Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Kedatangan Ayah & Bunda


__ADS_3

AUTHOR


Hega menghentikan mobilnya di depan sebuah kafe kecil, melepas seatbelt nya dan menoleh ke arah kursi penumpang di sisi kirinya.


Dilihatnya Moza tampak sedang melamun, tatapan gadis itu lurus kedepan tapi pikirannya tidak tahu sedang berkelana kemana. Sesekali tampak ekspresi kesal di wajah gadis itu, beberapa detik kemudian berubah merona, tak lama berubah cemberut.


Entah apa yang ada di lamunan Moza saat ini, tapi yang jelas perubahan ekspresi gadis itu benar-benar menjadi hiburan tersendiri bagi Hega.


" Ekhem... " Suara deheman Hega seketika memutus rangkaian lamunan Moza.


" Eh... Ka-kak mau a-pa ?! " Tanya Moza tergagap saat Hega mencondongkan tubuhnya semakin mendekat ke arahnya membuat gadis itu terlonjak dan merasa kikuk.


Hega tersenyum jahil, " Ayo turun ! "


Nyatanya Hega hanya berusaha membantu Moza melepaskan savety belt kekasihnya itu.


Moza mengalihkan pandangannya menuju kaca mobil, " Memangnya kita sudah sampai kak ? "


" Kita istirahat dulu sebentar, aku sedikit mengantuk. " Ucap Hega seraya menguap pelan.


" Memangnya kakak tidur jam berapa semalam ? "


" Emmm.... Jam berapa ya aku lupa. Seseorang membuatku tidak bisa tidur nyenyak semalam. "


" Hah ?! " Moza mengernyit belum bisa menangkap maksud kekasihnya.


" Kamu lupa apa yang kamu lakukan semalam, hem ? " Goda Hega sembari tersenyum jahil andalannya.


Tuh kan dia mulai lagi. πŸ˜“ ~ Moza ~


" Me-mang a-ku me-lakukan a-pa ?! " Elak Moza terbata-bata, berusaha menghindari tatapan kekasihnya yang sedang dalam mode jahil itu.


" Ck... Begitu mudahnya kamu melupakannya, hem ?! Padahal apa yang kamu lakukan membuatku tidak bisa tidur semalaman karena jantungku terus berdebar dan seolah mau meledak. Kamu harus tanggung jawab loh ! " Goda Hega dengan ekspresi nakalnya.


Ucapan Hega membuat Moza terbelalak seketika, " Ah... A-aku kan.... "


Hega tersenyum tipis, " Jadi apa yang pantas aku dapatkan darimu setelah kamu berhasil membuatku gelisah semalaman ya ?! " Ucapnya kemudian seraya memainkan jari di dagunya tampak berfikir.


" Huhhh.... Kakak menyebalkan. " Geram Moza kesal dan segera membuka pintu kemudian berjalan cepat meninggalkan Hega, tak menggubris teriakan Hega yang memanggil-manggil namanya.


" Hei, Momo sayang, tunggu dong ! " Secepat kilat Hega keluar dari mobilnya dan menyusul kekasihnya yang sudah lebih dulu memasuki kafe.


🌻🌻🌻


Setelah istirahat sekitar 30 menit, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Dan dua jam kemuadian tibalah mereka di area yang dibangun khusus untuk kediaman Rumah Besar Keluarga Saint.


Hega mengehentikan mobilnya tepat di depan pintu rumah utama.

__ADS_1


" Jangan marah lagi, hem ?! " Pinta Hega mengelus pelan kepala Moza dan gadis itu mengangguk.


Beberapa pelayan sudah menyambut kedatangan mereka, dan Paman Ben segera membukakan pintu untuk nona mudanya saat melihat tuan mudanya sudah keluar dari mobil.


" Selamat siang Tuan dan Nona Muda. " Sapa pria yang tetap terlihat gagah di usianya yang tak lagi muda itu.


Hega mengggangguk pelan.


" Selamat siang Paman Ben. " Balas Moza tak lupa tersenyum agak canggung.


Nyatanya gadis itu belum terbiasa dengan panggilan Nona Muda yang disematkan pada dirinya. Bukannya tidak pernah protes, beberapa kali Moza meminta untuk tidak memanggilnya seperti itu pada Paman Ben dan semua pelayan di rumah utama, tapi tentu saja hasilnya nihil.


Hingga Moza terlalu lelah untuk meminta hal yang sama setiap kali mereka memanggilnya dengan sebutan yang membuatnya merinding dan canggung itu.


" Apa semua sudah berkumpul, Paman ?! " Tanya Hega sebelum melangkah memasuki rumah.


" Sudah Tuan Muda, mereka sedang mengobrol di ruang tengah sambil menunggu kedatangan Tuan dan Nona Muda. " Jawab Paman Ben seraya mempersilahkan agar kedua majikan mudanya itu segera masuk.


" Hem, ayo masuk ! " Hega menggenggam tangan Moza dan berjalan menuju ruang tengah.


" Siapa yang datang, Kak ? " Tanya Moza sedikit penasaran.


" Kamu akan segera tahu. " Jawabnya singkat.


🌻🌻🌻


Kakek Suryatama tengah mengobrol santai dengan Aryatama dan sepasang suami istri yang seumuran dengan putranya itu.


