Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Happy B'day Moza


__ADS_3

AUTHOR


" Kak, lepaskan. Aku tidak bisa bernafas. " Gerutu Moza sambil menggeleng-gelengkan kepalanya di dada pemuda itu.


" Sebentar saja biarkan seperti ini. " Ucap Hega sambil sedikit melonggarkan dekapan tangannya.


Mengelus lembut kepala Moza dan menghirup aroma stroberry di rambut gadis itu. Sedangkan Moza juga diam-diam menikmati aroma wangi maskulin yang keluar dari tubuh pemuda itu. Yang membuatnya semakin nyaman berada di pelukannya.


" Kapan kakak akan mengantarku pulang ? " Tanyanya lirih.


" Hm... Ayo kita pulang sekarang. " Jawabnya seraya melepas pelukannya.


Memasang seatbelt dan menyalakan mesin kendaraanya, kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali mengelus kepala gadis disampingnya setiap kali terhenti di lampu merah.


" Tidurlah jika kamu lelah. " Ucapnya pelan saat mereka akan kembali melanjutkan perjalanan setelah berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan sholat maghrib. Namun gadis itu hanya menggeleng perlahan.


Tapi perjalanan pulang yang juga ditempuh cukup lama sekitar dua jam, mau tak mau tubuhnya yang kelelahan tak mampu lagi diajak kompromi.


Perlahan terlelap dalam tidurnya, kembali di aturnya sandaran kursi seperti saat perjalanan tadi siang.


Sekitar pukul setengah delapan malam, mobil Hega sudah terparkir di depan gerbang rumah tempat tinggal Moza.


Tak tega membangunkan gadis yang tengah tertidur dengan pulasnya, dibiarkannya sejenak Moza melanjutkan tidurnya.


Tring


Mendengar bunyi notifikasi ponselnya, dirogohnya benda pipih di dalam saku celananya.


Sepupu Bara


Abang dimana ?


Kenapa Momo belum diantar pulang ?


Ini sudah jam delapan lewat. 😤🤔


Buruan balikin temen Dea, jangan dimonopoli sendiri temen gue bang. 😡😡


Melihat rentetan pesan di aplikasi chatnya dari Deana membuat Hega tersenyum miring. Disentuhnya layar ponselnya, mulai membalas singkat pesan gadis itu.


Dikirimnya sebuah foto Moza yang sedang dalam posisi tidur dengan pesan dibawahnya.


Teman kamu sedang tidur seperti bayi, saya tidak tega membangunkannya.


Tak ada balasan lagi dari sahabat karib gadis itu, tak lama setelahnya terdengar dering ponsel dari dalam tas di pangkuan Moza, kali ini giliran ponsel gadis itu yang terus berbunyi.


Drrrrt drrrt


Seketika gadis itu terbangun dari tidurnya karena suara dering dan getaran ponsel di dalam tas yang ada di pangkuannya.


Ditempelkannya benda pipih itu di telinganya, baru saja hendak mengucapkan salam, suara teriakan di seberang telepon membuatnya terlonjak kaget.


( Bangun Momo, sampai kapan lo mau tidur ? Dasar gadis menyebalkan )


Teriakan Deana sontak membuat Moza langsung menjauhkan ponsel dari telinganya. Setelah teriakan Deana mereda barulah dia kembali menempelkan ponsel di telinganya.


" Ada apa Deana ? Kenapa kamu meneriaki aku ? "

__ADS_1


( Dimana lo sekarang ? )


Pertanyaan Deana membuat Moza seketika mengarahkan pandangannya ke berbagai arah. Kemudian mengernyit menatap pria di sampingnya yang tampak santai.


" Di depan gerbang kos. Aku tutup dulu, nanti aku telfon lagi. Assalamualaikum. "


Ditutupnya telepon dari Deana dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Kemudian terhenyak sesaat.


Gimana Deana bisa tahu kalau aku tadi sedang tidur ?! 🤔


Batin Moza.


Ditatapnya pria yang masih terdiam di sampingnya.


" Apa kita baru sampai ? " Tanyanya.


" Tidak, sudah hampir setengah jam yang lalu. " Jawab Hega santai.


" Kenapa kakak tidak membangunkan aku ? " Tanyanya sambil menatap tajam Hega.


" Kamu sangat menggemaskan saat tidur, jadi aku tidak tega membangunkan malaikat yang sedang tertidur dengan manisnya. " Jawab Hega dengan nada jahil namun dengan ekspresi datar.


" Berhenti mengatakan kalimat yang mengerikan seperti itu. " Protes Moza mendengar godaan pria itu yang membuat badannya bergidik geli.


Hega tersenyum puas melihat ekspresi kesal gadis itu, yang justru terlihat imut dimatanya.


