Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Selena vs Berlinda


__ADS_3

AUTHOR


Selena semakin tergelak, melihat kepercayaan diri ayah dan anak itu sungguh membuatnya muak. Selena tahu pasti bagaimana usaha kedua orang itu untuk mendekati pria bernama Hega yang barusaja dia lihat bentuk visualnya di villa beberapa waktu yang lalu.


Pantas saja Berlinda tergila-gila dengan pria ini. Memang visual dan latar belakang keluarganya tidak bisa diremehkan.


Itulah yang sekilas sempat terlintas di pikiran Selena ketika melihat Hega di villa, namun bagi Selena tetap Dimas Prasetya yang disukainya.


Dan untuk pertama kalinya Selena merasa bahagia saat dirinya akan melihat wajah kecewa Berlinda yang selama ini selalu sombong, angkuh dan merasa dirinya paling hebat itu.


Diam-diam Selena merasa sedikit berterima kasih juga pada gadis yang selama ini dibencinya, Moza Artana, yang akan membuat kakak tiri yang dibencinya itu patah hati.


" Apa yang kamu tertawakan ? Kamu tahu bagaimana sulitnya Papi menjalin hubungan baik dengan keluarga itu agar bisa memasukkan kakakmu Berlinda sebagai calon menantu keluarga Saint ?! Dan karena ulahmu yang membuat kacau semuanya, rencana Papi selama ini akan sia-sia. " Terang Joseph lagi semakin emosi.


" Ckckcck...... " Selena menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum sinis.


" Tanpa aku melakukan apapun usaha anda untuk berbesan dengan keluarga itu juga sudah sia-sia dari awal Tuan Grace. "


" Dan anda, Nona Berlinda Grace. Aku sarankan sebaiknya nona Berlinda yang terhormat berhenti untuk bermimpi tentang pangeran pujaan anda itu. " Ejek Selena dengan senyum puas.


" Apa maksudmu ? " Tanya Berlinda cemas, menatap tajam saudari tiri yang lebih muda 2 tahun darinya itu.


" Bagaimanapun kalian ayah dan anak ingin mendekati keluarga itu, kalian tidak akan berhasil. Karena pria bernama Hega Saint itu sudah punya kekasih. Jadi berhenti lah kalian bermimpi ! Dan berhenti menyalahkan aku ! Karena dengan aku membuat masalah atau tidak dengan keluarga itu, kalian tetap tidak akan bisa menjalin hubungan seperti yang kalian harapkan dengan keluarga itu. " Ucap Selena lagi dengan tersenyum merendahkan.


Tubuh Berlinda mendadak lemas den gemetar hebat mendengar ucapan Selena.


" KAU !!!! Melisa, cepat bantu putrimu mengemasi barangnya ! Dia akan berangkat ke Kanada besok.dengan penerbangan paling pagi. " Joseph Grace sudah tidak bisa lagi menahan diri.


Melisa menuruti perintah suaminya karena jika dia masih membiarkan putrinya berbicara satu patah kata lagi, Melisa tidak tahu apa lagi yang akan terjadi pada putrinya itu.


" Tenanglah, sayang. Papi akan membuatmu menjadi Nyonya Muda di keluarga itu. " Ucap Joseph pada putrinya, Berlinda masih menatap nanar, meremas ujung gaunnya dan terlihat sangat gusar atas perkataan saudari tirinya.


🌻🌻🌻


~ Universitas Dwitama ~

__ADS_1


Moza dan Deana sedang berjalan menyusuri koridor Fakultas Ekonomi menuju kelas mata kuliah pagi mereka. Saat tanpa sengaja mendengar beberapa mahasiswi sedang berjalan bergerombol sembari membicarakan tentang seseorang yang mereka kenal.


Isi ghibahan yang bukan sengaja nguping tapi memang terlalu kerasnya suara ghibahan mereka hingga Moza dan Deana mau tak mau ikut mendengarnya juga.


" Lo tahu gak kalau Selena keluar dari kampus kita ? " ~ Si A ~


" Gue denger sih gitu, tapi masa gara-gara Dimas sudah lulus dia udah mau berhenti kuliah aja sih ? " ~ Si B ~


" Bukan gitu ceritanya, katanya dia mau lanjut kuliah di luar negeri. " ~ Si A ~


" Weyyy... Enak banget ya punya papa tiri kaya, kuliah di luar negeri tinggal minta aja. Iri gue tuh... " ~ Si C ~


" Hush.... Ya kalau emang bener begitu, orang gue dengernya si Selena itu diasingkan sama bokap tirinya gegara bikin masalah sama rekan bisnis papi tirinya itu. " ~ Si A ~


" Aish... Lo tahu darimana coba ?! Sotoy lo ! " ~ Si C ~


" Hahhaa... Lo seperti gak tahu gue aja, gue ini punya informan pergaulan kelas atas ya. 😏 " ~ Si A ~


" Emang tuh anak bikin masalah sama siapa sampai keluarga sekelas Keluarga Grace sampai tega ngirim anaknya ke luar negeri segala ?! " ~ Si B ~


Moza yang memang tipe cuek, tidak mau ambil pusing dengan permasalahan orang lain. Jadi segala bentuk gosip atau ghibahan yang tanpa sengaja terdengar oleh telinganya akan diabaikannya begitu saja, ibaratnya masuk telinga kanan dan keluar melalui telinga kiri.