Saat Moza memasuki ruangan, begitu bahagianya gadis itu saat melihat ternyata yang datamg adalah kedua orang tuanya.


" Ayah. " Moza berlari dan berhambur ke pelukan ayahnya.


Ardi membalas pelukan putri kesayangannya, " Sayang, bagaimana kabarmu ? " Tanya Ardi seraya mengelus kepala putrinya.


" Baik, Yah. "


" Ekhem.... Kamu melupakan Bundamu, hem ?! " Sela sang bunda, Ayu Puspita.


Moza melepaskan pelukannya dari sang ayah dan berhambur ke arah sang bunda. " Momo kangen sama Bunda. "


" Ouh... Benarkah itu ?! " Goda Ayu membelai pipi Moza.


" Tentu saja, Bun. " Moza mencebik imut.


" Lalu kenapa kamu jarang menelepon Bunda ? Kamu asyik berduaan dengan calon suamimu, hm ? " Ayu terlihat belum puas menggoda putri cantiknya.


Pipi Moza seketika merona, " Bukan begitu Bun. Momo hanya tidak ingin membuat Ayah dan Bunda cemas. Karena setiap kali menelfon pasti bunda akan tanya bagaimana lukaku. " Elak Moza lirih.

__ADS_1


" Iya, iya baiklah. Bunda percaya. Bagaimana lukamu sayang ? " Tanya Ayu sembari mengelus pipi dan kemudian bahu putrinya, lalu melirik pergelangan kaki Moza.


" Tuh kan ! Aku sudah tidak apa-apa kok Bun. Lihatlah kakiku sudah benar-benar pulih. " Jawab Moza seraya mengangkat sedikit kakinya yang sempat terkilir dan memutarnya perlahan.


" Syukurlah kalau begitu. Sini duduk ! " Titah Ayu membawa putrinya duduk diantara dirinya dan suaminya, Ardi Dama.


Ardi dan Ayu tidak henti-hentinya bersyukur atas hikmah yang terjadi kejadian yang menimpa putrinya akhir-akhir ini. Mereka merasa jika putri mereka yang ceria dan manja benar-benar telah kembali.


Bersama Hega yang selalu bersikap dewasa meskipun seringkali usil dan senang menggoda kekasihnya itu. Tapi nyatanya sejak bersama Hega lah, Moza seolah kembali menjadi dirinya sendiri. Gadis manis, manja dan ceria.


Hega menatap interaksi ketiga orang itu, Ardi yang masih sesekali mengelus kepala putrinya dan Ayu Puspita yang terlihat begitu cemas dan masih terus mengecek kondisi tubuh Moza yang sempat terluka. Seolah belum yakin sepenuhnya jika putri satu-satunya itu sudah benar-benar sembuh seperti sedia kala.


" Ehem.... " Hega berdehem kecil seolah merasa diabaikan.


Ayu menoleh ke arah sumber suara, pemuda tampan dan gagah, putra sahabat karibnya yang telah tiada. Dan sejak kematian Nadira, Ayu berjanji akan menganggap Hega seperti putranya sendiri.


Dan dengan terjalinnya hubungan antara putrinya dengan pemuda yang juga sahabat dari mendiang putra sulungnya itu, perasaan sayang Ayu pada Hega semakin besar.


" Eh... Maafkan bunda ya Hega. Sini duduk dekat bunda, anak gantengnya bunda ! " Titah Ayu melambaikan tangannya ke arah calon menantunya dan menepuk sofa di sampingnya.


Hega tersenyum dan menurut menghampiri ibu dari kekasihnya itu, mencium punggung tangan Ardi dan Ayu bergantian kemudian duduk di sebelah calon ibu mertuanya.


" Jadi bagaimana kelanjutan rencana kita ?! " Tanya Suryatama memecah suasana.


" Ya kalau kami terserah anak-anak saja Om Surya, toh mereka yang akan menjalaninya. Iya kan, Bun ?! " Jawab Ardi sambil menoleh ke arah istrinya dan dijawab anggukan oleh wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dengan balutan gamis dan hijab berwarna maroon itu.


" Bagaimana denganmu, Arya ?! " Tanya Kakek Suryatama beralih menatap putranya.


" Arya terserah Papi dan Hega saja, Arya selalu mendukung apapun yang akan membuat kalian bahagia. " Jawab Aryatama melirik sekilas ke arah putranya. Dan Suryatama mengangguk-angguk seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.


Mereka sedang membicarakan apa si ?! Kenapa mendadak suasananya jadi sedikit serius begini ?!


Batin Moza heran, melirik sekilas ke arah Hega mencoba meminta penjelasan. Sedangkan Hega hanya mengangkat kedua bahunya seolah tidak tahu apa-apa.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Moza mau dapat kejutan apa lagi coba ?!...


...Kek nya aroma mau dapat undangan ini....


...Jan lupa siapkan angpao ya.... 😲😲...


...JANGAN LUPA JEMPOLNYA DIGOYANG YA SAYANG...


...LIKE ~ KOMENTAR ~ VOTE JUGA BOLEH...


...I ❀ YOU ALL😘😘...

__ADS_1


__ADS_2