak cantik. " Jawab Rania lagi dengan mata berbinar, membuat semuanya menghela nafas lega.


" Jadi bagaimana kalau kakak cantikmu yang menggantikan Rania menikahi kak Hega ? " Tanya Ayu dengan sangat lembut.


Rania kembali mencerna maksud ucapan wanita di sampingnya. Tak lama kedua mata Rania kembali berkaca-kaca, gadis itu turun dari sofa dan berhambur ke arah kakaknya, memeluk erat pemuda itu.


" Kakak tidak boleh menikah dengan wanita lain ! Bukankah kakak bilang hanya Rania yang boleh menjadi istri Kak Hega nantinya ?! Rania pasti akan segera tumbuh besar dan menjadi secantik kakak itu. Tidak !! Rania akan menjadi lebih cantik kakak itu, tidak ada yang boleh merebut Kak Hega dari Rania ! Huaaaa....."

__ADS_1


Rania menangis kembali setelah berceloteh panjang lebar.


Untungnya sesi pengukuran untuk baju yang akan dipakai di acara pesta dengan para team desainer sudah hampir selesai, hanya tinggal mengukur beberapa pelayan saja.


Dan untuk setelan Ryuza sepertinya akan disamakan dengan Hega, dengan sedikit mwnyesuaikan panjang lengan dan kaki karena postur badan Ryuza hampir sama dengan Hega, proporsional tidak gemuk ataupun tidak kurus, postur badan yang sangat ideal, hanya berbeda tinggi sekitar 10cm.


Dan barusaja desainer dan team nya hendak pamit undur diri, sebuah suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah ruang keluarga.


" Maaf semuanya, saya sedikit terlambat. " Seorang pemuda tampan bertubuh tinggi dengan rambut sedikit acak-acakan muncul mengalihkan pandangan mereka yang sedari tadi terfokus pada gadis kecil yang masih menangis di pelukan Hega.


Ryuza membungkuk hormat pada Suryatama, melihat pemuda itu Moza langsung beranjak berdiri dan berhambur memeluk adik kesayangannya.


" Kaakkk..... " Ryu membalas pelukan kakak nya dengan pelukan yang tak kalah eratnya, mengelus sayang kepala kakak perempuannya.


" Apa kamu masih marah pada kakak ? " Tanya Moza yang masih memeluk erat adiknya, bola mata Moza berkaca-kaca dan terdengar sesenggukan kecil.


Ya, Moza tidak bisa lagi menahan air mata kebahagiaannya. Karena adik yang dinanti-nantikannya akhirnya mau menemuinya.


" Bagaimana mungkin Ryu marah, Kak ? Kakak tahu kan kalau Ryu adalah satu-satunya yang paling menyayangi kakak ?! " Jawab pemuda itu membanggakan rasa sayangnya yang sangat besar pada sang kakak sembari melirik Hega dengan tarsenyum menyeringai.


Gumam Hega dalam hati dan menatap jengah pada remaja lelaki yang sedang menguasai pelukan kekasihnya itu.


" Lalu kenapa kamu tidak pernah menelpon kakak, dasar jahat hiks.... hiks.... ! Bahkan kamu selalu mengabaikan pesan kakak dan mengalihkan panggilan telfon dari kakakmu yang kamu bilang sangat kamu sayangi ini, huh ! " Maki Moza sambil memukul pelan punggung Ryuza, sesekali mengusap bulir air mata di pipinya.


" Maafkan Ryu ya, Kak ! Saat itu Ryu hanya sedikit kecewa karena kakak akan diambil orang. " Jawabnya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kemudian membantu kakaknya menghapus air matanya.


Moza mendongakkan kepalanya, menatap wajah Ryuza dengan kesal, " Huh... Kamu pikir kakakmu ini barang apa ? Aku kan tetap kakakmu meskipun kakak sudah menikah nanti. " Omel Moza mencubit pipi putih dan mulus adiknya.


" Iya iya, Ryu tahu. Maafkan Ryu ya, Kak ! " Ucap Ryuza menangkup kedua pipi kakaknya, adegan intim saudara yang membuat terharu yang menyaksikannya.


" Hem, baiklah, jangan begitu lagi ! " Moza akhirnya mengangguk pasrah, menerima permintaan maaf adiknya.


Semua mata masih fokus pada adegan mengharukan kakak beradik keluarga Dama itu hingga tanpa ada yang menyadari jika tangis Rania sudah mereda.


Gadis itu sedari tadi juga ikut mengamati adegan dua bersaudara itu, Rania mengerut heran kenapa kakak cantiknya yang sudah dewasa itu ikut-ikutan menangis. Dan Rania penasaran siapa lelaki yang sedang dipeluk oleh kakak cantinya itu ?


Dan saat dilihatnya dengan jelas sosok pemuda yang sedari tadi menunduk memeluk kakak cantiknya itu. Manik mata Rania membulat seketika, mata sayunya yang sedari tadi menangis tiba-tiba berubah dipenuhi binar-binar bahagia.

__ADS_1


Rania seolah melihat banyak bintang-bintang berkerlip mengelilingi tubuh pemuda yang ada di balik tubuh Moza.


Seketika semua orang yang ada di sekelilingnya tampak buram di pandangan Rania, hanya sosok Ryuza yang terlihat bercahaya.


Gadis kecil itu turun dari pangkuan kakaknya, berjalan mendekati dua bersaudara yang masih saling memeluk melepas rindu seolah sudah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu.


[ Sungguh lebay kalian berdua ini ya πŸ™„ ~ Thor ~ ]


[ " IRI BILANG BOSS ! " ~ Ryuza ~ ]


[ Iya gue iri gue gak punya saudara yang bucin sama gue 😭😭😭😭 ~ Thor ~ ]


Rania menyentuh ujung kaos yang dikenakan Ryuza dan menariknya beberapa kali. Membuat perhatian Ryuza teralihkan dari sang kakak. Melepaskan pelukannya, dan menundukkan kepalanya pada sosok kecil yang terlihat asing.


" Eh.... " Ryuza menatap gadis kecil yang tingginya hanya sebatas pinggangnya itu.


Ryuza berjongkok menyamakan tingginya dengan Rania, mengelus kepala gadis itu dengan gemas.


" Siapa peri kecil yang lucu dan manis ini ? " Tanya Ryuza spontan saat melihat keimutan Rania.


Rania memang gadis yang sangat manis, siapapun pasti menyukainya saat pandangan pertama. Tidak terkecuali Ryuza yang selama ini selalu cuek pada siapa saja, kecuekan yang tidak memandang usia ataupun jenis kelamin.


Tapi sikap dingin Ryuza tidak berlaku di hadapan pesona imut dan menggemaskan yang dimiliki oleh si cantik Rania.


β€’ β€’ β€’


Apa kiranya yang akan terjadi dengan dua orang adik yang sama-sama bucin kakaknya ini ? Akankah ada drama baru yang dapat mengganggu kelanjutan hubungan antara Hega dan Moza ?


Kalau komennya kenceng hari ini thor kebut Up lagi 😘😘😘


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...LIKE πŸ’œ KOMENTAR πŸ’š VOTE...


...YANG TEMAN-TEMAN BERIKAN ADALAH BENTUK VITAMIN PENYEMANGAT BAGI AUTHOR...


...😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2