Toh semua itu tidak ada hubungannya dengan dirinya, lagipula Moza juga tidak akan nyaman jika ada orang yang ingin ikut campur pada urusan pribadinya. Jadi itulah yang membuatnya menjadi pribadi yang tidak mau terlibat urusan orang, tak terkecuali urusan pribadi para sahabatnya.


Beda cerita jika sahabatnya yang meminta dirinya untuk membantu mereka, barulah Moza akan turun tangan untuk ikut campur.


Lain cerita dengan Deana, gadis itu tampak tersenyum smirk mendengar gosip tentang gadis bernama Selena itu. Deana tahu pasti alasan kenapa Selena harus pindah dari kampus Dwitama, meskipun kampus swasta dalam negeri, Dwitama University adalah salah satu kampus ternama di negeri ini, yang memiliki kualitas terbaik dari fasilitas hingga tenaga pendidiknya.


Tidak mudah untuk masuk menjadi mahasiswi di kampus tersebut, selain biaya kuliah yang cukup tinggi juga karena adanya tes khusus untuk bisa masuk kesana.


Dan Moza salah satu mahasiswi yang beruntung yang entah darimana tiba-tiba dirinya terdaftar sebagai salah satu siswa yang mendapat penawaran beasiswa di kampus Dwitama saat dirinya masih di bangku SMA.


Sepertinya ini yang dimaksud Julian sebagai cara Bang Hega untuk mengatasi cewek gila itu. Yeah... Not bad.


Walaupun tuh perempuan gila gak dikirim ke luar negeri, gue akan melakukan apa saja untuk menjauhkan Momo dari nenek sihir itu. Mana mungkin gue biarin cewek psikopat macam dia deket-deket sahabat gue, lebih lagi mimpi mau jadi pacar Kak Dimas. Ogah gue punya sepupu ipar mak lampir. Hiiii.... Rasakan lo Sel. 😏

__ADS_1


Batin Deana dengan tersenyum puas, sepertinya Dea sudah bisa bernafas lega mendapati sahabat karibnya yang sudah seperti saudara baginya itu akhirnya mendapatkan pasangan yang bisa menjaga dan membahagiakannya.


" Heh... Kenapa kamu senyum-senyum gitu ? Pagi-pagi udah kesambet. " Moza heran dengan tingkah aneh Deana yang sedari tadi terlihat sangat senang.


" Hehehe... Gue lagi seneng aja, Mo. Kan bentar lagi lo mau tunangan. " Jawab Deana setengah berbohong.


Tentu saja Dea senang mendengar kabar pertunangan sahabatnya, tapi yang membuatnya makin merasa senang adalah apa yang barusaja didengarnya tentang Selena, si nenek sihir yang dua kali mencelakai Moza dengan kelicikannya karena cemburu buta.


" Ssstttt..... Pelankan suara kamu, Dea ! "


" Hehehe... Iya, maaf. " Dea tercengir dan mengatupkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya.


Fyuuuh.... Apa Julian benar ya ? Mungkin sudah saatnya gue berhenti over protective sama Momo dan mulai memikirkan kebahagiaan gue sendiri. Tapi gue masih takut. ~ Deana ~


Hari ini Moza hanya ada jadwal satu mata kuliah dan itupun hanya bersama Deana, setelah kelas berakhir Deana mengajak Moza untuk langsung ke butik dan gadis itu mengangguk setuju.


β€’


β€’


🍁 Epilog 🍁


Setelah mendapat laporan dari Ragil yang merupakan pengawal rahasia yang ditunjuk Suryatama untuk menjaga calon cucu menantunya. Lengkap dengan laporan tentang kejadian tenggelamnya Moza di kolam renang villa beberapa hari yang lalu.


Suryatama yang sempat merasa kesal pada Hega karena tidak segera mengatasi masalah itu akhirnya mengambil tindakan secara pribadi, memerintahkan Aryatama untuk mengatur pertemuannya dengan Joseph Grace.


Dengan kekuasaan yang dimilikinya, Suryatama Saint bisa dengan mudah menekan Joseph Grace untuk mendisiplinkan putrinya.


Suryatama tentu saja tidak menyebutkan masalah apa yang dibuat oleh putri kedua Joseph tersebut. Namun dengan beberapa kalimat saja mampu membuat Joseph Grace mengambil tindakan untuk mengatasi anak dari istrinya itu.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


Babang Hega lemot, tak juga bertindak.


Untungnya si embah Suryatama gercep.

__ADS_1


__ADS_2