" Masuklah dan istirahat, kamu pasti sangat lelah. " Ucap pria itu kemudian sambil membantu melepas seatbelt Moza.


" Terima kasih. " Balas gadis itu lembut.


Hendak membuka pintu dan melangkahkan kaki keluar mobil, tangan kanannya dicekal oleh tangan kiri Hega.


Cup


Dikecupnya perlahan kening Moza dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Deg....


Moza reflek memejamkan kedua matanya, hanya terdiam mendapati perlakuan Hega yang semakin membuat jantungnya berdegup kencang. Tak kuasa menolak apalagi menghindar, bahkan tak bisa mengeluarkan satu katapun dari bibirnya.


" Selamat istirahat. " Ucap Hega kemudian memecah keheningan diantara keduanya.


Moza mengangguk perlahan meninggalkan pria itu dan memasuki gerbang kosnya.


Hega menunggu sampai sang gadis memasuki gerbang menuju kamar kosnya yang berada di dekat gazebo yang biasanya digunakan sebagai tempat menerima tamu.


Kemudian melajukan kembali mobilnya meninggalkan kawasan perumahan tersebut.




🍒🍒🍒


Moza berjalan perlahan memasuki gerbang, menyapa pak satpam yang sedang bertugas, kemudian berjalan kembali menuju kamarnya yang ada di dekat gazebo tamu.


Kruyuk.....

__ADS_1


Berhenti sejenak dan duduk di kursi taman dekat gazebo.


Lapar..... Gara-gara ketiduran jadi gak sempat makan.


Gumamnya pelan sambil mengelus perutnya.


Ich.... Beneran nih kak Hega bilang cinta sama aku ? Cinta apaan ? Mana ada cinta tapi gak peka kalau aku lapar. Huh....


Gumamnya lagi sambil menyebikkan bibirnya dan menepuk-nepuk kedua pipinya dengan telapak tangannya.


Setelah beberapa saat duduk dan menggerutu merutuki pria yang mengantarnya pulang begitu saja padahal sudah waktunya jam makan malam.


Kenapa aku jadi manja gini sih ? Gak boleh, aku harus tetap jadi Moza yang kuat dan tidak bergantung pada perhatian lelaki.


Gumamnya lagi tapi kali ini dalam hati.


Dibukanya tas selempang miliknya, mencari kunci kamarnya, lalu perlahan melangkah menuju kamar dan memasukkan kunci dan membuka pintunya.


Gelap.....


Dirabanya dinding di sisi pintu mencari tombol lampu, dan.....


" Taraaaaa......."


Duar.... derrr... dorrr....


" Happy birthday Momo sayang........"


Lampu menyala diiringi teriakan dan suara confetti dari dalam ruangan kamarnya.


Kelima sahabatnya sudah menunggu di dalam ruangan dan mempersiapkan kejutan untuk gadis cantik itu dari beberapa jam sebelumnya.


" Kalian..... " Melihat kejutan dari sahabat-sahabatnya, Moza tak kuasa membendung air matanya karena terharu.


Satu per satu sahabatnya mengucapkan selamat ulang tahun dan berdoa untuknya sambil memeluk gadis itu bergantian.


" Kapan kalian menyiapkan ini semua ? Dan bagaimana dengan Bu Dina dan..... " Tanya Moza bertubi-tubi khawatir jika keributan yang mereka buat akan mengganggu penghuni kos lainnya dan mendapat teguran dari pemilik kosan.


Apalagi Julian dan Dimas juga ikut serta dalam keributan ini, yang biasanya lelaki hanya boleh masuk sebatas taman dan gazebo tamu.


" Ssttttt.... Tenang saja, semuanya sudah diatur.... " Bisik Deana menenangkan kecemasan sahabatnya.


Tentu saja kejutan yang dibuat teman-teman Moza itu diam-diam juga ada campur tangan Hega. Dengan bantuan pemuda itu, Deana berhasil menyuap ibu Dina pemilik kos dan juga para penghuni kos yang lain agar tidak marah pada keributan yang akan terjadi di salah satu kamar kos tersebut.


Dengan bantuan Julian, Hega mengirimkan paket dinner box berisi makanan mewah dari salah satu restoran miliknya lengkap dengan dessertnya pada setiap penghuni kos sebagai kompensasi, serta beberapa voucher belanja di salah satu pusat perbelanjaan milik Golden Imperial Group.


Hal yang tidak akan bisa ditolak oleh anak kos yang notabene nya adalah para perantau dari luar kota yang mayoritas adalah mahasiswi.


Tentu saja untuk yang satu ini hanya Deana dan Julian yang tahu.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....

__ADS_1


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2